Bravo Satria Perkasa
17 Feb 2020
hut abujapi

ABUJAPI akan Tingkatkan Sinergi Lintas Asosiasi Keamanan

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) menggelar tasyakuran memperingati hari jadi ke-14 di Kantor ABUJAPI. Hari jadi ini dihadiri oleh sejumlah ketua umum lintas asosiasi jasa pengamanan, dewan kehormatan ABUJAPI dan Mantan Dirbinpotmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Drs. Ricky F. Wakanno.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan keberadaan ABUJAPI kian solid dengan dukungan lintas asosiasi jasa pengamanan. “Terima kasih kepada para ketua asosiasi yang telah hadir dalam acara hari jadi ABUJAPI ke-14,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Agoes juga memberikan ucapan terima kasih kepada para pendahulu yang telah membawa ABUJAPI tetap eksis dan berkembang. Seperti Pak Hindarto yang juga sebagai pendiri dan ketua umum pertama ABUJAPI.

“Beliau selain menjadikan ABUJAPI eksis, juga yang mengawal dari awal hingga seperti sekarang beliau terus mengawal, meskipun dengan ketebatasan beliau tetap semanagt mengawal ABUJAPI hingga kini,” ungkapnya.

Begitu juga Pak Adi Mahfud sebagai ketua kedua yang secara totalitas dalam mengembangkan ABUJAPI di setiap provinsi. Begitu juga Pak Budi Rianto, ketua ketiga yang sudah banyak menggelar Musda di 14 daerah.

Agoes mengakui, bahwa organisasi tidak akan berjalan maksimal jika berjalan sendiri-sendiri. “Kalau kita berjalan sendiri tidak menjadi kekuatan. Karena itu saya berpikir bersama membangun rumah besar BUJP, hadirnya para ketua umum asosiasi di ABUJAPI bisa menjadi kekuatan untuk keberlangsungan organisasi ini,” tuturnya.

Agoes juga berterima kasih kepada mantan Dirbinpotmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Drs. Ricky F. Wakanno yang terus mendukung kegiatan-kegiatan ABUJAPI. “Kami menyebut beliau sebagai sahabat ABUJAPI karena kiprah beliau yang cukup besar dalam pengembangan organisasi ini,” jelasnya.

Agoes menjelaskan, sudah saatnya ABUJAPI membranding diri, untuk itu beberapa kegiatan sudah berjalan yang melibatkan kementerian, wakil rakyat, Kadin, BPJS, Lemhannas dan lembaga lain.

Seperti kunjungan RDPU ke DPR terkait vokasi pendidikan, ABUJAPI bermimpi dana vokasi pendidikan dalam hal ini untuk pendidikan Gada Pratama bisa terwujud maka akan meringankan ribuan satpam yang ingin mengikuti pendidikan Gada Pratama.

“Industrial security harus kita usung bersama , dengan adanya ketua asosiasi ini akan semakin mudah untuk mengangkat visi dan misi ABUJAPI ke depan,” paparnya.

Agoes berharap ABUJAPI bisa menjadi organisasi yang bisa bermanfaat bagi anggotanya dan satpam secara keseluruhan. “Semoga kita menjadi organisasi yang bisa bersinergi dengan yang lain untuk kemajuan satpam di Indonesia,” tuturnya.

Acara HUT ABUJAPI ke-14 ini dihadiri oleh Dewan Kehormatan Irjen. Pol. Purn. Hadiman dan Irjen. Pol. Purn. Benny J. Mamoto. Begitu juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Ketua Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto dan Ketua Umum APSA Indonesia Chapter Humphry Abraham Soedira. [roj]

17 Feb 2020
dirbinpotmas ricky f wakanno

Pesan Mantan Dirbinpotmas di Hari Jadi ABUJAPI ke-14

KSATRIA| Jakarta–Hari Ulang Tahun Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) ke-14 berlangsung meriah dan kekeluargaan di kantor ABUJAPI, yang dihadiri oleh dewan kehormatan ABUJAPI, ketua lintas asosiasi dan pengurus.

