Dedikasi dalam menjalankan tugas, akhirnya menuai hasil. Ketika Bank Papua menyeleksi para satpam yang memiliki kualitas dalam menjalankan tugas. Abu Rumakat, namanya terangkat sebagai Satpam terbaik dari Bank Papua. Berikut kisahnya.

KSATRIA–Abu Rumakat sedikit dari sekian banyak satpam yang berhasil mengharumkan nama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) di wilayah Indonesia bagian timur tersebut, anggota satpam yang selalu tampil rapi ini meraih penghargaan sebagai satpam terbaik se Papua dari Bank Papua.  Acara penganugrahan satpam berprestasi ini berlangsung di Lapangan Gor Cendrawasih Jayapura Papua pada 12 Januari 2016 lalu.

Dihadapan sejumlah tokoh dan lembaga yang menyelenggarakan penganugrahan security berprestasi, Rumakat dianugrahi sebagai satpam terbaik tahun ini. Di atas panggung, Rumakat tak bisa menyembunyikan kegembiraannya meraih hadiah dan sertifikat dari para penyelenggara. “Saya bersyukur bisa mengharumkan nama Bravo yang mendidik dan membina selama ini,” tutur pria berbadan tegap ini.

Penghargaan ini diberikan dengan berbagai petimbangan. Rumakat mengaku, untuk memperoleh penghargaan itu, banyak syarat yang harus dipenuhi dan melewati seperti ujian dan seleksi ketat. Setidaknya, integritas penilaian ini juga dapat dipertanggung jawabkan karena melibatkan tim khusus dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua serta Badan Usaha Jasa Pengamanan se-Papua.

Proses penilaian ini berlangsung selama satu tahun. Dewan juri menilai berdasarkan penampilan fisik, kedisiplinan dan pelayanan. Penilaian yang dilakukan secara tertutup ini juga tidak diketahui oleh anggota security. “Penilaian tersebut sangat ketat dan tertutup tanpa diketahui kita,” paparnya.

Dalam seleksi tersebut, Rumakat berhasil menyisihkan peserta dari seluruh anggota security yang berada di wilayah Papua. “Ini penghargaan dan prestasi yang pertama kalinya,” papar Rumakat dengan penuh bangga.

Secara umum, keberhasilan Rumakat juga berkat kerjakeras, serta arahan dan bimbingan dari chief di Bravo Satria Perkasa. Menurutnya, keberhasilannya ini bisa menjadi inspirasi bagi anggota security yang lain. Terutama dalam hal kedisiplinan, kerapian, penampilan, pelayanan dan loyalitas kepada perusahaan.

Pria yang sudah dikaruniai satu anak ini bekerja sehari-hari hanya  untuk perusahaan tempatnya bekerja. Ia tidak pernah berpikir bahwa apa yang dikerjakan sehari-hari ini bisa mengantarkannya terpilih sebagai security terbaik se-Papua. Dengan penghargaan itu Rumakat semakin termotifasi untuk lebih giat bekerja. “Iya saya lebih giat bekerja,” paparnya.

Rumakat tergabung dalam anggota satpam yang berkantor pusat di Jakarta ini sejak tanggal 3 Agustus 2011 – 3 Agustus 2013. Pada tahun 2015, posisinya berubah dari anggota menjadi Danru (Komndan Regu). Setiap hari, Rumakat bersiap menghadapi tantangan dan kendala dalam tugasnya. Misalnya ketika ada anggota yang tidak hadir dalam bertugas karena ijin. Tanpa berkeluh kesah Rumakat mengisi pos-pos yang kosong. “Sebagai Danru saya harus bertanggung jawab mengisi pos sambil mengontrol anggota di pos-pos yang lainnya,” tuturnya.

Menurutnya,  semua anggota memiliki tanggung jawab yang sama karena tugas tersebut menjadi tanggung jawab satu tim. Soal kedisiplinan, kelancaran bertugas dan jenjang karir semua tergantung dari pribadi masing-masing.

Pria kelahiran Garogos , 14 September 1982 ini menjalankan tugas pengamanan segabaimana tugas itu diamanahkan kepada security sebagai mitra polisi agar lebih maksimal mengemban tugas sebagai pamswakarsa. Agar tugas ini lebih maksimal, menurutnya harus ada aturan dari BUJP terhadap anggota security. Kedua, lebih sering mengadakan pelatihan dasar dan pelatihan pelayanan kepada anggota sekuriti sehingga selalu siap menghadapi situasi di lapangan.

Suami dari Fatmi Rupo ini menyadari pentingnya pendidikan dan pembinaan bagi seorang satpam. Dalam hal ini ia pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Gada Pratama pada Tahun 2014. Hasilnya, dirinya tidak hanya memiliki wawasan yang meningkat tapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. “Semangat kita bekerja keras dan bekerja ikhlas,” ujar pria yang memiliki moto hidup bekerja dan bekerja ini. [AM]