Bravo Satria Perkasa
04 Dec 2019

BSP Area Sumatera Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran

KSATRIA| Sumsel—PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Sumatera menggelar beberapa giat pembinaan para satpam terkait pemadaman kebakaran. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran di area kerja.

Kegiatan pembinaan pemadaman kebakaran ini bertempat di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, seperti Jambi, Palembang , Baturaja dan Lampung.

BSP area Sumatera bekerjasama dengan project terkait melakukan pembinaan simulasi pemadaman kebakaran. Simulasi ini sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran yang terjadi akibat musim kemarau.

“Kita melakukan simulasi ini untuk tetap waspada terhadap segala potensi bencana, khususnya kebakaran di area project Sumatera Selatan,” jelas Yades, Danwil BSP Area Sumsel, Rabu (4/12)

Simulasi ini selain melibatkan anggota satpam BSP, juga seluruh karyawan pada masing-masing project. Sehingga setiap karyawan memiliki pengetahuan yang sama terkait cara penanggulangan pemadaman kebakaran di area kerja. [faris]

20 Nov 2019

HoA BSP Jawa 2 Memotivasi Anggota Satpam di RS Ken Saras

KSATRIA| Ungaran–Sebagai bentuk supervisi terhadap kinerja para anggota satpam, Head of Area PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Jawa 2 Jawa Tengah & DIY Heru Wibowo, S.Sos.I. MM menggelar kunjungan ke Rumah Sakit Ken Saras Ungaran Jawa Tengah, Senin 19 November 2019.

Menurut Heru, kunjungan ke beberapa klien sudah menjadi rutinitas untuk memantau kesiap-siagaan para personil satpam yang ditugaskan di area kerjanya. “Rumah Sakit Ken Saras adalah salah satu klien kami yang harus kami layani dalam pengamanan rumah sakit,” ungkap lelaki yang juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Jateng.

Dalam kunjungannya, Heru memberikan motivasi kepada seluruh personil satpam yang akan berjaga dan mengecek kesiapan satpam ketika dalam menghadapi pasien yang membutuhkan pertolongan.

“Kami terus memberikan motivasi kepada anggota, bahwa pekerjaan satpam sangat mulia, banyak membantu menjaga kondisi sekitar aman, terlebih di rumah sakit,” tegasnya.[roj]

 

05 Oct 2019

APSI Aceh akan Gelar Rakerda Perdana

KSATRIA| Aceh–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Aceh akan menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang pertama. Hal ini sebagai bentuk dari perintah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi untuk berperan serta dalam Rapat Kerja Nasional yang akan digelar di Batam pada 29-30 Oktober 2019 nanti.

Menurut Ketua APSI Aceh Zuhaimi Agam, pihaknya tengah bersiap untuk menyelenggarakan Rakerda pada 15 Oktober 2019. “Ini merupakan Rakerda APSI Aceh pertama, semoga berjalan dengan lancar,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity.com, Jumat (04/10).

Rencananya, Rakerda akan diikuti oleh seluruh pengurus, utusan anggota satpam dan pengguna jasa satpan dan pihak kepolisian dan dari pihak Pemda Provinsi Aceh. Acara akan dilangsungkan di kantor DPD APSI Aceh.

Sementara itu , Ketua Panitia Rakerda Astoni mengatakan dalam acara Rakerda ini juga akan diselenggarakan seminar dengan pembicara dari Dir Bimas Polda Aceh, Disnaker, Kadin dan dari DPP APSI pusat.

“Dari Rakerda ini kita harapkan dapat beberapa keputusan strategis untuk memajukan APSI dan bahan untuk Rakernas di Batam,” tambah Astoni.

Astoni menambahkan, persiapan terus dilakukan sehingga acara ini mendapat hasil yang maksimal untuk APSI Aceh. Kami berharap semua pengurus dapat menggunakan momen ini  dengan baik, untuk memuliakan satpam dan BUJP di Aceh menuju ke arah proporsianal di era digital ini,” ujarnya. [roj]

13 Sep 2019

Satpam BSP Nobar Film Gundala Bersama ABUJAPI

KSATRIA| Jakarta– Tidak seperti biasanya, Senayan Plaza XXI berseliweran orang-orang berbaju biru putih dan biru. Mereka adalah para satpam yang sedang menunggu jam tayang film Gundala. Ada sekitar seratus satpam dari berbagai BUJP siap nobar film Gundala.

Kegiatan nobar film Gundala ini diselenggarakan oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) di bioskop Senayan Plaza XXI pada Kamis, 12 September 2019 pukul 16.30 bersama sekitar seratus petugas satuan pengamanan (Satpam).

Di antara ratusan satpam yang hadir, sebagian adalah satpam PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang berjumlah 12 orang. Keberadaan satpam BSP ini langsung dikomandoi oleh Presiden Direktur BSP, Joko PN Utomo.

Menurut Joko yang juga Ketua 1 Bidang Organisasi di ABUJAPI ini, kegiatan ini untuk mengambil intisari dari film yang menggambarkan tugas seorang security yang ternyata juga sebagai Gundala. Kisah-kisah heroik sang lakon harus menjadi inspirasi para satpam yang melihatnya.

“Kami bersama 12 satpam hadir bersama satpam-satpam dari BUJP lain, keakraban ini bisa memberikan rasa kebersamaan antar satpam,” katanya.

Nobar film Gundala ini juga mengundang personil dari Mabes Polri, lintas asosiasi security dan pemilik BUJP. Hadir Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Ricky F Wakanno, Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, Asosiasi Sekuriti Industri Migas (ASIM) Dino Bimadwinanda Hindarto, Asia Pacific Security Association ( APSA) Abraham Soedira dan pengurus BPP ABUJAPI.

Sebelum acara nobar, para pemeran di film Gundala menyampaikan terimakasih kepada ABUJAPI karena telah mengajak para satpam untuk ikut menonton film yang memang sosok Sancaka yang berjuluk Gundala ini adalah berprofesi sebagai satpam di perusahaan media.

Sementara itu, Drs Ricky F Wakanno memberikan apresiasi atas ditayangkannya film Gundala ini, ia berharap film ini memberikan pesan kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap tindak kejahatan di sekitarnya.

Ricky juga berharap film Gundala ini bisa menjadi inspirasi bagi para satpam dalam menjalankan tugasnya. Pesan dalam film Gundala ini, bahwa sebagai satpam harus peduli dengan lingkungan sekitarnya. “Kalau di luar ada Avanger, maka di sini ada Gundala,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity.com. [roj]

 

 

 

 

 

 

20 Aug 2019

Ksatria dari Makassar Peraih Best Excellence 2018

KSATRIA| Jakarta–Nada biacaranya jelas, tegas dan mudah dipahami, saat tim media BSP menghubungi pria yang baru saja meraih penghargaan sebagai sekuriti terbaik 2018. Ya, anggota sekuriti BSP wilayah Makassar, ini baru saja menyabet gelar prestasi sebagai sekuriti terbaik tahun 2018 dalam ajang penghargaan BRI Excellence  Award Tahun 2018 kategori Satpam.

“Iya Pak, maaf saya lagi di Malaysia mengikuti public course sama teman-teman pemenang BRI Excellence Awards 2018,” paparnya melalui sambungan teleponnya belum lama ini.

Saat itu Ahmad tengah berada di negeri Jiran Malaysia. Ia baru saja mendapatkan kesempatan mengikuti public course dan branchmark ke beberapa instansi perbankan di Malaysia bersama pemenang BRI Excellence Award 2018. Kegiatan bertajuk BRI Excellence Award kategori Employee Non Marketing dan Best Culture, tersebut berlangsung pada tanggal 5 – 9 Agustus 2019. Ahmad belajar tentang komunikasi skill, branchmarking, dan tak ketinggalan agenda city tour ke beberapa kota favorit di Malaysia.

PT Bravo Satria Perkasa (BSP) tak pernah kehabisan para ksatria penjaga dengan berbagai talentanya di bidang pengamanan. Disela-sela makan malam di restoran favorit Malaysia, Ahmad menjelaskan sejak hari pertama ia melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan bidang financial yang cukup maju. Dilanjutkan ke Maybank, untuk branchmar lalu ke kota Penang dan Kuala Lumpur.

Pria kelahiran Makassar, 5 September 1985 ini belajar tentang financial teknologi yang menjadi tambahana wawasan keilmuan bertugas sebagai sekuriti di perbankan, selain komunikasi skill. Acara ini diikuti 13 orang yang semuanya adalah pemenang lomba dalam beberapa kategori dari beberapa wilayah di Indonesia.

Seperti diketahui, tahun 2018 Ahmad mengikuti kompetisi sekuriti terbaik dari beberapa  anggota sekuriti yang bertugas di BRI. Dimulai dari tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) mereka yang lolos akan masuk tingkat nasional. Kriteria peserta lomba pun cukup ketat. Diantaranya, pernah terpilih sebagai the best frontline dalam dua tahun terakhir, menjadi peserta smart competition minimal tingkat Kanwil, tidak sedang terindikasi kasus dan memiliki masa kerja minimal 2 tahun. Semua kriteria itu ada pada sososk Ahmad yang memang sering dipercaya untuk  mewakili cabang dalam beberapa kompetisi.

Dalam ajang Best Excellence BRI 2018, lanjutnya, masing-masing peserta sekuriti diuji penguasaan tentang produk knowledge dan komunikasi skill. Konsep perlombaannya, menurut Ahmad dilakukan dengan format cerdas cermat yang diikuti 19 kanwil seluruh Indonesia.

“Anggota akan diuji kecepatan menjawab pertanyaan dari panitia lomba. Sangat seru sekali dan lomba finalnya di JCC (Jakarta Conventional Center),” paparnya.

Untuk itu sejak jauh-jauh hari, Ahmad mempersiapkan khusus tentang produk knowledge dan komunikasi skill. Kompetisi paling menantang, lanjutnya, semua peserta akan dnilai kinerjanya sehari-hari. Nantinya peserta kompetisi ini akan dipantau oleh tim pemantau khusus selama beberapa waktu, yang tidak diketahui keberadaan penilainya dan kapan peninjauannya. Sehingga semua peserta benar-benar harus selalu siap bertugas setiap harinya dengan kedisiplinan dan memaksimalkan skill.

Suami dari Madina, ini mengaku bangga bisa bekerja dengan baik, sampai bisa mengalahkan peserta dari beberapa wilayah termasuk dari Jakarta. Baginya, pengalaman ini setidaknya menjadi pelajaran  berharga bahwa, anggota sekuriti harus selalu bekerja sebaik-baiknya dimana saja dan kapan saja.

Kuncinya, lanjut ahmad, mencintai dan menyukai pekerjaan yang diterima, kalau bisa nasabah selalu mendapatkan pelayanan maksimal agar merasa terlayani dan mencari-cari pelayanan seperti yang mereka inginkan.

Disamping itu juga harus terus mengupdate ilmu pengetahuan, skill komunikasi dan kesopanan. Menurutnya, sertiap orang memiliki cara bemaca-macam, tapi yang penting bangga dan senang dengan pekerjaan yang diterimanya.

Salah satu yang membanggakannya, selain bisa melayani nasabah yang berdampak pada kemajuan pelayanan, juga bisa meraih prestasi dari BRI Excellence. Apalagi melayani dan berkomukasi dengan nasabah merupakan hobinya.

Ahmad tak menampik sebagai anggota sekuriti dirinya dituntut juga memberikan rasa aman kepada siapa saja yang berada di wilayahnya. Terkadang ancaman itu bisa muncul dari luar, yang jelas, menurutnya, sebelum mengemban tugas kerja harus memiliki persiapan matang baik skill individu, usaha persuasive dan preentif agar semuanya terciptakan situasi aman dan nyaman.

