KSATRIA, (BSP)–Dir Binmas Polda Aceh Kombes Erwin Usman mengungkapkan, dari 5.000 tenaga satuan pengamanan (satpam) yang tersebar di seluruh Aceh, 4.000 di antaranya belum memiliki kartu tanda anggota (KTA).

“Untuk itu, perusaaan penyedia jasa pengamanan agar segera menyekolahkan satpamnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda-1) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Aceh di Banda Aceh, Rabu (25/1).

Pada Musda dihadiri oleh Ketua Umum ABUJAPI Pusat Budi Rianto, serta Ketua Bid. Organisasi dan Anggota, Joko PN Utomo.

Ketua Umum ABUJAPI Budi Rianto juga menyampaikan, satpam mengemban tugas yang mulia sesuai dengan amanah undang-undang bersama pihak kepolisian menjaga kemananan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengatakan, tenaga satpam wajib memiliki sertifikat yang benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan diharapkan kepada penyedia jasa pengamanan menggandeng pihak terkait untuk menjaga keamanan dalam negeri.

“Sebagai mitra kepolisian penyedia jasa tenaga kerja satpam harus menggandeng pihak kepolian demi terwujudnya keamanan dalam negeri,” ujarnya.

Dalam Musda-I ABUJAPI Aceh itu melalui sidang pleno terbuka juga telah ditetapkan Nasrul Azan sebagai Ketua ABUJAPI Aceh masa bakti periode 2017-2022.

Menurut Nasrul, saat ini jumlah perusahaan dan satpam di Aceh masih belum banyak. Perusahaan yang tergabung di ABUJAPI juga masih sedikit, “Perusahaan jasa pengamanan sekitar 60 perusahaan, sedangkan yang resmi masuk ABUJAPI hanya 20 perusahaan,” katanya, Sabtu (28/1/2017).

Nasrul berharap, ke depan perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan diri ke ABUJAPI bisa lekas mendaftarkan diri di asosiasi yang resmi. Ia mengakui, di Aceh banyak perusahaan dari Jakarta yang membuka cabang.

“Saya berharap, perusahaan-perusahaan yang ada cabang di Aceh untuk melaporkan dan bergabung di ABUJAPI Aceh,” paparnya.

Terpilihnya Narsul sebagai Ketua ABUJAPI Aceh, ia berharap ke depan satpam di Aceh semakin banyak yang mengikuti pendidikan dasar Gada Pratama sebagai bukti pernah mengikuti pendidikan kesatpaman. “Mereka yang sudah mendapatkan ijazah bisa lebih siap untuk ditempatkan di perusahaan yang membutuhkan,” jelasnya.

“Tahap demi tahap kita akan konsolidasi untuk kemajuan satpam di wilayah Aceh. Kepengurusan ini semoga bisa membawa perubahan yang signifikan untuk perusahaan jasa pengamanan menjadi lebih baik dan satpamnya juga,” ujarnya.

Dalam Musda Abujapi Aceh ini, PT. Bravo Satria Perkasa juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Musda. Papan bunga berhias bunga dengan nama Bravo Satria Perkasa menghiasi di sekitar Musda. [ROJI]