Dalam sambutannya, mantan Dirbinpotmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Drs. Ricky F. Wakanno mengatakan bahwa keberadaan satpam sangat membantu Polri dalam menciptakan suasan aman. “Satpam sudah memberikan pelayanan pengamanan 88 persen infrastruktur di Indonesia,” ungkapnya, Jumat (14/2/2020).

Brigjen Ricky menambahkan bahwa Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) saat ini didukung oleh 7 asosisasi pengamanan dan BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan).

Jenderal yang memiliki gelar Ginting ini, pun menekankan kepada ABUJAPI untuk memaksimalkan perannya dalam memuliakan satpam melalui BUJP di bawah ABUJAPI.

Ricky juga menghimbau agar menjaga soliditas organisasi, menjaga kekompakan begitu juga etika terus dijunjung tinggi dalam menjalankan organisasi.

Terkait dengan HUT Satpam ke-40, Ricky berharap agar dipersiapkan jauh-jauh hari, karena pelaksanaan HUT Satpam akan dilakukan oleh ABUJAPI dan asosiasi pengamanan lainnya.  “Segera dibentuk kepanitiaan hari ulang tahun satpam ke-40 mulai dari sekarang,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity.com.

Selain itu, Ricky menekankan pentingnya sinergitas antara satpam dengan Polri guna mewujudkan Kamtibmas yang kondusif. Terutama menjelang Pilkada serentak tahun 2020.

“Titipan dari Kapolri dalam menghadapi tantangan Pilkada serentak 2020, satpam jangan ikut ikutan berkampanye, jangan mempengaruhi kelompok, seperti dengan cara meminta dan atau memaksa,” pungkasnya.

Acara HUT ABUJAPI ke-14 ini dihadiri oleh Dewan Kehormatan Irjen. Pol. Purn. Hadiman dan Irjen. Pol. Purn. Benny J. Mamoto. Begitu juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Ketua Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto dan Ketua Umum APSA Indonesia Chapter Humphry Abraham Soedira. [roj]

05 Feb 2020

Kabaharkam Polri Terima Audiensi ABUJAPI, Ini Pesannya

KSATRIA | Jakarta–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, menerima audiensi Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Dermawan beserta pengurus lain di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

Agoes Dermawan menjelaskan, sebagai asosiasi badan usaha jasa pengamanan, ABUJAPI beranggotakan 2.800 perusahaan, 1.800 di antaranya adalah BUJP aktif. Adapun jumlah Satuan Pengamanan (Satpam) yang dikelola sebanyak 650.000 personel yang sudah ikut Gada Pratama, dan 500.000 personel belum ikut Gada Pratama.

Kabaharkam Polri berpesan agar peran Satpam dikembalikan ke khittahnya demi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, peran Satpam adalah menjalankan fungsi kepolisian terbatas. Hal ini sesuai Pasal  3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yang menjelaskan bahwa pengemban fungsi kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan/atau bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.

Selain itu, Kabaharkam Polri menekankan, saat ini jajarannya tengah gencar melibatkan seluruh potensi masyarakat terkait pemeliharaan kamtibmas (Harkamtibmas). Hal ini dilakukan guna menjaga ekosistem keamanan yang kondusif. Salah satu caranya adalah dengan mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan untuk meminimalisir terjadinya kejahatan.

“Kalau masyarakat sejahtera, tidak mungkin ada kejahatan konvensional. Karena angka kejahatan konvensional dalam lima tahun terakhir sangat mendominasi. Bhabinkamtibmas bisa mendorong instansi di pemerintahan desa untuk singkronkan program-program kebijakan dalam rangka kesejahteraan masyarakat,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Untuk itu, Kabaharkam Polri mengajak BUJP yang tergabung dalam ABUJAPI untuk dapat ikut membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui dana tanggung jawab sosial.

Turut hadir dalam kesempatan ini mendampingi Ketum BPP ABUJAPI, Cecep Darmadi (Waketum), Suryawisesa (Sekjen), Andiko (Bendum), Ganda P (Ketua), Maringan (Ketua), dan Candra (ALC). [roj]

Sumber: penanusa.com

27 Jan 2020
lemhannas abujapi

Gubernur Lemhannas Buka Pelatihan Taplai ABUJAPI Angkatan I

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bekerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar pelatihan Pemantapan Nilai-nilai (Taplai) Kebangsaan Angkatan pertama pada 27 Januari sampai 2 Februari 2020 di Gedung Lemhannas jalan Merdeka Selatan no.10 Jakarta Pusat.

