Bravo Satria Perkasa
30 Sep 2020

Polrestabes Palembang Gandeng APSI Sosialisasikan Perpol

KSATRIA | Palembang–Ketua APSI (Asosiasi Profesi Satpam Indonesia) Provinsi Sumsel Rano Karno, SH, MH bersama Kasat Binmas Polrestabes Palembang AKBP Takdir, SH, MH menggelar sosialisasi Peraturan Kapolri No. 4/2020 tentang Pam Swakarsa dan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Gedung Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang, Rabu (30/9/2020).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr. Syamsul Bahar, M. Kes yang diwakili Kaurkesmapta Akp dr. Nopriansyah, Ketua BPD ABUJAPI H. Novembriono, SE, Alex Noven M, SH, MH, Kombes Pol Drs H, Abusopah Ibrahim SH, Personil Bhabinkamtibmas Polrestabes Palembang, Perwakilan Pegurus, BUJP dan Satpam.

Kasat Binmas Polrestabes Palembang AKBP Takdir, SH, MH menyampaikan selamat datang kepada para peserta kegiatan sosialisasi, “Semoga kita semua dapat memahami dan bersinergi apa-apa yang akan kita laksanakan tugas pokok masing-masing, satpam merupakan anak dari Polri jadi kedepan kita akan lebih baik lagi,” ungkapnya dilansir investigasibhayangkara.com.

Takdir menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini tetap selalu mematuhi peraturan protokol kesehatan covid-19 dengan menjaga jarak, memakai masker dan selalu membersihkan kebersihan, cuci tangan sehigga kita semua terhindar dari Covid-19.

Ketua DPD APSI Sumsel Rano Karno, SHI, MH menjelaskan sekilas sejarah Satpam yang didirikan sejak tahun 1980 oleh Bapak Satpam Indonesia Alm. Jendral Purn. Prof. Dr. H. Awaloeddin Djamin, MPH, sampai sekarang Pam Swakarsa tetap berdiri.

“Alhamdulillah bulan Oktober 2020 yang lalu telah keluar Perpol No. 4/2020 tentang Pam Swakarsa mengenai seragam satpam yang mirip dengan Kepolisian, ini merupakan apresiasi buat Kapolri yang menjadikan kepercayaan dan merupakan anak dari Polri, dengan seragam ini satpam akan lebih baik dan tidak lepas akan menjaga nama baik Institusi Polri, semoga kedepan akan lebih bersinergi lagi,” harapnya.

Rano menegaskan, ke depan anggota satpam yang memakai seragam baru harus sudah mengikuti pendidikan, karena ini akan mempengaruhi pangkat seperti pendidikan sertifikasi mulai dari Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama.

“Selanjutnya anggota satpam tersebut akan mempunyai KTA yang langsung ditandatangani oleh Dirbinmas Polda Sumsel khususnya,” tegasnya.

Diakhir kegiatan Ketua DPD memberikan hadiah kepada peseta aktif bertanya: 1. Bripka Zulkifli, SE, M.Sc. Babinkamtibmas Polsek IT 1 Kota Palembang. Hadiah berupa Buku Pengamanan Swakarsa Karya Bapak Satpam Indonesia Alm. Jenderal Purn. Prof. Dr. H. Awaloeddin Djamin, MPH 2. Angga Angkasa Anggota Satpam Gada Madya dari PT. SMART Palembang Hadiah berupa Senter Safety Security plus alat kejut listrik dan 3. Efri Yopi Petugas Satpam pasar 16 Ilir yg bertugas lebih dari 10 Tahun menerima hadiah gratis Diksar Gada Pratama di Pusdiklat satpam DPD APSI Sumsel. [adm]

20 Sep 2020

APSI dan Asosiasi Bidang Pengamanan Siap Sosialisasikan Perpol

KSATRIA | Tangerang–Peraturan Polisi (Perpol) No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa) menjadi sorotan publik. Terutama menyikapi masalah seragam satpam yang baru mirip seragam polisi, dan beberapa isu tentang kepangkatan satpam.

Menyikapi Perpol Pamswakarsa yang ditetapkan pada tanggal 5 Agustus 2020 oleh Kapolri Idham Azis ini, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar jumpa pers membahas seputar Perpol Pamswakarsa di Hotel Swissbel Tangerang pada Jumat 18 September 2020.

Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa ini harus disosialisasikan sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar tentang Pamswakarsa. Masyarakat secara umum perlu memahami pengertian Pamswakarsa agar tidak menimbulkan kerancuan yang bisa menimbulkan pengertian yang salah,” jelasnya.

Azis menjelaskan, Pamswakarsa dalam Perpol no 4 tahun 2020 ini adalah suatu bentuk pengamanan oleh pengemban fungsi kepolisian yang diadakan atas kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Sebelum terbitnya Perpol No. 4 tahun 2020 ini, landasan hukum yang dipakai untuk profesi satpam adalah Peraturan Kapolri (Perkap) No 24 tahun 2007 yang sudah berusia 13 tahun, dimana sudah perlu direvisi agar bisa mendukung kemajuan industrial security di Indonesia,” paparnya.

Jadi pengertian Pamswakarsa ini bukan muncul saat ini, pada saat Perpol No. 4 tahun 2020 diundangkan, melainkan sudah ada pada Perkap No 24 tahun 2007 pun pengertian Pamswakarsa sudah ada dan mempunyai arti yang sama. “Oleh karena itu kami berharap masyarakat bisa memahami arti dan maksud dari Pamswakarsa, sehingga tidak menimbulkan salah pengertian,” jelasnya.

Azis menegaskan, APSI dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) serta asosiasi lain bidang pengamanan di Indonesia yang terregister di Baharkam Polri, siap melaksanakan dan mengawal Perpol No. 4 tahun 2020 ini agar pelaksanaannya tidak mengalami hambatan di lapangan,

“Karena APSI dan ABUJAPI serta asosiasi bidang pengamanan lain terlibat dalam penyusunan Perpol No. 4 tahun 2020 ini. Semoga Perpol ini dapat memberikan angin segar bagi kemajuan satpam, BUJP dan industrial security di Indonesia,” tuturnya. [adm]

19 Sep 2020

APSI Sebut Perpol Pamswakarsa Upaya Pemuliaan Satpam, Ini Sebabnya

KSATRIA | Tangerang–Peraturan Polisi (Perpol) No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa) menjadi angin segar untuk menuju pemuliaan satpam. Ada beberapa perubahan dalam upaya memuliakan profesi satpam.

Dalam jumpa pers Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) membahas Perpol Pamswakarsa di Hotel Swissbel Tangerang pada Jumat 18 September 2020, APSI berkeyakinan bahwa Perpol No.4 Tahun 2020 ini sebagai upaya Polri untuk pemuliaan satpam.

“Saat ini Satpam yang bekerja khususnya di Badan Usaha Jasa Pengamanan, masa kerja dan kompetensi kurang dihargai, Satpam yang baru bekerja dengan Satpam yang telah lama bekerja dan memiliki kopetensi, gajinya sama, yaitu berdasar UMP,” jelasnya.

Akibatnya, hal ini tidak memberikan motivasi dan apresiasi bagi anggota Satpam yang memiliki masa kerja dan kompeten. Dengan adanya kepangkatan anggota Satpam yang nantinya ditindaklanjuti dengan peningkatan remunerasi akan memberikan motivasi kepada anggota untuk bekerja lebih baik.

Alasan lain adalah bahwa peningkatan profesionalitas Satpam. Dibentuknya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Satpam, di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan dimasukkannya kedalam Perpol no 4 tahun 2020 ini dimaksudkan bahwa seorang anggota Satpam harus selalu meningkatkan dan memelihara kompetensinya agar semakin profesional.

“Perpol ini juga akan merubah image Satpam. Saat ini, bekerja sebagai Satpam bukan merupakan pilihan pekerjaan karena selain kurang membanggakan juga pendapatannya yang kecil,” jelasnya.

Hal ini juga bisa diakibatkan oleh kesamaan nama, antara Satpam yang dikelola oleh perseorangan atau kelompok masyarakat, yang direkrut seadanya, digaji dibawah UMP, tidak ada kontrak kerja (PKWT), tidak ada jaminan kesehatan, dibandingkan dengan Satpam yang dikelola oleh BUJP dan Perusahaan. “Perubahan warna seragam Satpam dan perubahan definisi Satpam ini akan membuat citra baru terhadap korp Satpam,” ungkapnya.

