Bravo Satria Perkasa
27 Jun 2019

Abujapi Jabar Gelar Musda dan Tetapkan Agus Vikram sebagai Ketua

KSATRIA| Bandung–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jawa Barat menggelar Musayawarah Daerah ke-2 di Bandung, Kamis (27/6/2019). Salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum Abujapi Jabar.

Menurut Sekjen BPP Abujapi Agoes Dermawan, proses pemilihan ketua umum BPD Abujapi Jabar ini berjalan secara demokratis. “Musda BPD Abujapi Jabar ini diikuti oleh 100 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) pemilik suara,” kata Agoes seperti dilansir JurnalSecurity, (27/6).

Dalam Musda Abujapi ke-2 ini, kandidat yang menjadi calon ketua adalah Agus Vikram dan Dedi. Agus berhasil mengumpulkan suara sebanyak 82 suara, sedangkan Dedi mendapatkan 4 suara, sementara yang abstain sebanyak 5 peserta.

Menurut Agus, pemilihan ketua berjalan sangat lancer dan menetapkan Agus Vikram sebagai Ketua Umum Abujapi Jabar masa periode 2019-2024. “Pemilihan berjalan secara demokratis yang sebelumnya mendengarkan visi misi dan gagasan para calon,” ujarnya.

Acara Musda ke-2 yang digelar di Hotel Karang Setra Bandung ini dihadiri oleh Dirbinmas Polda Jabar Kombes Bagja, Ketua Umum BPP Abujapi Budi Rianto, Kasat Pol PP Provinsi Jabar, Ketua Kadin Jabar dan para pengurus Abujapi dan asosiasi lain.

Sebagai kepedulian terhadap acara Musda ke-2 Abujapi Jabar ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda di Bandung ini. Karangan bunga tertanda Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko PN Utomo menghiasi di sekitar acara pelaksanaan Musda. [roj]

13 Dec 2018

Presiden Jokowi: Kehadiran Satpam sangat Diperlukan

KSATRIA| Jakarta– Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa profesi satpam sebagai mitra Kepolisian sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Jokowi saat membuka Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

“Kehadiran satuan pengamanan sangat diperlukan karena memang polisi tidak bisa berada di semua tempat dalam setiap waktu sekaligus. Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan,” ujarnya.

Rasa aman memang dibutuhkan oleh masyarakat dan negara Indonesia. Kepala Negara menjelaskan, rasa aman termasuk salah satu hal yang dibutuhkan untuk menumbuhkan investasi di Indonesia. Para investor akan berani menanamkan modalnya apabila rasa aman itu ada.

“Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara,” tuturnya.

Namun, Presiden menekankan bahwa peran tenaga satpam tak terbatas hanya pada sisi pengamanan. Jokowi berpandangan bahwa seorang satpam juga bertindak sebagai wajah perusahaan maupun institusi.

Tenaga satpam juga berperan penting untuk memberikan kesan pertama bagi reputasi sebuah perusahaan. [ro]

13 Dec 2018

Presiden Jokowi Buka Kipnas 2018 di Istana Negara

KSATRIA| Jakarta–Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12/2018).

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa iklim yang kondusif suatu negara akan berpengaruh terhadap iklim investasinya. “Investasi akan datang jika kondisinya aman,” jelasnya di hadapan anggota Abujapi.

Lebih lanjut, Jokowi menambahkan bahwa investor akan buka pabrik, mereka akan berani menanamkan modal jika faktor keamanannya terjamin. Efeknya adalah terbukanya lapangan pekerjaan.

Jokowi menjelaskan, ke depan industri jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan, dikarenakan ancaman keamanan terus berkembang dan potensi penipuan melalui tindak kejahatan akan semakin canggih.

Untuk itu, tambah Jokowi, cetak biru yang sedang disusun oleh Abujapi harus memberikan rasa pengabdian untuk peningkatan skill para satpam sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku kejahatan. Dalam sambutan penutupnya, Jokowi berharap agar kita terus menjaga kemanan ketertiban dan menjaga situasi Indonesia tetap kondusif, karena suasana aman ekonomi akan berkembang, maka peluang usaha akan bertambah banyak dan ini akan memberi manfaat untuk kita semua, yaitu rakyat. [Roj]

13 Dec 2018

Industri Jasa Pengamanan Pekerjakan 2 Juta Satpam

KSATRIA| Bandung–Industri jasa pengamanan merupakan bisnis yang menyerap banyak tenaga kerja. Setidaknya ada 2 juta satpam yang bekerja, mereka berasal dari 2.500 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di seluruh Indonesia.

Dalam konferensi pers Ketua Panitia Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018, Komarudin Khalid, SE menjelaskan industri jasa pengamanan ini potensial secara ekonomi dan sosial.

“Secara ekonomis, industri ini perputaran uangnya mencapai 60 triliun per tahun. Secara sosial melibatkan jutaan satpam di seluruh Indonesia,” ungkapnya saat jumpa pers, Selasa (11/12).

Profesi satpam menurut Komarudin juga unik karena ini profesi penyelamat terhadap kasus kehilangan pekerjaan. Maka banyak masyarakat yang menjadikan profesi satpam sebagai pilihan penggantinya.

Gelaran Kipnas yang pertama dan terbesar ini mencoba mencari berbagai solusi untuk kemajuan satpam, BUJP di Indonesia. “Kami hadir memikirkan upaya kedepannya ada cetak biru industri satpam,” ujarnya.

Selain untuk perbaikan satpam, Kipnas ini ditujukan untuk BUJP agar tetap bisa eksis dalam mengelola industri dengan manajemen industrial revolusioner 4.0. Sehingga BUJP bisa menyesuaikan dengan tuntutan jaman.

Kipnas perdana ini diikuti lebih dari 500 pimpinan BUJP, manager security, polisi dan masyarakat. Rencananya pembukaan Kipnas 2018 akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12). [Roj]

17 Aug 2018

Ketua I Abujapi, Joko: Saya Bangga Kekompakan Pengurus di Rakernas Ini

KSATRIA| Bandung—Setelah menggelar Rapar Kerja Nasional Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-Abujapi) bertema ‘Mensukseskan Kipnas 2018’, pada hari ketiga para peserta melaukan city tour seputar Bandung.

Menurut Ketua I yang membidangi Organisasi dan Keanggotan Abujapi Joko PN Utomo, pihaknya bersyukur keikutsertaan para pengurus organisasi dari berbagai wilayah di Indonesia berhasil menyukseskan beberapa agenda besar Abujapi ke depan. “Sebagai koordinator bidang organisasi, saya bangga dengan para pengurus yang telah berkontribusi dalam acara Rakernas ini,” ujarnya seperti dilansir JurnalSecurity, Rabu (15/8).

Joko yang memiliki panggilan akrabnya ini berharap dari apa yang telah disepakati dalam Rakernas bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Terutama kegiatan besar yang akan Abujapi laksanakan terkait dengan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018.

“Saya sangat berharap kepada teman-teman Ketua BPD yang sekaligus bagian dari Panitia dapat memberi kontribusi yang besar dalam mengajak para BUJP anggota di daerah untuk ikut dalam acara KIPNAS pada 13-15 November mendatang,” jelasnya.

Penyelenggaraan KIPNAS 2018 ini sebagai komitmen Abujapi untuk memberikan yang terbaik di bisnis jasa pengamanan. “Dari hasil KIPNAS nanti bisa menjadi rujukan untuk melangkah yang lebih baik lagi industrial security di Indonesia,” tutur Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa ini. [fro]

17 Aug 2018

ABUJAPI akan Menggelar Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional

KSATRIA| Jakarta–Salah satu agenda besar Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-Abujapi) setelah Rakernas di Bandung adalah menyelenggarakan event nasional di bidang pengamanan, yaitu Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018.

Ketua Umum BPP-Abujapi Budi Rianto dalam paparannya di depan anggota badan usaha jasa pengamanan (BUJP) menjelaskan bahwa konferensi ini adalah konferensi pertama dan terbesar di Indonesia. “Rencananya konferensi akan diikuti oleh 2.500 pelaku usaha dan pemangku kepentingan di bidang industri jasa pengamanan,” ungkapnya, Rabu (8/8).

KIPNAS 2018 yang mengambil tema “Cetak biru industri jasa pengamanan nasional menuju pemuliaan profesi satpam” ini akan diselenggarakan di Gedung Merdeka Bandung pada tanggal 13-15 November 2018.

“Gedung Merdeka merupakan merupakan tempat dilangsungkannya konferensi Asia Afrika pertama pada tahun 1955, dengan harapan akan menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan industri jasa pengamanan nasional di masa akan datang,” ungkapnya.

Penyelenggaraan KIPNAS 2018 ini diselenggarakan Abujapi sebagai asosiasi mitra Polri dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas sesuai amanat Pasal 3 UU No.2 Th. 2002 tentang Kepolisian.