Dalam pembukaan Pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan Sekjen APSI sekaligus Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto.

djarot soeprianto direktur bsp
Direktur BSP Djarot Soeprianto saat mengikuti pelatihan Lemhannas ABUJAPI

Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa ini pertama kali Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mengadakan pelatihan Taplai nilai-nilai kebangsaan dengan Lemhannas.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat berbagi memberikan pencerahan kepada anggota ABUJAPI tentang pemahaman nilai nilai kabangsaan, yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ungkapnya di depan 88 peserta dari anggota ABUJAPI, Senin (27/01/2020).

Agus menambahkan, bahwa tugas pokok ABUJAPI adalah mengelola sumber daya manusia yang meliputi aspek pengamanan fisik, informasi dan pengamanan teknis lainnya. Selain itu mengelola SDM untuk mengayomi tempat kerja dari ganggunan keamanan.

“Tugas pokok ini penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bekerja, menjaga eksistensi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di Indonesia, karena itu pamahaman kebangsaan dan nilai kabangsaan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Dengan bekal ini, tambah Agus, diharapkan ABUJAPI mampu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Dengan demikian kiranya tepat ABUJAPI melakukan pemantapan nilai kebangsaan ini sebagai wujud kepedulaian atas nasib bangsa.

“Kami berharap setelah selesai mengikuti kegiatan pemantapan nilai-nilai kebangsaan ini, saudara dapat mengaplikasikan dengan baik dengan cara berpikir yang komprehensif,  integral,  dan holistik berdasarkan nilai-nilai kebangsaan, berperan aktif dalam menyelesaikan masalah bangsa secara profesional dan proporsional, serta membangun komitmen yang kuat bagi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan tempat saudara sekalian bekerja,” tegasnya.

27 Jan 2020

Inilah Lima Hasil yang Ingin Dicapai dalam Pelatihan Lemhannas

KSATRIA| Jakarta–Puluhan lelaki dan perempuan berjas hitam dengan dasi warna merah menghiasi baju dalam berwarna putih nampak antri mendaftarkan diri di meja panitia pelatihan yang digelar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada Senin 27 Januari 2020.

Dalam pembukaan Pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan Sekjen APSI sekaligus Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto.

Para peserta yang berjumlah 88 orang ini adalah para pengurus dan pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang tergabung sebagai anggota ABUJAPI dari berbagai daerah, tepatnya dari 13 daerah. Mulai DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan TImur, Kalimantan Barat, Aceh, Lampung, Gorontalo, Jambi dan Sulawesi Tengah.

djarot soeprianto bsp
Direktur BSP Djarot Soeprianto saat mengikuti Pelatihan Lemhannas ABUJAPI

Ketua Panitia Pelatihan Lemhannas yang juga Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, Laksamana Muda tni Riyadi Syahardani menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pelatihan implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa guna meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Adapun materi utama pelatihannya adalah nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Adapun materi dasar meliputi materi tentang wawasan nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional dan kewaspadaan nasional. Sedangkan materi penunjang meliputi pengantar pimpinan, pengantar nilai-nilai kebangsaan dan sejarah perjalanan bangsa, perkembangan lingkungan strategi, pembangunan karakter bangsa melalui revolusi mental,    pengenalan fungsi intelijen dan keamanan dalam pelaksanaan tugas satpam dan penjelasan penulisan makalah dan pelaksanaan diskusi.

“Para penceramah atau narasumber berasal dari Lemhannas dan luar Lemhannas,” ungkapnya seperti diunggah Jurnalsecurity.com

Hasil yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah:

Pertama, memahami nilai-nilai kebangsaan meliputi Pancasila, undang-undang negara republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhinnneka Tunggal Ika.

Kedua, memahami konsepsi wawasan nusantara, ketahanan nasional, kewaspadaan nasional dan kepemimpinan nasional.

Ketiga, terwujudnya anggota abujapi yang bermoral, beretika, berkarakter dan berwawasan kebangsaan dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat kerjanya

Keempat, mampu memberikan saran kepada pemerintah secara baik dan benar khususnya dalam menjamin ketentraman dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Kelima, agar para pserta dapat menjadi agen-agen perubahan untuk mengimplementasikan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan, baik di lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan pekerjaannya. [roj]

27 Jan 2020
lemhannas abujapi

88 Anggota ABUJAPI Ikuti Pelatihan Lemhannas RI

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bekerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar pelatihan Pemantapan Nilai-nilai (Taplai) Kebangsaan Angkatan pertama pada 27 Januari sampai 2 Februari 2020 di Gedung Lemhannas jalan Merdeka Selatan no.10 Jakarta Pusat.

Taplai kali ini mengusung tema “Implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa guna meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”

Dalam sambutannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lemhannas RI yang telah berkenan membuka ruang bagi Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dalam penyelenggaraan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) Angkatan I bagi para pengusaha di bidang jasa pengamanan.

“Taplai ini sangat penting bagi kami, khususnya pimpinan BUJP dan para pelaku di bidang keamanan. Karena inilah momen bergeraknya para pimpinan BUJP untuk lebih dekat dan sadar akan pentingnya pengetahuan tentang Ketahanan Nasional yang secara tidak langsung kegiatan ini bersentuhan dengan bisnis bidang keamanan,” ungkapnya di depan para peserta pelatihan.

Agoes menambahkan, ia ingin para pengurus ABUJAPI baik di tingkat pusat maupun daerah dapat mengikuti kegiatan pendidikan ini dengan baik. Karena dalam menjalankan roda organisasi, mempertahankan keutuhan organisasi menjadi point penting bagi perkembangan organisasi kedepannya.

“Kami ingin bukan hanya pengurus ABUJAPI. para pimpinan BUJP, praktisi bidang keamanan serta pelaku bidang keamanan kami himbau untuk mengikuti Taplai ABUJAPI ini. Sungguh betapa pentingnya diklat ini, karena kita menjadi tahu bagaimana negara kita bisa survaive  sampai sekarang dan bagaimana kedepannya serta bagaimana kita bisa implementasikan nilai-nilai kebangsaan ini di kehidupan sehari-hari dan di perusahaan masing-masing,” jelasnya.

Agoes menjelaskan, kegiatan Taplai ini kedepannya akan dijadikan program reguler rutin yang menjadi salah satu agenda kegiatan ABUJAPI. “Ini menjadi nilai positif bagi anggota ABUJAPI. Alhamdulillah, angkatan pertama ini animo peserta yang cukup tinggi dengan hadirnya 88 peserta,” tuturnya.

Berkembangnya ilmu pengetahuan, situasi politik, ekonomi, sosial dan budaya, harus diantisipasi demi bertahannya diri dan tetap eksis berkompetisi di bisnis bidang keamanan. Karena itu, Lemhannas RI sebagai Lembaga Negara yang diberikan tanggung jawab untuk melakukan riset, penelitian dan lainnya, harus bisa kita manfaatkan yang sebesar-besarnya.

“Kami mengajak para peserta untuk mengikiti kegiatan ini dari awal sampai akhir dengan seksama. Mengikuti segala aturan yang ada serta menjaga nama baik pribadi, institusi dan organisasi,” tutupnya.

Agoes berharap para peserta bisa menyerap ilmu yang ada, memanfaatkan dan semoga ilmu yang kita raih di Lemhannas ini dapat bermanfaat. Minimal untuk diri sendiri, terutama untuk kehidupan berbangsa dan bernegara dan khususnya bagi perusahaan masing-masing.

“Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada Lemhannas RI yang sudah membuka dengan lebar pintu untuk kami bisa bekerja bersama-sama memberikan manfaat bagi anggota ABUJAPI di seluruh Indonesia. Semoga Taplai ini bisa berkelanjutan kedepannya,” ungkapnya.

Hadir dalam pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Komjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, begitu juga hadir sebagai peserta pelatihan Sekjen Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto. [roj]

24 Dec 2019

ABUJAPI Jabar Kerjasama E-Katalog Pemprov Jawa Barat

KSATRIA| Bandung–Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad menandatangani kontrak sekaligus me-launching Katalog Elektronik (e-Katalog) Lokal Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (23/12).

Kontrak e-Katalog yang ditandatangani meliputi tiga komoditas, yakni jasa keamanan, kebersihan dan hotmix. Untuk Jasa Keamanan diwakili oleh Agus Vickram Ketua Umum BPD ABUJAPI Jawa Barat yang juga Direktur Utama PT. Sentral Wahana Artha, jasa kebersihan diwakili oleh Direktur Utama PT. Solid Anugerah Jaya Cecilia Fransisca, dan Hotmix diwakili oleh Direktur Utama PT. Hutama Prima Lilik Dharmanto.

Daud mengatakan, rencana penggunaan e-Katalog Lokal Jabar ini sudah dijajaki sejak 2018 lalu. Menurutnya, selain kemudahan dalam bertransaksi bagi perangkat daerah untuk kebutuhan rutin, e-katalog juga mengurangi proses tender dan terutama mendorong aspek pemberdayaan bagi para penyedia lokal sehingga belanja pemerintah daerah (pemda) juga dapat mendorong kegiatan perekonomian daerahnya.

“Ini sebenarnya kemudahan buat pemerintah, dengan adanya (e-katalog) ini layanan kepada masyarakat (juga) bisa lebih meningkat, termasuk juga ada hotmix untuk jalan. Kalau jalanan ingin mulus sekarang tidak usah menunggu tender, tinggal buka saja e-Katalog lokal,” ujar Daud.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Ika Mardiah sementara itu berujar, kontrak e-Katalog baru mencakup tiga komoditas tersebut, komoditas jasa keamanan dan kebersihan dinilai sangat mendesak sehingga diputuskan diproses lebih dulu, sementara komoditas makanan dan minuman akan menyusul.

“Khusus untuk jasa keamanan dan kebersihan akan dilakukan input ke production pada hari ini juga di LPSE di Dago Pakar,” ucap Ika.

Ika menambahkan, keamanan dan kebersihan didahulukan, karena memang sangat mendesak, 1 Januari 2020 harus sudah ada petugas kebersihan dan keamanan yang baru.

Untuk jasa keamanan, jumlah peserta yang mendaftar ada 100 perusahaan. Dari jumlah tersebut, 27 perusahaan sudah mengajukan penawaran, 19 diantaranya dinyatakan lulus berkontrak dan 5 perusahaan dinyatakan lulus berkontrak dengan catatan perbaikan.

Menurut Agus Vickram Ketua Umum BPD ABUJAPI Jawa Barat mengatakan ABUJAPI Jabar sebagai asosiasi memfasilitasi anggotanya agar dapat bersaing secara sehat dan fair dalam persaingan dunia usaha di bidang jasa pengamanan.

“Secara normatif, tidak bisa mengahalangi atau tidak keberatan jika ada BUJP luar Jawa Barat atau non anggota ABUJAPI Jabar masuk ke Jawa Barat. Secara etika, tambah Agus, diharapkan BUJP di luar Jawa Barat atau non anggota ABUJAPI Jabar dapat berkaloborasi dan masuk menjadi anggota ABUJAPI Jabar,” ujarnya kepada JurnalSecurity, Senin (23/12).

Agus menegaskan, BUJP di Jawa Barat harus tampil secara profesional dan mampu bersaing secara sehat dan tidak saling manjatuhkan satu sama lain, terutama saling manjatuhkan harga yang tidak sesuai normatif .

“ABUJAPI Jabar berharap  semua BUJP bersaing secara profesional dan dapat berkolaborasi bisnis dengan sesama BUJP, agar BUJP menjadi bisnis ya sehat dan visible serta anggotanya sejahtera,” tuturnya. [roj]

18 Nov 2019

Direktur Utama BSP Hadiri Pelantikan ABUJAPI Jateng

KSATRIA| Semarang–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) menyelenggarakan pelantikan pengurus BPD ABUJAPI Jawa Tengah Masa Bakti 2019-2024 oleh Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan sekaligus Pengukuhan Pengurus BPD ABUJAPI Jateng oleh Wadirbinmas Polda Jateng AKBP Afriadi Lesmana S.I.K.