Pemuliaan ini juga bisa dilihat dari upaya menjadikan pekerjaan Satpam mengarah ke Profesi. Profesi apapun sebelum bekerja pasti harus melalui pendidikan kompetensi formal. Perpol no 4 tahun 2020 memisahkan antara Satpam dengan Satkamling dengan maksud bahwa setiap Satpam wajib mengikuti pelatihan dulu, baru memperoleh ijazah, KTA, Lencana dan Buku Riwayat Satpam.

“Jadi kalau seorang Satpam telah memiliki KTA bisa dipastikan dia telah mengikuti pelatihan wajib Satpam. Sedangkan Satkamling tidak diwajibkan mengikuti pelatihan formal Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama,” tuturnya.

Penerbitan Perpol no 4 tahun 2020 ini merupakan pengganti dari Perkap no 24 tahun 2007 yang memang sudah perlu direvisi agar bisa menopang kemajuan industrial security di Indonesia.

“Kami dari APSI memberikan apresiasi kepada Polri karena banyak perubahan peraturan dan ketentuan yang akan membuat anggota Satpam dan Badan Usaha Jasa Keamanan semakin profesional, memudahkan pendataan anggota Satpam serta dapat meningkatkan kualitas fungsi koordinasi, pengawasan, pembinaan Polri kepada Satpam dan Badan Usaha Jasa Pengamanan,” jelasnya. [adm]

19 Sep 2020

Inilah Harapan APSI Terhadap Perpol Pamswakarsa

KSATRIA | Tangerang—Kapolri Idham Azis telah menerbitkan Peraturan Polisi (Perpol) No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa) pada 5 Agustus 2020. Dalam Perpol yang baru ini ada beberapa perubahan dibandingkan Perkap no 24 tahun 2007.

Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) saat menggelar jumpa pers seputar Perpol Pamswakarsa di Hotel Swissbel Tangerang pada Jumat 18 September 2020 memiliki harapan terhadap diterbitkannya Perpol No 4 Tahun 2020 ini.

Hadir dalam jumpa pers adalah Dewan Penasihat APSI Irjen. Pol. (P). dr. Hadiman M.BA, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjend Pol Edy Murbowo SIK MSI dan segenap pengurus APSI.

Harapan APSI dengan telah diundangkannya Perpol no 4 tahun 2020 ini antara lain: Pemangku kepentingan di bidang Sekuriti menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Polri serta berpikir positif dengan terbitnya Perpol no 4 tahun 2020 ini.

“Karena ini merupakan upaya untuk memajukan Industrial Security di Indonesia secara umum dan pemuliaan profesi Satpam secara khusus,” jelas Ketua Umum APSI, Azis Said.

APSI berharap dengan adanya Perpol Pamswakarsa ini perusahaan pengguna jasa Satpam, Badan Usaha Jasa Pengamanan, Satpam, Satkamling dan masyarakat agar memahami dan mematuhi Perpol no 4 tahun 2020 ini dalam menjalankan pengamanan di wilayahnya masing masing.

“Apabila wilayah pengamanan yang menjadi tanggung jawab Pamswakarsa dapat tertib dan aman, maka akan memperingan pekerjaan Polisi mengingat rasio polisi dengan masyarakat yang diamankan di Indonesia masih belum memenuhi rasio Polisi yang ditentukan oleh PBB, yaitu 1 : 400,” ungkapnya.

Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) serta Asosiasi lain bidang pengamanan di Indonesia yang terregister di Baharkam Polri, siap melaksanakan dan mengawal Perpol no 4 tahun 2020 ini agar pelaksanaannya tidak mengalami hambatan di lapangan karena APSI dan ABUJAPI serta Asosiasi bidang pengamanan lain terlibat dalam penyusunan Perpol no 4 tahun 2020 ini.

“Semoga Perpol no 4 tahun 2020 ini dapat memberikan angin segar bagi kemajuan Satpam, BUJP dan Industrial Security di Indonesia,” jelasnya. [adm]

18 Sep 2020

APSI Jabar Persiapan Rakernas di Bandung

KSATRIA| Bandung–Menjelang rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) di Kota Bandung Jawa Barat, Dewan Pimpinan Daerah APSI Jabar menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Rakernas.

Menurut Sekretaris DPD APSI Jabar Rudi Nursoleh pertemuan ini membahas program DPD APSI Jabar dan persiapan rencana Rakernas APSI di Bandung pada 2 November 2020 nanti. “Setelah pelantikan dan pengukuhan DPD APSI Jabar oleh Ketua Umum APSI Bapak Azis Said, kami juga membahas beberapa program yang akan dilakukan di tahun 2021,” jelasnya dilansir Jurnal Security, Jumat (18/9/2020).

Rudi menambahkan, program DPD APSI Jabar yang dekat adalah menyelenggarakan Diklat Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama melalui BUJP yang ada di Jabar. “Beberapa program akan kita siapkan diawal tahun untuk membantu satpam-satpam yang terdaftar di DPD APSI Jabar akan kita koordinir melalui DPC-DPC APSI Jabar,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh pengurus DPD APSI Jabar dan DPC Karawang, DPC Cianjur, DPC Sukabumi, DPC Tasikmalaya, DPC Sumedang, DPC Garut dan DPC Bogor.

Menurut Rudi, DPD APSI Jabar juga akan meluncurkan aplikasi untuk anggota, khususnya direktur atau manajer BUJP yang terdaftar di DPD APSI Jabar, “Aplikasi ini nanti sangat membantu baik dari segi pemasaran ataupun pengendalian dan monitoring satpam yang dikelola,” jelasnya.

Sementara itu menyikapi lahirnya Perpol No.4 Tahun 2020, Ketua DPD APSI Jabar R. Agus Hamza menjelaskan DPD APSI Jabar memberikan dukungan terhadap perubahan seragam satpam dan siap menyesuaikan dan membantu satpam dalam satu tahun kedepan, khususnya satpam yang terdaftar di DPD APSI Jabar.

“Polemik mengenai seragam baru sesuai Perpol No. 4 tahun 2020 menurut kami bukan hal yang perlu diperdebatkan karena itu adalah seragam sebagai alat tugas yang bisa membedakan mana satpam dan mana Satkamling,” ungkapnya.

Agus menegaskan, yang harus kita perjuangkan adalah kesejahteraan dan perhatian terhadap satpam, “Kami berencana mengadakan audiensi dengan pihak terkait baik dengan Kemenaker dan diperkuat oleh Polri agar satpam menjadi prosfesi,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini ditutup dengan launching Tohaga Lodaya, di mana DPD APSI Jabar sangat membantu program Polrestabes dalam penanganan covid -19 dalam komunitas Tohaga Lodaya, yang dipimpin oleh Kapolrestabes Bandung Kombespol Ulung Sampurna Jaya SIK yang diwakili Kasattbinmas Polrestabes Bandung AKBP Sukana Hermansyah SH, MM,.

“DPD APSI Jabar dan para DPC akan berepran aktif dalam pencegahan covid-19 dengan cara memberikan edukasi kepada satpam-satpam yang ada di Bandung khusunya dan satpam yang ada di wilayah Jabar,” tegasnya. [adm]

08 Sep 2020

DPC APSI Kutim Terbentuk, Edy S Menjadi Ketua Periode 2020-2025

KSATRIA | Sangatta–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melantik dan mengukuhkan pengurus DPC APSI Kutim periode 2020-2025 di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (07/09/2020).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini berjalan lancar dan khidmat. Adapun Ketua DPC APSI Kutim yang baru adalah Ady S Presiden Direktur PT Borneo Security Service (BSS).

Kombelpol Hary Muharram Firmansyah S.K, selaku Dir.Binmas Polda Kalimantan Timur mengucapkan selamat atas kegiatan tersebut. Ia pun berpesan kepada DPC APSI Kutim bisa saling menjaga kesolidannya. Dimana DPC APSI Kutim masih termasuk dalam naungan Polres Kutim dan bisa saling bekerja sama.

“Selamat atas kegiatannya. Semoga ke depan APSI tambah solid dan maju. Berkembang dengan baik,” ujarnya dilansir bedahnusantara.id.

“Di Kutim adalah DPC APSI pertama yang dilantik, diharapkan asosiasi ini bisa menjembatani apa yang menjadi harapan satuan keamanan wilayah Kutim. Karena Tugas satpam sangat berat, sama dengan tugas kepolisian. Tapi sangat terbatas, di lingkungan kerja meraka. Memang memerlukan adanya perkumpulan atau asosiasi ini. Ini bisa memudahkan harapan mereka semua,” sambungnya.

