KSATRIA | Jakarta–Menkopolhukam Mahfud MD mengirimkan 12 nama calon anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ke Presiden Joko Widodo. Dari sejumlah nama yang disodorkan tersebut, ada nama Irjen Pol (Purn) DR. Benny Josua Mamoto alias Benny Mamoto.

Nama tersebut sudah tak asing lagi di dunia kepolisian maupun reserse. Pria kelahiran Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, pada 7 Juni 1955 ini pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional.

Usai pensiun, ia pun memantapkan diri ikut seleksi calon anggota Kompolnas. Berbicara perjalanan karir pensiunan jenderal satu ini bisa dibilang moncer, khususnya di bidang antiteror Densus 88 hingga bidang reserse lainnya.

Ia juga sempat menjabat Ka Unit I/Keamanan negara-Separatis, Dit I Bareskrim Polri (2001), Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006). Kemudian pernah menjadi Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007- 2009), Direktur Badan Narkotika Nasional – BNN (2009 – 2012) Brigadir Jenderal hingga Deputi Pemberantasan Narkotika BNN, Inspektur Jenderal (2012-2013).

Sejumlah penyelidikan hingga penyidikan kasus kelas kakap pun pernah dilakoninya. Seperti pemeriksaan saksi kasus pembunuhan Beng Seng di Hongkong dan Shenzhen, Tiongkok, penyelidikan kasus perbankan ke Hongkong, penyelidikan kasus BLBI ke Los Angeles, Amerika Serikat serta penyelidikan kasus BLBI ke Singapura.

Ia pernah dilibatkan juga dalam penyelidikan kasus bom di KBRI Paris, Perancis, pemeriksaan tahanan kasus teror di Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Kabul, Afganistan, penyelidikan kasus teror di Pakistan. Selanjutnya penyelidikan kasus pencurian benda cagar budaya ke Jerman, memimpin operasi pembebasan sandera di Philipina.

Dosen PTIK ini pun pernah menjadi anggota Tim Pemburu Koruptor Kantor Menkopolhukam, hingga anggota Tim Pembebasan Sandera Departemen Luar Negeri.

Bagi Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), nama Benny Mamoto sudah tidak asing lagi. Karena Benny adalah salah satu Dewan Kehormatan ABUJAPI. Bahkan ia salah satu sosok yang mengusulkan alm. Awaloedin Djamin menjadi pahlawan karena kiprahnya.

Benny selalu teringat dengan Bapak Satpam Indonesia almarhum Prof Dr Awaloddin Djamin MPA yang sampai akhir hayatnya masih memikirkan berjuang untuk satpam. “Kami sedang mengusulkan beliau sebagai pahlawan karena kiprahnya yang luar biasa,” ungkapnya.

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menyambut positif bila Benny Mamoto masuk menjadi kandidat Kompolnas. “Beliau memiliki prestasi yang membanggakan di kepolisian, kami keluarga besar ABUJAPI sangat mendukung beliau menjadi Kompolnas,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Rabu (29/7/2020).

Agoes juga menambahkan, rekam jejak Irjen Pol Purn Benny Mamoto, dikenal sebagai figur yang bersih, santun dan cerdas serta bersahaja dan memiliki segudang prestasi selama masih bertugas di kepolisian.

“Kami dari ABUJAPI berharap beliau masuk dalam Kompolnas dan dapat membantu memperkuat citra serta kinerja Kepolisian Indonesia kedepan lebih profesional dan semakin dicintai rakyat,” tegasnya.

Senada dengan Ketua Umum ABUJAPI, Sekretaris ABUJAPI Suryawisesa Karang memiliki harapan yang sama atas pencalonan Irjen Pol Purn Benny Mamoto di Kompolnas. “Pencalonan beliau sudah sangat tepat. Pengalaman dan prestasi beliau selama berdinas memiliki banyak prestasi,” jelasnya.

“Beliau sangat peduli dan concern terhadap perkembangan satpam dan industrial security, diharapkan bila beliau duduk di Kompolnas dapat lebih menyuarakan dan mensinergikan kebijakan Polri untuk perkembangan kemajuan satpam dan industrial security,” jelasnya. [admin].