KSATRIA| Jakarta–Puluhan lelaki dan perempuan berjas hitam dengan dasi warna merah menghiasi baju dalam berwarna putih nampak antri mendaftarkan diri di meja panitia pelatihan yang digelar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada Senin 27 Januari 2020.

Dalam pembukaan Pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan Sekjen APSI sekaligus Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto.

Para peserta yang berjumlah 88 orang ini adalah para pengurus dan pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang tergabung sebagai anggota ABUJAPI dari berbagai daerah, tepatnya dari 13 daerah. Mulai DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan TImur, Kalimantan Barat, Aceh, Lampung, Gorontalo, Jambi dan Sulawesi Tengah.

djarot soeprianto bsp
Direktur BSP Djarot Soeprianto saat mengikuti Pelatihan Lemhannas ABUJAPI

Ketua Panitia Pelatihan Lemhannas yang juga Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, Laksamana Muda tni Riyadi Syahardani menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pelatihan implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa guna meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Adapun materi utama pelatihannya adalah nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Adapun materi dasar meliputi materi tentang wawasan nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional dan kewaspadaan nasional. Sedangkan materi penunjang meliputi pengantar pimpinan, pengantar nilai-nilai kebangsaan dan sejarah perjalanan bangsa, perkembangan lingkungan strategi, pembangunan karakter bangsa melalui revolusi mental,    pengenalan fungsi intelijen dan keamanan dalam pelaksanaan tugas satpam dan penjelasan penulisan makalah dan pelaksanaan diskusi.

“Para penceramah atau narasumber berasal dari Lemhannas dan luar Lemhannas,” ungkapnya seperti diunggah Jurnalsecurity.com

Hasil yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah:

Pertama, memahami nilai-nilai kebangsaan meliputi Pancasila, undang-undang negara republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhinnneka Tunggal Ika.

Kedua, memahami konsepsi wawasan nusantara, ketahanan nasional, kewaspadaan nasional dan kepemimpinan nasional.

Ketiga, terwujudnya anggota abujapi yang bermoral, beretika, berkarakter dan berwawasan kebangsaan dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat kerjanya

Keempat, mampu memberikan saran kepada pemerintah secara baik dan benar khususnya dalam menjamin ketentraman dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Kelima, agar para pserta dapat menjadi agen-agen perubahan untuk mengimplementasikan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan, baik di lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan pekerjaannya. [roj]