Hary menambahkan, APSI Kutim dibawah pembinaan Polres Kutim bisa bekerja sama dengan kepolisian. Dimana APSI sebagai pilar sehingga bisa berkontribusi mewujudkan Pilkada aman dan lancar. Dan menjadi agen yang bisa mensosialisasi kepada masyarakat.

“Pilkada sebentar lagi, saya harap masyarakat tetap menjaga dan memelihara kamtibmas masing-masing. Perbedaan pilihan politik suatu yang wajar. Tapi tetap dijadikan sesuatu menggembirakan untuk menjadi pimpinan terbaik,” pintanya.

Sementara itu, Ketua II BIdang Organisasi DPP APSI Ardi Rudanto menyampaikan jika sudah menjadi tugas pihaknya meng-upgrade dan meningkatkan skill personil satpam agar menjadi satpam yang profesional.

“Sehingga satpam kita dapat bersaing dengan satpam dari luar negeri. Karena sudah ada perusahaan satpam dari luar negeri di Indonesia. Ada dari Amerika, Afrika Selatan, Denmark, Inggris dan Swedia. Makanya jangan sampai jadi penonton di negeri sendiri,” jelasnya.

Menurut Ardi, satpam memiliki beberapa tingkatan yakni satpam pelaksana Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. “Jadi semua penyedia satpam wajib mengikuti semua tahapan level tersebut,” katanya.

Ia menilai, di Indonesia satpam kerap dianggap sebagai pekerjaan rendah. Oleh dari itu pihaknya selalu melakukan upgrade kepada para satpam agar kedepannya bisa menjadi sebuah profesi.

“Memang satpam diciptakan untuk menjadi profesi yang diakui. Sangat mendukung bahwa satpam pasti kedepannya akan menjadi sebuah profesi. Sekarang sedang dibahas di pihak kepolisian. Satpam betul betul sebagai ujung tombak kepolisian. Kami juga sering berkoordinasi dengan Malaysia dan Philipina guna membahas tentang upgrade satpam,” jelasnya. [admin]

14 Aug 2020
Musda Ke-2 APSI Jabar Memilih Agus Hamza

Musda Ke-2 APSI Jabar Memilih Agus Hamza sebagai Ketua

KSATRIA | Bandung–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD-APSI) Jawa Barat menggelar musyawarah daerah kedua pada Jumat 14 Agustus 2020 di Hotel di Hotel Gino Feruci Bandung. Musda diikuti oleh 5 perwakilan wilayah.

Ketua Panitia Musda Ke-2 Rudi Nursoleh merasa bersyukur karena acara Musda ke-2 berjalan dengan lancar. Hadir perwakilan dari DPP APSI Ardi Rudanto Ketua Bidang Organisasi APSI.

“Atas nama panitia saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD APSI Jabar periode 2014-2019 Bapak Budi Laksono Knoch atas pengabdiannya dan prestasi APSI selama menjabat. Alhamdulillah berkat beliau program dan berbagai acara tingkat Jabar atau nasional terlaksana,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Jurnal Security, Jumat (14/8/2020).

Rudi menambahkan, kegiatan Musda Kedua ini untuk menjalin hubungan silaturahim antara pengurus DPD dan DPP, sekaligus bertujuan untuk musyawarah guna memilih ketua yang baru lima tahun yang akan datang,” paparnya.

Kegiatan Musda kedua ini diikuti oleh para ketua DPC perwakilan dari Karawang, Cianjur, Sumedang, Tasikmalay dan Bandung. Diantara agendanya adalah pembacaan tata tertib dan peraturan Musda. Kemudian memberikan kesempatan kepada calon ketua untuk presentasi.

“Namun dalam Musda kali ini, seluruh peserta Musda menyepakati secara aklamasi memilih Agus Hamza sebagai Ketua DPD APSI Jabar periode 2020-2025,” jelasnya.

Menanggapi suksesnya Musda APSI dan terpilihnya Agus Hamza sebagai Ketua DPD APSI Jabar, Ketua Umum APSI Azis Said mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. “Selamat atas pelaksanaan Musda ke-2 DPD APSI Jabar hari ini yang berjalan dengan lancar. Ucapan selamat juga untuk Pak Agus Hamza yang terpilih menjadi Ketua DPD APSI Jabar periode 2020-2025. Semoga APSI Jabar bisa semakin maju di bawah kepemimpinan Pak Agus Hamza,” tuturnya.