Agus Nurwijanarko ST, CPPS dilantik sebagai ketua BPD ABUJAPI Jateng menggantikan ketua lama Toes Adi Widianingrat. Hadir dalam pelantikan Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Ketua I Bidang Organisasi ABUJAPI Joko PN Utomo yang sekaligus Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa.

Ketua Umum ABUJAPI, Agoes Dermawan dalam sambutannya berharap kepemimpinan yang baru ini bisa segera menjalankan amanah AD/ART untuk menjalankan tugas-tugasnya selama lima tahun ke depan. “ABUJAPI adalah rumah besar BUJP, kami berharap kepengurusan yang baru ini roda organisasi bisa berjalan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Agoes juga menambahkan, bahwa keberadaan ABUJAPI harus bisa memberikan manfaat kepada anggotanya. Untuk itu, kepemimpinan yang baru ini harapan perkembangan ABUJAPI Jateng ke depan bisa berjalan. “Oorganisasi ini harus bermanfaat bagi anggotanya dan masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu Ketua BPD ABUJAPI Jateng segera merancang program lima tahun yang akan datang. Ia menegaskan dirinya siap bersinergi untuk menjadikan satpam dan BUJP di wilayah Jateng lebih baik lagi. “Kami akan merangkul semua pihak dan berupaya memajukan BPD Abujapi Jateng ini,” katanya.

Adapun sebagai program prioritasnya adalah merancang standarisasi manajemen pengelolaan BUJP, mengedukasi pengguna untuk menggunakan vendor atau BUJP yang kualified. “Mewujudkan ABUJAPI sebagai rumah besar dan bermanfaat bagi BUJP se Jateng dan mengawal program Pemulian Profesi Satpam,” tuturnya.

Agus juga menambahkan kekuatan ABUJAPI adalah pada sinergi, karena itu ke depan ABUJAPI Jateng akan memperkuat jalinan kemitraan dengan pihak eksternal: Polri, Naker, BPJS  mapun lintas asosiasi.

Dalam pelantikan pengurus ini ada yang berbeda dari biasanya, di mana ada penghargaan kepada ketua yang baru sekaligus Direktur PT Gada Indo Tama dari Jateng Pos sebagai ‘Pioner peduli mengentaskan pengangguran bagi pemuda-pemudi usia produktif melalui pendidikan dan penempatan kerja satpam’. [roj]

09 Oct 2019

ABUJAPI Kritisi Kenaikan BPJS Kesehatan Bagi BUJP

KSATRIA| Jakarta–Salah satu agenda besar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) adalah menjadikan ABUJAPI sebagai rumah besar bagi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di Indonesia sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para anggota.

Hari ini, Rabu 9 Oktober 2019 segenap pengurus baru ABUJAPI periode 2019-2024 dilantik oleh Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan dikukuhkan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky F. Wakanno di Union Space GKM Green Tower Lantai 20, Jakarta.

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan bahwa ABUJAPI ke depan akan menjadi rumah besar bagi BUJP. “Kembali saya gaungkan lagi bahwa ABUJAPI menjadi rumah besar BUJP, karena kami juga melibatkan lintas asosiasi sebagi dewan pembinaannya,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity, Rabu (9/10).

Agoes berharap kepengurusan yang ini bisa benar-benar menjalankan fungsinya dengan maksimal, sehingga apa yang menjadi program ABUJAPI bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi anggota dan para satpam.

“Kepengurusan ke depan ABUJAPI harus semakin kuat, semakin peduli dan semakin cerdas sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk para anggota dan para satpam umumnya,” jelasnya.

Dalam Pelantikan Pengurus ABUJAPI ini tag line yang diusung adalah ABUJAPI Rumah Besar BUJP. Kaitannya bagaimanan kontribusi usaha jasa pengamanan terhadap pembangunan nasional. Agoes menjelaskan, keberadaan ABUJAPI sangat signifikan dalam pembangunan nasional, pasalnya saat ini diperkirakan ada lebih dari 1.6 juta tenaga kerja anggota satpam di Indonesia.

“Jumlah yang besar ini tentunya mempunyai pengaruh sosial ekonomis yang besar terhadap pembangunan nasional, baik sebagai obyek maupun subyek pembangunan,” ungkapnya dalam jumpa pers usai Pelantikan Pengurus ABUJAPI di Jakarta, Rabu (9/10).

