KSATRIA, (BSP)–Tiga kali mendapatkan penghargaan sebagai sekuriti berprestasi, tak membuat Denny berhenti belajar. Justru ia terus termotivasi untuk lebih mengenal produk tempat ia bekerja dan melayani setulus hati. Alhasil, Denny kerap mendapatkan penghargaan atas prestasinya ini. Berikit ulasannya. 

Keputusan Denny Sartika untuk bergabung menjadi anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa  (BSP) sudah bulat. Tak ada paksaan, tak ada tekanan, semua berjalan mengalir dengan keyakinannya bahwa BSP adalah tempat yang tepat untuknya berkarya.

Keputusan itu diambil setelah Denny mendengar informasi lowongan kerja sebagai sekuriti di PT BRI Kantor Cabang Perawang. Apalagi dua bulan lagi, ujarnya, masa kontrak kerjanya di PT Indah Jaya Pala saat itu akan berakhir.

“Kebetulan di BRI Perawang ini kekurangan sekuriti, saya bikin lamaran ternyata diterima Alhamdulillah sampai sekarang,” tuturnya saat dihubungi Majalah Ksatria.

Denny masih ingat dirinya diterima sebagai anggota BSP Bulan November 2010. Dalam statusnya yang masih bekerja, ia segera mengundurkan diri dari tempat kerja yang lama.

Meskipun ia sudah memiliki sertifikat pendidikan profesi di Jakarta pada tahun 2005, ia perlu beradaptasi. Pasalnya, perusahaan ini membangun system keamanan perbankan yang berbeda jauh dengan pengamanan perkebunan yang menjadi tugas dia sebelum bergabung di BSP.

Denny menuturkan, dari sisi pengetahuan, misalnya, anggota sekuriti bank harus memahami sejumlah produk perbankan supaya ketika ada nasabah minta dilayani, sekuriti bisa memberikan pengarahan sederhananya. Dari sisi keterampilan, setiap sekuriti dibekali kemampuan komunikasi personal dan etika.

Kerja keras ini berbuah manis pada tahun 2012 jam 17.00 tiba-tiba pimpinanya yang baru tiba dari luar kota menemuinya dan menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Denny sebagai sekuriti terbaik. Berita ini menjadi kejutan bagi anggota sekuriti yang sehari-hari bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan ini.

Tahun 2014, Denny kembali memenangi pemilihan the best security yang disertai ujian knowledge dengan nilai tertinggi 96. Saat itu, menurut Denny, semua sekuriti diuji tentang produk-produk perbankan dan layanannya. Sehingga sekuriti betul-betul bisa melayani nasabah kalau ada yang bertanya atau komplain.

“Jadi sekuriti harus siap melayani nasabah apa yang menjadi permasalahannya kita harus siap melayanninya dengan baik,” tuturnya.

Berikutnya pada tahun 2016, Denny terpilih ketiga kalinya sebagai The Best Product Klowledge Security. Ia berhasil menyisihkan 17 sekuriti yang mengikuti ujian dengan nilai mutlak 100. Menurutnya, ujian ini langsung dipantau oleh bagian pengawas dengan mekanisme seleksi yang cukup ketat.

Memang tidak mudah untuk menjadi pemenang. Denny mengakui, semua keberhasilannya ini merupakan hasil ketekunanya belajar dan bertanya tentang tugas dan standar pelayanan seorang sekuriti.

Menurut Denny semua profesi memiliki tantangan yang berbeda-beda. Bagi sekuriti perbankan, menurutnya, tantangan yang harus selalu diwaspadai adalah masalah keamanan. Sebab, bisa jadi tantangan itu muncul dari nasabah yang menjadi pintu masuk penyusupan sehingga harus selalu diantisipasi bagaimana pun ramainya situasi kerja.

Disamping itu perlu diperhatikan ancaman keamanan dari lungkungan bekerja seperti terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik dan sebagainya. Pernah suatu ketika Denny menghadapi insiden kebakaran akibat konsleting listrik pukul 03.00. Dengan sigap ia menjinakkan sumber bahaya menggunakan alat pemadam kebakaran sehingga bisa ditangani dengan baik.

Anggota sekuriti berprestasi dari Riau tahun 2012, 2014 dan 2016 ini juga menegaskan, prestasinya dalam bekerja tak luput dari peran keluarga. Selama ini, lanjutnya,  semangat dan dukungan untuk selalu bekerja keras terus diberikan anak dan istri yang bangga dengan profesinya.

“Itulah yang membuat saya senang bekerja mencari nafkah untuk anak dan keluarga,” ujar pria yang dikaruniai dua anak dari pernikahanya dengan Gusrianita ini.

Untuk menjadi seorang sekuriti professional, pria yang berkecimpung di dunia sekuriti sepuluh tahun lebih ini mengatakan bahwa sekuriti harus memiliki sikap tegas dan bisa mengambil keputusan, serta mampu memberikan pelayanan yang nyaman baik terhadap stakeholder maupun tempatnya bekerja.

Pria kelahiran Riau, 3 April 1977 ini sempat merasakan perjuangan saat Riau dilanda asap tebal. Saat Riau dilanda asap tebal, semua aktivitas diliburkan mulai dari karyawan kantor, pertokoan dan aktivitas sekolah. Namun sekuriti menjadi pengecualian karena harus menjaga harta benda dan aset-aset perusahaan.

Kejadian yang berlangsung selama beberapa bulan  ini menuntut profesi sekuriti meningkatkan kewaspadaanya sebab dimungkinkan akan terjadi tindak kejahatan disaat masyarakat mengungsi ke tempat yang aman.

Baginya, pengalaman di dunia sekuriti ini membuat dirinya semakin yakin bahwa anggota sekuriti memiliki kontribusi yang cukup besar di masyarakat. Disamping tugasnya mengamankan asset perusahaan sekuriti juga berperan dalam menciptakan keamanan di masyarakat sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Menjalani profesi yang cukup mulia ini, Denny merasa bangga bahwa kehadirinya di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman tapi juga kemanfaatan. “Saya tetap bangga menjalani profesi ini dengan segala resiko yang ada, “ pungkasnya. [AH]