KSATRIA (BSP)–Indonesia Timur merupakan bagian wilayah jangkauan Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam mengembangkan bisnis jasa pengamanan. Mulai dari ujung barat Indonesia, Aceh hingga ujung timur yaitu Papua, BSP hadir melayani pengguna dalam industrial security.

Bisnis jasa pengamanan yang berkaitan langsung hubungan antara manusia dengan manusia lain rentan dengan godaan. Penjaga yang tergoda untuk melakukan tindakan yang tidak benar akan bisa merugikan pengguna dan perusahaan tempat ia bekerja. Karena itulah, BSP Wilayah Indonesia Timur memiliki jargon “Melayani dengan Hati, Menghidupkan Komunikasi dan Koordinasi”.

Menurut Head of Area Indonesia Timur, Sarwo Hadi, tantangan di bidang bisnis jasa pengamanan cukup berat. Sebab, seorang Satpam dituntut untuk terus menjaga asset perusahaan pengguna. Pengorbanan seorang Satpam harus benar-benar kita apresiasi dengan baik dalam menjalankan tugasnya.

Saat ini, BSP Wilayah Indonesia Timur memiliki personil sebanyak 1662 orang. Sebagian besar, mereka menyebar di perusahaan perbankan, sisanya di industri pertambangan yang ada di kawasan Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Memanage ribuan personil dengan latar belakang yang berbeda-beda tidaklah mudah. Sebagai seorang leader di wilayah tersebut, Sarwo dituntut untuk bisa memainkan komunikasi dengan user maupun anggota Satpam yang bekerja di lapangan. Mengingat, lokasi antara wilayah satu dengan yang lain sangat jauh.

“Kami menjalin komunikasi dan koordinasi salah satunya dengan membuat group dalam alat komunikasi kami (Handphone) yang mana semua laporan baik dalam waktu harian, mingguan maupun bulanan tetap terjalin sehingga  akan memudahkan kami dalam berkoordinasi,” jelasnya.

Sarwo mengakui kendala selama ini dalam menjalankan tugas adalah factor geografis yang ada di area Indonesia Timur yang sangat luas dan berbentuk kepulauan. Untuk itu, Sarwo menyiasatinya dengan cara mengadakan kunjungan yang berpola, yaitu sekali dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan untuk wilayah yang terjauh. “Alhamdulillah selama ini efektif yang terpenting komunikasi dan koordinasi kami dengan klien-klien kami setiap waktu terjalin,” ujarnya.

Untuk mempererat jalinan antar Satpam di kalangan BSP, Sarwo menjalin persahabatan diantara jajaran di lapangan dengan cara membuat team sepak bola, team volley dan team futsal untuk dipertandingkan antar sesama jajaran anggota.

Untuk mendukung lancarnya dalam bertugas, pihak BSP juga menjalin kerjasama dengan masyarakat dengan melakukan pendekatan secara adat dan kebiasaan mereka. Pihaknya juga menjalin komunikasi dengan ikut serta berpartisipasi dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh masyarakat di setikar tempat tugas.

Selain menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar, BSP juga menjaga hubungan baik dengan pihak kepolisian sebagai mitra dalam pengamanan. Sarwo menjelaskan, tugas pengamanan di lapangan erat kaitannya dengan kepolisian dalam hal pengamanan. Sebab Satpam adalah mitra kepolisian dalam hal pengamanan. “Kami juga bersilaturahim ke Polsek, Polres dan Polda di mana terdapat proyek–proyek kami,” jelasnya.

Untuk menjaga iklim yang kondusif dalam menjalankan tugas pengamanan, Sarwo berharap, lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi pada jajaran dan pada klien. selain itu, menumbuhkan dan meyakinkan pada calon customer atau klien bahwa BSP adalah BUJP yang terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Sarwo bersama seluruh team yang ada di Wilayah Indonesia Timur bertekad membuktikan pada klien bahwa team BSP baik yang ada di area maupun di pusat  sangat solid, sehingga ini akan menumbuhkan kepercayaan klien pada kita. [FR]