KSATRIA | Bandung–Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs. Risyapuddin Nursin, S.ik menutup Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Peraturan Polisi No. 4 Tahun 2020 Korbinmas Baharkam Polri dan BPP ABUJAPI di Bandung pada Jumat 16 Oktober 2020.

Risyapuddin menjelaskan sekilas proses lahirnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020, bahwasanya sejak tahun 2017 Perpol ini sudah digodok namun belum terbit-terbit. “Saya mendapatkan tantangan dari Pak Kaba akhirnya kami kerja keras,” jelasnya di depan 34 Dirbinmas dan 24 BPD ABUJAPI.

Setelah mengikuti sebulan dua bulan namun tidak kunjung selesai. Akhirnya kami panggil tim bersama dari tim Kumham juga. “Masalahnya tidak ada yang sulit, hanya masalah waktu karena mereka sibuk, karena mereka setiap hari melayani 4-5 kementerian dan 2 kepolisian,” jelasnya.

Akhirnya Risyapuddin memanggil tim menentukan tempat untuk menyelesaikan Perpol ini. Ia memberikan waktu selama 7 hari selesai. Pilihan antara Bali dan Bandung. “Dipilihlah kota Bandung. Disukseskan di Bandung dan disosialisasikan pertama di Bandung, ini luar biasa,” ungkapnya.

Risyapuddin berharap dengan adanya Perpol ini perlu kita dudukkan sebagai fundamen kita dalam pelaksanaan tugas kita ke depan. “Saya berpesan baik yang di ABUJAPI, Dirbinmas, Perpol ini harus dilaksanakan,” tegasnya.

Meski dalam perjalanan setelah disahkan, Pam Swakarsa dianggap identik dengan kekerasan, namun kami tetap berjalan tidak ragu-ragu, karena konsep Pam Swakarsa di Perpol ini tidak seperti itu. Melainkan menjalanan Undang-undang Nomor 2 Pasal 3, tentang fungsi kepolisian terbatas.

“Ini harus kita dukung dan pertahankan, dan tanpa ada tenaga satpam dan BUJP ini kita tidak akan mampu mengamankan objek-objek tertentu,” jelasnya.

Risyapuddin berharap, ke depan Dirbinmas harus lebih intensif melakukan pembinaan, serta melakukan pengecekan terkait kartu tanda anggota, seragam. Terlebih lagi baju satpam mirip polisi. “Maka jangan ragu lagi untuk memantau satpam dan koordinasi terus terkait pola keamanan,” jelasnya. [adm]