KSATRIA | Jakarta–Polda Metro Jaya menggelar sosialisasi Perpol No. 4 Tahun 2020 yang dihadiri oleh sekitar 200 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) bertempat di gedung Tribrata Jakarta pada Rabu (11/11/2020).

Dalam paparanya, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Edy Murbowo SIK, MSi mengatakan, masalah pergantian seragam satpam bagian dari proses pemuliaan satpam. Seragam ini penuh dengan simbol kecakapan, kompetensi, dan kewenangan. “Tolong jangan disalahgunakan, harus dijaga marwahnya. Satpam sekarang mirip dengan anggota Polri,” ungkapnya.

Menurut Edy, ada beberapa pertimbangan yang menjadikan seragam mirip polri, secara psikologis, Polri ingin mendekatkan satpam kepada pembina yaitu Polri. Meskipun mirip, ada beberapa pembeda pada seragam satpam dibanding seragam polisi.

“Saya perhatikan di beberapa media sosial sudah beredar seragam satpam yang tidak sesuai dengan ketentuan. Pada krah baju polisi itu tidur, sedangkan krah seragam satpam berdiri,” bebernya.

Selain itu tanda kepangkatan letaknya bukan di krah baju, melainkan di pundak. Tulisan nama satpam di dada berlatarbelakang putih dengan tulisan warna hitam. Tanda kewenangan kalau baju lapangan memakai bordir. PDL tidak dikeluarkan bajunya tapi dimasukan. “Tolong ini benar-benar dipatuhi,” tegasnya.

Edy berharap dengan penggunaan warna mirip seragam Polri akan menambah penggelaran fungsi kepolisian di tempat publik atau terbatas, sehingga menjadi efek getar untuk menghilangkan niat orang untuk berbuat kejahatan.

“Satpam anak kandung polisi, bukan anak kandung Binmas. Jika ada gesekan di lapangan harus dieliminir. Hubungan harus dijaga baik. Karena satpam didelegasikan tugas kewenangan Polri terbatas,” paparnya. [Adm]