Memberikan layanan keamanan yang melebihi ekspektasi kepuasan stakeholder adalah itikad utama BSP Wilayah Jawa 1. Tidak sekedar melayani kebutuhan standar stakeholdernya, namun juga memberikan layanan yang memiliki nilai lebih tinggi bagi sebuah usaha.

KSATRIA–Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi sebagai kota pusat kegiatan bisnis, politik dan pemerintahan. Lokasi ini menjadi tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta dan perusahaan asing, dengan kepadatan aktivitas hingga 24 jam. Termasuk wilayah di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi semuanya bertumpu pada ritme bisnis yang ada di Ibukota.

Di Jakarta, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) memainkan peranan penting dalam mendukung system pengamanan klien bisnisnya yang terdiri dari perbankan, retail,  lembaga keuangan dan sebagainya. Sebagai perusahaan jasa pengamanan, BSP senantiasa memberikan layanan yang melebihi ekspektasi kepuasan stakeholder dan  memberikan pengalaman interaksi terbaik, serta memiliki kualitas prima dengan menekankan pada aspek kecepatan, ketepatan dan keramahan. “Sekuriti ini menjadi asset karena ia menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan,” tutur Head of Area Jawa 1, Rangga Aditya Nugroho.

Wilayah Jawa 1 ini membawai tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Wilayah Jawa 1 ini memiliki 17 sektor mulai dari Jabodetabek ada 9 sektor, Banten ada 3 sektor dan Jawa Barat ada 5 sektor. Dibantu mitra TNI – Polri, Wilayah Jawa 1 mampu memberikan pelayanan pengawalan khusus kepada klien yang 70 persennya adalah perbankan. Selain itu Wilayah Jawa 1 juga memiliki 3 danwil dengan jumlah sekuriti di 17 sektor sebanyak 3.000 personil.

Rangga menuturkan, membangun koordinasi di 17 sektor ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wilayah Jawa 1. Sebagai perusahaan yang memiliki kor bisnis man power, BSP harus tepat mengambil ritme kerjanya. Tantangan umumnya, bukan dari aksi kejahatan yang massif tapi lebih kepada faktor internal bagaimana selalu membangun kedisiplinan kerja, kerjasama dan intergitas pelayanan untuk membangun keyakinan seluruh stakeholder.

Untuk berkoordinasi dengan 17 wilayah ini, setiap bulan diadakan pertemuan dua kali untuk saling melaporkan kendala di lapangan. Pertemuan ini juga membahas persoalan yang ditemui di lapangan untuk dilaporkan ke danwi. Ketika ada kasus yang harus segera ditangani seperti demo atau pengamanan asset lembaga keuangan bisa langsung menyiagakan personil untuk pengamanan. “Ini bisa diselesaikan dari dansek kalau perlu dari pusat kita juga bantu,” ujarnya.

Hadirnya BSP di wilayah Jawa 1 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha. BSP Wilayah Jawa 1 juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan,  khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang. “Kita memiliki jargon BMW yaitu Biaya, Mutu dan Waktu. Jadi harus segala seuatu yang kita lakukan terukur,” tuturnya.

Dengan jargon ini fungsi pengamanan tidak hanya menjaga asset perusahaan tapi juga menjaga personil perusahaan, nama baik serta integritas perusahaan. Selain fungsi pengamanan perusahaan, BSP juga memainkan fungsi pengamanan umum yang dibangun per individu. Artinya, Satpam juga bisa memerankan fungsi edukatif untuk menumbuhkan kesadaran umum menjaga individunya masing-masing.

Ini yang perlu dipahamkan kepada karyawan, klien dan masyatakat, jangan sampai ada Satpam yang selalu disalahkan ketika terjadi pencurian atau tindak criminal di luar areanya. Sebab sesuai standar operasional keamanan, Satpam sebagai manusia juga memiliki keterbatasan dan memiliki standar pengamanan di area radius 200 m2. “Fungsinya adalah pengamanan umum kalau asset pribadi harus dibangun per individu jangan dibebankan semua kepada Satpam,” tegas pria yang hobi mancing.

Salah satu kelebihan Wilayah Jawa 1 dibanding wilayah lain, selain menjalankan fungsi utama membawahi sebuah wilayah juga menjadi Operation Selindo (Seluruh Indonesia). Fungsi ini lebih kepada regulasi diantaranya membuat SOP di lapangan, membuat rencana pengamanan dan kualifikasi kompetensi tim di lapangan. Tak heran jika Rangga juga bertanggung jawab dalam penyelenggaraan training Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama.

Karena sebagian besar klien BSP adalah perbankan maka bisnis keamanan ini juga tak luput dari service. BSP selalu berupaya meningkatkan kemampuan personil dengan pembinaan service quality secara terus menerus seperti sikap ramah, kesempurnaan, pelayanan, integritas dan profesional, khususnya personil di area perbankan.

Rangga mengakui, tantangan meyakinkan bahwa produk BSP penting bagi keberlangsungan bisnis pengguna. Calon klien menganggap bahwa produk pengamanan ini abstrak. Berbeda dengan bisnis makanan atau minuman ketika dibeli langsung bisa dinikmati rasanya. Padahal, tambah Rangga, untuk menganalogikan produknya mudah, misalnya ketika seorang bekerja di kantor lantai 30, apakah mereka memikirkan keamanan mobilnya yang di parkir di lantai dasar? “Jika orang itu merasakan aman dan nyaman berarti produk pengamanan sudah dirasakan,” tandasnya.

Rangga menambahkan, dalam rangka mempertahankan mutu keamanan, BSP tidak ikut dalam perang tarif dengan banting harga. Inilah sebenarnya yang menjadi tantangan BUJP dan Satpam ketika selalu dituntut memberikan pengamanan maksimal tapi tidak mendapatkan gaji standar. Bahkan sering kali calon klien menuntut agar Satpam bisa multi fungsi sebagai pengamanan, juru parkir, tukang pel dan sebagainya.

Hal ini yang membuat fungsi Satpam menjaga asset perusahaan terabaikan. Menganggap Satpam itu sebagai cost sudah tidak relevan mengingat Satpam adalah asset perusahaan untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan. “Satpam harus standby. Memang kesannya hanya duduk-duduk tapi keberadaannya dirasakan manakala terjadi gangguan keamanan,” paparnya.

Pria yang berkecimpung di bisnis sekuriti sejak tahun 2003 ini mengatakan, membangun system pengamanan juga tak cukup dengan mengandalkan personil Satpam. Untuk itu BSP memiliki layanan patroli device yang mekanismenya seperti system patroli terpadu yang tersentral di Central Management  System (CMS). CMS sendiri memiliki layanan SMS gateway, email, OCC yang memberikan update perkiriman situasi di lapangan baik ada demo, banjir yang disampaikan kepada internal pengamanan maupun eksternal.[FR]