KSATRIA–Kejahatan bisa datang setiap saat, saat ada kesempatan maka penjahat akan melakukan aksinya. Untuk itu, pencegahan adalah cara yang tepat untuk mengantisipasi tindak kejahatan di sekeliling kita.

Beberapa waktu lalu sempat heboh kejadian perampokan dan penyanderaan di kompleks mewah di Pondok Indah. Beruntung, pelaku bisa dilumpuhkan setelah polisi melakukan penggerebekan di tempat kejadian.

Kejadian di Pondok Indah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. Terutama tetap waspada dengan lingkungan di sekitar kita. Salah satunya dengan langkah Pencegahan Kejahatan Melalui Perancangan Lingkungan (PKMPL) atau yang biasa diterjemahkan Crime Prevention Throught Environmental Design (CPTED).

PKMPL merupakan altematif pendekatan dengan mengurangi atau mencegah kriminalitas. Pendekatan ini dilakukan dengan merancang lingkungan dengan mempersempit atau mengurangi kesempatan untuk berbuat kriminalitas.

PKMPL adalah suatu filsafat pencegahan kejahatan yang berdasarkan teori bahwa rancangan yang tepat dan penggunaan yang efektif suatu lingkungan terbangun dapat menyebabkan berkurangnya rasa takut dan penurunan kejadian kejahatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

PKMPL merupakan metoda altematif dalam mengurangi kejahatan dengan cara melakukan perubahan-perubahan fisik terhadap lingkungan. Berdasarkan temuan dari Oscar Newman (1972), Jane Jacob dan Elizabeth Wood mengatakan adanya perbedaan nyata dalam tingkat kriminalitas antara lingkungan yang sepi, tidak terawat dengan lingkungan yang ramai, terawat dan pengawasan dari penghuninya.

Oscar Newman menyatakan bahwa perhatian terhadap aktivitas yang terjadi di jalan yang diistilahkan sebagai ‘the eyes on the street’ menunjukkan bahwa perhatian penghuni terhadap lingkungannya sangat efektif dalam menekan adanya potensi kejahatan.

Sistem Keamanan Terpadu

Sistem keamanan terpadu merupakan penggunaan dari berbagai alat bantu yang dapat memantau, mencegah, mengontrol, dan melindungi warga dari tindak kejahatan secara menyeluruh dan terkoordinasi.

Berbagai jenis peralatan keamanan digunakan, baik yang bernafas maupun yang tidak, bergerak maupun diam, harus ikut dilibatkan secara bersama-sama untuk mempersulit seseorang melakukan kejahatan, agar warga dapat selalu bebas beraktivitas tanpa dihantui rasa takut.

Tugas besar memang akan menjadi lebih ringan, lebih cepat, serta lebih efektif apabila dilakukan bersama. Aksi menjaga keamanan bukan hanya tugas dari para petugas berseragam, tapi juga tugas kita semua. Warga sebagai elemen penting harus ikut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan.

Untuk itu pentingnya sistem keamanan terpadu dalam mencegah tindak kriminal di sekeliling kita, sistem keamanan terpadu itu terdiri dari tiga komponen, yaitu:

  • Petugas keamanan. Petugas keamanan harus dapat dipercaya oleh warga, mereka harus dicukupi dari sisi finansialnya yang bertujuan agar lebih fokus dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kerjaannya. Melakukan kontrol/patroli secara kontinyu untuk memperkecil ruang lingkup aksi kejahatan.
  • Peralatan keamanan. Alat komunikasi sangat membantu untuk tugas pengontrolan/patroli sehingga kegiatan tersebut lebih efisien, oleh sebab itu petugas keamanan perlu dibekali tentang cara penggunaan, maksud & tujuan dari pemakaian alat komunikasi tersebut sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.
  • Warga waspada kejahatan. Penjagaan lingkungan adalah kegiatan yang dilakukan warga secara bersama-sama untuk mengawasi lingkungan mereka. Inti dari kegiatan ini adalah mempersiapkan mental warga agar selalu waspada dan ikut serta dalam pengawasan lingkungan. Adanya kebersamaan ini, kesempatan penjahat untuk beraksi menjadi semakin sulit. [FR]