Budi menjelaskan, selain Konferensi BUJP juga akan digelar pameran alat-alat sekuriti, dan berbagai seminar nasional dengan narasumber yang berkompeten terdiri dari Kepolisian, Kementerian Tenaga Kerja, Komisi III DPR, Kompolnas, Akademisi, Pengguna jasa, asosiasi sekuriti dan pelaku industri jasa pengamanan. [roj]

30 Apr 2017

Rapimnas ABUJAPI 2017 Bangun Sinergi Kompetensi BUJP

KSATRIA, (BSP)–Dalam amanat Kapolri Tito Karnavian saat ulang tahun Satpam ke-36 menegaskan bahwa satpam adalah anak kandung dari Polri. Untuk itu, keberadaan satpam sangat strategis untuk menciptakan lingkungan industri yang aman dan nyaman.

Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) sebagai organisasi gabungan dari perusahaan-perusahaan yang membidangi jasa pengamanan memiliki tanggung jawab besar terhadap keberadaan satpam di bawah naungan badan usaha jasa pengamanan (BUJP).

Ketua Panitia Rapimnas ABUJAPI III, Joko PN Utomo mengatakan, kegiatan Rapimnas ini sebagai bentuk komitmen para BUJP untuk memajukan satpam ke depan. “Rapimnas ini akan membahas tentang Penguatan Organisasi, Regulasi Support, Business Support dan Stakholder Colaboration,” katanya di Yogjakarta.

Joko menambahkan, Rapimnas ABUJAPI III diselenggarakan pada tgl 27-29 April 2017 di Yogjakarta. Kegiatan ini untuk meneguhkan kembali komitmen BUJP untuk lebih profesional lagi dalam mengelola industri security dan anggota satpamnya.

Rapimnas ABUJAPI III memiliki tagline ‘ABUJAPI Golden Way 2017 – 2022’ ini mengusung Tema besar : “Meneguhkan peran ABUJAPI melalui sinergi dan kompetensi profesi menuju BUJP Nasional yang tangguh dan Profesional’.

Menurut Joko, kegiatan Rapimnas ABUJAPI III ini akan dihadiri oleh 24 perwakilan dari seluruh Indonesia. Di mana sebelumnya, beberapa wilayah telah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda), seperti di Sumatera Selatan, Jambi, Aceh, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Banten, dan Kalimantan Barat.

Adapun rangkaian Rapimnas ABUJAPI III ini akan dibuka langsung oleh Kakor Bimas Mabes Polri Irjen Pol. Drs. Arkian Lubis pada Kamis, 27 April 2017, sekaligus juga akan mengisi materi tentang penguatan peran ABUJAPI sebagai mitra Polri.

Selain itu, ada juga pembekalan dari Dewan Pendiri ABUJAPI Irjen Pol. (Purn)H.M. Hindarto, M,Si, dan Presentasi tentang Rancangan Usulan Program Kerja BPP ABUJAPI oleh Ketua Umum ABIJAPI Bpk. Budi Rianto SH.

Pada Rapimnas ini juga akan membahas isu-isu strategis,  Misalnya saja soal Perijinan BUJP, keanggotan BUJP, Kartu anggota satpam, Standart Pengupahan SATPAM, dan lain sebagainya.

Diakhir kegiatan Rapimnas ABUJAPI ini akan ada kunjungan kerja ke pabrik tekstil SRITEX di Sukoharjo Solo Jawa tengah. Harapannya seragam satpam yang dikeluarkan perusahaan BUJP se Indonesia, akan memiliki standar mutu serta warna yang sama semua.

“Kami berharap, kegiatan Rapimnas ABUJAPI III ini bisa memberikan yang terbaik untuk para satpam dan industrial security  di Indonesia menjadi lebih profesional lagi,” tutur lelaki yang juga Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa ini.