Adapun hasil dari Musda kedua ini, menghasilkan susunan pengurus yang baru dengan susunan sebagai berikut:

Ketua : R.Agus Hamza SH
Wakil Ketua : Darmin Yudha SPD
Sekretaris : Rudi Nursoleh SE
Bendahara : Ajang Supriady SE

Ketua 1 : H.Samsul
Ketua 2 : H.Dedi Supendi SE.SY
Ketua 3 : Didi Djukardi

09 Aug 2020
Gede Risky

APSI Bali: Satpam Unsur Penting Pembukaan Wisata di Bali

KSATRIA | Denpasar–Pemerintah Provinsi Bali bersiap untuk membuka pariwisata kembali pada tatanan kehidupan era bara saat kondisi pandemi COVID-19, dalam hal ini peran petugas pengamanan di tempat-tempat potensi banyaknya dikunjungi wisatawan, tentu harus tetap disiplin dalam upaya mencegah kembali merebaknya wabah virus ini.

Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Bali Gede Risky Pramana di Denpasar, Jumat (7/8) menyatakan bahwa aspek satuan pengamanan adalah salah satu unsur penting dalam setiap penerapan protokol kesehatan dalam menata kesiapan pembukaan pariwisata di Bali.

Ia mengatakan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan, baik untuk diri sendiri (satuan pengamanan) juga terhadap tamu yang datang.

Terbukti bahwa di beberapa tempat pariwisata dan perhotelan, dimana satuan pengamanannya menjadi gugus utama dalam melaksanakan SOP protokol kesehatan di setiap area dalam menyambut tatanan kehidupan era baru.

“Semua pemangku kepentingan pariwisata harus tetap fokus memperhatikan tata aturan ini agar satuan pengamanan di setiap wilayah dapat menjadi garda terdepan dalam menjalankan protocol kesehatan sesuai dengan ketentuan pemerintah,” kata Gede Risky. [admin].

08 Aug 2020
Apsi Jajaki Kerjasama dengan UI

APSI Jajaki Kerjasama dengan Departemen Pengamanan Kampus UI

KSATRIA | Jakarta—Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) sebagai lembaga praktisi profesi pada bidang manajemen pengamanan, memiliki ilmu dan kompetensi dalam manajemen pengamanan yang mencakup praktik penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berbasis Perkap 24/2007.

Ketua Umum APSI Azis Said menjelaskan APSI telah memiliki legalitas sebagai asosiasi profesi satpam di Mabes Polri, untuk itu pihaknya tengah meluaskan jaringan kerjasama dalam pengembangan profesi satpam ini. “Salah satunya menjajaki kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI),” jelasnya kepada Jurnal Security, Jumat (7/8/2020).

Azis menambahkan, saat ini APSI memiliki kompetensi manajemen SMP yang sesuai dengan Perkap 24/2007 antara lain: Melakukan survey dan membuat analisa pengamanan, membuat kajian resiko pengamanan, membuat rencana pengamanan, membuat sistem pengamanan, membangun kebutuhan aspek pengamanan dan sumber daya, membuat dan mengendalikan dokumen pengamanan, rencana tanggap darurat dan simulasinya serta analisa data.

Menurut Azis, APSI juga memiliki kemampuan merancang dan menyelenggarakan sistem diklat bagi personil sekuriti sebagai pelaksana utama sistem pengamanan, dan pelatihan kepada personil non sekuriti dalam konteks melaksanakan security awareness kepada seluruh stake holder.

“UI sebagai universitas ternama di Indonesia selayaknyalah memiliki sistim pengamanan yang baik dan mumpuni, sehingga dapat menjadi rujukan bagi universitas lain di Indonesia untuk sistem pengamanannya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua I Bidang Sertifikasi Profesi APSI Ir Didi D Zakaria menjelaskan, kampus UI sebagai institusi pendidikan perguruan tinggi dengan kampus terbesar dan terluas serta fasilitas terlengkap di Depok, Jawa Barat, UI harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi, terlaksana dan terpelihara dengan baik, “UI harus menjadi kampus yang aman dan nyaman bagi penggunanya, mahasiswa dan pengelolanya,” jelasnya.

