Bravo Satria Perkasa
02 Oct 2017

Soal Impor Senjata, Wiranto Jamin Tidak Ada Gangguan Keamanan

KSATRIA, (BSP)–Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menjamin impor senjata yang dilakukan Polri tidak menyebabkan gangguan keamanan nasional. Dia meminta persoalan pengadaan senjata ini tidak perlu dijadikan komoditas publik.
“Tidak ada satu hal yang menyebabkan gangguan keamanan nasional. Saya jamin itu. Tidak mengganggu keamanan nasional secara menyeluruh,” kata Wiranto setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu, 1 Oktober 2017.
Dia mengatakan ini menjawab pertanyaan soal impor senjata api dan amunisi oleh Brimob. Senjata yang dikirim dari Bulgaria itu tertahan di Gudang UNEX Area kargo Bandara Soekarno Hatta sejak Jumat malam, 29 Serptember 2017, karena belum mendapat rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis TNI. Impor senjata tersebut di antaranya terdiri dari Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) sebanyak 280 pucuk, dan amunisi sebanyak 5.932 butir.
Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail dalam jumpa pers Sabtu, 30 September 2017, membenarkan adanya impor senjata pelontar granat untuk Korps Brimob. Namun dia mengaku impor dilakukan sudah sesuai prosedur. Senjata tersebut juga biasanya digunakan untuk penanganan huru-hara, dengan jarak tembaknya maksimal 100 meter.
Menurut Wiranto, impor senjata tidak perlu menjadi komoditas publik. Ada banyak masalah yang harus diselesaikan dengan koordinasi, termasuk pengadaan senjata. Karena itu, sebagai Menko Polhukam, dia akan mengkoordinasikan semua lembaga di bawah Kemenko Polhukam untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Biarkan kami, beri kesempatan saya, untuk bersama-sama Panglima TNI, Kapolri, dengan BIN, Pindad, dengan siapapun yang terlibat masalah pengadaan senjata, biar kami koordiansi menyelesaikan itu,” ujar Wiranto. [ROJI]
 
29 Jul 2017

Aksi 287 Berlangsung Aman, Kapolda Metro Jaya: Alhamdulillah

KSATRIA, (BSP)–Di hari ketiganya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis ‘disambut’ dengan aksi 287. Irjen Idham pun langsung turun ke lapangan untuk memastikan situasi Jakarta selama aksi berlangsung.

“Alhamdulillah aman-aman saja, landai-landai saja,” ujar Irjen Idham, Jumat (28/7/2017).

Dalam pengamanan aksi ini pasukan keamanan yang diterjunakn untuk pengamanan aksi 287 sekitar 9 ribu, mereka dari gabungan TNI dan Polri. Personel ditempatkan tidak hanya di titik konsentrasi massa, tetapi juga di kawasan Monas dan di sekitar ring 3 Istana Negara.

“Prinsip Polda Metro Jaya, mengawal, mengamankan, melayani seluruh pelaksana unras agar berjalan tertib dan aman,” imbuhnya.

Idham berharap agar massa melaksanakan penyampaian pendapatnya di muka umum ini tanpa tindakan anarkis. Mantan Kadiv Propam Polri ini juga meminta massa untuk menjaga situasi Ibu Kota tetap kondusif.

Sebelumnya, Idham juga meminta kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya, agar melaksanakan dengan tertib, sehingga tidak mengganggu masyarakat lainnya.

“Kami juga berharap kerja samanya, siapa lagi yang jaga kalau bukan kita. Prinsip Polda Metro Jaya, mengawal, mengamankan, melayani seluruh pelaksana unras agar berjalan tertib dan aman,” tambahnya.

Untuk diketahui, tujuan aksi tersebut adalah untuk menyuarakan pembatalan Perppu Ormas yang telah diterbitkan oleh pemerintah. [ROJI]

 

19 Jul 2017

15 Tahun BSP, Romo Bravo Touring ke Baturaden

KSATRIA, (BSP)–Di tengah kesibukan kerja yang menyita tenaga dan pikiran setiap harinya tak membuat Keluarga Besar PT Bravo Satria Perkasa (BSP) lupa menyalurkan hobinya, terutama touring.

Komunitas yang tergabung dalam Romo Bravo (Rombongan Motor) Bravo ini menjadi magnet tersendiri sebagai ajang perekat persaudaraan antar karyawan BSP di seluruh Indonesia.

Mensyukuri HUT BSP ke-15, Romo Bravo menggelar touring ke wilayah Baturaden. Menurut Ketua Panitia Ilal Dwi Zufatresa mengatakan pelaksanaan Romo Bravo ini digelar pada 14-16 Juli 2017 dan diikuti oleh 80 peserta.

Touring kali ini cukup spesial karena diikuti oleh direksi, Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo dan Direktur BSP, H Djarot Soeprianto. Selain itu juga General Manager Krisnawan dan beberapa head of area  dan departemen.

Ilal yang juga sebagai Legal spv. Biro Direksi BSP ini memilih Baturaden karena alamnya yang asri dan sejuk, “Selain itu karena bertepatan dengan event Baturraden Bike Week,” katanya.

Agenda touring ini tidak hanya jalan-jalan tapi juga menjadi moment untuk saling berbagi di 15 tahun BSP. Karenanya tim Romo Bravo juga menggelar silaturahim ke Pesantren An-Nur Baturaden sekaligus memberikan bantuan kepada santri anak yatim.

Begitulah aktivitas para rider yang tergabung dalam Romo Bravo, sambil menikmati hobi juga bisa saling menguatkan konsolidasi team. One team One Mission One goal. [ROJI]

 

 

 

27 Mar 2017

Ribuan TNI, Polri dan Pecalang Amankan Hari Raya Nyepi

KSATRIA, (BSP)–Guna mengamankan pelaksanaan Hari Raya Nyepi 1939, ribuan aparat keamanan sudah mulai bersiaga. Selain TNI dan Polri, sekitar 20 ribu pecalang yang ada di Bali akan melakukan pengamanan di desa masing-masing.
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, untuk mengamankan jalannya perayaaan nyepi, kepolisian Daerah Bali akan menerjunkan sekitar 5.600 personil dan mulai bersiaga sejak hari ini.
Pengamanan akan dilakukan diseluruh wilayah Bali hingga hari Rabu atau setelah berakhirnya tapa brata penyepian.
“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Bali, baik yang beragama hindu maupun non hindu untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar pelaksanaan hari raya nyepi berlangsung aman,” jelas Kapolda.
Seperti diketahui, mulai besok pagi sekitar pukul 06:00 Wita hingga hari rabu pukul 06:00 Wita, umat hindu akan melakukan tapa brata penyepian.
Pada saat tapa brata penyepian, ada empat larangan yang wajib dilaksanakan oleh umat hindu. Larangan pertama adalah Amati Karya atau tidak boleh bekerja, Amati Geni atau tidak boleh menyalakan api, Amati Lelungan atau tidak boleh berpergian, dan keempat adalah Amati Lelanguan atau tidak boleh bersenang-senang atau mencari hiburan seperti menonton televisi dan lain-lain. [ROJI]
22 Mar 2017

Djasman Terpilih jadi Ketua BPD-ABUJAPI Banten

KSATRIA, (BSP)–Musyawarah Daerah Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Banten pada 22 Maret 2017 berjalan lancar.

Musda BPD-ABUJAPI Banten ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Wadirbinmas Polda Banten AKBP  E. Nugraha. Selain dari kepolisian, juga hadir para pengurus BPP-ABUJAPI.

Dalam sambutannya, Nugraha mengatakan bahwa perusahaan BUJP harus terus memperbaiki dan melengkapi administrasi perusahaan, seperti kartu tanda anggota ABUJAPI, dan perijinan ke Mabes Polri. “ABUJAPI harus mendorong dan memantau penertiban tersebut,” jelasnya seperti dikutip JurnalSecurity.com, Rabu (22/3).

