KSATRIA (BSP)–“Tak Gendong Kemana-mana…” demikian lirik lagu Mbah Surip yang sempat booming belum lama ini. Lagu berjudul Tak Gendong ini telah memberikan inspirasi bagi team Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Jawa 2 untuk menjadikan lirik ini sebagai spirit dalam melayani customer.

Bukan tanpa alasan, memilih Tak Gendong sebagai ikon BSP Wilayah Jawa 2 dalam memberikan layanan kepada customer di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DI Yogjakarta) ini. Menurut Head Of Area Jawa 2 Heru Wibowo, SSosI, MM, filosofi Tak Gendong memiliki makna yang dalam, yaitu menempatkan BSP dalam hati sehingga selalu digendong kemana-mana.

Heru menambahkan, Tak Gendong memilki makna berjiwa ngemong, artinya ketika anak menangis sebagai obat penawar utama adalah menggendongnya dengan memberikan pelayanan setulus hati. “Menggendong memilki arti makna kepedulian, respon dan empati sepenuh hati,” jelasnya.

Kepedulian untuk memberikan ayoman kepada seluruh personil BSP di wilayah, telah menjadi komitmen BSP dalam membangun iklim yang kondusif dalam menjaga keamanan dalam wilayah bertugas. Iklim kondusif ini berdampak pada layanan kepada customer sebagai user BSP. Secara tak langsung, hadirnya BSP di wilayah Jawa 2 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha.

Personil Satpam yang tergabung dalam Keluarga Besar BSP Wilayah Jawa 2 menjadi ujung tombak perusahaan dalam menjaga keamanan di wilayah kerja personil BSP. Satpam BSP memiliki tugas pokok antara lain; menjaga asset perusahaan, menjaga personnel perusahaan, nama baik perusahaan serta integritas antar karyawan.

“BSP Wilayah Jawa 2 selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,  khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang,” paparnya.

Saat ini, BSP Wilayah Jawa 2 telah memiliki personil Satpam mencapai kurang lebih 2.500 personil, yang tersebar di 35 Kota Kabupaten se Jawa tengah & DIY. Sebagian besar Satpam BSP bertugas di 15 area perbankan diantaranya: Bank Permata, Bank BRI, Bank Danamon, Bank UOBIndoneisa, Bank OCBC NISP, Bank Muamalat Indonesia, Bank Internasional Indonesia, Bank Ina Perdana, Bank BPR MAA, Bank Mayapada, Bank NOBU, Bank BPR Grogol Joyo, Bank Mega Syariah Indonesia, Bank CIMB Niaga.

Selain perbankan juga ada 129 titik area yang ada di pabrik, dealer, rumah ibadah, perkantoran, rumah sakit, farmasi, restoran, pertokoan, apotik, leasing, laboratorium, perumahan, koperasi, perhotelan dan lain sebagainya.

Untuk mendukung  operasional di wilayah Jawa 2, BSP menempatkan orang-orang terdidik untuk ikut andil dalam pengembangan perusahaan jasa keamanan ini. Sebagian besar staff memiliki pendidikan dengan kualifikasi 80% lulusan Sarjana (S1), sedangkan 5% dari Strata 2 (S2). Sedangkan dari lulusan SMU mencapai 15%.

Heru menjelaskan, dalam meningkatkan kualitas layanan perusahaan memiliki beberapa kendala: Banyaknya BUJP di Jawa Tengah & DIY dan yang tercatat di Polda Jawa Tengah mencapai 186 perusahaan. “Adanya persaingan perusahaan yang tidak sehat sehingga menggaji Satpam masih di bawah UMK Kota maupun Kabupaten,” terangnya.

Heru yang juga Ketua Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Jawa Tengah ini berharap, khususnya BUJP untuk selalu mengedepankan aspek kemanusiaan tidak hanya berbicara bisnis saja, salary gaji paling tidak sesuai dengan UMK.