Apalagi menurutnya, BRI Makassar termasuk kantor pelayanan yang sibuk. Sehingga seorang sekuriti tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan tapi juga memberikan pelayanan yang menyenangkan.  Menurutnya, anggota sekuriti yang ditugaskan di perbankan harus mengedepankan kesabaran sebab setiap nasabah memiliki karakter berbeda-beda. Dengan kesabaran, tambahnya, anggota sekuriti akan bisa lebih maksimal menjalankan tugasnya sekaligus mengurangi risiko kekecewaan pelanggan.

“Semua pekerjaan ada resikonya, kalau kita sudah punya persiapan Insya Allah semua tantangan bisa dilewati,” paparnya.

Ayah dari Muh Dzakir Rizkullah dan Muh Fahmi Dzikrullah ini dulunya tak terfikir menjadi sekuriti. Sejak lulus SMA, cita-citanya ingin menjadi polisi. Tahun 2005, Ahmad mengikuti seleksi polri tapi tidak lolos. Karena harus menunggu 1 tahun yang terlalu lama, lanjutnya, Ahmad memilih bekerja di perusahaan sekuriti di PT Cindi yang bertugas di Bank NISP.

Profesi ini ia tekuni sampai pada tahun 2010 menjadi anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa (BSP). Berbekal sertifikat gada pratama yang dimilikinya, Ahmad menjalani tugas sebaik-baiknya.

Tentu ia merasakan adanya perbedaan di perusahaan sekuriti tersebut. Diantaranya, Ahmad mengakui bahwa kerja di BSP yang berkantor pusat di Jakarta Timur tersebut, ada hubungan keakraban antara anggota dan pimpinan sekuriti. Dengan atasan seperti keluarga sendiri, namun tetap menjaga profesionalitas.

Selain itu, lanjutnya, di BSP selalu terbuka kesempatan bagi anggota sekuriti meningkatkan talentanya dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan instansi dan mitra kerjasama. Tak heran jika Ahmad sudah mengikuti perlombaan sampai meraih 6 penghargaan diantaranya  berhasil meraih Best Excellence tahun 2018.

Tentu dengan prestasi yang diraihnya tidak membuat dirinya jumawa. Pria yang hobi berolahraga main bola dan tenis meja, ini hanya berusaha menjalani tugas terbaik dari BSP dan ingin menjadi kebanggaan keluarganya.

Baginya, sekuriti adalah pekerjaan mulia. Dari tugas yang diembannya, selalu berkaitan dengan pelayanan, keamanan dan kenyamanan, ketika bisa melayani orang lain dengan baik, dan bisa menjaga kemananannya, disitulah wujud kemanfaatannya.

“Profesi sekuriti juga tak kalah dengan profesi lainnya, meraih juara dan bisa jalan-jalan ke luar negeri serta hadiah uang tunainya,”akunya bangga.

Ia berpesan kepada anggota lainnya, cintailah pekerjaaan itu, jalani dengan suka cita, dan berprestasi dimana saja dan kapan saja selama kesempatan itu ada kesempatan. Disamping itu, sekuriti juga harus terus belajar agar bisa meningkatkan diri ke jenjang lebih baik dan memaksimalkan diri berperan sebagai ksatria penjaga untuk semua orang yang membutuhkannya.

“Semoga kedepannya bisa lebih baik, BSP bisa terus maju dan kompak, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.[muh]

24 Jul 2019

Perpol dan Perkaba tentang Satpam akan Segera Terbit

KSATRIA| Jakarta–Untuk disebut sebagai profesi yang mulia dan membanggakan, satuan pengamanan (Satpam) menurut Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno agar satpam terus meningkatkan profesionalismenya.

Ricky menyebut setidaknya ada tujuh karakter satpam yang professional. Ketujuh karakter itu adalah: kompeten di bidang keamanan; mengikuti asosiasi profesi keamanan; bekerja sesuai kode etik satpam; memiliki sertifikasi kompetensi satpam; bekerja secara penuh; mengetahui secara detail cara terbaik tentang security; dan mampu mengambil keputusan yang mandiri dan independen.

