Salah satu bentuk layanan yang baik adalah memberikan informasi yang mudah bagi siapa saja yang ingin mengenal BSP. Untuk itu, BSP membuat film dokumenter seputar BSP. Berikut kisahnya.

KSATRIA–Siang itu, beberapa kru film tampak sibuk menyiapkan berbagai peralatan syuting. Kamera video, alat perekam suara, mixer video, lighting/lampu, kabel power dan RCA, dan computer editing disiagakan oleh tim untuk memulai sebuah adegan penting.

Di ujung kamera, seorang pria berseragam safari meletakkan topi dan tongkat di sebuah meja besi berwarna putih. Ditemani seorang wanita cantik mengenakan gaun merah marun berpadu hitam, keduanya duduk rileks disebuah kursi sambil menunggu aba-aba dari sang sutradara.

Sutradara yang menyimak dialog mereka dari sebuah tv monitor, sesekali matanya melirik ke lokasi syuting. Wajahnya penuh harapan supaya sesi dialog dan pengambilan gambar tidak diulang-ulang. Sambil duduk di kursinya, ia memberikan aba-aba. Kamera siap! Action!

Ini bukan sebuah adegan pembuatan film drama atau sinetron tapi proses produksi pembuatan video company profil PT Bravo Satria Perkasa (BSP). Acara ini dikuti oleh seluruh keluarga besar BSP mulai dari pimpinan direksi, jajaran manajemen, staf dan puluhan personil BSP. Selan itu, acara yang berlangsung di Kompleks Taman Bunga Nusantara, Cianjur, Jawa Barat ini juga menghadirkan Putri Indonesia tahun 2014 Marisa Sartika Maladewi untuk menjadi hostnya.

Sesi pertama dimulai dengan dialog bersama Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo. Dilanjutkan sesi kedua dialog bersama Direktur PT Bravo Satria Perkasa Djarot Soeprianto  yang masing-masing berbincang seputar visi misi dan strategi BSP dalam menghadapi pasar global. Dialog yang berlangsung di tengah taman bunga tersebut berjalan sesuai yang diharapkan. Meskipun beberapa kali dilakukan pengulangan pengambilan gambar namun tak mengurangi semangat para pimpinan perusahaan dan kru film untuk menuntaskan tugas siang itu.

Menjelang tengah hari, adegan berikutnya adalah pembuatan video profil anggota sekuriti. Sesi ini mengeksplor kemampuan para sekuriti PT Bravo Sarana Perkasa dalam kedisiplinan, ketangkasan dan kekompakan dan kebersamaan. Di tengah lapangan, puluhan sekuriti mulai menunjukkan kemampuannya dalam baris berbaris, beladiri, dan memberikan pelayanan ramah.

Pada sesi baris berbaris ini para sekuriti menunjukkan keserasian, kekompakan dan kesiagaannya mendengarkan perintah dari komandan regu untuk bersiap, memberi hormat, istirahat, jalan di tempat dan langkah maju. Apalagi dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap, serta berbalut seragam warna putih dan biru ini menambah kewibawaan sebagai anggota sekuriti Bravo Satria Perkasa.

Disini sang Putri Indonesia Marisa Sartika Maladewi yang juga menggunakan seragam sekuriti tak ingin ketinggalan moment untuk tampil bersama regu sekuriti. Kedatangan Marisa di tengah lapangan langsung disambut hormat para sekuriti karena kali ini ia berperan sebagai komandan regu. Setelah memberikan hormat, Marisa mengecek kesiapan apel siaga sambil berkeliling di tengah barisan para sekuriti.

Sejurus kemudian, gadis kelahiran Jogjakarta, 28 Juni 1993 ini menghadap ke kamera untuk mempresentasikan profil BSP. Dengan mimik muka yang tenang, Marisa menuturkan bahwa BSP senantiasa memberikan pelayanan dengan cepat, akurat dan efisien serta solusi yang tepat dan bermutu sehingga memudahkan para pengguna jasa dalam melakukan kegiatan usahanya, dengan dukungan teknologi yang canggih serta SDM yang handal, terampil dan professional.

Sesi berikutnya adalah pengambilan gambar regu beladiri PT Bravo Satria Perkasa yang juga diikuti puluhan anggota sekuriti. Kali ini para ksatria taekwondo BSP menunjukkan ketangkasan dan ketangguhannya dalam medan pertempuran untuk memberikan pengamanan kepada klien. Para ksatria taekwondo ini menampilkan simulasi pertarungan beregu dan individu, dengan beberapa adegan menyerang, bertahan, memukul, menangkis dan menendang. Kru film pun tak ingin ketinggalan moment untuk mengabadikan aksi mereka dalam rekaman videonya.

Dilanjutkan pada sesi terakhir yaitu doa bersama yang diikuti seluruh direksi, manajemen, staf dan personil sekuriti BSP. Seluruh bagian berdiri melingkar di tengah lapangan, sambil mengangkat kedua tangannya mendengarkan pembacaan doa. Di tengah suasana hening yang disertai rintik hujan, terlihat wajah-wajah penuh hidmat memanjatkan harapan agar kedepan BSP dapat mewujudkan visi, misi dan goal bersama. Yaitu, tetap menjadikan BSP sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan yang professional dan dapat diandalkan, sehingga menjadi pilihan utama di bidang jasa pengamanan.  [AM]