Agoes menambahkan, dengan asumsi 50 persen saja dari total tenaga kerja satpam, maka business turn over jasa pengamanan lebih kurang 43 Triliun rupiah per tahun, dengan kontribusi kepada penerimaan pajak APBN 2019 sebesar 4,3 Triliun rupiah per tahun atau sebesar 0.24 persennya.

Selain itu para BUJP yang terhimpun di ABUJAPI juga menjadi peserta aktif dalam memberikan kontribusi yang signifikan kepada Badan Penyeleggara Jaminan Sosial dan Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan). Sesuai peraturan kewajiban BUJP untuk membayarkan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebesar 9,34 persen. Di mana BUJP 6.24 persen dan Pekerja 3 persen. Sementara untuk BPJS Kesehatan, BUJP membayarkan sebesar 5 persen, dimana BUJP 4 persen dan pekerja 1 persen.

“Dengan asumsi 50 persen dari total tenaga kerja satpam yang dipekerjakan oleh BUJP maka diperkirakan BUJP telah memberikan kontribusi sebesar 2 Triliun rupiah per tahun untuk penerimaan BPJS Kesehatan dan 4,1 Triliun rupiah per tahun kepada Penerimaan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang menambahkan terkait dengan pemerintah yang memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen mulai 1 Januari 2020 akan berdampak pada banyaknya peserta BPJS Kesehatan menunggak bayar iuran, kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan, peserta BPJS Kesehatan akan beralih ke asuransi swasta dan peserta BPJS Kesehatan akan turun ke kelas yang lebih rendah.

“Saat ini ada karyawan outsourcing yang lebih memilih PPU BPJS Mandiri dan tidak ikut PPU BPJS Badan Usaha di tempat bekerjanya, dimana akibat kenaikan ini para pekerjalah yang terkena dampak langsung seperti kemampuan dayabeli, penambahan anggaran jaminan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, kewajiban BUJP yang diatur UU dan PP terkait iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dirasa telah memberatkan pengusaha karena tidak adanya alternatif lain terkait jaminan atau asuransi pekerja, dimana angka total keduanya adalah sebesar 14,24 persen dari upah.

Menurut Suryawisesa, adanya kenaikan BPJS Kesehatan pada tahun 2020 nanti pasti akan membebani dan meningkatkan biaya operasional perusahaan yang hampir 80 persennya merupakan biaya tenaga kerja, belum lagi pada awal tahun 2020 terjadi kenaikan UMK yang merupakan dasar pengenaan iuran BPJS.

“Berangkat dari masalah ini, maka pengusaha outsourcing dibidang BUJP menyampaikan keberatan terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini tak tepat waktu. Karena kondisi perekonomian saat ini, perusahaan tengah memikirkan untuk bisa survive, sehingga berharap tidak dibebani lagi dengan beban-beban untuk menyelamatkan institusi BPJS Kesehatan, tetapi mengorbankan usaha atau perusahaan yang sedang berusaha untuk survive,” tegasnya.

Suryawisesa berharap, BPJS Kesehatan lebih memperbaiki internal manajemen untuk meningkatkan kepesertaan, pembinaan, pemberian insentif, updating jutaan data kepesertaan yang tumpang tindih, “Penertiban peserta pasif yang tidak membayar iuran dan pemberian sanksi tenaga kerja patuh membayar iuran agar defisit BPJS Kesehatan dapat ditekan,” tuturnya.

ABUJAPI tidak hanya sendiri dalam menyuarakan keberatan terkait kenaikan BPJS Kesehatan ini, ada tiga asosiasi lain yang ikut menyuarakan hal yang sama. Yaitu Asosiasi Perusahaan Klining Indonesia (APKLINDO), Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) dan Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI). “Semoga keberatan kami ini bisa didengar oleh pemangku kebijakan sehingga bisa megurangi beban permasalahan yang ada di seluruh anggota asosiasi yang tergabung ini,” ungkapnya. [fr]

Sekilas ABUJAPI

Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) didirikan pada tanggal 14 Februari 2006. Pendirian organisasi khusus ini dilandasi semangat untuk menumbuh kembangkan wirausaha khususnya jasa pengamanan, sebagai pengemban fungsi Kepolisian terbatas tentang PAM SWAKARSA sesuai pasal 3 UU No. 2 Th. 2002 tentang Kepolisian.

ABUJAPI merupakan “MITRA POLRI” yang bertujuan menghimpun, membina, mengembangkan kemampuan Badan Usaha Jasa Pengamanan yang tangguh dan profesional dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tertib.

ABUJAPI saat ini telah memiliki 26 Badan Pengurus Daerah (BPD) meliputi seluruh provinsi dengan jumlah anggta 2.609 Badan Usaha dan mengelola lebih dari 1,6 Juta PAM SWAKARSA, lebih dikenal dengan Tenaga Satuan Pengamanan (SATPAM).

03 Oct 2019

ABUJAPI Menjadi Rumah Besar BUJP di Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) kembali menggelar rapat pengurus membahas acara persiapan pelantikan pengurus BPP ABUJAPI periode 2019-2024 dan persiapan Rapimnas ABUJAPI.

Dalam paparannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan bahwa ABUJAPI ke depan akan menjadi rumah besar bagi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). “Kembali saya gaungka lagi bahwa ABUJAPI menjadi rumah besar BUJP, karena kami juga melibatkan lintas asosiasi sebagi dewan pembiananya,” ungkapnya di Kantor ABUJAPI Jakarta, Selasa (2/10).

Agoes berharap kepengurusan yang akan dilantik nanti bisa benar-benar menjalankan fungsinya dengan maksimal, sehingga apa yang menjadi program ABUJAPI bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi anggota dan para satpam.

“Kepengurusan ke depan harus menjadi ABUJAPI semakin kuat, semakin peduli dan semakin cerdas sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk para anggota dan para satpam umumnya,’ jelasnya seperti dilansir JurnalSecurity.com.

ABUJAPI harus kuat, tambah Agoes, yaitu dengan menjalin kemitraan dengan kepolisian dan berbagai lembaga dan instansi pemerintahan lainnya.  Misalnya dengan kementerian tenaga kerja, Kadin, Apindo, BNPT, BNPB, BPJS dan lain sebagainya.

“Kita akan dalami kerjasama dengan kementerian tenaga kerja, karena bisnis BUJP ini sarat dengan urusan ketengakerjaan, sementara selama ini kita kurang membangun komunikasi dengan instansi ini,” ujarnya.

Kedua, ABUJAPI harus peduli dan mandiri. ABUJAPI akan menjalin kerjasama dengan para BUJP yang memiliki pusdiklat untuk membuka Tempat Uji Kompetensi (TUK), sehingga tempat-tempat diklat ini bisa terus melahirkan satpam-satpam yang handal.

Begitu juga dengan pembentukan asesor untuk menguji kompetensi para satpam. Saat ini jumlah asesor masih sangat terbatas, sementara satpam yang jumlahnya ratusan ribu membutuhkan asesor-asesor itu. “Kami akan dorong para pengurus yang memiliki kompetensi ini untuk bisa menjadi asesor yang saat ini jumlah masih puluhan orang,” tegasnya.

Ketiga, ABUJAPI harus cerdas. ABUJAPI telah menyiapkan para ahli di bidang kesatpaman untuk menyelenggarakan kursus-kursus, yang tujuannya adalah agar para pengusaha BUJP terbuka wawasan dalam menjalankan bisnisnya. Pasalnya, selama ini banyak BUJP terdaftar tapi kemudian tidak terurus dengan meninggalkan kewajiban yang belum ditunaikan.

Ketika Agoes kunjungan ke beberapa daerah, banyak laporan masih banyak pengelola BUJP yang belum memahami dengan benar bisnis ini. Ke depan, harus ada asistensi kepada para anggota ini sehingga mereka semakin memahami bisnis pengamanan ini.

“Kami sedang menjajaki kerjasama dengan PTIK untuk membuka program S1 di bidnag manajemen sekuriti, kalau S2 sudah ada. Sekuriti ke depan harus dikelola oleh orang-orang yang mengerti dunia pengamanan,” tegasnya.  [roj]

Translate »
error: Content is protected !!