Dalam kaitannya dengan upaya memuliakan profesi satpam dan menegaskan posisi satpam sebagai sebuah profesi, maka Polri akan menerbitkan Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Sistem Pengamanan Swakarsa 2019 dan Peraturan Kabaharkam (Perkaba) tahun 2019 tentang Satuan Pengamanan, Badan Usaha Jasa Pengamanan, Pengguna Jasa Satuan Pengamanan dan Asosiasi.

“Saat ini draft Perpol memasuki tahap akhir yaitu pengharmonisan oleh Kemenkumham RI yang ditargetkan paling lambat Agustus 2019 sudah diundangkan,” ungkap Ricky dalam seminar yang digelar Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) tentang pemuliaan satpam di arena Indo Security 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (18/07) lalu.

Ricky menyebutkan, Perpol dan Perkaba itu dibuat agar anggota Satpam diakui sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang security. Aturan baru itu juga dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan martabat Satpam agar lebih percaya diri.

Dalam hubunganya dengan kesejahteraan satpam, Perpol dan perkaba itu juga dapat dijadikan sebagai acuan yang obyektif untuk menentukan reward dan punishment; promosi/demosi dan PHK; dan memperjelas sistem upah dan remunerasi. Sehingga diharapkan profesi satpam bukan lagi sebagai obyek melainkan subyek dalam industrial security. [roj]

12 Jul 2019

HUT BSP ke-17 Semakin Maju dan Berkembang

KSATRIA| Jakarta–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar syukuran hari ulang tahun BSP yang ke-17 dan ulang tahun Koperasi Security BSP yang ke-11 di hotel Swiss-Belresidences Kalibata, Jumat 12 Juli 2019 siang.

Ratusan karyawan, staf, manajer dan direksi berkumpul untuk menggelar potong tumpeng dan bagi-bagi doorprize untuk para peserta yang hadir. Setelah potong tumpeng, panitia menayangkan video-video hasil karya karyawan BSP, temanya tentang HUT BSP.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo merasa bersyukur dan bangga akan keberadaan perusahaan yang ia kelola ini hingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“17 tahun BSP berdiri dan hadir sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan. Perjalanan panjang ini semakin mengokohkan keberadaan BSP untuk semakin maju, tumbuh, dan berkembang di Indonesia,” ungkapnya dalam sebuah video pendek yang ditayangkan saat acara berlangsung.

Joko menegaskan, bahwa kehadiran BSP bercita-cita memuliakan profesi Satpam. Sebuah profesi mulia yang membuat seseorang mampu terus mendedikasikan dirinya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain. “Oleh karena itu, BSP bukan hanya sebuah bisnis, melainkan juga sebagai ladang ibadah untuk menjadi berguna bagi masyarakat secara luas dan keluarga besar BSP secara khusus,” terangnya.

Joko menambahkan berkat dedikasi maksimal seluruh jajaran yang ada, BSP kini dapat menjadi Badan Usaha Jasa Pengamanan terbaik dengan jumlah personil terbanyak dan cakupan wilayah terluas yang tersebar di seluruh nusantara.

“Masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi. Semoga di usia ini dapat dijadikan momentum untuk melepaskan energi positif sehingga dapat mewujudkan spirit kebersamaan agar kinerja menjadi lebih optimal dan professional,” jelasnya.

Joko berharap agar seluruh jajaran dapat terus berupaya merealisasikan visi dan misi perusahaan dengan energi dan semangat yang besar dalam berkarya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam membesarkan BSP selama ini,” tuturnya.

Terima kasih juga ia sampaikan untuk para pengguna jasa BSP yang terus mempercayai BSP dalam mewujudkan komitmen sebagai BUJP yang handal dan profesional. Begitu juga seluruh instansi pemerintahan yang bekerja sama dalam membantu BSP agar terus sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Terakhir, tentu saja, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit satuan pengamanan BSP dari Sabang sampai Merauke, yang bersungguh – sungguh dalam menjalankan tugas di bawah naungan bendera Angsa Pati, Bravo..Bravo..Bravo..! Semakin Luar Biasa!” tegasnya. [roj]

 

13 Mar 2019

Kabaharkam Andalkan Bhabinkamtibmas dan Polmas dalam Pengamanan Pemilu

KSATRIA| Kaltim–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, mengunjungi Polda Kalimantan Timur. Moechgiyarto memberikan arahan kepada personel Bhabinkamtibmas dan pengemban Polmas Polda Kaltim, dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

Kabaharkam Polri mengaku sangat mengandalkan Bhabinkamtibmas dan personel pengemban Polmas untuk mendinginkan situasi menjelang pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Bhabinkamtimas adalah personel yang ditunjuk berdasarkan surat perintah untuk menjadi wakil Polri di wilayah binaan, sentuhan, dan pantauan, guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara pengemban Polmas adalah semua anggota Polri dari pangkat terendah sampai tertinggi.

“Kewenangan hukum yang dimiliki oleh Polri adalah menjaga proses demokrasi agar berjalan tetap ‘on the right track’ dan secara langsung berfungsi juga sebagai ‘cooling system’ yang meminimalisir gesekan antarkelompok politik dan kelompok masyarakat. Dengan kedua peran tersebut, diharapkan Polri mampu menciptakan Pemilu yang aman dan kondusif,” ungkap Komjen Pol Moechgiyarto dilansir penanusa.com, (12/3).

Kabaharkam Polri mengingatkan bahwa seorang Bhabinkamtibmas bisa rangkap wilayah hingga dua atau tiga desa. Namun tidak boleh rangkap jabatan. Rangkap desa didesuaikan menurut desa binaan, desa sentuhan, dan desa pantauan.

“Kenapa tidak boleh rangkap jabatan? Karena Bhabinkamtibmas sudah ada anggaran untuk sarana kontak sebesar 1,1 juta selama 1 bulan, 5 hari kerja,” terangnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang Bhabinkamtibmas harus melakukan sambang Door to Door System (DDS) sebanyak 5 kepala keluarga, dilaksanakan pada Senin-Jumat. Hal ini sesuai dengan strategi Baharkam Polri. [roj]

 

11 Feb 2019

Ketua Abujapi Lantik Pengurus BPD Abujapi Sulawesi Selatan

KSATRIA| Makassar–Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) tetapkan Wawan Hendrawan, SE selaku ketua terpilih BPD Abujapi Sulsel masa bakti 2019/2024 setelah melalui pemilihan.

Ketua Umum Abujapi, Budi Rianto meminta seluruh pengurus BPD Abujapi Sulsel yang akan dibentuk usai terpilihnya ketua BPD Sulsel masa bakti 2019/2024 untuk dapat menjaga Independensi organisasi.

“Kepengurusan terpilih sesegera mungkin berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk menjalankan program kerja, sehingga kemitraan dengan Polda semakin erat, tapi tentu independensi harus dijaga, karena kita organisasi independen dan kita ini mitra bukan kepanjangan atau bagian tubuhnya Polda,” ungkap Budi dalam sambutannya di Makassar dilansir mediasulsel.com Minggu (10/2).

Selain itu Budi juga berharap, kehadiran Abujapi Sulsel dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggota, terlebih keberadaan Sulsel sebagai barometernya Indonesia Timur, apalagi saat ini merupakan momen yang tepat untuk kebangkitan Abujapi, karena menurutnya saat ini Abujapi sedang menyusun Peraturan Polisi (Perpol).

“Abujapi saat ini oleh Polri dianggap sebagai mitra utama, khususnya dalam mengatur industri jasa keamanan ke depan, bahkan dalam Peraturan Kapolri dan Perpol yang baru ini, kita merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari Polri, sehingga keberadaan kita dalam setiap proses pengambilan keputusan menyangkut badan usaha Jasa pengamanan, industri pengamanan itu sangat diperhatikan oleh Polri,” lanjut Budi.

Untuk mengantisipasi persaingan ke depan, Budi juga menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018, telah dirumuskan sejumlah langkah strategis yang mengatur operasional anggota Abujapi.

Langkah stategis tersebut adalah, perlunya komitmen bersama seluruh stakeholder, khususnya dalam menentukan besaran managemen fee, perlunya komitmen untuk tidak membuat penawaran di bawah Upah Minimum Profinsi atau upah minum regional, dan yang terakhir adalah komitmen untuk menggunakan Satpam hanya yang ber KTA resmi.

“Karena kita ini BUJP resmi, jadi kita harus menggunakan Satpam yang resmi yang memiliki sertifikat, jadi kalo ada Satpam kita yang belum bersertifikat, segera ikutkan pendidikan biar mereka segera menjadi Satpam yang resmi,” pungkasnya.

Dalam acara Musda 1 ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda Abujapi Sulsel dengan mengirimkan rangkaian bunga yang diletakkan di depan lobi hotel tempat berlangsungnya Musda. [roj]

07 Feb 2019

Polri Ingin Angkat Derajat Satpam dari Keahlian Menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian mengatakan Satpam adalah produk pengamanan yang fenomenal karena telah diakui oleh negara pada UU no.2 tahun 2002 pasal 3 poin C.

“Penyelenggaraan keamanan dan ketertiban Indonesia salah satu unsurnya yaitu bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Termasuk dalam undang-undang No 8 tahun 1981,” kata Kapolri saat memberikan sambutan di HUT Satpam ke-38 di PTIK Jakarta, Rabu (6/2).

Dengan jumlah Satpam yang mencapai 525.000 personel ditambah satu juta lebih yang tidak memiliki sertifikat tapi sudah bertugas kata Tito sangat membantu kinerja baik Polri maupun TNI dalam pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya yakin rekan-rekan Satpam sudah melaksanakan pengamanan tanpa diketahui publik. Otoritas pengamanan dan masyarakat sangat terbantu. Ini sebuah kebanggaan dan juga berpotensi bagi kita. Tapi kalau tidak hati-hati akan jadi ancaman,” tutur Jenderal Tito.

Seragam yang dimiliki, tambah Kapolri, kartu pengenal atau ucapan salah satu bentuk kewenangan pengamanan. Maka latihan fisik dan kemampuan tangan kosong harus terlatih, agar jika ada pelaku kejahatan bisa ditangani.

“Selain kemampuan fisik, Satpam juga dituntut untuk memiliki disiplin ilmu pengetahuan. Sebab, keahlian tidak bisa mengalahkan profesi. Saat ini Satpam masih dikategorikan keahlian, maka harus kita jadikan sebagai profesi,” kata Kapolri.

Profesi lanjut Kapolri, bidang pekerjaan yang memiliki ilmu pengetahuan, pelatihan yang panjang, kode etik dan jiwa pengabdian. Satpam bisa menjadi profesi yang berawal dari keahlian.

“Polri ingin sekali mengangkat derajat satpam bukan hanya sebagai craft/keahlian tapi profesi. Keamanan sepertinya tidak begitu penting, tapi akan penting jika ada ancaman,” katanya lagi.

Kapolri menuturkan ada 4 syarat untuk menjadikan Satpam sebagai profesi, satu diantaranya kode etik yang sudah dimiliki. Kedepan harus ada majelis kode etik, karena hal ini akan memperkuat respek masyarakat terhadap Satpam.

“Kedua, harus ada jiwa pengabdian. Mungkin yang belum ada bidang keilmuan. Saya berpikir kenapa tidak diadakan sendiri. Selama ini manajer sekuriti sekolah ke luar negeri ada kelemahannya, belum tentu sama kondisinya dan network yang belum terjalin.” papar Kapolri.

Kedepan lanjut Kapolri, Indonesia akan menghadapi dan menggelar pesta demokrasi di bulan April 2019. Kapolri berharap Satpam turut berkontribusi untuk mendukung demokrasi damai aman dan tenang.

“Menjelang awal April saya berharap ada apel besar khusus Satpam didampingi oleh TNI dan Polri. Ini tidak ada maksud berpolitik praktis, kita hanya untuk menjaga pemilu yang aman dan damai,” ungkapnya. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!