Bravo Satria Perkasa
09 Dec 2019

Satpam BSP menjadi Kepala Desa di Donggala

KSATRIA| Donggala–Selalu ada jalan untuk kebaikan. Salah satu personil satpam PT Bravo Satria Perkasa di Donggala mendapatkan amanah dari warganya untuk menjadi Kepala Desa desa Oti Kecamatan Sindue Tobata Donggala.

Menurut Head of Area BSP Indonesia Timur Sarwo Hadi, personil BSP yang bernama Pasale  terpilih menjadi kepala desa, sebelumnya Pasale bertugas di BSP selama 5 tahun 9 bulan dengan penempatan proyek di PT. AAM.

Karena kejadian luar biasa yang menyebabkan AMM tutup, maka Pasale ditarik sementara dari tempat tugas, karena wilayah proyek AAM rusak di hantam sunami sejak 28 September 2018, sehingga proyek AAM tutup.

“Sembari menunggu penempatan yang baru, Pasale mncalonkan menjadi Kades dan akhirnya terpilih oleh mayoritas warganya,” ungkapnya.

Atas terpilihnya Pasale sebagai kepala desa, maka Keluarga Besar BSP merasa bangga dengan keberhasilan Pasale bisa terpilih menjadi kades.

Pasale yang merupakan anak didik dari Brigadir Jamrin pesonil Dit Binmas ini, melanjutkan profesi barunya untuk membangun desanya. “Selamat menjalankan tugas Pasale, semoga desa Oti semakin maju,” ungkapnya. [roj]

 

20 Nov 2019

Irjen Firli Resmi Menjabat Kabaharkam Polri

KSATRIA| Jakarta–Mabes Polri menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kabaharkam, dari Irjen Condro Kirono kepada Irjen Pol Drs Firli Bahuri, MSi. Upacara dipimpin Kapolri Jenderal Idham Aziz selaku inspektur upacara.

Terdapat 4 pati Polri lain yang ikut serah terima jabatan. Mereka adalah Irjen Istono sebagai Kepala Korlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Refdi Andri, Irjen Priyo Widyanto sebagai Kapolda Sumatera Selatan yang sebelumnya diduduki Irjen Firli, Kapolda Kaltim Irjen Muktiono, dan Kapolda Babel Irjen Istono.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya selaku pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; bahwa saya akan mentaati segala peraturan perundang-undangan dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab,” sumpah Firli dalam upacara sertijab di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

“Bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan,” lanjut Firli.

Mutasi Firli tertuang dalam surat telegram bernomor ST/3020/XI/KEP./2019 yang terbit pada Jumat, 8 November 2019. Surat telegram tersebut diteken Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM) Irjen Eko Indra. [roj]

 

 

04 Oct 2019

APSI Aceh Audiensi ke KADIN Soal Pemberdayaan BUJP Lokal

KSATRIA| Aceh–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Aceh menggelar audiensi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh pada Selasa, 2 Oktober 2019. Audiensi diterima langsung  oleh Ketua Umum Kadin Aceh H. Makmur Budiman, SE.

Ketua DPD APSI Aceh Zuhaimi Agam mengatakan ada beberapa persoalan di Aceh dalam hal ini terkait Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) lokal yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di Aceh, yang terjadi selama ini dikerjakan oleh BUJP luar seperti di perbankan dan kantor kantor lain di Aceh.

Zuhaimi menambahkan, BUJP yang ada di Aceh, legalitasnya sama dengan BUJP dari luar, “Kalau kami tidak diberi kesempatan dikuatirkan akan gulung tikar, APSI Aceh meminta sama sama Gubernur Aceh melalui Kadin supaya mebantu mengeluarkan surat kepada pengguna jasa pengamanan dan memberi kesempatan kepada BUJP lokal,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity.com, Selasa (2/10).

Sementara itu Ketua Kadin Aceh H. Makmur Budiman menyambut baik kehadiran pengurus DPD APSI, kedepan pihaknya akan selalu sinergi dan berkonsultasi untuk kita upayakan bagaimana BUJP lokal bisa diberdayakan. “Apapun surat  yang diperlukan, kami akan keluarkan untuk kemajuan APSI Aceh,” tegasnya.

Makmur menambahkan, gubernur sangat mendukung apapun kegiatan usaha di Aceh harus pengusaha lokal yang mengerjakan, buktinya gubernur sedang memproses peraturan gubernur (Pergup) tentang mengutamakan pengusaha lokal, ”Pak gubernur sangat serius tentang itu, tapi pengusaha yang ada di Aceh harus ikut regulasi yang ada dan kita harus tinggalkan budaya lama menuju dunia digital masa kini,” ungkap Makmur. [roj]

15 Sep 2019

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

13 Sep 2019

Satpam BSP Nobar Film Gundala Bersama ABUJAPI

KSATRIA| Jakarta– Tidak seperti biasanya, Senayan Plaza XXI berseliweran orang-orang berbaju biru putih dan biru. Mereka adalah para satpam yang sedang menunggu jam tayang film Gundala. Ada sekitar seratus satpam dari berbagai BUJP siap nobar film Gundala.

