Bravo Satria Perkasa
13 Mar 2019

Kabaharkam Andalkan Bhabinkamtibmas dan Polmas dalam Pengamanan Pemilu

KSATRIA| Kaltim–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, mengunjungi Polda Kalimantan Timur. Moechgiyarto memberikan arahan kepada personel Bhabinkamtibmas dan pengemban Polmas Polda Kaltim, dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

Kabaharkam Polri mengaku sangat mengandalkan Bhabinkamtibmas dan personel pengemban Polmas untuk mendinginkan situasi menjelang pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Bhabinkamtimas adalah personel yang ditunjuk berdasarkan surat perintah untuk menjadi wakil Polri di wilayah binaan, sentuhan, dan pantauan, guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara pengemban Polmas adalah semua anggota Polri dari pangkat terendah sampai tertinggi.

“Kewenangan hukum yang dimiliki oleh Polri adalah menjaga proses demokrasi agar berjalan tetap ‘on the right track’ dan secara langsung berfungsi juga sebagai ‘cooling system’ yang meminimalisir gesekan antarkelompok politik dan kelompok masyarakat. Dengan kedua peran tersebut, diharapkan Polri mampu menciptakan Pemilu yang aman dan kondusif,” ungkap Komjen Pol Moechgiyarto dilansir penanusa.com, (12/3).

Kabaharkam Polri mengingatkan bahwa seorang Bhabinkamtibmas bisa rangkap wilayah hingga dua atau tiga desa. Namun tidak boleh rangkap jabatan. Rangkap desa didesuaikan menurut desa binaan, desa sentuhan, dan desa pantauan.

“Kenapa tidak boleh rangkap jabatan? Karena Bhabinkamtibmas sudah ada anggaran untuk sarana kontak sebesar 1,1 juta selama 1 bulan, 5 hari kerja,” terangnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang Bhabinkamtibmas harus melakukan sambang Door to Door System (DDS) sebanyak 5 kepala keluarga, dilaksanakan pada Senin-Jumat. Hal ini sesuai dengan strategi Baharkam Polri. [roj]

 

12 May 2017

Keamanan, Unsur Penting Saat Mencari Properti

KSATRIA, (BSP)–Menurut hasil survei situs Rumah.com, Property Affordability Sentiment Index, sebanyak 87% pencari properti menganggap keamanan dan kenyamanan lingkungan sebagai faktor terpenting kedua, setelah lokasi yang mencapai 98%.

“Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial, informasi adanya aksi kriminal di berbagai wilayah dapat tersebar dengan cepat. Masyarakat pun dapat mengambil langkah pencegahan dan mewaspadai agar peristiwa tersebut tidak menimpanya,” ucap Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

“Dan jika aksi kriminal sering terjadi di wilayah tertentu, maka hal ini bisa membuat calon pembeli akan mengurungkan niatnya untuk membeli properti di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Meski demikian, Wasudewan menambahkan, pemerintah daerah dan kepolisian di berbagai wilayah juga berusaha keras untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya.

Sebagai contoh adalah wilayah Depok. Meski laporan aksi kriminalitas sepanjang tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Polresta Depok segera merespon dengan meluncurkan aplikasi Panic Button dan Halo Polisi yang beroperasi di smartphone berbasis Android.

Pada 2015, Polresta Depok memperoleh 3.068 laporan kriminalitas, dan sebanyak 3.637 laporan pada 2016. Strategi yang dilakukan Polresta Depok ini bisa menambah keyakinan masyarakat terhadap keamanan di wilayah tersebut.

“Dan dengan keunggulan lain, seperti akses menuju transportasi publik yang memadai serta infrastruktur yang terus berkembang, Depok selalu berada dalam 10 Lokasi Favorit Pencari Properti di Rumah.com sepanjang tahun lalu,” ujarnya.

Begitu pula dengan Bogor dan Bandung yang menempati posisi pertama dan kedua dalam jumlah kasus kriminalitas di Jawa Barat selama tahun 2016. [ROJI]

 

08 May 2017

Sidang Ahok, Ribuan Petugas Keamanan Siap Diterjunkan

KSATRIA, (BSP)–Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan, telah menyiapkan pengamanan terkait sidang vonis kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sidang vonis tersebut akan digelar di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, ribuan personel pengamanan telah disiapkan untuk mengantisipasi pengamanan baik jalannya sidang maupun mengawal rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pertanian (Kemtan).

“Personel ribuan. Antisipasi pengamanan tetap sesuai dengan SOP-SOP (standar operasional prosedur) yang sudah kita lakukan. Jalan di depan kita tutup, sterilasi gedung utama, pemeriksaan pengunjung sidang, menempatkan anggota-anggota di dalam maupun di luar Kementan,” ujar Argo seperti dilansir Beritasatu.com, Senin (8/5).

Dikatakannya, massa pro dan kontra yang akan menggelar aksi unjuk rasa diperkirakan mencapai ribuan orang.

