Hari itu penampilan Ade Guna lain dari biasanya. Bahkan sesama anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa (BSP) pun sangat jauh berbeda, karena Ade tidak hanya memakai seragam putih biru tapi juga menggunakan selendang melingkar di pundak dan badannya. Selendang berwarna hitam keemasan itu bertuliskan “The Best Security Cabang Jakabaring.”

KSATRIA (BSP)–Salah satu anggota sekuriti BSP ini baru saja meraih penghargaan sebagai juara kedua pada ajang pemilihan Duta Layanan Bank Sumsel Babel 2015. Malam penghargaan yang berlangsung di Hotel Novotel Sumatra pada 28 November 2015 itu cukup meriah. Selain mendapatkan cinderamata, Ade juga mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp7.500.000 sekaligus voucher trip to Hongkong.

Setiap tahun, Bank Sumsel Babel menggelar ajang pemilihan duta layanan sebagai bentuk apresiasi dan terobosan di bidang pelayanan untuk menjadi bank yang terkemuka dan terpecaya di wilayah tersebut. Ajang pemilihan duta ini bukan hanya di bidang produk tapi juga pelayanan yang melibatkan personil sekuriti di dalamnya. “Alhamdulillah saya bisa bersaing dengan para senior satpam Bank Sumsel dan para kawan dari Tangkas dan Bravo,” ujarnya.

“Alhamdulillah saya bisa bersaing dengan para senior satpam Bank Sumsel dan para kawan dari Tangkas dan Bravo,”

Seperti diketahui bahwa sejak berdiri PT Bravo Satria Perkasa (BSP) concern menangani pengamanan perbankan. Ada sekitar 41 bank di Indonesia yang memakai jasa pengamanan BSP termasuk Bank Sumsel Babel Cabang Jakabaring Palembang. Dengan mengemban tugas sebaik-baiknya, sekuriti BSP tidak hanya memberikan pengamanan tapi juga pelayanan sehingga menjadi nilai tambah peingkatan mutu dan profesionalisme perbankan.

Ade mengatakan bahwa usahanya untuk meraih penghargaan harus melalui proses ketat. Pertama, Ade harus melewati proses seleksi dan menjadi perwakilan satpam Cabang Jakabaring. Setelah lolos Ade mengikuti karantina di hotel dari tanggal 24-28 November 2015 bersama 84 peserta dari 28 Cabang Bank Sumsel Babel yang terdiri dari satpam 28 orang, Customer Service 28 orang dan teller 28 orang.

Pada masa karantina peserta dibekali ilmu pelayanan dan juga penilaian terhadap para peserta untuk menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan predikat sebagai duta layanan Bank Sumsel. Disana peserta akan menjalani berbagai tes yaitu role play, tes tertulis dan tanya jawab, kemudian masuk malam final yang dihadapan jajaran direksi Bank Sumsel Babel dan seluruh karyawan/karyawati dari seluruh cabang. “Alhamdulillah saya bisa melewati tahap demi tahap semua tes yang dijadikan acuan untuk menjadi yang terbaik,” paparnya.

Anggota sekuriti yang mengharumkan nama BSP di Sumatra ini lahir di Desa Campang Tiga Ulu, Cempaka, Kabupaten Oku Timur pada tanggal 02 Juni 1989. Sejak bulan April 2013 ia bergabung di BSP dan ditempatkan di Bank Sumsel Cabang Pembantu Kertapati, Jakabaring. Dalam suasana kerja yang penuh kekeluargaan, Ade mampu bekerja sepenuh hati sehingga mampu menyikapi semua permasalah kerja dengan kepala dingin.

Suami dari Yunita Ardila ini mengawali karir sebagai sekuriti sejak tahun 2009 di pabrik tebu bernama PT Gula Komering. Disana Ade banyak berhadapan dengan masa sehingga jiwa pengamanannya semakin terlatih. Setelah bergabung di BSP, jiwa pengamanannya semakin terasah dengan ilmu dan arahan para pemimpin serta manajemen BSP yang selalu meningkatkan mutu SDM melalui pelatihan. “Sekuriti BSP sangat baik, profesional, disiplin dan berdedikasi tinggi. Saya merasakan bangga menjadi bagiannya di Sumsel,” terangnya.

“Sekuriti BSP sangat baik, profesional, disiplin dan berdedikasi tinggi. Saya merasakan bangga menjadi bagiannya di Sumsel,” terangnya.

Untuk itu, pria yang dikaruniai dua anak ini mengajak semua rekan sekuriti agar selalu mengikuti aturan yang berlaku di tempat kerja dengan kedisiplinan. Belajar dan terus belajar jangan pernah berhenti untuk menimba ilmu kepada yang lebih tinggi dan tidak malu menjalankan pekerjaan sebaik-baiknya. “Cintailah pekerjaan kita karena dengan mencintainya kita akan tahu, untuk siapa kita bekerja,” tandasnya. [FR]