KSATRIA | Padang — Polda Sumatera Barat mengingatkan agar Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) terus melakukan pembinaan terhadap para satpam agar lahir para tenaga keamanan yang profesional dan bermartabat.

“Badan usaha jasa pengamanan harus terus meningkatkan profesionalisme satpam sesuai dengan protokol dan peraturan yang berlaku,” kata Direktur Binmas Polda Sumbar Kombes Jhoni Suroto di Padang, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu pada Rakernas dan Rapimnas ABUJAPI 2022 dengan tema Transformasi ABUJAPI Menuju Industrial Sekuriti Yang Profesional.

Menurut dia Badan Usaha Jasa Pengamanan bertanggung jawab terhadap hadirnya kemuliaan profesi satpam.

“Saya melihat langsung seperti apa kualitas satpam hari ini, jangan hanya sebatas dibalut pakaian berwarna coklat tapi tidak mengerti tugas pokok seorang satuan pengaman,” kata dia.

Oleh sebab itu Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia harus membuat produk yang mengangkat harkat dan martabat para satpam.

Ia berharap jangan ada lagi terjadi seperti kasus di RS Kariadi Semarang satpam akhirnya ditangkap karena diduga menganiaya seorang pria yang dituduh mencuri hingga tewas.

Atau kasus dua satpam di Pelabuhan Teluk Bayur yang divonis bersalah dalam kasus pembunuhan karena membela diri saat diserang dengan senjata tajam.

“Dari kasus tersebut saat dicari pertanggungjawabannya ternyata izin Badan Usaha Jasa Pengamanan telah habis masa berlaku,” kata dia sebagaimana dikutip dari ANTARA

Ia mengingatkan jangan sampai Badan Usaha Jasa Penganan hanya menerima uang jasa saja tapi tidak melakukan pendidikan dan pembinaan kepada satpam.

“Kami sebagai otorisator dan verifikator satpam telah menerapkan standar yang ketat dalam pendidikan satpam dan tentunya Badan Usaha Jasa Kepimpinan harus bersinergi agar industri sekuriti tidak tercoreng namanya oleh satpam yang tidak profesional,” kata dia.

Ia juga mengingatkan jangan satpam yang dieksploitasi tenaganya sementara hak dan kewajiban tidak seimbang.[Adm]

Share This: