KSATRIA | Sangatta–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melantik dan mengukuhkan pengurus DPC APSI Kutim periode 2020-2025 di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (07/09/2020).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini berjalan lancar dan khidmat. Adapun Ketua DPC APSI Kutim yang baru adalah Ady S Presiden Direktur PT Borneo Security Service (BSS).

Kombelpol Hary Muharram Firmansyah S.K, selaku Dir.Binmas Polda Kalimantan Timur mengucapkan selamat atas kegiatan tersebut. Ia pun berpesan kepada DPC APSI Kutim bisa saling menjaga kesolidannya. Dimana DPC APSI Kutim masih termasuk dalam naungan Polres Kutim dan bisa saling bekerja sama.

“Selamat atas kegiatannya. Semoga ke depan APSI tambah solid dan maju. Berkembang dengan baik,” ujarnya dilansir bedahnusantara.id.

“Di Kutim adalah DPC APSI pertama yang dilantik, diharapkan asosiasi ini bisa menjembatani apa yang menjadi harapan satuan keamanan wilayah Kutim. Karena Tugas satpam sangat berat, sama dengan tugas kepolisian. Tapi sangat terbatas, di lingkungan kerja meraka. Memang memerlukan adanya perkumpulan atau asosiasi ini. Ini bisa memudahkan harapan mereka semua,” sambungnya.

Hary menambahkan, APSI Kutim dibawah pembinaan Polres Kutim bisa bekerja sama dengan kepolisian. Dimana APSI sebagai pilar sehingga bisa berkontribusi mewujudkan Pilkada aman dan lancar. Dan menjadi agen yang bisa mensosialisasi kepada masyarakat.

“Pilkada sebentar lagi, saya harap masyarakat tetap menjaga dan memelihara kamtibmas masing-masing. Perbedaan pilihan politik suatu yang wajar. Tapi tetap dijadikan sesuatu menggembirakan untuk menjadi pimpinan terbaik,” pintanya.

Sementara itu, Ketua II BIdang Organisasi DPP APSI Ardi Rudanto menyampaikan jika sudah menjadi tugas pihaknya meng-upgrade dan meningkatkan skill personil satpam agar menjadi satpam yang profesional.

“Sehingga satpam kita dapat bersaing dengan satpam dari luar negeri. Karena sudah ada perusahaan satpam dari luar negeri di Indonesia. Ada dari Amerika, Afrika Selatan, Denmark, Inggris dan Swedia. Makanya jangan sampai jadi penonton di negeri sendiri,” jelasnya.

Menurut Ardi, satpam memiliki beberapa tingkatan yakni satpam pelaksana Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. “Jadi semua penyedia satpam wajib mengikuti semua tahapan level tersebut,” katanya.

Ia menilai, di Indonesia satpam kerap dianggap sebagai pekerjaan rendah. Oleh dari itu pihaknya selalu melakukan upgrade kepada para satpam agar kedepannya bisa menjadi sebuah profesi.

“Memang satpam diciptakan untuk menjadi profesi yang diakui. Sangat mendukung bahwa satpam pasti kedepannya akan menjadi sebuah profesi. Sekarang sedang dibahas di pihak kepolisian. Satpam betul betul sebagai ujung tombak kepolisian. Kami juga sering berkoordinasi dengan Malaysia dan Philipina guna membahas tentang upgrade satpam,” jelasnya. [admin]