KSATRIA | Medan–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XXI di Kota Medan Sumatera Utara. Rakernas tahun ini tak hanya mengevaluasi program yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, ada tiga poin penting yang akan menjadi pembahasan dalam agenda rapat nantinya.

“Yang pertama yaitu tentang sistem aplikasi pendaftaran anggota APSI di seluruh Indonesia dengan sistem android sehingga Satpam itu bisa mendaftar sebagai anggota APSI dari manapun secara pribadi dengan menggunakan handphone. Targetnya agar keanggotaan lebih banyak dari tahun lalu,” ujar Ketua APSI, Abdul Azis Said didampingi Sekjen APSI, Djarot Soeprianto yang juga Direktur PT Bravo Satria Perkasa saat memberikan keterangan di acara Rakernas, Selasa, (1/11/2022).

Yang kedua sambung Abdul Azis, mengenai pelatihan Satpam di Indonesia. “Karena Satpam itu sekarang sudah menjadi profesi dibanding yang lalu hanya sekedar petugas. Maka pelatihannya harus lebih baik dari Satpam yang lalu,” ujarnya.

Yang ketiga, mengenai implementasi Perpol no 4 tahun 2020. Di mana masih banyak yang belum dieksekusi oleh Polri maupun komunitas atau stakeholder. “Contohnya dengan Perpol no 4 tahun 2020 itu kan jelas Satpam dibedakan dengan satuan keamanan lingkungan (Satkamling) yang seragamnya berwarna biru muda celananya biru tua. itu belum dieksekusi,” katanya.

“Itu agar segera dieksekusi, karena Perpol no 4 tahun 2020 sendiri sudah diundangkan pada tanggal 5 Agustus 2020. Kenapa gak dieksekusi untuk Satkamling-nya karena Satkamling itu bukan Satpam lagi seperti dulu. Yang benar-benar Satpam yang menjadi profesi itu harus dibedakan,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD APSI Sumut, Ibrahim Tarigan menyambut baik tiga poin penting yang menjadi pembahasan dalam Rakernas itu nantinya.

Dan sebagai pengurus provinsi, dirinya siap mengaplikasikan apa yang telah menjadi program APSI Pusat ke depannya. “Kita siap melaksanakan apa yang telah diprogramkan oleh APSI Pusat dan akan kita laksanakan secara bertahap dengan kondisi yang ada,” ujar Ibrahim.

Untuk sosialisasi, pihaknya akan melibatkan institusi kepolisian serta dibantu rekan pengurus lainnya. “Mudah-mudahan nanti hasilnya akan baik sesuai dengan program yang direncanakan,” tuturnya mengakhiri. [Adm]

Share This: