Bravo Satria Perkasa
13 Dec 2018

8 Tips Aman Tinggalkan Rumah Selama Liburan

KSATRIA| Sebentar lagi liburan panjang tiba, niat untuk bepergian ke luar kota bersama keluarga sudah dipikirkan dan direncanakan dari jauh-jauh hari. Namun, masih kepikiran dengan rumah yang akan ditinggal lama, kira-kira bagaimana jika ada pencuri atau perampok yang masuk?

Ya, perasaan was-was dengan keadaan rumah saat ditinggal pergi kadang memang menghantui seseorang, pikiran bisa tidak tenang dan membuat liburan jadi kurang dinikmati.

Melansir laman Wspa, berikut ini ada beberapa tips dan pencegahan yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk melindungi rumah dan harta bendanya ketika ditinggal pergi dan keadaan kosong:

  1. Alarm

Pastikan sistem alarm pencuri Anda diaktifkan sebelum meninggalkan rumah. Tempatkan tanda-tanda darurat di tempat yang mudah dijangkau, seperti jendela atau pintu.

Saat ini banyak perusahaan penjual alarm yang membuat aplikasi melalui HP yang memungkinkan pemilik rumah dapat memantau sistem alarm saat rumah dalam keadaan kosong, cara ini mungkin bisa dicoba.

  1. CCTV

Memasang alat perekam CCTV, di setiap sudut ruangan. Hal ini berguna misalnya rumah dimasuki seseorang, sehingga Anda bisa melihat rekaman orang yang berniat jahat di rumah Anda.

  1. Pastikan semua terkunci

Pastikan semua pintu dan jendela terkunci, jika memungkinkan kunci mati bautnya pada semua pintu dan eksterior, dan ini ide yang cukup baik.

  1. Tanda waspada

Buat tanda waspada di pagar. Tulisan seperti ‘Awas Ada Anjing Galak’ kadang perlu dibuat meski tidak memiliki anjing, cara ini kadang cukup ampuh untuk menakut-nakuti pencuri.

  1. Jangan posting di sosial media

Jangan posting di situs media sosial Anda pergi berlibur ke mana dan jangan juga posting foto saat masih berlibur, jika masih tetap ingin membagi foto liburan, sebaiknya posting setelah liburan selesai dan saat Anda sudah berada di rumah lagi.

  1. Pesan suara

Jangan membuat pesan suara melalui telepon rumah yang menerangkan Anda berada di suatu kota ketika sedang berlibur.

  1. Cek keadaan rumah

Minta tolong kepada teman, keluarga atau tetangga yang bisa dipercaya untuk sesekali memeriksa keadaan rumah ketika sedang bepergian yang cukup lama. Jika memang ada hal yang mencurigakan terjadi di rumah, minimal mereka bisa memberi tahu Anda dan melapor ke pihak keamanan yang terdekat.

  1. Sembunyikan barang mahal

Jangan letakkan hadiah atau barang-barang mahal, seperti perhiasan atau elektronik di tempat yang mudah terlihat seperti jendela. Sebaiknya masukkan barang-barang berharga di tempat yang aman dan susah dijangkau oleh orang lain. []

 

12 Jun 2018

Enam Tips Tinggalkan Rumah saat Mudik Lebaran

KSATRIA| Musim Lebaran identik dengan ritual mudik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Momen mudik ini biasa digunakan untuk merayakan Lebaran bersama sanak saudara maupun keluarga di kampung halaman.

Namun, ada hal penting yang juga perlu diperhatikan, yakni keamanan, khususnya rumah sat ditinggal mudik. Berikut beberapa tips keamanan untuk menjaga rumah tetap aman saat ditinggal mudik :

1. Cek dan pastikan semua pintu, jendela dan garasi rumah sudah tertutup rapat dan terkunci.

2. Bila perlu pasang tambahan pengaman, seperti kunci pengaman tambahan atau alat keamanan yang lainnya seperti CCTV di sudut-sudut strategis.

3. Matikan aliran listrik yang dianggap tidak perlu, seperti TV, Kulkas dan AC. Kompor gas juga dipastikan aman agar tidak terjadi kebakaran.

4. Jangan meninggalkan barang berharga di rumah, seperti uang dan perhiasan. Simpan barang berharga tersebut di bank atau titipkan ke orang yang dipercaya.

5. Hidupkan lampu depan agar tidak terlihat kosong saat rumah ditinggalkan.

6. Lapor kepada pihak yang berwenang, seperti RT atau memberitahu tetangga sekitar jika rumah dalam keadaan kosong. Atau jika di perumahan beri tahu satpam.

 

12 May 2017

Keamanan, Unsur Penting Saat Mencari Properti

KSATRIA, (BSP)–Menurut hasil survei situs Rumah.com, Property Affordability Sentiment Index, sebanyak 87% pencari properti menganggap keamanan dan kenyamanan lingkungan sebagai faktor terpenting kedua, setelah lokasi yang mencapai 98%.

“Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial, informasi adanya aksi kriminal di berbagai wilayah dapat tersebar dengan cepat. Masyarakat pun dapat mengambil langkah pencegahan dan mewaspadai agar peristiwa tersebut tidak menimpanya,” ucap Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

“Dan jika aksi kriminal sering terjadi di wilayah tertentu, maka hal ini bisa membuat calon pembeli akan mengurungkan niatnya untuk membeli properti di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Meski demikian, Wasudewan menambahkan, pemerintah daerah dan kepolisian di berbagai wilayah juga berusaha keras untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya.

Sebagai contoh adalah wilayah Depok. Meski laporan aksi kriminalitas sepanjang tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Polresta Depok segera merespon dengan meluncurkan aplikasi Panic Button dan Halo Polisi yang beroperasi di smartphone berbasis Android.

Pada 2015, Polresta Depok memperoleh 3.068 laporan kriminalitas, dan sebanyak 3.637 laporan pada 2016. Strategi yang dilakukan Polresta Depok ini bisa menambah keyakinan masyarakat terhadap keamanan di wilayah tersebut.

“Dan dengan keunggulan lain, seperti akses menuju transportasi publik yang memadai serta infrastruktur yang terus berkembang, Depok selalu berada dalam 10 Lokasi Favorit Pencari Properti di Rumah.com sepanjang tahun lalu,” ujarnya.

Begitu pula dengan Bogor dan Bandung yang menempati posisi pertama dan kedua dalam jumlah kasus kriminalitas di Jawa Barat selama tahun 2016. [ROJI]

 

Translate »
error: Content is protected !!