Bravo Satria Perkasa
03 Nov 2016

Apel Gabungan Kesiapsiagaan Pengamanan Pilkada 2017

KSATRIA, (BSP)–Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Tahap Kampanye dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (2/11). Apel yang diikuti empat ribuan dari gabungan unsur TNI, Polri dan Satpol PP ini dipimpin Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Pesta demokrasi di 101 wilayah. Kita masuk tahapan inti mulai penetapan paslon (pasangan calon) dan masuk masa kampanye yang berakhir Februari, nanti kita akan laksanakan pemungutan suara,” kata Tito dalam sambutannya.

Kapolri mengatakan, pesta demokrasi pilkada berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibnas) mengingat akan terjadi polarisasi pemecahan masyarakat.

“TNI dan Polri unsur penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran pilkada. Polri dan TNI dua pilar utama di negara kita. Sebagai kekuatan yang memiliki persenjataan dan pasukan, maka Polri dan TNI bagian integral dalam menjaga persatuan. Doktrin utamanya sama untuk tegakkan NKRI,” tambahnya.

Tito mengatakan, Polri dan TNI dituntut menyusun langkah guna mengatasi konflik. Apalagi dalam tahap kampanye berpotensi terjadi gesekan bahkan pelanggaran hukum antara paslon dan para pendukung.

“Itu semua sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Pilkada, dan semua aturan main diatur, tentunya ikuti tata cara ini. Penyampaian pendapat di muka umum dalam undang-undang diatur. Dalam dokumen PBB disebutkan penyampaian pendapat adalah hak warga negara yang punya kebebasan berekpresi,” sambung Tito.

Kapolri menuturkan, ada batasan dalam menyampaikan pendapatan dengan menghargai hak asasi orang lain. “Hak untuk mobilitas dan aktivitas warga juga harus dihormati. Jaga ketertiban umum. Ketiga patuhi aturan moral dan etika saat orasi tidak boleh mengganggu etika dan moral,” ujarnya.

Tito menegaskan, tidak boleh mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Polri dan TNI punya doktrin sama bagi kita kesatuan bangsa adalah mutlak,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam arahannya meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk mengerahkan tenaga maksimal untuk menghadapi demonstrasi yang marak jelang Pilkada Serentak 2017.

Jika situasi dianggap tak terkendali dan muncul tindakan anarkistis, maka prajurit TNI diminta tak segan menindak tegas yang dianggap mengganggu keamanan.

“Ini adalah perintah Panglima pada prajuritku, jangan kamu ragu. Apabila ada dampak berakibat pada dirimu, jangan ragu lakukan itu,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Saya yakin kamu tidak akan dipenjarakan karena sebagai saksi. Karena Panglima TNI yang memberikan perintah,” sambung Panglima TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, sudah menjadi tugas TNI untuk mengamankan aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan aman.

Dengan demikian, massa bisa efektif dan merasa nyaman menyampaikan aspirasinya. Namun, jika tensi meningkat dan mengancam keselamatan bersama, maka perlu ada tindakan keras dari TNI maupun Polri yang tergabung dalam satuan pengamanan gabungan.

“TNI tidak akan mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa dengan politisasi dan SARA,” tutup Panglima TNI. [FR]

 

02 Nov 2016

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

 

 

02 Nov 2016

20 Ribu Pasukan Siap Amankan 15 Titik Wilayah Aksi Damai, Mana Saja?

KSATRIA, (BSP)–Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan hampir 20 ribu personel untuk mengamankan Ibu Kota terkait dengan rencana unjuk rasa Aksi Bela Islam pada 4 November mendatang.

“Semua sudah hampir 20 ribu personel. Ada tambahan dari luar Polda Metro Jaya,” ucapnya di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 1 November 2016.

Personel tersebut merupakan personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait lain. Personel bantuan dari luar Jakarta, ujar Iriawan, berasal dari Banten, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Lampung, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya dikabarkan bahwa 5.630 personel Brigade Mobil (Brimob) gabungan dari sejumlah polda disiapkan untuk mengamankan Jakarta. Sistem pengamanannya akan dibagi dalam tujuh wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandara Soekarno-Hatta, dan personel siaga.

Wilayah Jakarta Pusat dibagi dalam 15 titik, di antaranya Gambir dengan 300 personel pelopor; kantor sementara Badan Reserse Kriminal (gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan) 100 personel pelopor; Istana Negara 950 personel yang terdiri atas personel pelopor, Brimob Polda Metro Jaya, dan Patroli Trail (Patra) Polda Metro Jaya; Balai Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta 400 personel Brimob Polda Jawa Timur dan Kalimantan Tengah; patung kuda 100 personel pelopor; Tugu Tani 100 personel Brimob Polda Metro Jaya; dan Jembatan Semanggi 100 personel Brimob Polda Metro Jaya.

Selain itu, titik-titik itu adalah gedung MPR/DPR/DPD dengan 500 personel Brimob Polda Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara, Atrium Senen 100 personel Brimob Polda Banten, Kedutaan Amerika Serikat 50 personel Patra Polda Metro Jaya, Lapangan Banteng 200 personel Brimob Polda Riau, gedung RRI 30 personel Brimob Polda Metro Jaya, Bundaran Hotel Indonesia 100 personel Brimob Polda Metro Jaya, dan Simpang Harmoni 100 personel Brimob Polda Kalimantan Selatan.

Wilayah Jakarta Barat ada dua titik, yaitu Jembatan Layang Tomang depan Mal Taman Anggrek dengan 100 personel Brimob Polda Bangka Belitung dan kawasan Glodok Taman Sari 100 personel Brimob Polda Bangka Belitung.

Wilayah Jakarta Utara ada lima titik, yaitu Gereja Stela atau Perumahan Pantai Indah Kapuk dengan 100 personel Brimob Polda Sumatera Selatan, Mangga Dua Pademangan 100 personel Brimob Polda Sumatera Selatan, Pantai Indah Kapuk 100 personel Brimob Polda Sumatera Selatan, Kelapa Gading 100 personel Brimob Polda Nusa Tenggara Timur, dan Pertamina Plumpang 100 personel Brimob Polda Nusa Tenggara Timur.

Wilayah Jakarta Selatan ada tiga titik, yaitu Blok M dengan 100 personel Brimob Polda Lampung, Kuningan 100 personel Brimob Polda Lampung, dan kawasan Pondok Indah 100 personel pelopor.

Wilayah Jakarta Timur terdapat dua titik, yaitu Pasar Jatinegara dengan 100 personel Brimob Polda Bengkulu serta Pusat Grosir Cililitan serta Cawang UKI 100 personel Brimob Polda Bengkulu. Wilayah Bandara Soekarno-Hatta akan dijaga seratus personel Brimob Polda Sumatera Barat.

Sedangkan di Silang Monas akan dijaga 600 personel yang terdiri atas Satuan III Pelopor dan Brimob Polda Kalimantan Timur, Markas Besar Kepolisian RI dengan 300 personel dari Satuan III Pelopor, Polda Metro Jaya 100 personel Brimob Polda Metro Jaya, dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 100 personel Brimob Kalimantan Timur.[]

Sumber: Tempo.co

02 Nov 2016

Inilah Protap Polri Amankan Aksi Damai 4 November

KSATRIA, (BSP)— Dalam pengamanan demo yang direncanakan berlangsung pada Jumat (4/11/2016) nanti, polisi akan menerapkan langkah pengamanan sesuai Perkap Nomor 16/2006 tentang pengendalian massa.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono demo yang akan berlangsung pada Jumat nanti merupakan sebuah aksi damai sehingga dalam penanganannya tidak akan melakukan tindakan kekerasan.

“Terkait unjuk rasa damai kita masih menggunakan Perkap No16/2006 tentang pengendalian massa [dalmas],” katanya, seperti dilansir JakartaBisnis.com, Selasa (1/11/2016).

Dalam Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Republik Indonesia No.16/2006 tentang pengendalian massa disebutkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan dan/atau tulisan secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan  ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pasal 1 ayat (2) disebutkan pengedalian massa awal tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian, dan digerakkan dalam menghadapi kondisi massa yang masih tertib dan teratur.

Lebih lanjut Awi menjelaskan jika sekiranya terjadi eskalasi dalam unjuk rasa dan mulai terjadi tindakan anarkis, maka pihak kepolisian akan mengambil langkah pengamanan sesuai dengan Perkap No. 1/2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Dia menerangkan bahwa berdasarkan perkap ini terdapat sekitar enam tahapan dalam menyikapi tindakan massa yang mulai beranjak anarkis.

Menilik Perkap nomor 1/2009 pasal 5 ayat (1) keenam pentahapan tersebut adalah kekuatan yang memiliki dampak pencegahan (deterrent); perintah lisan; kendali tangan kosong lunak; kendali tangan kosong keras; kendali senjata tumpul, senjata kimia, antara lain gas air mata, semprotan cabe, atau alat lain sesuai standar Polri; dan terakhir atau keenam yakni kendali dengan menggunakan senjata api atau alat lain yang menghentikan tindakan atau perilaku kejahatan atau tersangka yang dapat menyebabkan luka parah atau kematian anggota Polri atau anggota masyarakat.

Namun, menurut Awi, dalam demo 4 November nanti, pihak kepolisian akan mengabaikan tindakan yang terdapat dalam fase keenam yakni penggunaan senjata. Pihaknya hanya akan mengimplementasikan tindakan dari fase pertama hingga kelima sesuai dengan situasi yang terjadi.

“Fase keenam itu selama masa demo kita abaikan. Selama demonya masih dorong-dorongan, ini yang kita gunakan adalah fase pertama sampai kelima,” tambah Awi.

Dia juga menyebutkan jika sekiranya terjadi chaos atau kerusuhan maka pihaknya akan menyiapkan tindakan sesuai Prosedur Tetap (Protap) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No.1 1/2010 tentang penanggulangan Anarki.

“Apabila terjadi chaos yang dimaksud betul-betul terjadi kerusuhan, bukannya demo tetapi kerusuhan, kita bisa saja menyiapkan Protap, yaitu Protap No.1/2010 soal penanganan Anarkisme. Terkait dengan itu, polisi sudah menyiapkan instrument yang ada dengan perkuatan-perkuatannya,” katanya.

Namun, Awi sekali lagi mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait situasi selama demo nanti sebab yang akan berlangsung adalah aksi damai. Awi juga menyebutkan bahwa Ketua Umum FPI Habib Rizieq telah menyepakati untuk melakukan aksi damai. “Kita sudah sepakat, Habib Rizieq juga sudah sepakat secara damai,” katanya. [FR]

 

Translate »
error: Content is protected !!