KSATRIA | Bandung–Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap menetapkan PSBB di lima daerah. Lima darah tersebut di antaranya Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, penetapan PSBB ini akan mulai berlaku Rabu (15/4/2020) dini hari mendatang hingga dua pekan ke depan. Ridwan Kamil juga menyampaikan, status PSBB ini akan dipantau selama 14 hari. Adapun setelah pemantauan tersebut bakal dilakukan evaluasi status.

“Lima wilayah disetujui untuk melaksanakan PSBB oleh menteri kesehatan. Daerah itu di antaranya Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Kami telah koordinasikan akan dimulai di hari Rabu, 15 April 2020 dini hari selama 14 hari. Setelah 14 hari kita evalusi apakah diteruskan atau dikurangi intensitasnya,” kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Minggu (12/4/2020).

Lelaki yang akrab disapa Emil itu menyebutkan, dari lima daerah yang ditetapkan status PSBB, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi tidak bisa diberlakukan PSBB maksimal seperti wilayah perkotaan layaknya DKI Jakarta. Karenanya, Pemprov Jawa Barat bakal menetapkan dua zona PSBB.

“Kami memutuskan PSBB-nya terbagi dua yakni di zona merah, PSBB-nya maksimal, sementara nonzona merah akan disesuaikan karena di kabupaten ini wilayah pedesaan. Khusus Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bogor (PSBB) akan maksimal. Kami akan menutup akses di hari Rabu, akan menutup kegiatan perkantoran, kegiatan kebudayaan, dan kegiatan keagamaan,” katanya.

Sementara itu terkait sanksi status PSBB, Emil menyebut, aparat keamanan kini memiliki wewenang untuk memberikan sanksi yang disesuaikan dengan kebijakan walikota dan bupati. Bahkan kepada pabrik-pabrik yang masih beroperasi, pihaknya telah memberikan arahan khusus.

“Untuk pabrik yang masih buka, tolong di-SK-kan mana pabrik yang harus buka dan mana yag harus tutup dulu. Bagi yang akan buka diwajibkan memberikan rasa aman. Pabrik, industrinya harus memberikan tes masif juga untuk karyawannya dengan memberlakukan social distancing dan protokol kesehatan. Mudah-mudahan dengan kekompakan, kebersamaan, dan ketaatan, Insyaallah kita pasti menang melawan covid-19 ini,” ujar Emil.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat juga berkomitmen selama 14 hari PSBB ini, tes masif alias Rapid Test akan terus dimaksimalkan sampai tercapai target 300.000 tes. Adapun hingga saat ini Pemprov Jawa Barat melalui kabupaten/kota telah melakukan 70.000 tes masif. [adm]