Didi menilai, tugas itulah yang diamanahkan Departemen Pengamanan Lingkungan Kampus UI, untuk menjamin bahwa UI memiliki pengamanan yang baik, karena itu UI harus memiliki Sistem Pengamanan yang terintegrasi dan komprehensif, yang dibuat berdasarkan hasil kajian-kajian terhadap kondisi pengamanan eksisting dan potensi ancaman keamanan kedepan yang dinamis dengan modus yang terus berkembang dan eskalasi yang semakin meningkat.

“APSI bisa membantu UI untuk menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan berbasis apapun yang applicable dan efektif jika dilaksanakan di kampus UI,” tandasnya.

Didi mengatakan, APSI juga menawarkan kerjasama merancang dan menyelenggarakan Sistem Pendidikan Manajemen Pengamanan bagi seluruh stake holder UI, baik hanya sebagai awareness (kepedulian) kepada personil non sekuriti, maupun kepada mahasiswa UI yang tertarik dalam bidang Manajemen Pengamanan Fisik yang nantinya bisa dimasukan sebagai materi perkuliahan atau tambahan di fakultas-fakultas di UI.

“APSI juga bisa kerjasama dengan UI dalam konteks menyiapkan dan mencetak para Manajer Sekuriti Profesional yang handal melalui program Uji Kompetensi yang bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” jelasnya. [admin].

01 Aug 2020
Film The Bandhit

Film The Bandhit, Sutradara Roy Libatkan ABUJAPI dan APSI

KSATRIA | Jakarta–Semakin dahsyatnya cerita Film The Bandhit tentang Pertarungan Antar Geng Narkoba, membuat sang Sutradara Roy Wijaya semakin cerdas dalam mengolah adegan disetiap plot cerita yang begitu berani dan memukau. Apalagi saat ini Roy juga menampilkan dua karateka kelas dunia kakak beradik Arta Dewangga Van Ard dan Arviona Aisyah Van Ard.

Menurut Roy Film yang akan digarapnya saat ini lebih banyak mengedepankan edukasi tentang pentingnya pengamanan diri dan keamanan dalam lingkungan. Karena Film ini lebih banyak mengedepankan adegan satpam dan akan lebih menarik dengan actionnya para security besutan ABUJAPI dan APSI di setiap adegan.

“Saya sengaja merubah pola cerita dan lebih mengedepankan peran security sebagai peran utamanya. Hal ini tentu akan banyak pertanyaan, tapi lihat hasilnya. Film ini akan sangat luar biasa karena harus punya nilai edukasi yang tinggi,” ungkap Roy saat Syukuran Persiapan Syuting Film The Bandhit di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2020.

Security itu sangat penting, kata Roy, jangan dilihat sebelah mata. Tapi lihat peran dan fungsinya yang begitu sangat berarti. “Makanya di Film ini, sengaja saya kedepankan. Biar semua masyarakat memahmi Securtiy sebenarnya punya tugas lebih berat dari apapun. Bahkan dalam Film ini Semua security di tantang dengan talentanya yang tinggi. Karena selain action juga mengajak kepada masyarakat tentang penyadaran diri keamanan secara menyeluruh,” jelas Roy dilansir nttonlinenow.com.

Begitu juga dengan keterlibatan Arta dan Vio sebagai Karateka dunia, akan menjadi contoh dan icon yang menarik. Dimana kehadiran mereka dalam Film ini akan menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa ini dari berbagai kejahatan yang terjadi seperti, banyaknya anak muda yang terpengaruh dengan narkoba atau hal negatif lainnya.

“Saya hanya ingin integrasi yang baik antara Security dan Karateka atau figther lainnya dalam gerakan laga menjadi contoh yang terukur di tengah hegemoni perpindahan kehidupan anak anak milenial. Agar bisa menjadi edukasi dan wawasan secara menyeluruh,” bebernya.

Begitu juga dengan keterlibatan security di bawah naungan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) merupakan gerakan yang luar biasa. Karena mampu mempresentasikan peran dan fungsinya sebagai lembaga jasa keamanan dalam memberikan edukasi yang baik terhadap masyarakat saat ini dan masa yang akan datang. [admin]

Translate »
error: Content is protected !!