Bravo Satria Perkasa
20 Sep 2020

APSI dan Asosiasi Bidang Pengamanan Siap Sosialisasikan Perpol

KSATRIA | Tangerang–Peraturan Polisi (Perpol) No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa) menjadi sorotan publik. Terutama menyikapi masalah seragam satpam yang baru mirip seragam polisi, dan beberapa isu tentang kepangkatan satpam.

Menyikapi Perpol Pamswakarsa yang ditetapkan pada tanggal 5 Agustus 2020 oleh Kapolri Idham Azis ini, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar jumpa pers membahas seputar Perpol Pamswakarsa di Hotel Swissbel Tangerang pada Jumat 18 September 2020.

Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa ini harus disosialisasikan sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar tentang Pamswakarsa. Masyarakat secara umum perlu memahami pengertian Pamswakarsa agar tidak menimbulkan kerancuan yang bisa menimbulkan pengertian yang salah,” jelasnya.

Azis menjelaskan, Pamswakarsa dalam Perpol no 4 tahun 2020 ini adalah suatu bentuk pengamanan oleh pengemban fungsi kepolisian yang diadakan atas kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Sebelum terbitnya Perpol No. 4 tahun 2020 ini, landasan hukum yang dipakai untuk profesi satpam adalah Peraturan Kapolri (Perkap) No 24 tahun 2007 yang sudah berusia 13 tahun, dimana sudah perlu direvisi agar bisa mendukung kemajuan industrial security di Indonesia,” paparnya.

Jadi pengertian Pamswakarsa ini bukan muncul saat ini, pada saat Perpol No. 4 tahun 2020 diundangkan, melainkan sudah ada pada Perkap No 24 tahun 2007 pun pengertian Pamswakarsa sudah ada dan mempunyai arti yang sama. “Oleh karena itu kami berharap masyarakat bisa memahami arti dan maksud dari Pamswakarsa, sehingga tidak menimbulkan salah pengertian,” jelasnya.

Azis menegaskan, APSI dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) serta asosiasi lain bidang pengamanan di Indonesia yang terregister di Baharkam Polri, siap melaksanakan dan mengawal Perpol No. 4 tahun 2020 ini agar pelaksanaannya tidak mengalami hambatan di lapangan,

“Karena APSI dan ABUJAPI serta asosiasi bidang pengamanan lain terlibat dalam penyusunan Perpol No. 4 tahun 2020 ini. Semoga Perpol ini dapat memberikan angin segar bagi kemajuan satpam, BUJP dan industrial security di Indonesia,” tuturnya. [adm]

05 Dec 2019

Aplikasi Satpam Mantap Resmi Diluncurkan

KSATRIA| Jakarta–Polda Metro Jaya meluncurkan teknologi berupa aplikasi bernama Satpam Mantap, Kamis (5/12/2019) pagi.

Peluncuran digelar di Polda Metro Jaya dihadiri oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, Menteri Perhubungan Budi Karya, juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Aplikasi ini bertujuan untuk koordinasi keamanan satpam di wilayah hukum Polda Metro Jaya. “Ini baru pertama di Indonesia,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam sambutannya.

“Aplikasi ini juga dilengkapi panic button agar satpam bisa cepat melapor bila ada kejadian dan polisi terdekat datang,” katanya

Di dalamnya aplikasi ini juga ada fitur lapor kejadian atau insiden, seperti pencurian, kecelakaan, dan sejenisnya. Begitu juga ada rekomendasi, lihat data BUJP,  permohonan pelatihan satpam dan update mengenai informasi terkini.

“Jika dulu pendaftaran BUJP secara konvensional, sekarang bisa melalui online,” ungkapnya.

Bahkan Gatot mengatakan untuk pengurusan BUJP juga bisa lebih cepat. Jika memakai konvensional selama tujuh hari, maka dengan sistem online ini waktunya bisa berkurang menjadi tiga hari.

Melalui aplikasi ini juga, nantinya kita bisa mengetahui jumlah satpam di wilayah DKI Jakarta. Terutama satpam yang sudah tersertifikasi dan mengikuti pelatihan dasar satpam. “Dengan adanya ini kedekatan antara Polri dan satpam semakin dekat,” ungkapnya.

Selain Satpam Mantap, Polda Metro Jaya juga melaunching sejumlah aplikasi yakni E-Drives dan aplikasi Help Renakta. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!