KSATRIA, (BSP)—Pagi Minggu tanggal 18 Desember 2016, cuaca nampak cerah. Ratusan pasukan satuan pengamanan (Satpam) sudah terlihat memadati lapangan lalu lintas Polda Metro Jaya dalam rangka memperingati hari ulang tahun Satpam yang ke-36.

Kegiatan HUT Satpam ini turut dimeriahkan oleh Prof. Dr. Jend. Purn. Awaloeddin Djamin selaku Bapak Satpam Indonesia, serta beberapa pejabat dari Polri dan Polda. Di antara tamu yang hadir adalah Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo dan Direktur BSP Djarot Soeprianto.

Acara diawali oleh sambutan dan doa. Kemudian dilanjutkan pelepasan beberapa Satpam yang melakukan jalan santai, sementara satpam yang tidak mengikuti gerak jalan menikmati senam ceria yang dipandu oleh instruktur di atas panggung.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI), Aziz Said menyatakan bahwa perayaan hari ulang tahun Satpam tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tahunan yang sudah berjalan 13 tahun ini, meniadakan trnamen bola voli alasannya pesertanya sedikit.

“Tiap tahun kita selalu selenggarakan dua kegiatan sebagai rangkaian hut Satpam. Tahun ini voli sengaja ditiadakan karena peserta semakin susah. Kumpulkan tim voli sulit, penggantinya ke depan kita akan adakan pertandingan futsal satpam,” kata Aziz, (18/12).

Selain gerak jalan dan senam, acara ini juga dimeriahkan oleh hiburan musik dan kuliner serta beberapa lomba dengan hadiah yang menarik.

Aziz juga menambahkan, terkait Upacara HUT Satpam akan diadakan di lapangan Monas pada bulan Januari 2017 nanti. Acara tersebut akan diikuti oleh 30.000 satpam dari berbagai BUJP. Dalam Upacara tersebut sekaligus akan diumumkan juara lomba gerak jalan.

Sementara itu, Bapak Satpam Indonesia, Awaloeddin Djamin memaparkan peran Satpam dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Satpam punya peran besar bantu Polri laksanakan fungsi kepolisian meski terbatas. Negara aman sekarang karena ada satpam,” katanya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa saat ini tanggung jawab seorang Satpam sangat besar dan banyak di antaranya yang menjadi korban kekerasan pelaku kriminal ketika sedang melaksanakan tugas.

“Saudara harus bangga walau di perusahaan dianggap bawahan. Kalian semua harus penuhi garda pratama. Kalian orang penting di negara ini. Saudara harus bangga dengan profesi satpam,” tegasnya.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kapolri ini mengimbau agar profesi sebagai Satpam jangan sampai disalahgunakan. “Jaga nama baik Satpam,” tandasnya. [FR]