Untung Rugi Bekerja Posisi Berdiri Bagi Kesehatan

KSATRIA, (BSP)–Banyak orang belum menyadari bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan mereka. Seperti yang telah dikemukakan oleh sejumlah penelitian, duduk seharian penuh setiap hari saat bekerja tidak baik untuk kesehatan dan kebugaran manusia. Temuan ini menyita perhatian banyak pekerja yang merasa telah menghabiskan waktu mereka sekitar 40-60 jam seminggu untuk bekerja dengan posisi duduk selama bertahun-tahun.

Gaya hidup sedentari ini memang berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang. Dan beberapa penelitian meneguhkan hipotesis ini.

  • Penelitian medis dalam Medicine & Science in Sports & Exercise and this one in the American Journal of Epidemiology. Duduk dalam waktu yang lama meningkatkan tingkat kematian yang disebabkan semua faktor terutama penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, kencing manis, dan kegemukan. Singkatnya penelitian pertama tersebut menyimpulkan bahwa orang yang duduk seharian 54% lebih rentan terhadap kematian akibat serangan jantung. Yang patut dicamkan adalah bahkan jika Anda masih berolahraga pun, semakin lama Anda duduk semakin tinggi peluang Anda meninggal akibat serangan jantung.
  • Duduk menutup sirkulasi enzim penyerap lemak bernama lipase. Dalam penelitian lain, para ilmuwan menemukan bahwa posisi berdiri mengaktifkan semua otot dan meningkatkan penyebaran lipase yang pada akhirnya mendorong tubuh memroses lemak dan kolesterol. Ini tidak tergantung pada jumlah waktu Anda berolahraga.

Sebagian besar orang beranggapan bahwa duduk sepanjang hari bukan masalah besar bagi tubuh asal mereka menyisihkan waktu untuk berolahraga di luar waktu kerja. Kenyataannya, menurut penelitian, lama kita berolahraga tidak bisa mengkompensasi waktu yang kita habiskan untuk duduk sepanjang hari! Dengan kata lain, meski Anda berolahraga selama berjam-jam, risiko kena serangan jantung masih tetap tinggi jika Anda masih suka duduk berjam-jam tanpa henti.

Berbahayakan berdiri terlalu lama?

Penelitian-penelitian berikut nampaknya menujukkan hasil yang berbeda. Tidak peduli apakah rajin berolahraga atau tidak, duduk terlalu lama membahayakan kesehatan. Tentu ada sisi lain dalam setiap hal. Jika terlalu lama duduk bisa membunuh kita, lalu bagaimana jika kita terlalu lama berdiri?

Sebuah ulasan tentang 43 penelitian oleh the American Journal of Preventative Medicine hanya menemukan korelasi yang lemah antara kebiasaan berdiri dan kematian. Dalam sebuah laporan, seorang peneliti tentang ergonomika dari Cornell menyimpulkan bahwa berdiri sepanjang hari juga bisa mengakibatkan beberapa gangguan kesehatan seperti meningkatnya risiko aterosklerosis karotid sebanyak 9 kali lipat karena sistem pernapasan terbebani lebih banyak, risiko varises pada pembuluh darah vena kaki, dan sebagainya.

Dari paparan di atas, bisa disimpulkan bahwa diperlukan sebuah keseimbangan dalam menjaga kesehatan kita. Terlalu banyak akan sesuatu bisa mengakibatkan sebuah ketakseimbangan yang akan mencederai tubuh kita. Hukum yang sama juga berlaku dalam hal ini. Diperlukan pembagian waktu yang simbang antara berapa lama kita berdiri dan duduk sehingga tercapai keseimbangan yang dimaksud.

Manfaat bekerja dengan berdiri

Jika Anda berminat mengurangi durasi duduk Anda sambil bisa tetap bekerja, gunakan meja kerja berdiri. Berikut merupakan beberapa kelebihan dan kekurangan penggunaan meja kerja berdiri seperti disarikan dari zenhabits.net:

  • Rasakan bahwa tubuh kita akan lebih berenergi sepanjang hari. Mungkin inilah manfaat yang bisa langsung dipetik oleh orang yang bekerja dengan posisi berdiri. Tubuh mereka akan lebih bertenaga dari pagi hingga sore selama harus bekerja. Kita bisa bandingkan saat harus bekerja dari pagi hingga sore dalam posisi duduk tanpa henti. Saat jam-jam kritis sesudah makan siang, biasanya orang suka mengantuk bahkan tertidur di kursi mereka. Hal itu tidak akan kita alami dengan posisi berdiri. Kita akan lebih bersemangat saat menerima telepon, membalas email atau sekadar membaca. Dan dibandingkan dengan minum kopi dalam jumlah banyak untuk mengusir kantuk saat bekerja, berdiri lebih efektif dan sehat.
  • Sebagian orang yang mengalami kegemukan mengalami penurunan berat badan dengan bekerja dalam posisi berdiri, meskipun mereka tidak berolahraga mati-matian atau mengubah pola makan secara ekstrim. Hal ini masuk akal karena saat berdiri, tubuh manusia akan membakar 60 kalori lebih banyak dibandingkan saat ia duduk. Itu berarti ada 2400 kalori seminggu jika kita tambahkan 8 jam duduk, 5 hari kerja dalam seminggu.
  • Berdiri sambil bekerja meningkatkan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, rasa kantuk akan hilang dan begitu kantuk hilang, konsentrasi akan meningkat. Pikiran kita akan 100% sadar tentang apa yang tengah kita lakukan, tidak seperti saat kita bekerja dengan posisi duduk. Kita bisa mengantuk lebih mudah dan bertingkah setengah sadar dalam mengerjakan apapun. Dengan begitu, produktivitas juga meningkat.
  • Efek negatif dari berdiri sambil bekerja ialah meningkatnya kelelahan pada otot kaki dan punggung  setelah berdiri dalam durasi berjam-jam.  Namun, sisi positifnya ialah saat kita terlalu lelah berdiri dan duduk, bagian pantat dan kaki tidak akan terasa mati rasa atau kesemutan lagi. [ROJI]

Sumber: ayopreneur.com