KSATRIA–Syukuran HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-68, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Polwan dapat menjadi motor penggerak perbaikan citra Polri di mata masyarakat.

“Saya harap Polwan bisa jadi motor untuk memperbaiki citra polri. Di mata publik citra Polwan lebih baik daripada polisinya,” kata Tito dalam sambutannya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/9).

Berdasarkan pengalamannya, lanjut Tito, Polwan memiliki peranan besar ketika melakukan pendekatan ke masyarakat. Termasuk ketika berhadapan dengan massa yang tengah berdemonstrasi.

“Pernah waktu itu saya masih jadi Kapolda Papua, di satu Universitas Cenderawasih sedang demonstrasi. Gerbang universitas ditutup. Polisi tidak bisa masuk. Begitu datang Polwan, baru bisa masuk. Pendekatannya lebih masuk dibanding Sabhara atau Brimob,” kenangnya.

Menurut dia, Polwan memiliki sensitivitas yang lebih tinggi ketimbang polisi pria. Karena itulah, Polwan memiliki cara pendekatan yang baik ke masyarakat sehingga masukannya lebih diterima. Bahkan, kata dia, pelaku teroris yang awalnya bungkam diperiksa polisi, bisa lebih terbuka saat dihadapkan dengan Polwan.

“Kalau Polwan yang interogasi tersangka, pendekatannya lebih soft, mereka (para tersangka) bisa lebih terbuka,” ucap Tito.

Tito mengatakan, peran Polwan perlu dimaksimalkan untuk menekan tindak kekerasan terhadap pelaku kejahatan. Ia mengakui, kerap kali, polisi melakukan kekerasan agar pelaku terbuka. Namun, dengan pendekatan keibuan Polwan, kekerasan itu bisa dihindari.

Polwan, sambung dia, juga lebih peka menangani permasalahan anak dan wanita. Oleh karena itu, Polri membentuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak yang ditempatkan di setiap polres dan polsek.

“Lebih sensitif masalah anak dan wanita, makanya dibentuk unit PPA di tiap polda dan polres juga polsek. Dua Polwan di tiap polsek ditaruh untuk tangani kasus perempuan dan anak,” terang Tito.

Pada akhir sambutannya, mantan Kapolda Metro Jaya itu meminta Polisi Wanita lebih diberdayakan di tiap polda hingga tingkatan polsek. Sehingga, mereka bisa lebih eksis di tengah masyarakat.

“Saya minta polwan lebih diberdayakan. Kepada seluruh kapolda, polwan diberi kesempatan supaya mereka lebih eksis di masyarakat,” Tito menutup. [FR]