KSATRIA–Lembaga penegak hukum sedang mempersiapkan keamanan siaga tinggi di Masjidil Haram. Masjid Agung dijaga oleh 180.000 anggota pasukan keamanan. Mereka dibagi antara personil kemanan Haji dan Umrah serta polisi Masjid al-Haram, polisi Makkah dan keamanan Presidensi Dua Masjid Suci.

Pasukan keamanan menggunakan sistem teknis pada layar komputer yang ditempatkan di pintu masuk dan pada rute yang mengarah ke Masjidil Haram. Pasukan kemanan memantau pergerakan pada pintu masuk dan jalur internal maupun atap masjid melalui jaringan dengan lebih dari 750 kamera.

Rencana keamanan untuk Masjidil Haram didasarkan pada memecah kerumunan dan mengarahkan jamah ke tempat kosong, serta mengorganisir jalur keluar dan masuk setelah shalat, memantau pergerakan potensi pencurian, pengemis dan mencegah sepeda motor dan sepeda memasuki daerah sekitar Masjidil Haram.

Menurut kepala kepolisian Masjidil Haram, Mayjen. Mohammad bin Wasal Al-Ahmadi, jumlah polisi telah ditambah pada pintu masuk untuk menghentikan kapadatan dekat Ka’bah. “Kami telah meningkatkan kewaspadaan di semua lokasi utama untuk menjaga keselamatan jamaah,” katanya dilansir ArabNews.

Pasukan Keamanan Haji, saat ini sudah mulai melaksanakan pengaturan penggunaan kendaraan di Provinsi Makkah dan tempat-tempat suci. Pasukan juga telah mulai mencegah orang tanpa izin haji memasuki Makkah. Demikian seperti dilansir Saudi Gazatte, 22 Agustus 2016.

Statistik yang dikeluarkan hingga Jumat lalu oleh Pasukan Keamanan Haji menunjukkan bahwa 70.000 orang yang datang ke Makkah tanpa izin haji. Pasukan Keamanan Haji menegaskan bahwa lebih dari 28.000 kendaraan telah disita dan dilarang masuk, karena mereka melanggar kondisi untuk mengangkut jamaah.

Kendaraan yang ditahan memiliki beban kurang dari 25 penumpang. Sementara kendaraan lainnya memenuhi persyaratan beban, tapi pemilik tidak membawa izin khusus untuk mengangkut jemaah haji seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan. Selain itu Pasukan Keamanan Haji memastikan bahwa mereka akan dikenakan hukuman terkait kendaraan dan sopir (driver) mereka, sejalan dengan peraturan dan arahan yang telah diberlakukan.

Pasukan Keamanan Haji menekankan kepada semua pihak yang telah datang untuk melakukan haji bahwa perlu untuk mendapatkan izin yang diperlukan. Ia juga menegaskan tidak akan bersikap lunak dengan siapa pun. Hal ini menekankan bahwa semua pihak harus mematuhi arahan untuk membawa jamaah haji dengan mendapatkan izin yang telah ditetapkan.

Dalam pengamanan pelaksanaan haji tahun 2016, pasukan keamanan Arab Saudi bersinergi dengan pasukan keamanan sipil, program ini setiap tahun diadakan dalam pengamanan jamaah sepanjang penyelenggaraan haji.

Pascaperistiwa pemboman di Madinah, beberapa waktu lalu, pemerintah Saudi menyatakan tidak mau kecolongan lagi, sehingga siap memperketat pengamanan di dalam negeri. Termasuk pengamanan ketat selama penyelenggaraan haji 2016.

Direktur Pertahanan Sipil Saudi di Mekah, Mayjen Salim Mautrofi, telah bertemu dengan Direktur Pertahanan Sipil untuk Masjidil Haram Brigjen Ahmed bin Abdul Aziz, mendiskusikan langkah-langkah pengamanan guna menjamin keselamatan seluruh jamaah selama musim haji tahun ini.[FR-berbagai sumber]