KSATRIA–Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 menjamin keamanan pelaksanaan PON 2016. Rencananya, PON akan dibuka Presiden Joko Widodo secara resmi pada 17 September 2016 di Stadion Gelora bandung Lautan Api (GBLA) dan ditutup Wakil Presiden RI Jusuf Kalla 29 September 2016.

Heryawan menegaskan, keamanan itu tidak hanya pembukaan dan penutupan acara tetapi juga selama pelaksanaan PON serta keamanan gelanggang (venue) untuk 44 cabang olahraga. “Keamanan venue seluruhnya sudah dicek oleh technical delegate (TD) ya. TD dan panitia pelaksana sudah mengecak. Venue sudah cocok, standar sudah internasional seluruhnya, sudah selesai,” kata Heryawan.

Pemprov Jabar tidak mau berspekulasi soal keamanan apalagi belum lama terjadi upaya peledakan bom di provinsi lain. Namun, dia menilai keamanan menjadi harga mati. Dia menjamin keamanan karena para tamu resmi dan delegasi yang terdiri dari atlet dan official mencapai sekitar 9 ribu orang. Angka ini, kata Heryawan mendekati angka tamu dalam olimpiade dengan delegasi sekitar 10 ribu orang.

Angka 9 ribu ini, diperkirakan Heryawan belum termasuk tamu pengunjung dari berbagai provinsi. Mereka diperkirakan ke Jabar menjadi penyemangat untuk timnya masing-masing. Heryawan meyakinkan semua tamu dapat merasa aman di Jawa Barat.

“Tertutup pun kita lakukan karena intelijen harus bekerja dengan baik untuk mendeteksi apa-apa saja gangguan keamanan yang terjadi. Itu untuk ditindaklanjuti oleh pasukan keamanan terbuka. Apalagi presiden datang, jadi keamanannya standar keamanan presiden, bukan keamanan biasa,” katanya seperti dikutip pikiran-rakyat.com.

Beberapa aspek pengamanan yang dilakukan selama PON antara lain:
– pengamanan kedatangan dan kepulangan kontingen
– pengamanan kirab Api PON XIX
– pengamanan upacara pembukaan dan penutupan
– pengamanan venue/lokasi pertandingan
– pengamanan akomodasi/penginapan
– pengamanan di jalur menuju dan kembali ke hotel
– pengamanan khusus SAR dan jihandak
– pengamanan tempat-tempat umum seperti pasar dan tempat wisata

Penanggung jawab keamanan diserahkannya pada Polda Jabar. Sehingga, standar keamanan sudah berstandar keamanan kepolisian yang dibantu TNI dan unsur-unsur lainnya. Biasanya, penjagaan keamanan dilakukan secara tertutup dan terbuka. Sekitar 13.000 personel Polri, TNI, Satpol PP, Satpam dan Pramuka akan dikerahkan. Pengamanan ini akan mengaktifkan 1 posko pengamanan tingkat polda dan 26 posko satgas tingkat polres dan polresta. [FR]