KSATRIA| Jakarta– Pendidikan vokasi sampai dengan hari ini masih menyisakan berbagai masalah, diantaranya lapangan kerja rata-rata hanya menyerap sekitar 40 persen lulusan vokasi. Demikian sumber dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Menyikapi hal ini, Panja Pendidikan Vokasi Komisi X DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan beberapa organisasi seperti KADIN, HIPMI, APINDO, ASITA, ABUJAPI, APSI, ASIM, APSA dan PHRI pada Senin, 10 Februari 2020 di Gedung DPR RI.

Adapun yang hadir dari asosiasi jasa pengamanan adalah Adi Mahfud (Dewan Pembina), Agoes Dermawan (Ketum), Suryawisesa Karang (Sekjen) dari Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), Azis Said dari Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), Dino Bimadwinanda Hindarto dari Asosiasi Security Industri Migas (ASIM) dan Abraham Soedira dari Asia Pacific Security Association (APSA).

Dalam RDPU kali ini, pembahasan seputar peta kebutuhan tenaga kerja di Indonesia dan regional, pemanfaatan lulusan pendidikan vokasi dalam dunia kerja, masukan terhadap regulasi yang diperlukan untuk sinergi pendidikan vokasi dan dunia kerja, tantangan industri atau dunia kerja dalam skala global, peran dunia usaha dan dunia industri dalam mendukung pendidikan vokasi, dan jumlah lulusan pendidikan vokasi yang diterima atau diserap oleh perusahaan. [roj]