Bravo Satria Perkasa
29 Aug 2017

Penutupan Porseni Berlangsung Tertib dan Aman

KSATRIA, (BSP)–Penutupan Porseni BPDSI XII Tahun 2017 berlangsung tertib dan aman sesuai dengan target. Kegiatan penutupan ini juga dibarengi dengan satu kegiatan penarikan undian Simpeda yang diselenggarakan di Hotel Intercontinental, Bandung, Minggu (27/8/2017).

Kegiatan penutupan Porseni ini, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko PN Utomo turun langsung memantau situasi pengamanan serta memberikan spirit dan semangat bagi para jajaran security guard dalam menjalankan tugasnya.

Acara penutupan Porseni BPDSI XII Tahun 2017 dihadiri oleh para tamu VVIP selain para pejabat tinggi internal bank bjb, juga unsur pejabat muspida dan seluruh unsur direksi atau pimpinan BPD seluruh Indonesia. Acara juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.
Joko menghimbau kepada jajaran security untuk pengamanan diminta extra ketat, untuk Ring 1 kami turunkan sebanyak 30 personil security guard, dan 50 personil security guard beserta unsur Polri dan TNI yang berada di Ring 2 dan 3.
Menurut Suherman Komandan Sektor PT. Bravo Satria Perkasa Bandung Raya mengatakan,  penjagaan ini extra ketat untuk pelayanan para tamu undangan. “Kami telah menempatkan beberapa personil security khusus yang telah saya ploting di berbagai tempat dan di dalam gedung hotel, yang paling utama saya menempatkan security terbaik yang saya ploting dipintu masuk utama dimana pintu itu akan dilewati oleh para pejabat tinggi atau tamu VVIP,” katanya. [RO/IVN]
 

 

09 Aug 2016

BSP Area Jawa 3 Pembinaan Sekuriti Plus Buka Bersama

KSATRIA–Sudah menjadi tradisi di wilayah Area Jawa 3, setiap bulan ramadhan mengadakan kegiatan buka bersama dengan para anggota. Kegiatan buka bersama ini dibarengi dengan tausiah dari seorang ustadz. Kegiatan kerohanian ini dilakukan sebagai pengganti kegiatan pembinaan yang rutin dilakukan setiap bulannya.

Menurut Head of Area BSP Jawa 3 Winantyo Nugroho, pembinaan biasanya dilakukan pada saat anggota off dan pada pagi hari, sedangkan buka puasa bersama dilakukan menjelang maghrib. Acara biasanya dilakukan pada sore hari jam 16.30.

Adapun materi acara yang dilakukan adalah pembinaan dengan materi persiapan turjawali menjelang libur Idul Fitri, biasanya menjelang Idul Fitri eskalasi kegiatan kriminal semakin meningkat karena kebutuhan masyarakat saat akan lebaran juga meningkat.

Winantyo mengatakan, ia bersama tim operasi lebih banyak menekankan tugas pokok sekuriti dan lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, karena tindak kejahatan terjadi apabila ada niat dan kesempatan.

Selain pemberian materi teori tersebut kita juga melakukan sharing dengan anggota apabila ada permasalahan di tempat kerjanya. Setelah materi pembinaan selesai dilanjutkan dengan siraman rohani yang dilakukan oleh ustad, “Setelah pembinaan, siraman ruhani dilakukan sampai adzan magrib dan dilanjutkan buka bersama,” katanya.