Sementara itu Ketua Umum BPP-ABUJAPI Budi Riyanto mengatakan bahwa ke depan ABUJAPI akan mengusahakan menjalin kerjasama dengan Mabes Polri terkait pemberlakuan SIUP yang bisa berlaku di seluruh Indonesia, sehingga tidak lagi repot di cabang-cabang. “Selama ini, setiap cabang tiap daerah harus ada ijin sebanyak daerahnya,” ujarnya.

Budi juga akan mengusahakan, biaya untuk pendidikan dan latihan satpam, mulai dari Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama diusahakan tidak terlalu mahal. Sehingga para satpam yang akan mengikuti diksar tidak keberatan dalam pembayaran.

Musda pertama ABUJAPI Banten ini secara aklamasi menetapkan H. Djasman Seno sebagai Ketua Umum BPD-ABUJAPI Banten masa periode 2017-2022.

Dalam pidato sambutan, Djasman mengatakan hendaknya perusahaan jasa pengamanan di wilayah Banten menertibkan secara administrasi di Polda sehingga keberadannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. “Dimohon pemilik BUJP juga memahami tentang kesatpaman,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua BPD-ABUJAPI Banten Ir. Hj. Armite M berharap dari Musda ini adalah, BPD ABUJAPI se Indonesia bisa membuat MOU dengan Polda masing-masing  tentang diharuskannya menjadi anggota ABUJAPI  sebagai salah satu syarat mengajukan rekomendasi. Selain itu ke depan harus ada kantor perwakilan perusahaan bagi perusahaan dari luar daerah.

“Saya berharap adanya etika bisnis saling membesarkan dan saling melindungi sesama pengusaha BUJP di wilayah masing-masing,” tuturnya. [FR]

22 Mar 2017

Manusia adalah Titik Terlemah Sistem Keamanan Perusahaan

KSATRIA, (BSP)– Berdasarkan laporan FBI pada Juni 2016, terdapat 18 juta contoh malware baru dilaporkan, artinya ada 200.000 malware baru per hari. Sejak awal tahun rata -rata serangan ransomware terjadi 4.000 kali per hari, naik 300% dibanding tahun sebelumnya. Berimbas semakin seringnya dunia usaha mendapat serangan ransomware, dimana fokus serangan dilakukan dengan cara phishing email.

Phishing merupakan contoh dari teknik rekayasa sosial yang digunakan untuk menipu pengguna, mengeksploitasi kelemahan dalam keamanan web, email phishing biasanya berisi pesan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan atau institusi tertentu seperti universitas, penyedia layanan internet, bank atau institusi pemerintah, serangan ini bertujuan untuk memanipulasi manusia.

Phishing email terus tumbuh sebagai vektor serangan untuk ransomware. Kejutan lain diberikan oleh laporanPhisMe awal tahun ini, dari semua phising email yang mereka kumpulkan pada Q1 2016, 92% diantaranya mengandung ransomware. Lebih menakutkan lagi, pada Q3 2016 temuan mereka meningkat hingga 97,25%.

Menurut studi Dr. Zinaida Benenson, Kepala IT Security Lab Universitas Erlangen Nuremberg Jerman yang dilakukan di Friedrich Alexander Universitas (FAU) dan disajikan di Black Hat USA 2016 menyimpulkan bahwa pengguna komputer lebih rentan terhadap serangan phishing daripada yang diduga.

Hanya 78% responden menyatakan dalam kuesioner mereka sadar akan risiko tautan yang tidak dikenal. Pada kelompok pertama yang diuji menggunakan mock phishing email, 20% responden mengatakan mereka mengklik tautan dalam email, tapi sesungguhnya 45% dari mereka yang melakukan klik tautan tersebut. Pada kelompok kedua, 16% responden mengatakan mereka mengklik tautan dalam email, namun kenyataannya ada 25% responden yang mengklik.