Kegiatan nobar film Gundala ini diselenggarakan oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) di bioskop Senayan Plaza XXI pada Kamis, 12 September 2019 pukul 16.30 bersama sekitar seratus petugas satuan pengamanan (Satpam).

Di antara ratusan satpam yang hadir, sebagian adalah satpam PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang berjumlah 12 orang. Keberadaan satpam BSP ini langsung dikomandoi oleh Presiden Direktur BSP, Joko PN Utomo.

Menurut Joko yang juga Ketua 1 Bidang Organisasi di ABUJAPI ini, kegiatan ini untuk mengambil intisari dari film yang menggambarkan tugas seorang security yang ternyata juga sebagai Gundala. Kisah-kisah heroik sang lakon harus menjadi inspirasi para satpam yang melihatnya.

“Kami bersama 12 satpam hadir bersama satpam-satpam dari BUJP lain, keakraban ini bisa memberikan rasa kebersamaan antar satpam,” katanya.

Nobar film Gundala ini juga mengundang personil dari Mabes Polri, lintas asosiasi security dan pemilik BUJP. Hadir Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Ricky F Wakanno, Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto, Asia Pacific Security Association ( APSA) Abraham Soedira dan pengurus BPP ABUJAPI.

Sebelum acara nobar, para pemeran di film Gundala menyampaikan terimakasih kepada ABUJAPI karena telah mengajak para satpam untuk ikut menonton film yang memang sosok Sancaka yang berjuluk Gundala ini adalah berprofesi sebagai satpam di perusahaan media.

Sementara itu, Drs Ricky F Wakanno memberikan apresiasi atas ditayangkannya film Gundala ini, ia berharap film ini memberikan pesan kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap tindak kejahatan di sekitarnya.

Ricky juga berharap film Gundala ini bisa menjadi inspirasi bagi para satpam dalam menjalankan tugasnya. Pesan dalam film Gundala ini, bahwa sebagai satpam harus peduli dengan lingkungan sekitarnya. “Kalau di luar ada Avanger, maka di sini ada Gundala,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity.com. [roj]

 

 

 

 

 

 

03 Sep 2019
evakuasi-bsp

Konflik Papua, BSP Bersinergi dengan TNI & Polri Jaga Aset Klien  

KSATRIA| Makassar–Papua sempat memanas dalam sepekan terakhir, berbagai demonstrasi terjadi di beberapa kota seperti di Jayapura, Manokwari, Sorong dan lain sebagainya. Beberapa asset Negara juga menjadi amuk massa yang menyebabkan kerugian tidak sedikit.

Menyikapi demonstrasi yang terjadi di beberapa kota di Papua, Head of Area Indonesia Timur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Sarwo Hadi menjelaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan keamanan di Papua ini. “Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak TNI dan Polri sebagai mitra kami dalam pengamanan ini,” ungkapnya.

BSP Indonesia Timur, tambah Sarwo, sebagai perusahaan jasa pengamanan ini akan tetap menjalankan tugas-tugasnya dalam menjaga asset perusahaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena itu, BSP selalu berkoodinasi dengan pihak keamanan untuk mengupdate situasi yang ada.

Bahkan untuk menjaga kondusivitas area klien, para petugas satpam BSP masih tetap berjaga mengamankan asset perusahaan. Tak hanya itu, anggota TNI yang bermitra dengan BSP juga mendistribusikan sembako untuk para satpam BSP yang sedang bertugas.

Sarwo Hadi juga menambahkan, pihaknya juga turut mengevakuasi beberapa klien BSP yang ingin ke bandara Sentani menuju ke Makassar. “Kami selalu berjaga untuk keamanan para klien dalam situasi apapun, karena itu komitmen,” tegasnya.

“Berita hoax banyak menyelimuti dunia medsos yang memprovokasi saudara-saudara di Papua sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi di beberapa kota besar di Papua dan Papua Barat,” kata salah satu Pengurus Asosiasi Profesi Satpam Indoneisa (APSI) ini.

Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi sudah hampir tidak terjadi karena ajakan atau himbauan dari beberapa orang, setelah melihat apel siaga yang dilakukan oleh pasukan Brimob dan TNI dengan jumlah besar, “Kelompok-kelompok kecil dibeberapa titik yang biasa menjadi titik kumpul pendemo, akhirnya bubar pelan-pelan,” terangnya.

Sarwo Hadi berharap kejadian yang merugikan banyak pihak ini dan kejadian anarkis di tanah Papua dan Papua Barat karena akibatnya sangat merugikan bagi semua pihak semoga tidak akan terjadi lagi. “Jangan ada lagi yang mudah terprovokasi dengan adanya berita-berita hoax di medsos sehingga tidak menyulut emosi golongan tertentu,” tegasnya. [roj]

21 Aug 2019

ABUJAPI Gagas Sinergi Asosiasi Security di Indonesia    

KSATRIA| Jakarta–Tema besar dalam Munas ke-3 Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) di Semarang beberapa waktu lalu adalah memperkuat hubungan kelembagaan dalam upaya pengembangan Industrial Security di Indonesia.

Untuk mewujudkan penguatan kelembagaan ini, ABUJAPI mengundang asosiasi-asosiasi security dalam Rapat & Silaturahim Kepengurusan BPP ABUJAPI masa bakti 2019-2024 di Kantor BPP ABUJAPI, Rabu (21/8/2019).

Nampak hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto, Asia Pacific Security Association ( APSA) Abraham Soedira, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) Inne Yuanizza, dan Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) Sanny Suharly.

Menurut Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan sudah saatnya asosiasi-asosiasi security bisa duduk bersama untuk bersinergi. “Industrial security tidak bisa jalan sendiri-sendiri, tetapi salaing bersinergi,” ungkap Agoes Dermawan membuka rapat dan silaturahim di Jakarta seperti dilansir Jurnalsecurity.com.

Agoes memberikan contoh, misalnya APSI memiliki program nasional bisa bersinergi dengan asosiasi lain untuk saling menguatkan, baik itu yang ada di pusat maupun di daerah. “BPD ABUJAPI di daerah siap bekerjasama untuk program kegiatan,” ujarnya.

Ada tiga di ABUJAPI yang akan dikembangkan dalam waktu dekat. Pertama, kekuatan kelembagaan. “Kami akan memperkuat dengan stakeholder terkait seperti dengan Polri, Kadin atau Apindao. Jadi kami akan memperkuat hubungan ini,” tegasnya.

Kedua, kerjasama dengan hubungan ketenaga kerjaan di Kemenaker, misalnya mempertegas  persoalan bisnis outsourcing yang selama ini belum banyak mengerti bagaimana hubungan kerja ini. Selain itu, ABUJAPI telah menjadi anggota luar biasa Kadin, di mana Kadin akan memfasilitasi yang berhubungan dengan pengembangan ABUJAPI ke depan.

Ketiga, menjalin kerjasama dengan BPJS tenaga kerja. Kerjasama ini kita jalankan program dengan melibatkan BPD dan BUJP.

Agoes juga menambahkan bahwa ABUJAPI bisa menjadi rumah besar bagi asosiasi-asosiasi security di Indonesia. Bahkan ABUJAPI juga akan membuat program pendidikan bernama ABUJAPI Learning Center.

“Learning center ini penting untuk memberikan pencerahan kepada BUJP-BUJP yang masih belum maksimal mengelola BUJP, karena banyak di daerah yang tidak memahami mengelola BUJP, mereka harus diberdayakan, sehingga anggota ABUJAPI mendapatkan manfaat daro program ini,” jelasnya.

Program lainnya adalah pemuliaan profesi satpam, salah satunya dengan memberikan jalan untuk para satpam yang belum mengikuti pelatihan gada pratama dengan cara dibiayai oleh bantuan vokasi dari BPJS tenaga kerja.

“Kalau satpam ikut gada pratama biaya sendiri cukup memberatkan. Kami sudah memberikan peluang BPJS untuk memberikan vokasi sampai akhir tahun sebanyak 20.000 personil, karenanya gada pratama nantinya bisa dicover oleh BPJS,” tegasnya.

Bukan hanya dari vokasi BPJS, tapi juga ada peluang lain dari Kementerian Tenaga Kerja, di mana ada bantuan vokasi sebesar 14 juta per orang. Dana bantuan ini nantinya bisa digunakan untuk pendidikan anggota satpm yang belum ikut gada pratama.

ABUJAPI ke depan juga akan menjajaki dengan dunia pendidikan. Salah satunya dengan Akademi Ilmu Kepolisian untuk membuat prodi kajian manajemen security. “Program ini tidak bisa berjalan sendiri tapi harus sinergi semua asosiasi kesatpaman.  Kita bisa saling menguatkan untuk pemuliaan satpam ke depan,” tuturnya. [roj]

 

 

12 Jul 2019

HUT BSP ke-17 Semakin Maju dan Berkembang

KSATRIA| Jakarta–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar syukuran hari ulang tahun BSP yang ke-17 dan ulang tahun Koperasi Security BSP yang ke-11 di hotel Swiss-Belresidences Kalibata, Jumat 12 Juli 2019 siang.