Dalam tausiyahnya, sang ustadz memberikan motivasi mengenai pentingnya arti bersyukur atas nikmat Allah swt, dalam salah satu tausiah yang disampaikan bahwa apapun nikmat yang diberikan oleh Allah sekecil apapun pasti akan membawa barokah bagi kita,

“Termasuk menjadi security adalah nikmat luar biasa yang diberikan oleh Allah swt karena kita bertanggung jawab terhadap keamanan di lingkungan kerja dan memberikan pelayanan terhadap pimpinan, rekan kerja dan masyarakat lainnya,” tuturnya. Acara ditutup dengan bacaan doa dan sekaligus buka puasa bersama. [FR]

 

 

31 May 2016

Bangun Sinergi, Ksatria Bravo Outbound di Malang

KSATRIA–29 Oktober 2015. Para Ksatria melakukan traveling menuju Kota Apel, Malang. Sebanyak 29 orang bersama dalam satu gerbong menjadi pengalaman yang mengasyikan. Rasa kekeluargaan, kebersamaan dalam One Team, One Mision, One Goal penuh keceriaan berangkat dari Stasiun Pasar Senin pukul 18.30 menggunakan Kereta Api Majapahit.

Gerbong besi bergerak, suara gesekan roda besi dengan rel kereta menjadi alunan yang khas saat berada di dalam gerbong. Sua nostalgia sesama penumpang yang satu perusahaan menjadi momen paling berkesan selama dalam perjalanan.

Majapahit, nama kereta itu mengingatkan akan kebesaran kerajaan yang ada di Jawa dengan patihnya bernaman Gajah Mada. Gerbong kereta ibarat kerajaan kecil yang di dalamnya para Ksatria yang sedang menyusun strategi dalam mengelola kerajaan. Karena itu, kebersamaan, loyalitas, dedikasi dan komitmen menjadi keniscayaan untuk membesarkan kerajaan.

Kereta Majapahit terus bergerak meluncur melewati kota-kota dalam kegelapan malam. Sepekat apapun malam terus diterjang untuk sampai tujuan. Akhirnya kereta berhenti di Stasiun Tawang, Semarang. Di sinilah gerbong yang masih nampak kosong bertambah 20 orang, mereka adalah Ksatria dari Wilayah Jawa 2. Jadi total Kstaria yang ada di ‘kerajaan majapahit’ adalah Jawa 1 berjumlah 29 orang dan Jawa 2 sebanyak 20, total 49 orang.

30 Oktober 2015. Sinar matahari sudah terasa panas menyengat, ketika Kereta Api Majapahit tiba di Stasiun Malang. Seperti biasa, jadwal kedatangan kereta molor hampir satu jam, yang awalnya dijadwalkan pukul 09.55 tiba, ternyata sampai Malang pukul 10.30.

Setibanya di Malang, para Ksatria dari Jawa 1 dan Jawa 2 disambut hangat oleh para Ksatria dari Jawa 3 yang berjumlah 16 orang. Sehingga total peserta outbound ini adalah 65 orang dengan perincian 5 wanita dan 60 pria. Karena hari itu Jum’at, maka peserta langsung diarahkan menuju masjid di daerah Rampal dengan menggunakan transportasi bus.

Usai menjalani shalat Jum’at, peserta diajak mengenal sejarah angkutan transportasi yaitu di Museum Angkut yang saat ini menjadi ikon Kota Malang. Sekitar pukul 15.00 peserta sudah tiba di Museum Angkut, dan disuguhi haloween party sehingga banyak setan jadi-jadian bergentayangan menemui para Ksatria.

Tepat pukul 17.00 setan jadi-jadian melakukan parade mengelilingi area museum. Setelah puas melihat setan jadi-jadian, pukul 19.00 peserta menuju ke lokasi outbound yaitu di Hotel Pujon View yang jarak tempuh sekitar 30 menit dari Museum Angkut.

Tiba di lokasi outbound maka acara berlanjut dengan jam komandan, yaitu serah terima peserta outbound dari direksi yang diwakili oleh direktur utama ke event organizer. Selesai acara jam komandan dilanjutkan dengan makan malam dan pembagian tenda, setelah itu peserta istirahat.

