Bravo Satria Perkasa
11 Apr 2019

Kabaharkam Pimpin Rapat Sinkronisasi Perpol tentang Pengamanan Swakarsa

KSATRIA| Jakarta–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, pimpin rapat pembahasan Sinkronisasi dan Harmonisasi Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Sistem Pengamanan Swakarsa.

Sebagaimana dirilis penanusa.com, rapat ini digelar di Grha Anabatic Technologies, Tangerang, Banten, pada Senin pagi, 8 April 2019.Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs W. Herry Wibowo MH, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Drs Syaiful Zahri.
Turut hadir para ketua dan sekjen dari ABUJAPI, APSI, APJATIN, ASIM, APJASI.Hadir juga para Manajemen dari PT Sigap Prima Astrea, PT Bravo Satria Perkasa, PT Jaga Nusantara Satu, PT Panglima Siaga Bangsa, PT PTC Pertamina, PT Prima Karya Sarana Sejahtera, PT Global Arrow, PT Kawal Perkasa Prima.

Rapat sebagai tindak lanjut revisi total Perkap Nomor 24 Tahun 2007 ini bertujuan untuk mendapatkan saran masukan dari para Praktisi dan Instansi di luar Polri untuk penyempurnaan Perpol dimaksud.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said menjelaskan dirinya merasa lega dan puas atas draft final Perpol, di mana kami memperjuangkan tiga hal dalam Perpol itu. “Alhamdulillah dua sudah diakomodasi dalam Perpol itu dan satu lagi akan diakomodasi dalam Perkaba,” jelasnya dilansir JurnalSecurity (8/4).

Azis menjelaskan, pertama terkait legalitas Satpam, di mana seseorang dapat dikatakan sebagai anggota Satpam kalau memenuhi tiga kriteria, yaitu direkrut sesuai ketentuan Polri, lulus pelatihan Gada Pratama/Madya/Utama dan memiliki status ketenagakerjaan.

Kedua, tambah Azis, permohonan Surat Ijin Operasional (SIO) BUJP, ditambahkan kata ‘sesuai bidang usahanya’, “Jadi nanti di Perkaba akan kita kawal lagi bahwa salah satu syarat rekomendasi dan SIO adalah menjadi anggota asosiasi bidang sekuriti sesuai bidangnya,

Azis memisalkan, kalau usaha di bidang peralatan, wajib menjadi anggota ATISI, kalau usaha di bidang CIT wajib menjadi anggota APJATIN, kalau usaha di bidang Pelatihan dan Konsultan wajib menjadi anggota APSI, kalau usaha di bidang Satpam, wajib menjadi anggota Abujapi.

“Ini sebagai konsekuensi atas sudah diregisternya 8 asosiasi di Mabes Polri,” jelasnya.

Azis terus berusaha mengusulkan agar dalam Perkaba mengakomodir satpam menjadi anggota asosiasi profesi satpam karena Satpam akan menjadi Profesi dimana layaknya sebuah profesi, dimana Personilnya harus menjadi anggota Asosiasi Profesi. “Tapi Pak Kabaharkam tadi sudah janji akan diakomodir pada Peraturan Kabaharkam (Perkaba),” tuturnya.

Selain Ketua Umum APSI, hadir pula Sekjen APSI yang sekaligus Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto mendampingi Ketum APSI. [roj]

10 Mar 2019

Di Depan Pengusaha Jasa Pengamanan, Menaker Bahas SKKNI

KSATRIA| Jakarta–Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meminta industri yang bergerak di sektor jasa keamanan menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Penerapan SKKNI tersebut menjadi dasar bagi pekerja jasa keamanan untuk meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesejahteraan.

Di Indonesia, SKKNI Sektor Sekuriti telah diberlakukan sejak tahun 2006 melalui Kepmenakertrans Nomor : Kep.112/MEN/II/2006 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Sektor Jasa Sekuriti.

