KSATRIA, (BSP)–Kepolisian Daerah Metro Jaya menerjunkan ribuan personelnya untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi yang dilakukan sekitar 15 ribu orang di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 14 Oktober 2016. Konsentrasi massa berada di sekitar wilayah Monas, depan Patung Kuda Indosat, dan Masjid Istiqlal.

“Seluruh kuatnya 8380 personel disiagakan,” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Suyatno seperti dilansir viva.co.id, Jumat, (14/10).

Selain di depan Balai Kota, massa juga berunjuk rasa di depan kantor Bareskrim Polri, yang kini berada satu gedung di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar Masjid Istiqlal dan Monas mengalami gangguan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Suyatno mengatakan jajaran kepolisian memberlakukan pengalihan arus situasional, tergantung kondisi di lapangan.

“Jadi kita sudah siapkan rutenya mereka menuju ke lokasi unjukrasa. Bila ada pengalihan arus, akan terjadi di sekitar Medan Merdeka, tapi untuk sekarang belum ada, situasional,” kata dia menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya mengatakan sebagai antisipasi, beberapa objek vital akan mendapatkan penjagaan kepolisian, seperti tempat ibadah, pelayanan umum, serta Gedung Balai Kota DKI dan Istana Wakil Presiden yang berada di sebelahnya.

“Di sana banyak objek vital. Kita amankan titik-titik seperti Masjid Istiqlal, dua gereja yaitu Gereja Katedral dan GPIB Immanuel. Ada pula Dubes Amerika Serikat, di situ ada Istana Wakil Presiden, dan Balai Kota. Mereka akan orasi-orasi di sana dan finish di Patung Kuda,” ucapnya.

Mengenai razia dari petugas untuk menanggulangi massa membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya, Awi menjawab, “Terkait dengan sweeping itu sudah Protap (prosedur tetap) mereka (Kapolres) untuk melaksanakan itu dan mereka harus mengerjakan itu. Para Kapolres jajaran untuk memastikan, apalagi bapak Kapolda sudah mengeluarkan maklumat terkait larangan membawa senpi (senjata api), sajam (senjata tajam), dan membawa benda-benda berbahaya.”

Sedangkan untuk mengurai arus lalu lintas, kata Awi, pihak Satlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem buka tutup di Jalan Medan Merdeka Timur dan Medan Merdeka Selatan. “Kita lihat situasional di lapangan untuk buka tutup jalan,” jelasnya. [FR]