Dengan kata lain mayoritas orang akan tetap mengklik tautan berisiko yang tidak dikenal. Apalagi jika email tersebut berasal dari perusahaan atau institusi yang kredibel probabilitas mengklik tautan bisa jauh lebih besar sehingga kemungkinan komputer terinfeksi malware juga sangat besar, faktor inilah yang menunjukkan bahwa manusia menjadi titik terlemah dalam sistem keamanan suatu perusahaan. [ROJI]

Sumber: moneter.co.id

 

 

28 Feb 2017

10 Ribu Pasukan Gabungan Siap Amankan Kedatangan Raja Arab

KSATRIA, (BSP)—Polri dan TNI  berkerjasama mengerahkan  10 ribu personel gabungan  untuk pengamanan tamu kenegaraan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia. Pengamanan akan terbagi di tiga tempat, yaitu Jakarta, Bogor, dan Bali.

“Polri sudah siapkan 10.000 anggota yang terlibat dalam pengamanan di tiga lokasi itu,” ujar Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2/2017).

Syafruddin mengatakan,  pengamanan di Jakarta  dilakukan  secara terbuka dan tertutup melibatkan 2.000 personel gabungan dari berbagai unsur. Di Bogor, sebanyak 2.252 personel terlibat untuk pengamanan.

“Di Bali lebih besar karena raja dan delegasi cukup besar, setidaknya ada 5.000 personel dari unsur pengamanan,” kata Syafruddin.

Syafruddin berharap, masyarakat mendukung upaya pengamanan tersebut. Polri juga mengantisipasi adanya kejadian tak terduga yang mengganggu keamanan selama kunjungan.

“Mudah-mudahan bisa terlaksana baik dan pangeran dan raja bisa kembali dengan selamat,” kata Syafruddin.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mempercayakan pengamana pada kepolisian dibantu TNI. Ia mengakui kemampuan pengamanan di Indonesia sudah teruji dengan baik.

“Pemerintah dari Arab cukup puas dan yakin bahwa pengamanan Indonesia mampu amanakan rajanya di Indonesia,” kata Osama.

Raja Salman dan rombongan akan berkunjung ke Jakarta dan Bogor pada 1 hingga 4 Maret 2017. Kemudian dilanjutkan dengan liburan di Bali pada 4 hingga 9 Maret 2017. Kunjungan ini merupakan kali kedua setelah kunjungan pertama Raja Arab sekitar 47 tahun lalu.

Pada kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman akan membawa 1.500 anggota delegasi, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Ini menjadi jumlah terbanyak anggota delegasi kepala negara/kepala pemerintahan yang datang ke Indonesia. [ROJI]

11 Feb 2017

TNI Polri Kerahkan 28 Ribu Pasukan Amankan Pilkada Jakarta

KSATRIA, (BSP)—Jelang Pilkada serentak, terutama di DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memastikan pengamanan minggu tenang menjelang pilkada akan dimaksimalkan.

Kepolisian, dibantu TNI, akan menjaga keamanan pada aksi keagamaan 11 Februari dan pencoblosan 15 Februari 2017. “Cukup banyak, kami ada 23.450, dari Kodam jaya ada 4.700. Jadi sekitar 28.000,” kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/2).

Kapolda bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana akan memastikan kondisi Jakarta melalui sistem patroli.

“Masa tenang ini adalah masa betul-betul tidak ada gerakan apa-apa dan aksi apa-apa sehingga kami yakin komitmen ini akan diikuti oleh semua paslon,” ujar Iriawan.

Polisi menegaskan, tidak diperbolehkan ada pengumpulan massa seusai gelar kegiatan keagamaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, seperti telah disepakati.

“Doa bersama kami persilakan, tapi kembalinya harus tertib dan tidak boleh ada pengumpulan massa,” ia menegaskan. [ROJI]

 

 

27 Jan 2017

Hadapi Tantangan, Polri Harus Profesional dan Modern

KSATRIA, (BSP)– Presiden Joko Widodo mengingatkan Polri untuk terus menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Ke depan Polri yang profesional, modern, terpercaya merupakan sebuah tagline yang harus dicapai,” kata Presiden saat memberi pengarahan dalam Rapat Pimpinan Polri 2017 di Jakarta, Rabu (25/1/2017)

Dalam Rapim Polri 2017 ini mengambil tema “Polri yang Promoter (Profesional, modern, terpercaya) siap mengamankan Pilkada Serentak 2017.

Presiden mengatakan dalam mewujudkan tagline tersebut Polri harus membangun kepercayaan publik dengan melakukan dengan perbaikan kinerja seluruh jajaran polri dalam menghadapi persoalan dan penyelesaian yang ada di negara kita.

Jokowi mengatakan situasi di dalam negeri di warnai adanya kejahatan konvensional serta tantangan keamanan dan ketertiban.

“Keamanan dan keteetiban telah berkembang jauh dengan munculnya kejahatan transnasional, terorisme, penyeludupan perdagangan nasional norkoba dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, kata Presiden, Polri harus siap mengungkap upaya kejahatan anggaran negara, korupsi, pencurian ikan, legal logging serta keamanan yang menyangkut SARA, unjuk rasa yang merupakan tugas yang tidak ringan.

Dalam Rapim Polri 2017 ini diikuti 399 perwira tinggi dan perwira menengah dari seluruh jajaran Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia. [ROJI]

30 Dec 2016

Laporan Polda Metro Jaya Terkait Kejahatan di Jakarta

KSATRIA, (BSP)—Tahun 2016, angka kejahatan yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, waktu kejahatan (crime clock) mengalami percepatan selama 8 detik.

“Untuk crime clock mengalami percepatan selama 8 detik, dari 12 menit 26 detik tahun 2015 menjadi 12 menit 18 detik di tahun 2016 ini,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dalam rilis akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/12/2016).

Artinya, tahun 2016, setiap 12 menit 18 detik terdapat satu kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Secara umum, situasi kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat) di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan angka kriminalitasnya. Dari 44.304 kasus di tahun sebelumnya, menjadi 43.149 kasus di tahun 2016, atau turun sekitar 3 persen.

Seiring dengan menurunnya total kejahatan (crime total) ini, menurun pula angka penyelesaian kasus (crime clearence) dari 29.750 kasus menjadi 28.252 kasus di tahun 2016 atau menurun 5 persen.

“Kemudian crime rate atau risiko penduduk terkena tindak pidana mengalami penurunan dari 195 orang menjadi 189 orang atau turun sebanyak 3 persen,” imbuhnya dirilis detik.com.

Dari 43.149 kasus yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdapat kasus-kasus menonjol yang mengalami peningkatan di tahun 2016 ini. Salah satunya adalah kejahatan perampokan yang mengalami kenaikan 12 persen dari tahun sebelumnya.

“Kasus curas (pencurian dengan kekerasan) tahun 2015 sebanyak 641 kasus, sedangkan tahun 2016 sebanyak 719 kasus atau naik 78 kasus atau 12 persen,” lanjut Iriawan.

Kenaikan juga terjadi pada kasus perkosaan. Di mana tahun 2015 mencapai 63 kasus, sedangkan di 2016 meningkat menjadi 71 kasus atau naik sebanyak 4 kasus atau sekitar 6 persen.

“Kenakalan remaja seperti tawuran juga mengalami peningkatan dari 1 kasus di tahun 2015 menjadi 5 kasus atau naik 400 persen, meski kenaikannya cuma 4 kasus,” sambungnya.

Sementara penurunan angka kriminalitas terjadi di kasus pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat (anirat) dan pembunuhan. Kasus curat menurun 9,96 persen dari 1.004 kasus di tahun 2015 menjadi 904 kasus di tahun 2016.

Pembunuhan menurun 4 kasus atau 5 persen dari 75 kasus di tahun 2015 menjadi 71 kasus di tahun 2016. Penganiyaan berat (anirat) mengalami penurunan 6 persen dari 3.400 kasus di tahun 2015 menjadi 3.187 kasus di tahun 2016. [FR]

Translate »
error: Content is protected !!