KSATRIA, (BSP)–Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose siap menangani aspek keamanan dari tanggap darurat bencana Gunung Agung. Polda Bali akan menerjunkan 13.000 personel jika situasi memburuk.

“Jadi sampai hari ini, saya mendapatkan laporan pengungsi setiap malam turun (mengungsi) dan siang kembali beraktivitas seperti biasa. Sudah ada bantuan dari Pemda. Dari kepolisian tentunya dalam waktu bencana kami tetap bekerja sama dengan stakeholders terutama BNPB, BPBD, Pemkab dan TNI. Kami membantu juga,” kata Petrus di Kuta, Badung, Bali, beberapa waktu lalu.

Petrus menyatakan akan berkunjung ke Karangasem dan Klungkung untuk melihat persiapan dan pelaksanaan di posko-posko pengungsian. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing hoax di media sosial. “Gambar-gambar di sosial media itu ada hoax, itu bukan Gunung Agung dan situasi sampai sekarang under control,” ujar Petrus dilansir detik.com.

Petrus menambahkan bencana alam berbeda dengan bencana yang disebabkan manusia. Bencana alam tidak bisa dicegah, sehingga kerja sama antar institusi sangat penting untuk meminimalisir dampak dari letusan gunung berapi.

“Kami bersama-sama terkait Gunung Agung, bisa dilakukan secara holistik. Kegiatan rutin (kepolisian) tetap dilakukan. Mobile Brimob juga sudah membuat pos di sana bekerjasama dengan stakeholders lain,” ucap Petrus.

“Paling penting di sini itu tidak menyebarkan berita yang meresahkan, apalagi yang mempengaruhi turisme di Bali. Itu yang paling penting saya rasa,” pungkasnya.

Mantan deputi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut menegaskan Polda Bali siap menerjunkan seluruh personelnya berjumlah 13.000 orang jika situasi dan kondisi memburuk. Namun Petrus berharap situasi semakin membaik.

“Polda 13.000 lebih personel, tapi yang kita fokuskan di Polres Klungkung dan Karangasem. Ini terserah alam, kita akan menyiapkan seluruh personel, all out, untuk bencana. Itu seluruh personel termasuk PNS. Ini bentuk tanggung jawab kita dari segi keamanan,” ungkap Petrus. [NK]