31 Oktober 2015. Malang di pagi hari nampak dingin. Sekilas kabut tipis masih nampak menyelimuti beberapa wilayah di Malang. Tepat pukul 06.00 acara dimulai dengan olahraga bersama. Setelah menjalani bersih-bersih seperti mandi dan sarapan, maka dimulailah game outbound yang terdiri dari:

  1. Senam otak yaitu menggunakan gerakan tangan kanan dan kiri secara bergantian.
  2. Lempar bola kecil berantai yaitu melempar bola kecil dari tangan kanan dan kiri berantai ke orang yang ada disebelahnya.
  3. Jaring laba-laba yaitu memindahkan teman menyeberangi jaring tanpa menyentuh jarring tersebut.
  4. Menjatuhkan diri yaitu menjatuhkan diri ke jaring yang ada dengan dipegangi oleh anggota team.
  5. Memindahkan pipa yaitu memindahkan pipa paralon melewati bawah jaring tanpa menyentuh tanah dengan menggunakan tali dan tidak boleh disentuh tangan pipa.
  6. Lingkaran bom yaitu memindahkan teman dari luar lingkaran ke dalam lingkaran tanpa menyentuh bom waktu yang berada di dalam lingkaran.
  7. Dinamika perintah yaitu melaksanakan perintah berantai dengan membangun bangunan yang terdiri dari telur, kertas, balon dan sedotan dengan perintah telur tidak boleh pecah saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter.
  8. Mengambil bola di air yaitu mengambil bola-bola di air dengan titik dan jarak tertentu dan diambil secara kerjasam team.

Setelah melakukan berbagai game, akhirnya menjelang pukul 17.00 acara game selesai dan peserta beristirahat di kamarnya masing-masing dan dilanjutkan dengan makan malam. Kurang lebih pukul 19.00 dilanjutkan dengan acara live music oleh Band Performance dari Surabaya.

Lagu-lagu top 40 terlantun merdu dari pemain band. Untuk kegembiraan acara itu, para peserta ikut menari semampunya. Acara live music ini bersamaan dengan barbeque party yaitu sajian kambing guling, sembari menikmati acara api unggun yang dibimbing langsung oleh Heru Wibowo dengan suasana syahdu, tidak sedikit peserta meneteskan air mata dan ditutup dengan lagu kemesraan. Selesai acara api unggun dilanjutkan dengan live music lagi. Semua bergembira sehingga acara berakhir hingga pukul 23.00.

1 November 2015. Pagi penuh semangat membakar para Ksatria untuk berolahraga. Setelah berolahraga, para peserta menuju puncak bukit tempat start olahraga paralayang. Di bukit inilah, para peserta dibuat takjub akan kebesaran ciptaan Allah, berupa sajian kota Malang dilihat dari atas bukit.

Setelah menikmati pemandangan kota Malang, peserta mengikuti game menaikkan bendera, dengan peralatan 2 pipa, tali rafia dan pasak. Peserta dituntut bisa bekerjsama menaikkan bendera. Setelah bendera naik semua peserta mengelilingi dan melakukan penghormatan. Acara tersebut dilanjutkan dengan penutupan yang dipimpin oleh direksi dan penyerahan secara simbolis dari EO ke management BSP yang dalam hal ini diwakili oleh direktur.

Tepat pukul 11.00, seluruh peserta cek out dari lokasi outbound menuju ke tempat oleh-oleh khas Kota Malang. Mereka pun mencari jajanan khas Malang untuk keluarganya di rumah. Mulai dari susu sapi, kripik tempe, kripik apel dan lain sebagainya. Setelah belanja oleh-oleh, seluruh peserta menuju ECO green yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Batu. Di ECO green peserta disuguhi keindahan aneka satwa dan tumbuh-tumbuhan. Hingga akhirnya tiba waktu berpisah, para Ksatria menuju stasiun Malang menaiki Kereta Api Majapahit pukul 18.20. Sayonara…sampai jumpa kembali di event yang berbeda dalam kebersamaan.

Winantyo Nugroho
Head of Area Jawa 3

 

 

 

Translate »
error: Content is protected !!