Bravo Satria Perkasa
10 Sep 2020

Film D’Bandhit, Kado Terindah untuk Satpam di HUT ke-40

KSATRIA | Jakarta–Film D’ Bandhit ini bercerita tentang POLRI yang dalam tugasnya membongkar sindikat narkoba yang dibantu oleh Satpam serta Karateka, sehingga semua anggota sindikat dapat dilumpuhkan dan dibongkar.
Terselip juga drama cinta segitiga antara Satpam dan kedua anak gadis keluarga Anthony yang berakhir dengan sangat mengharukan.

Film ini diawali dengan kondisi sebuah keluarga terdiri dari suami istri (Anthony dan Shella ) yang sangat kaya dengan 4 anak gadisnya (Tiara, Clara, Susan dan Liana ) tetapi orangtuanya sibuk dengan kegiatan masing masing sehingga lupa bahwa keempat anaknya sangat memerlukan perhatiannya. Mereka terlalu sibuk bisnis, dan bersosialita, dan lupa bahwa anak anak mereka haus akan kasih sayang.

Mereka baru sadar saat salah satu anak gadisnya yang sedang beranjak dewasa (Clara) berpacaran dengan seorang pemuda anggota sebuah Geng narkoba dan kemudian berseteru dengan Geng Narkoba lainnya. Disinilah dimulai keterlibatan Satpam dan Karateka dalam membantu POLRI. Meskipun mendapatkan cemooh dan hinaan, Satpam dengan percaya diri berhasil membantu POLRI dalam menumpas dan membongkar Geng Narkoba.

Kekuatan film ini justru tidak terletak kepada bintang nya, meski didukung oleh actor senior PARFI, tetapi justru pemain pemain debutannya yang menyita banyak perhatian. Selain pemeran Satpam adalah benar benar Satpam yang saat ini bertugas di beberapa BUJP, termasuk Satpam wanita yang berperan sebagai Polisi, film ini juga didukung oleh Karateka karateka yang sudah berprestasi Nasional dan International, sehingga tehnik beladiri yang dipertontonkan untuk menaklukkan para bandit adalah benar benar beladiri tanpa trik kamera, tetapi benar benar teknik beladiri yang benar dan nyata.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said film yang lahir dari arahan POLRI, ABUJAPI, APSI dan Karateka senior, film ini sangat layak untuk ditonton oleh masyarakat Satpam Indonesia, POLRI, Karateka Indonesia, maupun masyarakat umumnya, sebagai hiburan yang mendidik dan bermutu.

“Film ini menjadi kado untuk satpam di hari ulang tahun ke-40 nanti, semoga film D Bandhit ini bisa menginspirasi para satpam di seluruh Indonesia dalam menjalankan tugasnya secara profesional,” jelasnya.

Azis menambahkan, dengan kolaborasi antara Polri, APSI, ABUJAPI dan Karateka Indonesia menjadikan film ini sangat layak ditonton oleh para satpam. “Film ini juga mengajak kepada masyarakat tentang penyadaran diri keamanan secara menyeluruh,” jelasnya. [admin]

01 Aug 2020
Film The Bandhit

Film The Bandhit, Sutradara Roy Libatkan ABUJAPI dan APSI

KSATRIA | Jakarta–Semakin dahsyatnya cerita Film The Bandhit tentang Pertarungan Antar Geng Narkoba, membuat sang Sutradara Roy Wijaya semakin cerdas dalam mengolah adegan disetiap plot cerita yang begitu berani dan memukau. Apalagi saat ini Roy juga menampilkan dua karateka kelas dunia kakak beradik Arta Dewangga Van Ard dan Arviona Aisyah Van Ard.

Menurut Roy Film yang akan digarapnya saat ini lebih banyak mengedepankan edukasi tentang pentingnya pengamanan diri dan keamanan dalam lingkungan. Karena Film ini lebih banyak mengedepankan adegan satpam dan akan lebih menarik dengan actionnya para security besutan ABUJAPI dan APSI di setiap adegan.

“Saya sengaja merubah pola cerita dan lebih mengedepankan peran security sebagai peran utamanya. Hal ini tentu akan banyak pertanyaan, tapi lihat hasilnya. Film ini akan sangat luar biasa karena harus punya nilai edukasi yang tinggi,” ungkap Roy saat Syukuran Persiapan Syuting Film The Bandhit di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2020.

Security itu sangat penting, kata Roy, jangan dilihat sebelah mata. Tapi lihat peran dan fungsinya yang begitu sangat berarti. “Makanya di Film ini, sengaja saya kedepankan. Biar semua masyarakat memahmi Securtiy sebenarnya punya tugas lebih berat dari apapun. Bahkan dalam Film ini Semua security di tantang dengan talentanya yang tinggi. Karena selain action juga mengajak kepada masyarakat tentang penyadaran diri keamanan secara menyeluruh,” jelas Roy dilansir nttonlinenow.com.

Begitu juga dengan keterlibatan Arta dan Vio sebagai Karateka dunia, akan menjadi contoh dan icon yang menarik. Dimana kehadiran mereka dalam Film ini akan menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa ini dari berbagai kejahatan yang terjadi seperti, banyaknya anak muda yang terpengaruh dengan narkoba atau hal negatif lainnya.

“Saya hanya ingin integrasi yang baik antara Security dan Karateka atau figther lainnya dalam gerakan laga menjadi contoh yang terukur di tengah hegemoni perpindahan kehidupan anak anak milenial. Agar bisa menjadi edukasi dan wawasan secara menyeluruh,” bebernya.

Begitu juga dengan keterlibatan security di bawah naungan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) merupakan gerakan yang luar biasa. Karena mampu mempresentasikan peran dan fungsinya sebagai lembaga jasa keamanan dalam memberikan edukasi yang baik terhadap masyarakat saat ini dan masa yang akan datang. [admin]

Translate »
error: Content is protected !!