KSATRIA | Jakarta– Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto saat menerima laporan kesiapan panitia puncak peringatan HUT Satpam ke-39 pada Selasa 14 Januari 2020 di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri Jakarta, pernah mewacanakan seragam baru untuk satpam.

Dalam paparannya, Kabaharkam Polri berpesan, ke depan agar dibuat telaah terkait tampilan satpam menyerupai seragam Polisi. Contohnya seperti di negara Malaysia, Singgapura, Jepang dan lain-lain, hadirnya Satpam dengan seragam mirip Polisi ternyata efektif mengurangi terjadinya tindak pidana (kejahatan).

“Banyaknya kejadian kejahatan adalah bukti kegagalan dalam menjalankan fungsi preemtif dan preventif yang diemban oleh Korbinmas Baharkam Polri dan jajaran,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Oleh karena itu, menurut Kabaharkam Polri, membuat seragam Satpam tampak seperti seragam Polisi perlu dilakukan. Dengan maksud akan menjadi perpanjangan tangan Polri, khususnya jajaran Binmas, hadir di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said mengatakan, seragam satpam yang sekarang beredar itu masih tahap proses usulan dan diperagakan di Rakernis Baharkam di Sidoarjo yang merupakan bagian dari penyusunan Perpol tentang Pamswakarsa.

“Kalau semua pemangku kepentingan sudah memberikan masukan, baru diusulkan ke Kapolri, setelah disetujui Kapolri, dimasukkan dalam rancangan Perpol tentang Pamswakarsa untuk dimintakan pengesahannya di Kemenkumham, baru disosialisasikan,” ungkapnya kepada JurnalSecurity, Selasa (10/03).

Azis berharap, dengan pergantian baju, bukan sekedar ganti warnanya tetapi profilnya juga harus berubah. Sesuai dengan semangat dalam Perpol tentang Pamswakarsa bahwa yang dapat dikatakan sebagai satpam adalah yang memenuhi tiga kriteria, yaitu direkrut sesuai ketentuan yang dipersyaratkan Polri, mengikuti pelatihan Gada Pratama, Madya dan Utama. Terakhir memiliki status ketenagakerjaan.

“Jadi satpam yang bisa ganti warna baju menjadi coklat adalah hanya satpam BUJP (Outsourcing) dan Satpam Perusahaan (In-house),” tegas Azis.

Sementara satpam yang dikelola lingkungan atau yang sekedar orang berbaju satpam, menurut Azis tidak bisa berganti warna coklat karena tidak memenuhi kriteria sebagai satpam. “Dengan demikian akan membanggakan profesi satpam nanti, karena tidak mudah untuk menjadi satpam,” ungkapnya.

Sementara itu Sekjen APSI yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa, Djarot Soeprianto berharap semoga dengan adanya seragam baru itu dapat meningkatkan citra, kinerja serta memperbaiki hak serta bisa memuliakan satpam. “Saya setuju jika itu arahnyam yaitu pemuliaan satpam,” jelasnya. [roj]