Bravo Satria Perkasa
12 Jul 2019

HUT BSP ke-17 Semakin Maju dan Berkembang

KSATRIA| Jakarta–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar syukuran hari ulang tahun BSP yang ke-17 dan ulang tahun Koperasi Security BSP yang ke-11 di hotel Swiss-Belresidences Kalibata, Jumat 12 Juli 2019 siang.

Ratusan karyawan, staf, manajer dan direksi berkumpul untuk menggelar potong tumpeng dan bagi-bagi doorprize untuk para peserta yang hadir. Setelah potong tumpeng, panitia menayangkan video-video hasil karya karyawan BSP, temanya tentang HUT BSP.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo merasa bersyukur dan bangga akan keberadaan perusahaan yang ia kelola ini hingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“17 tahun BSP berdiri dan hadir sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan. Perjalanan panjang ini semakin mengokohkan keberadaan BSP untuk semakin maju, tumbuh, dan berkembang di Indonesia,” ungkapnya dalam sebuah video pendek yang ditayangkan saat acara berlangsung.

Joko menegaskan, bahwa kehadiran BSP bercita-cita memuliakan profesi Satpam. Sebuah profesi mulia yang membuat seseorang mampu terus mendedikasikan dirinya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain. “Oleh karena itu, BSP bukan hanya sebuah bisnis, melainkan juga sebagai ladang ibadah untuk menjadi berguna bagi masyarakat secara luas dan keluarga besar BSP secara khusus,” terangnya.

Joko menambahkan berkat dedikasi maksimal seluruh jajaran yang ada, BSP kini dapat menjadi Badan Usaha Jasa Pengamanan terbaik dengan jumlah personil terbanyak dan cakupan wilayah terluas yang tersebar di seluruh nusantara.

“Masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi. Semoga di usia ini dapat dijadikan momentum untuk melepaskan energi positif sehingga dapat mewujudkan spirit kebersamaan agar kinerja menjadi lebih optimal dan professional,” jelasnya.

Joko berharap agar seluruh jajaran dapat terus berupaya merealisasikan visi dan misi perusahaan dengan energi dan semangat yang besar dalam berkarya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam membesarkan BSP selama ini,” tuturnya.

Terima kasih juga ia sampaikan untuk para pengguna jasa BSP yang terus mempercayai BSP dalam mewujudkan komitmen sebagai BUJP yang handal dan profesional. Begitu juga seluruh instansi pemerintahan yang bekerja sama dalam membantu BSP agar terus sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Terakhir, tentu saja, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit satuan pengamanan BSP dari Sabang sampai Merauke, yang bersungguh – sungguh dalam menjalankan tugas di bawah naungan bendera Angsa Pati, Bravo..Bravo..Bravo..! Semakin Luar Biasa!” tegasnya. [roj]

 

13 Mar 2019

Kabaharkam Andalkan Bhabinkamtibmas dan Polmas dalam Pengamanan Pemilu

KSATRIA| Kaltim–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, mengunjungi Polda Kalimantan Timur. Moechgiyarto memberikan arahan kepada personel Bhabinkamtibmas dan pengemban Polmas Polda Kaltim, dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

Kabaharkam Polri mengaku sangat mengandalkan Bhabinkamtibmas dan personel pengemban Polmas untuk mendinginkan situasi menjelang pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Bhabinkamtimas adalah personel yang ditunjuk berdasarkan surat perintah untuk menjadi wakil Polri di wilayah binaan, sentuhan, dan pantauan, guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara pengemban Polmas adalah semua anggota Polri dari pangkat terendah sampai tertinggi.

“Kewenangan hukum yang dimiliki oleh Polri adalah menjaga proses demokrasi agar berjalan tetap ‘on the right track’ dan secara langsung berfungsi juga sebagai ‘cooling system’ yang meminimalisir gesekan antarkelompok politik dan kelompok masyarakat. Dengan kedua peran tersebut, diharapkan Polri mampu menciptakan Pemilu yang aman dan kondusif,” ungkap Komjen Pol Moechgiyarto dilansir penanusa.com, (12/3).

Kabaharkam Polri mengingatkan bahwa seorang Bhabinkamtibmas bisa rangkap wilayah hingga dua atau tiga desa. Namun tidak boleh rangkap jabatan. Rangkap desa didesuaikan menurut desa binaan, desa sentuhan, dan desa pantauan.

“Kenapa tidak boleh rangkap jabatan? Karena Bhabinkamtibmas sudah ada anggaran untuk sarana kontak sebesar 1,1 juta selama 1 bulan, 5 hari kerja,” terangnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang Bhabinkamtibmas harus melakukan sambang Door to Door System (DDS) sebanyak 5 kepala keluarga, dilaksanakan pada Senin-Jumat. Hal ini sesuai dengan strategi Baharkam Polri. [roj]

 

11 Feb 2019

Ketua Abujapi Lantik Pengurus BPD Abujapi Sulawesi Selatan

KSATRIA| Makassar–Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) tetapkan Wawan Hendrawan, SE selaku ketua terpilih BPD Abujapi Sulsel masa bakti 2019/2024 setelah melalui pemilihan.

Ketua Umum Abujapi, Budi Rianto meminta seluruh pengurus BPD Abujapi Sulsel yang akan dibentuk usai terpilihnya ketua BPD Sulsel masa bakti 2019/2024 untuk dapat menjaga Independensi organisasi.

“Kepengurusan terpilih sesegera mungkin berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk menjalankan program kerja, sehingga kemitraan dengan Polda semakin erat, tapi tentu independensi harus dijaga, karena kita organisasi independen dan kita ini mitra bukan kepanjangan atau bagian tubuhnya Polda,” ungkap Budi dalam sambutannya di Makassar dilansir mediasulsel.com Minggu (10/2).

Selain itu Budi juga berharap, kehadiran Abujapi Sulsel dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggota, terlebih keberadaan Sulsel sebagai barometernya Indonesia Timur, apalagi saat ini merupakan momen yang tepat untuk kebangkitan Abujapi, karena menurutnya saat ini Abujapi sedang menyusun Peraturan Polisi (Perpol).

“Abujapi saat ini oleh Polri dianggap sebagai mitra utama, khususnya dalam mengatur industri jasa keamanan ke depan, bahkan dalam Peraturan Kapolri dan Perpol yang baru ini, kita merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari Polri, sehingga keberadaan kita dalam setiap proses pengambilan keputusan menyangkut badan usaha Jasa pengamanan, industri pengamanan itu sangat diperhatikan oleh Polri,” lanjut Budi.

Untuk mengantisipasi persaingan ke depan, Budi juga menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018, telah dirumuskan sejumlah langkah strategis yang mengatur operasional anggota Abujapi.

Langkah stategis tersebut adalah, perlunya komitmen bersama seluruh stakeholder, khususnya dalam menentukan besaran managemen fee, perlunya komitmen untuk tidak membuat penawaran di bawah Upah Minimum Profinsi atau upah minum regional, dan yang terakhir adalah komitmen untuk menggunakan Satpam hanya yang ber KTA resmi.

“Karena kita ini BUJP resmi, jadi kita harus menggunakan Satpam yang resmi yang memiliki sertifikat, jadi kalo ada Satpam kita yang belum bersertifikat, segera ikutkan pendidikan biar mereka segera menjadi Satpam yang resmi,” pungkasnya.

Dalam acara Musda 1 ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda Abujapi Sulsel dengan mengirimkan rangkaian bunga yang diletakkan di depan lobi hotel tempat berlangsungnya Musda. [roj]

07 Feb 2019

Polri Ingin Angkat Derajat Satpam dari Keahlian Menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian mengatakan Satpam adalah produk pengamanan yang fenomenal karena telah diakui oleh negara pada UU no.2 tahun 2002 pasal 3 poin C.

“Penyelenggaraan keamanan dan ketertiban Indonesia salah satu unsurnya yaitu bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Termasuk dalam undang-undang No 8 tahun 1981,” kata Kapolri saat memberikan sambutan di HUT Satpam ke-38 di PTIK Jakarta, Rabu (6/2).

Dengan jumlah Satpam yang mencapai 525.000 personel ditambah satu juta lebih yang tidak memiliki sertifikat tapi sudah bertugas kata Tito sangat membantu kinerja baik Polri maupun TNI dalam pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya yakin rekan-rekan Satpam sudah melaksanakan pengamanan tanpa diketahui publik. Otoritas pengamanan dan masyarakat sangat terbantu. Ini sebuah kebanggaan dan juga berpotensi bagi kita. Tapi kalau tidak hati-hati akan jadi ancaman,” tutur Jenderal Tito.

Seragam yang dimiliki, tambah Kapolri, kartu pengenal atau ucapan salah satu bentuk kewenangan pengamanan. Maka latihan fisik dan kemampuan tangan kosong harus terlatih, agar jika ada pelaku kejahatan bisa ditangani.

“Selain kemampuan fisik, Satpam juga dituntut untuk memiliki disiplin ilmu pengetahuan. Sebab, keahlian tidak bisa mengalahkan profesi. Saat ini Satpam masih dikategorikan keahlian, maka harus kita jadikan sebagai profesi,” kata Kapolri.

Profesi lanjut Kapolri, bidang pekerjaan yang memiliki ilmu pengetahuan, pelatihan yang panjang, kode etik dan jiwa pengabdian. Satpam bisa menjadi profesi yang berawal dari keahlian.

“Polri ingin sekali mengangkat derajat satpam bukan hanya sebagai craft/keahlian tapi profesi. Keamanan sepertinya tidak begitu penting, tapi akan penting jika ada ancaman,” katanya lagi.

Kapolri menuturkan ada 4 syarat untuk menjadikan Satpam sebagai profesi, satu diantaranya kode etik yang sudah dimiliki. Kedepan harus ada majelis kode etik, karena hal ini akan memperkuat respek masyarakat terhadap Satpam.

“Kedua, harus ada jiwa pengabdian. Mungkin yang belum ada bidang keilmuan. Saya berpikir kenapa tidak diadakan sendiri. Selama ini manajer sekuriti sekolah ke luar negeri ada kelemahannya, belum tentu sama kondisinya dan network yang belum terjalin.” papar Kapolri.

Kedepan lanjut Kapolri, Indonesia akan menghadapi dan menggelar pesta demokrasi di bulan April 2019. Kapolri berharap Satpam turut berkontribusi untuk mendukung demokrasi damai aman dan tenang.

“Menjelang awal April saya berharap ada apel besar khusus Satpam didampingi oleh TNI dan Polri. Ini tidak ada maksud berpolitik praktis, kita hanya untuk menjaga pemilu yang aman dan damai,” ungkapnya. [roj]

28 Jan 2019

HUT Satpam ke-38, Korbinmas Bersama Asosiasi Pengamanan Bantu Korban Tsunami

KSATRIA| Banten–Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri bersama asosiasi jasa pengamanan melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk korban tsunami di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/1/19).

Dalam kegiatan itu, Korbinmas bersama Asosiasi jasa pengamanan dan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). Kegiatan bakti sosial itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Satuan Pengamanan (Satpam) ke-38.

Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Syaiful Zahri mengatakan, kegiatan sosial itu merupakan ungkapan kepedulian dari seluruh elemen jasa pengamanan kepada korban tsunami. Menurutnya, kegiatan itu juga untuk semakin menumbuhkan sisi sensivitas kemanusiaan bagi semua orang yang terlibat dalam jasa pengamanan.

“Elemen jasa pengamanan juga manusia tentu memiliki empati dan kepedulian kepada sesama. Dalam kesempatan ini, kami berusaha melaksanakan kegiatan sosial sebagai misi kemanusiaan,” ujarnya seperti dilansir mediapurnapolri.net.

Syaiful menambahkan, bakti sosial dilaksanakan dalam bentuk penyaluran bantuan. Dikatakan Syaiful, bantuan yang disalurkan terdiri dari 250 paket tas dan perlengkapan sekolah lainnya. Bantuan itu, kata Syaiful, bertujuan mendukung upaya keberlangsungan pendidikan bagi anak korban musibah tsunami.

“Dalam keadaan apa pun, akses dan fasilitas pendidikan selalu penting. Atas kesadaran itu pula kami mendorong agar mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Banten Kombes Pol Oki Waskito mengapresiasi kepedulian unsur jasa pengamanan untuk membantu sesama. Menurutnya, satuan pengamanan merupakan jasa untuk melindungi atau menjaga objek atau subjek tertentu. Dengan demikian, lanjutnya, satuan pengamanan pasti memiliki sensitivitas untuk membantu sesama.

“Pekerjaan satpam cukup rentan resiko namun di balik itu, ada semangat dan kerelaan menjaga dan membantu sesama,” ucapnya.

Oki mendorong elemen lain untuk memaknai hari jadi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak. Hari jadi, kata Oki, merupakan salah satu momen yang ideal untuk merefleksikan diri untuk menebarkan semangat saling peduli.

“Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat menginspirasi semua kalangan untuk memperkuat harmonisasi dan kepedulian kepada sesama,” tandasnya. [roj]

17 Jan 2019

Empat Ring Pengamanan Debat Capres-Cawapres

KSATRIA| Jakarta–Polda Metro Jaya telah membuat rencana pengamanan debat capres cawapres perdana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan 2.000 personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan dalam pengamanan debat.
“Kita hampir 2.000 personel gabungan TNI-Polri yang sudah kita siapkan melakukan pengamanan debat capres tersebut, itu dari jalur dilalui ke tempat lokasi,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).
Pengamanan dalam debat ini bakal dibagi menjadi empat lapis atau ring. Pengamanan itu meliputi jalur-jalur yang akan dilalui pasangan capres-cawapres menuju lokasi debat.
“Di lokasi kita bagi 4 ring, pertama untuk ruangan debat. Contohnya nanti yang datang Presiden itu yang amankan Paspampres.
Di luar gedung, artinya di luar ruangan itu ring 2, pihak kepolisian dengan TNI berjaga di sana,” jelas Argo.
“Ring 3 di luar gedung, ada tempat parkir basement. Ring 4 di luar lokasi acara debat ada Lantas (Polisi Lalu Lintas), ada Sabhara yang ada di ring 4,” tambah Argo.
Mengenai pengamanan untuk pendukung, pihak penyelenggara bakal membatasi 100 orang pendukung per pasangan capres-cawapres. [roj]

 

 

31 Dec 2018

Amanat Kapolri di HUT Satpam ke-38

KSATRIA| Jakarta–Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dalam amanatnya memperingati Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-38 mengajak momentum ini sebagai evaluasi terhadap kinerja satpam.

“Momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satuan Pengamanan, guna pembenahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang,” papar Tito dalam amanatnya (30/12/2018).

Menurut Tito, bangsa Indonesia tengah menyambut agenda Pemilu 2019, sebagai wujud dari pesta demokrasi. Jika ditinjau dari perspektif keamanan, agenda tersebut memiliki karakteristik potensi kerawanan yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan digelar secara serentak pada tanggal 17 April 2019.

Kondisi tersebut, tambah Tito, memunculkan beberapa potensi kerawanan yang harus diantisipasi, baik dalam tahap kampanye, pemungutan, penghitungan, maupun rekapitulasi suara, di antaranya potensi pemanfaatan isu SARA dan politik identitas, serta penyebaran hoax dan hatespeech yang berpotensi terhadap timbulnya konflik sosial.

Dalam menghadapi kompleksitas tantangan tersebut, Polri memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk Satuan Pengamanan sebagai profesi yang luhur dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian secara terbatas pada lingkungan kerjanya.

Sehubungan dengan konteks tersebut, peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan tahun 2018 ini mengangkat tema ”Pemuliaan Profesi Satpam Indonesia guna Mendukung Polri dalam Pengamanan Pemilu Tahun 2019”.

Tito menegaskan, Satuan Pengamanan memiliki peran strategis, baik dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas di lingkungan kerja, maupun dalam mendukung iklim investasi yang kondusif sebagai salah satu perhatian pemerintah guna memacu pertumbuhan ekonomi.

“Jaminan keamanan pada lingkungan badan usaha dan sektor industri, akan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap negara yang pada akhirnya bisa berdampak positif bagi iklim berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, kehadiran Satpam sebagai mitra Polri dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas, dituntut semakin profesional. Dalam implementasinya, personel Satuan Pengamanan harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pertama dan pencegahan dengan tepat, serta melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan langkah-langkah antisipasi.

Dengan demikian, eksistensi Satpam dapat semakin memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan keamanan di lingkungan tugasnya masing-masing. Untuk mewujudkan postur Satpam yang semakin unggul dan profesional, maka diperlukan sistem manajemen sumber daya manusia yang optimal, di antaranya proses perekrutan yang selektif, serta peningkatan kapasitas yang berkualitas, baik pada kualifikasi Gada Pratama, Gada Madya, maupun Gada Utama. Upaya ini membutuhkan kerja sama sinergis dan simultan dari segenap pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam bidang industrial security.

Sebelum mengakhiri amanat ini, terdapat beberapa hal yang perlu disampaikan kepada seluruh personel Satuan Pengamanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut:

Pertama, senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moril dalam mengemban amanah profesi yang luhur dan mulia;

Kedua, jaga kehormatan pribadi dengan berpegang teguh pada kode etik dan profesi Satuan Pengamanan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab;

Ketiga, tingkatkan kesiapsiagaan diri dalam mengidentifikasi setiap potensi gangguan dan kerawanan pada lingkungan kerja, sehingga dapat segera diantisipasi dengan optimal;

Keempat, senantiasa tingkatkan kompetensi diri, baik melalui pendidikan maupun pelatihan, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas;

Kelima, bangun komunikasi positif dengan seluruh komponen masyarakat, serta tingkatkan kerja sama sinergis dengan jajaran Polri dan seluruh stakeholders lainnya dalam memelihara stabilitas keamanan di lingkungan kerja.

Selaku pimpinan Polri, Tito mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada seluruh komunitas security, personel Satuan Pengamanan, pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan, serta segenap stakeholders terkait lainnya, atas dukungan kepada institusi Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif.

“Semoga kerja sama ini, dapat senantiasa terpelihara dengan baik dan terus ditingkatkan. Demikian amanat saya, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya. [roj]

13 Dec 2018

Kipnas 2018 akan Rumuskan Strategi Memuliakan Satpam

KSATRIA| Bandung–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) menggelar Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di hotel El Royal Bandung, 11-13 Desember 2018.

Ketua Panitia Kipnas 2018 Komarudin Khalid, SE mengatakan kegiatan Kipnas diselenggarakan dalam rangka memuliakan profesi satpam di Indonesia. “Selama ini profesi satpam masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat,” ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (11/12).

Dalam Kipnas ini nanti akan dirumuskan berbagai kebijakan yang akan kami rekomendasikan kepada pemerintah untuk perbaikan satpam ke depan. Salah satunya soal sertifikasi satpam.

Komarudin menjelaskan bahwa proses sertifikasi satpam akan diberlakukan Januari 2019. “Tim asesor yang nanti akan menguji sudah ada, tempat juga sudah siap, tinggal pelaksanaannya tahun depan,” paparnya.

Saat ini Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) telah diperbaharui dan telah ditandatangani oleh Menakertrans “Kami berharap hadirnya lembaga sertifikasi satpam ini bisa menambah profesionalitas satpam ke depan,” ujarnya.

Acara Kipnas akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 11-13 Desember 2018 dan akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo langsung dari Istana negara.

Acara Kipnas ini dihadiri oleh para pengusaha jasa pengamanan dari seluruh Indonesia, pihak kepolisian, dan lain sebagainya.

Di antara kegiatan Kipnas ini juga akan ada seminar tentang pengamanan dan busines forum. Di area Kipnas juga ada pameran dari perusahaan jasa pengamanan, perbankan, travel dan lain-lain. [Roj]

15 Nov 2018

Banyak Musibah, HUT Korps Brimob Berlangsung Sederhana

KSATRIA| Jakarta–HUT Korps ke-73 Brimob berlangsung sederhana, di tengah banyaknya bencana yang melanda bangsa Indonesia. Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menghadiri peringatan HUT ke-73 Korps Brimob Polri di hanggar Gegana Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT ke-73 Korps Brimob Polri tahun ini diadakan secara sederhana. “Biasanya kita melaksanakan upacara besar, kemudian dengan demonstrasi ketangkasan terjun payung, demonstrasi penanganan teror, dan lain-lain. Tapi hari ini, tahun ini dilaksanakan dengan suasana lebih sederhana,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Tito, ide menyederhanakan peringatan HUT ke-73 Korps Brimob Polri tahun ini datang dari Dankor Brimob Irjen Pol. Rudy Sufahriadi. Indonesia dan Polri, kata Tito, masih diselimuti duka akibat sejumlah bencana.

“Ini usulan dari Dankor Brimob. Karena ada suasana duka yang masih di hati kita semua, bagi Polri dan juga bangsa Indonesia. Ada bencana alam di Lombok dan di Sulawesi Tengah yang cukup banyak korban, termasuk juga anggota Polri, belasan anggota Polri yang gugur dalam gempa bumi yang ada di Sulawesi Tengah. Kemudian kita juga masih suasana duka dengan adanya kecelakaan pesawat Lion Air,” ujar Tito.

Tito menegaskan, Korps Brimob harus selalu dekat dengan masyarakat, tetapi tetap menjaga postur paramiliternya.

“Rekan-rekan, semenjak kita tahun 2000 dipisahkan dari ABRI, Polri diarahkan menjadi polisi yang bernuansa sipil, civilian. Polisi yang harus lebih dekat kepada masyarakat. Tapi, karena tantangan tugas dan medan yang berat, gunung, laut, dan lain-lain, maka kita tetap menjaga postur paramiliter,” tutur Tito.

Peringatan HUT ke-73 Korps Brimob Polri tahun ini juga dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo, Anggota Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Try Sutrisno, Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar, dan Kepala BNN Komjen Pol. Heru Winarko. [Roj]

11 Jul 2018

APSI Gelar Seminar Sekuriti tentang Pengamanan Gedung

KSATRIA| Jakarta—Pameran teknologi dan inovasi gedung Indonesia Building Mechanical Eectrical Expo, Lift Escalator Expo, HVACR and Energy Efficiency, Indosolar, Smart Security Fire & Rescue, Facility Management Security and Safety, Inachem, Steel Building and Metal Structure 2018 diselenggaran di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 11-13 Juli 2018.

Dalam rentetan pameran itu, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menggelar seminar sekuriti Indonesia bertema ‘Peningkatan profesionalisme personil sekuriti dalam pengamanan gedung & perusahaan, melalui pemahaman terhadap peralatan sekuriti terkini dan kemajuan Industrial Security Indonesia’.

Pameran diikuti oleh 182 peserta dari dalam dan luar negeri (China, Malaysia, Singapore, Thailand, Philipine, Hongkong, Turkey, Belanda, German, Taiwan, Korea, dan Indonesia), penyelenggara menargetkan pameran berkonsep bussiness to bussiness (B2B) ini akan dikunjungi 15.000 pembeli potensial.

Dalam agenda acara APSI ini, narasumber yang akan mengisi seminar sekuriti ini adalah para praktisi yang berkompeten di bidangnya, bahkan akan hadir sebagai keynote speaker Bapak Satpam Indonesia, Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA dengan tema ‘Peran Manajer Sekuriti dan Manajer Satpam dalam Pengamanan Bisnis Perusahaan’. Acara akan dibuka oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen. Pol. Drs. H. Arkian Lubis S.H., M.Si.

Ada beberapa narasumber lainnya yang akan membahas seputar pengamanan gedung seperti  Irwandi Salim Tjandra (Direktur Consultant Security Indonesia), Deddy El Rashid Sekjen BOMA (Building Owners and Managers Association), Mr. Blawant Singh (CEO Elib Consulting dan Chairman ATISI Malaysia Chapter), Mr. Scottie Kim (CEO Jisung Protech Inc dan Chairman ATISI Korea Chapter), Mr. Andrew Suharli (Overseas Director Jisung Protech Inc) dan A. Azis Said, SE (Ketua APSI).

Seminar sekuriti Indonesia yang digelar oleh APSI ini salh satunya didukung oleh PT. Bravo Satria Perkasa (BSP). Hal ini menjadi komitmen BSP dalam rangka memajukan profesi sekuriti di Indonesia. [froj]

 

 

 

Translate »
error: Content is protected !!