Untuk menciptakan suasana kekeluargaan diantara pengurus ABUJAPI, panitia juga menggelar Family Gathering (Istri & anak Keluarga Besar ABUJAPI) untuk lebih mengikat bathin dari seluruh pengurus, baik itu dari BPP maupun BPD, “Agar lebih harmonis dan kuat lahir bathin dalam membangun organiaasi ini,” ujar Joko PN Utomo  sang Ketua OC RAPIMNAS III ini. [ROJI]

23 Feb 2017

APSI Mengusulkan Perbedaan Satpam Industri dan Tradisional

KSATRIA, (BSP)–Lokakarya tentang penyempurnaan perundangan di bidang industrial security menjadi awal untuk merevisi Perkap 24 tahun 2007. Lokakarya ini juga menjadi ajang untuk mengusulkan gagasan terkait perubahan di bidang kesatpaman.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Azis Said mengatakan Perkap No. 24 Tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan telah diberlakukan selama 10 tahun, “Karena itu,  Perkap ini sudah sepantasnya untuk ditinjau kembali,” paparnya dalam acara Lokakarya yang digelar APSI dan ABUJAPI di Jakarta, Senin 20 Februari 2017.

Azis menambahkan, bahwa isi dari Perkap No. 24 Tahun 2007 banyak yang sudah harus disesuaikan dengan kepentingan Industrial Security di Indonesia saat ini.

Senada dengan Bapak Satpam Indonesia, Azis juga menyetujui jika Perkap 2007 yang berisi sistem manajemen pengamanan itu dipecah menjadi tiga pembahasan, yaitu soal satpam, BUJP dan audit pengamanan.

Azis juga mengusulkan dalam lokakarya tersebut adanya pemisahan antara satpam industri dengan satpam tradisional.  Sebab kedua model satpam ini sangat berbeda, mulai dari cara perekrutan dan penggajian.

“Satpam tradisional atau lingkungan agar kiranya tidak menggunakan nama satpam, seragam berbeda dan  tidak perlu mengikuti Pendidikan Gada Pratama, ada daerah yang sudah menggunakan Gaspam atau petugas keamanan untuk satpam tradisional,” katanya seperti diunggah jurnalsecurity.com.

Azis menjelaskan perbedaan antara satpam industri dan tradisional, bahwa status kekaryawanan jelas yaitu dari BUJP dan perusahaan sedangkan tradisional tidak ada statusnya karena langsung dibayar oleh majikannya.

Satpam industri mentaati peraturan ketenagakerjaan, sedangkan tradisional tidak. Sedangkan perekrutan menggunakan kualifikasi dan proses testing sedangkan tradisional tidak melalui proses testing. “Misalkan menemukan orang yang mau kerja lalu diberi seragam sudah cukup, tidak ada pendidikannya,” katanya.[ROJI]

16 Jan 2017

Jajaran Direksi BSP Hadiri HUT Satpam ke-36 di Monas

KSTARIA, (BSP)–Gelaran apel upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36 tahun 2016 dilaksanakan di lapangan Monas pada Sabtu 14 Januari 2017. Hadir sebegai inspektur upacara adalah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam setiap kesempatan kegiatan kesatpaman yang digelar oleh pihak kepolisian maupun asosiasi selalu berpartisipasi aktif, hal ini sebagai wujud kepedulian BSP terhadap profesi satpam.

Tahun ini, BSP juga mensupport kegiatan upacara HUT Satpam ke-36 di Monas. Logo BSP terpampang jelas di backdrop sebagai latar belakang ribuan satpam berbaris mengikuti acara. Selain itu, BSP juga menerjunkan 100 satpam untuk mengikuti giat upacara yang diselingi guyuran hujan ini.

Sebagai bentuk support terhadap kegiatan akbar ini, Direktur Utama Joko PN Utomo juga nampak hadir dengan seragam biru putih khas satpam. Selain itu, Pak Joko hadir kapasitasnya sebagai pengurus Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), tepatnya sebagai Ketua I Bidang Organisasi dan Keanggotan.

Sementara itu, Direktur BSP H Djarot Soeprianto juga nampak hadir dengan mengenakan seragam kebesaran Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI). Bahkan Pak Djarot ikut serta mendampingi Bapak Satpam Indonesia Bapak Awaloedin Djamin dalam sesi wawancara dengan awak media. Pak Djarot kapasitasnya sebagai Sekjen APSI. [ROJI]

 

15 Sep 2016

Industrial Security Menyongsong Era Smart City

KSATRIA–Ke depan, perkotaan-perkotaan di dunia cenderung menggunakan konsep smart city. Kecanggihan teknologi menuntut pengelola kota akan beralih ke pemakaian teknologi dalam mewujudkan smart city. Kendati lebih efektif dan efisien, tetap harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan, sebab canggihnya teknologi jika digunakan manusia jahat akan berakibat fatal dan menghancurkan.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Security Indonesia (APSI) Azis Said SE menegaskan bahwa teknologi informasi telah merambah masuk dalam pembangunan sebuah kawasan khususnya perkotaan dan industri. Sejumlah kota besar di Indonesia mulai mengkampanyekan diri sebagai smart city dengan rangkaian pembangunan infrastruktur mempergunakan teknologi yang menjadi kebutuhan masyarakat modern. Keberadaan perusahaan tidak bisa menghindar dari kebutuhan tersebut, termasuk pengelola  security perusahaan.

Apabila para profesional bidang security tidak menyesuaikan diri dengan kebutuhan dikhawatirkan akan dikesampingkan oleh pelaku usaha. “Akan berbahaya jika pengelola yang menggunakan teknologi nanti justru diserahkan kepada tenaga ahli asing,” paparnya dalam sebuah seminar tentang smart city.

Azis mengatakan, pemahaman masyarakat tentang konsep pengamanan berkaitan dengan konsep smart city masih minim. Kebanyakan masyarakat masih memiliki pemahaman bahwa bicara pengamanan perusahaan hanya berbicara tentang satpam. Padahal satpam hanya pengamanan fisik belaka sementara keamanan perusahaan memiliki spektrum luas, antara lain tentang hubungan industrial, community development dan CSR, pengamanan informasi dan lain sebagainya. “Berbicara tentang smart security tidak bisa lepas dari konsep Crime prevention through environmental design (CPTED),” terangnya.

Meskipun teknologi dalam konsep smart city dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang cepat, namun di kawasan tersebut akan rawan tindak kejahatan, pencurian, aksi masa hingga terorisme.   Semua pihak perlu menyiapkan diri untuk menyongsong smart city dengan pembinaan anggota satpam, manager security dan manager satpam dalam pengamanan korporasi, serta memahami tantangan ancaman keamanan kota-kota berbasis smart city.

Bapak Satpam Indonesia Jend Purn Prof Dr Awaloedin Djamin MPA menyebutkan, ditengah rencana penerapan kosep smart city perlu sistem pengamanan yang tidak mengganggu kestabilan perekonomian dan meresahkan masyarakat. Sebagaimana diketahui, sejak terjadinya serangan WTC pada 9/11 di Amerika Serikat itu menjadi genderang perang melawan teror di dunia. “Terorisme menjadi isu tidak hanya di Indonesia tapi di dunia,” terangnya.

Indonesia yang berada di kawasan Asia Tenggara pernah mengalami berbagai serangan bom, seperti bom Bali 1 dan Bali 2, bom di Hotel Ritz Calton Jakarta, bom natal dan ancaman keamanan disejumlah kedubes dan kawasan vital lainnya. Selain terorisme, masyarakat juga menghadapi nasional crime seperti illegal loging, illegal fishing, korupsi, narkoba, pembunuhan sadis, perampokan pembegalan dan kejahatan lainya. “Jakarta dengan penduduk 30 juta menghadapi tantangan nasional crime yang bisa merambah ke kota-kota besar lainnya,” ujar mantan Kapolri tahun 1978 ini.

Disisi lain, dunia satpam menghadapi persaingan global dengan diberlakukannya Asean Economic Community (AEC), Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan pasar bebas yang menambah tantangan dalam negeri. Sekarang ini standar kompetensi profesi perlu bersaing untuk mengadakan inventarisasi dan evaluasai objektif mana yang positif dan mana yang harus diperbaiki. “Kata Soekarno kalau tidak hati-hati kita bisa menjadi kuli di negeri sendiri,” paparnya.

Menghadapi ancaman kriminal serta persaingan global, sekuriti di Indonesia tidak boleh kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Polri bisa menjalin kerjasama dengan APSI, ABUJAPI dan asosiasi lainnya untuk strategi pengamanan nasional yang profesional. “Sekarang  di kota-kota besar mulai kalut dengan kejahatan fire crime. Pemberantasan kejahatan menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan solusi perbaikan pengaman di Indonesia,” terangnya.

Pria kelahiran Padang, 26 September 1927 ini juga berharap para pemimpin memiliki perhatian pada security yang menjadi garda terdepan dalam penegakan keamanan di pemukiman, kawasan industri, pusat perniagaan, perkotaan dan objek-objek vital. Negara ini tidak mungkin aman hanya oleh Polri sebab anggota Polri banyak diambil KPK, Kejaksaan dan MA. “Untungnya ada Pamswakarsa yang berperan mutlak membantu pengamanan negeri untuk mengawal keberlangsungan kegiatan,” paparnya. [FR]

 

Translate »
error: Content is protected !!