“Jumlah massa kemungkinan ribuan. Saya belum tahu pasti jumlahnya. (Surat pemberitahuan sudah ada?) Biasanya sudah ada, tapi nanti saya cek apakah sudah masuk atau belum,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mendapat pengamanan melekat. “Dapat pengamanan. Hakim dan jaksa kita lakukan pengamanan,” katanya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, kepolisian bakal memperketat pengamanan sidang vonis Ahok.

“Agak diperketat pengamanan di dalam dan di luar ruang sidang. Anggota melakukan pemeriksaan menggunakan sekuriti door di pintu masuk. Massa yang boleh masuk sesuai dengan yang sudah kami tentukan sebelumnya. Jumlahnya sama baik yang pro dan kontra,” jelasnya.

Ia menuturkan, sistem pengamanan tetap seperti sebelumnya sesuai SOP menggunakan pola ring di lokasi. Ring satu di dalam ruang sidang, ring dua sekitar Auditorium Kementan, ring tiga di halaman Kementan, dan ring empat di luar Gedung Kementan.

“Standar pengamanan ring tetap dilakukan. Namun, jaraknya kemungkinan akan diperluas. Jumlah personel juga ditambah mengingat kemungkinan massa yang datang akan lebih banyak. Namun, jumlahnya saya belum bisa pastikan karena baru akan rapat siang siang ini,” tandasnya. [ROJI]

18 Apr 2017

62 Ribu Pasukan Gabungan Siap Amankan Pilkada DKI

KSATRIA, (BSP)–Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pihak keamanan telah berkoordinasi untuk mengamankan penyelenggaraan pilkada DKI putaran kedua, 19 April 2017. Kapolri menyebut setidaknya 62 ribu personel keamanan diturunkan.

“Personel gabungan dari Polri, TNI, dan Linmas,” kata Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavan di sela acara Pembekalan Pengamanan Pilkada DKI, Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2017).

Sebagian personel diterjunkan di tiap-tiap TPS, sebagian lainnya berpatroli di wilayah-wilayah teridientifikasi berpotensi mengalami gangguan keamanan. Rinciannya dari 62 ribu perseonel tersebut, 20 ribu anggota Polri, 15 ribu personel TNI, dan sekitar 26 ribu anggota Linmas.

“Dan kekuatan kita yang standby ada 10 ribu dari Polri dan 1.500 (personel) yang ada di bawah kendali dari Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya,” jelas Tito.

Tito meyakinkan bahwa pasukan yang disiagakan mampu mengawal pelaksanaan Pilkada DKI 2017 dengan aman, lancar, dan damai. Sesuai amanat Presiden, kata dia, personel keamanan dipastikan mampu meminimalisasi upaya-upaya intimidasi yang mungkin ada selama pemungutan suara.

“Silakan menggunakan hak pilih, hak politik, dengan sebebas-bebasnya. Ini dijamin oleh pemerintah,” tegas Tito. [ROJI]

18 Apr 2017

Inilah Tiga Maklumat Presiden Soal Keamanan Pilkada DKI

KSATRIA, (BSP)–Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan dan menemui para petinggi di bidang keamanan dan pertahanan negara. Tujuannya agar proses pemungutan suara pada Rabu mendatang (19/4) dapat berjalan lancar dan aman, tanpa adanya intimidasi.

Pertemuan tersebut berlangsung di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4). Para petinggi yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Selain itu, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jokowi meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan kondisi Jakarta selama berlangsungnya pilkada. Karena itu, dia mengajak seluruh warga Jakarta yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak tersebut. Apalagi, hak untuk memilih gubernur dan wakil gubernur itu dijamin konstitusi.

Presiden sudah memerintahkan seluruh aparat negara, baik TNI dan Polri, untuk menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Jakarta. “Semua warga harus dapat melaksanakan haknya tanpa gangguan dan tanpa intimidasi dari pihak mana pun,” katanya.

Jokowi pun menyatakan keyakinannya bahwa proses demokrasi yang akan berlangsung di DKI Jakarta ini akan berjalan secara lancar, bersih, dan tertib.

Demi menjaga keamanan, Polda Metro Jaya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta juga sudah mengeluarkan maklumat bersama. Maklumat itu memuat larangan mobilisasi massa saat hari pemungutan suara Pilkada Jakarta karena dapat mengintimidasi secara fisik dan psikis.

“Demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tulis maklumat yang ditandatangani Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti, yang dikeluarkan Senin (17/4) ini.

Ada tiga poin isi maklumat tersebut. Pertama, setiap orang dilarang melaksanakan mobilisasi massa yang dapat mengintimidasi secara fisik dan psikologis, dalam bentuk apa pun. Karena itu, massa dilarang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta jika tidak berkepentingan menggunakan hak pilihnya.

Kedua, jika ada sekelompok orang dari luar Jakarta yang akan melaksanakan kegiatan tersebut, maka Polri, TNI, dan instansi terkait akan melakukan pencegahan dan pemeriksaan di jalan. Massa pun nantinya diminta kembali ke daerah masing-masing.

Ketiga, bila sekelompok orang tersebut tetap memaksa datang ke Jakarta dan melanggar aturan hukum, maka kepolisian akan melakukan proses hukum. [ROJI]

21 Feb 2017

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

Translate »
error: Content is protected !!