“Penerapan SKKNI bisa menjadikan pekerja lebih profesional dan punya jenjang karier sehingga tidak stuck pada satu level jabatan atau pekerjaan,” kata Hanif saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Koperasi Pekerja Buruh Indonesia (KOPBI) dan Penguatan Fungsi Ketenagakerjaan Satuan Pengamanan (Satpam) Indonesia di Griyo Dalem EGP Security, Minggu (10/3/2019).

Meskipun sektor jasa keamanan telah memiliki SKKNI, Hanif mempersilakan seluruh stakeholder untuk membahasnya kembali jika belum mengakomodir kebutuhan sektor jasa keamanan. “Perumusan jenjang karier harus dilihat lebih detil lagi. Termasuk kesesuaian dengan sektor-sektornya,” kata Hanif.

Hanif menjelaskan, bidang keamanan ini memang berbeda dengan jenis pekerjaan lain. Selain jasa keamanan langsung di bawah Polri, juga ketenagakerjaan. Untuk itu, tambah Hanif, para stakeholder harus duduk merumuskan ini.   

Hanif meminta masukan dari para pelaku bisnis keamanan untuk memberikan desain yang layak untuk jenjang karir di profesi satpam ini. “Sekuriti itu ada nggak jenjang karirnya, yang mengerti itu mereka yang bergerak di bidang sekuriti, jika memang dilakukan perbaikan, kita perbaiki sama sama karena sekuriti hal yang beda,” katanya.

Hanif memberikan contoh, satpam pertokoan dengan satpam oil and gas, pasti memiliki karakter tugas yang berbeda. Karena itu jenjang karir harus beda. Keduanya pasti beda dari segi tanggungjawabnya.  

Sementara itu, sosialisasi ini diikuti 150 orang perwakilan manajemen dan ketua asosiasi jasa keamanan. Selain Menaker, hadir pula sebagai narasumber, Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Haiyani Rumondang. selain itu, kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan Gelar Apel Satuan Pengamanan yang diikuti 500-an perwakilan satpam se-Kota Depok dan Bekasi.

Saat jadi Inspektur Apel, Hanif berpesan bahwa Satpam adalah pekerjaan mulia dan bernilai ibadah tinggi. Satpam memiliki peran dan tugas untuk membuat masyarakat merasa aman, nyaman, dan tertib. “Pekerjaan sebagai satpam adalah mulia sehingga capeknya karena pekerjaan juga bernilai ibadah,” terangnya.

Ketua umum KOBPI, Adi Mahfud menambahkan, saat ini jumlah Satpam di Indonesia lebih dari 2 juta orang. Di Kota Depok dan Bekasi terdapat kurang lebih 250.000 Satpam. Oleh karenanya, jumlah tersebut jika dapat dikelola dan diorganisir dengan baik, niscaya akan memberi nilai tambah enomoni yang lebih baik menurut dia. Dampaknya, lanjut ia tak hanya baik bagi pekerja, tapi juga perekonomian bangsa. Nah, memulainya bisa melalui koperasi pekerja. “Kami akan terus berbenah diri untuk meningkatkan profesionalitas bersama,” ujar Adi Mahfud. [roj]

   

06 Feb 2019

Upacara HUT Satam ke-38 Dipimpin Kapolri

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D pimpin upacara dalam rangka HUT Satpam ke-38 Tahun 2018 yang dilaksanakan di Auditorium PTIK Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.
Mengawali Upacara dilaksanakan kegiatan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Kapolri atas meninggalnya Jenderal Pol (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., pada hari Kamis 31 Januari 2019 di RS Medistra. “Beliau merupakan bapak pendiri Satuan Pengamanan Indonesia, dan guna mengenang segala jasa-jasa beliau yang telah membentuk dan mengembangkan Satpam marilah kita Bersama-sama mengheningkan cipta,” ucap Kapolri.
Dalam amanatnya Kapolri menyampaikan bahwa satpam bukanlah profesi biasa, namun sebuah profesi mulia dan luhur yang turut andil membantu Polri dalam menjaga keamanan negara. Selama 38 tahun berdiri, satpam telah banyak melakukan aksi-aksi nyata dibidang keamanan, namun seringkali luput dari perhatian publik maupun perhatian kita.
“Mereka bagaikan ‘The Silents warrior’ yaitu pendekar-pendekar yang sunyi. Memang terkadang profesi keamanan seringkali dianggap sebagai ‘Second Class’ dan situasi aman juga masih dianggap sebagai ‘take it for granted’ yang seakan-akan bisa terjadi begitu saja tanpa harus diupayakan, padahal keamanan adalah sebuah situasi yang harus diupayakan,” jelasnya.
Kapolri menyampaikan bahwa menciptakan atau menjaga situasi keamanan sama seperti menjaga kesehatan, ketika penyakit belum datang, kondisi kesehatan sering diabaikan namun ketika penyakit telah datang maka segala cara dilakukan untuk segera sembuh sampai rela mengeluarkan biaya banyak.
Kapolri berharap bahwa satpam harus bisa turut serta dalam menjaga situasi kondusif dalam pengamanan pemilu tahun 2019, bersama-sama dengan TNI-Polri menciptakan pemilu yang aman dan damai.
Di akhir amanatnya Kapolri menyampaikan, bahwa sektor keamanan sangatlah penting, hampir semua instansi atau perusahaan membutuhkan jasa pengamanan namun ilmu maupun pengetahuan khusus tentang keamanan masih banyak diperoleh diluar negeri, Kapolri berpendapat sudah saatnya kita membangun sendiri Universitas Keamanan.
Pada kegiatan Upacara tersebut Kapolri juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada 9 anggota satpam yang berprestasi. [roj]
31 Dec 2018

Amanat Kapolri di HUT Satpam ke-38

KSATRIA| Jakarta–Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dalam amanatnya memperingati Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-38 mengajak momentum ini sebagai evaluasi terhadap kinerja satpam.

“Momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satuan Pengamanan, guna pembenahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang,” papar Tito dalam amanatnya (30/12/2018).

Menurut Tito, bangsa Indonesia tengah menyambut agenda Pemilu 2019, sebagai wujud dari pesta demokrasi. Jika ditinjau dari perspektif keamanan, agenda tersebut memiliki karakteristik potensi kerawanan yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan digelar secara serentak pada tanggal 17 April 2019.

Kondisi tersebut, tambah Tito, memunculkan beberapa potensi kerawanan yang harus diantisipasi, baik dalam tahap kampanye, pemungutan, penghitungan, maupun rekapitulasi suara, di antaranya potensi pemanfaatan isu SARA dan politik identitas, serta penyebaran hoax dan hatespeech yang berpotensi terhadap timbulnya konflik sosial.

Dalam menghadapi kompleksitas tantangan tersebut, Polri memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk Satuan Pengamanan sebagai profesi yang luhur dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian secara terbatas pada lingkungan kerjanya.

Sehubungan dengan konteks tersebut, peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan tahun 2018 ini mengangkat tema ”Pemuliaan Profesi Satpam Indonesia guna Mendukung Polri dalam Pengamanan Pemilu Tahun 2019”.

Tito menegaskan, Satuan Pengamanan memiliki peran strategis, baik dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas di lingkungan kerja, maupun dalam mendukung iklim investasi yang kondusif sebagai salah satu perhatian pemerintah guna memacu pertumbuhan ekonomi.

“Jaminan keamanan pada lingkungan badan usaha dan sektor industri, akan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap negara yang pada akhirnya bisa berdampak positif bagi iklim berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, kehadiran Satpam sebagai mitra Polri dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas, dituntut semakin profesional. Dalam implementasinya, personel Satuan Pengamanan harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pertama dan pencegahan dengan tepat, serta melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan langkah-langkah antisipasi.