Membangun pengamanan di area kerja, tentunya harus melakukan pendekatan yang intensif dengan lingkungannya guna menciptakan iklim kondusif yang aman dan nyaman. Untuk itu, BSP aktif dalam bidang organisasi sosial masyarakat di wilayah Jawa 2.

Ada beragam model pendekatan kepada masyarakat, diantaranya meningkatkan komunikasi dengan masyarakat langsung dalam kegiatan yang dibungkus dalam wadah Bankom Polrestabes atau Satkom Polda Semarang. Kegiatan sosial dalam bidang komunikasi ini sampai menjangkau Kota Semarang, Ungaran, Salatiga, Demak Kendal, Batang dan Kudus.

Bankom Polrestabes Semarang ini didirikan oleh Bapak Kapolwiltabes Semarang yang sekarang menjabat sebagai Kapolri, yaitu Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Saat ini, Heru menjabat sebagai Bojong Cobra 2 ( Wakil Ketua Bankom). Di mana anggota Bankom Polrestabes ini terdiri dari PNS, Wiraswasta, Pejabat, Pegawai, Wartawan, dan lain-lain.

Untuk memberikan pelayanan terbaik dalam bidang pengamanan, BSP Wilayah Jawa 2 juga aktif dalam kepengurusan di Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Di APSI, Area Manager Jawa 2 ini juga menjabat sebagai Ketua APSI Jawa Tengah. Hal ini sebagai bentuk kepedulian BSP dalam mengmbangkan value Satpam menjadi lebih baik lagi.

Sementara beberapa staf BSP juga aktif terlibat menjadi pengurus harian dalam organisasi ABUJAPI Jawa Tengah & DIY, sehingga aspirasi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran Satpam di mata masyarakat khususnya pengguna jasa kemanan menjadi prioritas BSP.

Kiprah para staf BSP Wilayah Jawa 2 dalam keorganisasian keamanan, telah menjadi bukti bahwa BSP peduli dengan kualitas personilnya. Untuk itu, Heru bersama tim kerjanya selalu memberikan pelayanan yang prima. BSP berusaha merespon lebih cepat apa yang menjadi kebutuhan klien.

Bisnis pengamanan adalah bisnis jasa yang service menjadi prioritas utamanya. Karena itu, kemampuan personil Satpam BSP selalu ditingkatkan untuk memberikan kepuasan klien. Diantara caranya adalah: Melakukan pembinaan service quality secara terus menerus, khusunya personil di area perbankan.

Selain itu, tambah Heru, melakukan kolaborasi pembinaan dari klien tentang product knowledge dalam melayani nasabah, menerapkan dan memahmi simulasi pelayanan,  meningkatkan cara melayani yang baik, dan melakukan rolling personil untuk memberikan penyegaran personilnya dalam bertugas.

Heru berharap, BSP Wilayah Jawa 2 yang ia kelola ini ke depan bisa lebih berkembang dan menjadi market leader di Jawa 2, memiliki teknologi yang lebih canggih dalam rangka meningkatkan value keamanan yang lebih profesional dibarengi situasi lingkungan yang kondusif.

Ke depan, marketing BSP harus menjalankan New Wave Marketing, yaitu marketing yang lebih menekankan customer untuk ikut andil mempromosikan produk BSP secara tidak langsung. Karena itu, BSP lebih peka terhadap bagaimana membrand produk agar dapat membuat customer loyal terhadap produk BSP. Customer menjadi ‘sales’ tak langsung bagi perusahaan dalam memasarkan produk.

Selain itu, harapan ke depan, BSP menjadi jantung peradaban transformasi keamanan yang ideal di negeri ini. Dan terpenting lagi adalah memenuhi kesejahteraan yang komprehensif. “Untuk itulah falsafah yang terkandung dalam lagu tak gendong kemana-mana, sebenarnya menempatkan BSP siap melayani sepenuh hati dalam pengamanan,” tutur Heru. [FR]