Ratusan karyawan, staf, manajer dan direksi berkumpul untuk menggelar potong tumpeng dan bagi-bagi doorprize untuk para peserta yang hadir. Setelah potong tumpeng, panitia menayangkan video-video hasil karya karyawan BSP, temanya tentang HUT BSP.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo merasa bersyukur dan bangga akan keberadaan perusahaan yang ia kelola ini hingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“17 tahun BSP berdiri dan hadir sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan. Perjalanan panjang ini semakin mengokohkan keberadaan BSP untuk semakin maju, tumbuh, dan berkembang di Indonesia,” ungkapnya dalam sebuah video pendek yang ditayangkan saat acara berlangsung.

Joko menegaskan, bahwa kehadiran BSP bercita-cita memuliakan profesi Satpam. Sebuah profesi mulia yang membuat seseorang mampu terus mendedikasikan dirinya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain. “Oleh karena itu, BSP bukan hanya sebuah bisnis, melainkan juga sebagai ladang ibadah untuk menjadi berguna bagi masyarakat secara luas dan keluarga besar BSP secara khusus,” terangnya.

Joko menambahkan berkat dedikasi maksimal seluruh jajaran yang ada, BSP kini dapat menjadi Badan Usaha Jasa Pengamanan terbaik dengan jumlah personil terbanyak dan cakupan wilayah terluas yang tersebar di seluruh nusantara.

“Masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi. Semoga di usia ini dapat dijadikan momentum untuk melepaskan energi positif sehingga dapat mewujudkan spirit kebersamaan agar kinerja menjadi lebih optimal dan professional,” jelasnya.

Joko berharap agar seluruh jajaran dapat terus berupaya merealisasikan visi dan misi perusahaan dengan energi dan semangat yang besar dalam berkarya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam membesarkan BSP selama ini,” tuturnya.

Terima kasih juga ia sampaikan untuk para pengguna jasa BSP yang terus mempercayai BSP dalam mewujudkan komitmen sebagai BUJP yang handal dan profesional. Begitu juga seluruh instansi pemerintahan yang bekerja sama dalam membantu BSP agar terus sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Terakhir, tentu saja, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit satuan pengamanan BSP dari Sabang sampai Merauke, yang bersungguh – sungguh dalam menjalankan tugas di bawah naungan bendera Angsa Pati, Bravo..Bravo..Bravo..! Semakin Luar Biasa!” tegasnya. [roj]

 

23 Jun 2019

HUT Bhayangkara ke-73, APSI Sulsel Gelar Donor Darah

KSATRIA| Makassar–Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-73, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) DPD Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kepolisian Daerah Sulsel Cq. Direktorat Binmas menggelar donor darah bersama anggota satpam yang ada di Makassar, Sabtu 22 Juni 2019.

Menurut Ketua DPD APSI Sulsel APSI Abdi Asmara, SH melalui Sekertaris Umum APSI Sulsel, Muh.Tri Yono, SIP, MM bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian profesi satpam akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan terhadap masyarakat yang membutuhkan darah.

“Profesi satpam yang selama ini dikenal sebagai profesi yang melaksanakan fungsi-fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerjanya, terus berupaya untuk mengenalkan profesi ini sebagai bagian dari masyarakat yang terlatih dan berdedikasi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban,” jelasnya seperti dilansir situs satpamapsi.com.

Ia juga menambahkan bahwa profesi satpam sebagai salah satu komponen yang mendukung Polri dalam penciptaan Kamtibmas, hal ini tercantum dalam UU No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Binmas Polda Sulsel, Kombes Pol Markilat Heru Prasetyo, Kasubdit Polsus Satpam, Akbp.Muh Siswa, beserta pengurus APSI lainnya,  Sarwo Hadi yang juga sebagai Head of Area BSP Indonesia Timur. Adapun jumlah kantong  darah yang didonorkan dalam kegiatan tersebut berjumlah 75 kantong. [roj]

20 May 2019

BSP Area Jawa 2 Gelar Konsolidasi dan Buka Bersama

KSATRIA| Yogjakarta–Ramadhan adalah bulan berkah. Banyak perusahaan yang menggelar buka bersama untuk meraih keberkahan itu. Salah satunya PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa 2 menggelar buka bersama direksi yang dipimpin Head of Area Heru Wibowo.

Kegiatan buka bersama BSP Area Jawa 2 ini digelar pada Jumat, 17 Mei 2019 di Hotel Harper Yogjakarta. Buka bersama kali ini dihadiri juga oleh Direktur BSP H. Djarot Soeprianto dan GM Ops Busines serta seluruh staf BSP Area Jawa 2.

Dalam acara buka bersama tersebut, pertemuan juga membahas seputar perkembangan BSP, khususnya di Area Jawa 2. Pertemuan ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahim dan memperkuat tim BSP Jawa 2. [ro]

 

Translate »
error: Content is protected !!