Dengan demikian, eksistensi Satpam dapat semakin memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan keamanan di lingkungan tugasnya masing-masing. Untuk mewujudkan postur Satpam yang semakin unggul dan profesional, maka diperlukan sistem manajemen sumber daya manusia yang optimal, di antaranya proses perekrutan yang selektif, serta peningkatan kapasitas yang berkualitas, baik pada kualifikasi Gada Pratama, Gada Madya, maupun Gada Utama. Upaya ini membutuhkan kerja sama sinergis dan simultan dari segenap pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam bidang industrial security.

Sebelum mengakhiri amanat ini, terdapat beberapa hal yang perlu disampaikan kepada seluruh personel Satuan Pengamanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut:

Pertama, senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moril dalam mengemban amanah profesi yang luhur dan mulia;

Kedua, jaga kehormatan pribadi dengan berpegang teguh pada kode etik dan profesi Satuan Pengamanan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab;

Ketiga, tingkatkan kesiapsiagaan diri dalam mengidentifikasi setiap potensi gangguan dan kerawanan pada lingkungan kerja, sehingga dapat segera diantisipasi dengan optimal;

Keempat, senantiasa tingkatkan kompetensi diri, baik melalui pendidikan maupun pelatihan, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas;

Kelima, bangun komunikasi positif dengan seluruh komponen masyarakat, serta tingkatkan kerja sama sinergis dengan jajaran Polri dan seluruh stakeholders lainnya dalam memelihara stabilitas keamanan di lingkungan kerja.

Selaku pimpinan Polri, Tito mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada seluruh komunitas security, personel Satuan Pengamanan, pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan, serta segenap stakeholders terkait lainnya, atas dukungan kepada institusi Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif.

“Semoga kerja sama ini, dapat senantiasa terpelihara dengan baik dan terus ditingkatkan. Demikian amanat saya, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya. [roj]

11 Oct 2018

APSI akan Gelar Seminar tentang Profesi Sekuriti

KSATRIA| Jakarta–Seiring dengan tuntutan kebutuhan tenaga jasa pengamanan yang lebih profesional, Satpam tidak hanya wajib berpendidikan satpam saja, namun diperlukan sertifikasi profesi satpam, penyelenggara sertifikasi profesi satpam adalah lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang diinisiasi oleh Polri.

Oleh karena itu perkerjaan sebagai satpam akan diarahkan menjadi profesi satpam. Untuk keperluan itulah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) akan menyelenggarakan seminar security dengan tema ‘Peta jalan pelaksanaan sertifikasi profesi satpam setelah selesainya konvensi SKKNI 2018 bidang satuan pengamanan.

Kegiatan seminar security ini penting bagi pada direktur perusahaan, pengelola badan usaha jasa pengamanan dan manajer sekuriti, manager HRD, manager GA sebuah perusahaan. Guna menambah wawasan tentang perkembangan industrial security Indonesia.

Renacananya akan hadir sebagai keynote speaker oleh Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, SH, Msi sebagai Kakor Binmas Baharkan Polri. Sedangkan para pembicara dalam seminar adalah Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto, SH Kasubdit Kom Satpam atau Polsus Korbinmas Baharkan Polri, yang akan membawakan tema ‘Kesiapan Polri pada program sertifikasi satpam menyangkut lembaga, sistem dan SDM’

Sementara Soegianto, MBA, PhD Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan mengambil pembahasan tentang ‘Bancmarking tentang proses dan implementasi sertifikasi profesi satpam dengan profesi lain di Indonesia maupun luar negeri.

Sedangkan Ketua APSI H. Azis Said, SE akan membahas hambatan dan tantangan pemangku kepentingan bidang sekuriti pada pelaksanaan sertifikasi profesi satpam dan apresiasinya.

Acara seminar ini akan digelar pada Kamis, 1 November 2018 di Bali Dyansty Resort, Badung Bali. Bagi yang ingin mendaftar dalam acara besar ini bisa menghubungi kantor sekretariat APSI di Jl Zamrud B1 Cilandak Jakarta Selata di email sekredppapsi@gmail.com nomor telpon 021-29860957 atau 081511714978 atas nama Nur Azizah.

Translate »
error: Content is protected !!