Bravo Satria Perkasa
13 Apr 2019

40 Ribu Personel Amankan Kampanye Akbar Jokowi Maruf

KSATRIA| Jakarta–Pasukan gabungan dari TNI-Polri gelar apel pengamanan Kampanye Akbar paslon 01 Jokowi-Ma’ruf di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Pengerahan pengamanan Kampanye Akbar paslon 01 ini melibatkan hampir 40 ribu personel pasukan gabungan.

“Apel ini hampir 40 ribu ya tepatnya 38 ribu personel yang dikerahkan untuk mengamankan kegiatan kampanye akbar paslon 01,” kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian Rishadi saat apel pengamanan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019) pagi.

Aparat gabungan membagi tiga ring sistem keamanan. Sehingga seluruh area di kawasan GBK dan sekitarnya bisa dijangkau oleh personel-personelnya di lapangan.

Sedangkan dalam kawasan GBK sendiri, sudah didirikan 10 pos pemantau.

“Jadi seluruh wilayah yang menjadi pusat kegiatan bisa kami cover semua,” ujar dia dilansir Tribunnews.

Arie juga mengatakan pihaknya sudah melakukan penyekatan di arus menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Seperti arus dari Bundaran Hotel Indonesia, Lakdogi, di arus depan Polda Metro Jaya, dan Fly Over Tanah Abang.

Bagi mereka yang masuk ke area sekitar SUGBK, sudah didirikan pos pantau pada kawasan ring 2, agar petugas di lokasi bisa melakukan pengecekan badan kepada mereka yang mau masuk ke dalamnya.

Usai rampung perhelata Kampanye Akbar di SUGBK, kemudian 40 ribu personel gabungan langsung mengalihkan pusat pengamanan ke lokasi debat kelima yang masih berada di kawasan GBK, yaitu di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

“Jadi setelah pengamanan kampanye, kami lanjutkan pengamanan debat capres dan cawapres,” pungkas dia. [roj]

05 Oct 2017

HUT TNI ke-72, Jokowi: Menjaga Stabilitas NKRI bukan Perkara Mudah

KSATRIA (BSP)–Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Merak, Cilegon, Banten. Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan itu.

Jokowi tiba di lokasi pukul 08.30 WIB. Ia berdiri di sebelah Wakil Presiden Juuf Kalla dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Hadir pula Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Bertindak selaku Komandan upacara Letjen TNI Edy Rahmayadi yang juga menjabat sebagai Pangkostrad. HUT TNI kali ini mengambil tema “Bersama Rakyat TNI Kuat,”.

Parade dan defile pada HUT TNI kali ini berjumlah 5.932 orang. Komposisi pasukan terdiri dari Brigade Upacara I Gabungan, Brigade Upacara II Akademi TNI, Brigade Upacara III TNI AD, Brigade Upacara IV TNI AD, Brigade Upacara V TNI AL, Brigade Upara VI TNI AU, Batalyon Upacara PNS. Selain itu ada demo alutsista dari tiga matra TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

Selain itu, akan ada demonstrasi pencak silat yang melibatkan 1.800 prajurit, halang rintang laut gabungan, terjun free fall gabungan, terjun statik laut gabungan, dsm Jupiter Aerobic team.

Jokowi menyinggung dua hal dalam sambutannya, yaitu masalah keutuhan dan stabilitas NKRI serta netralitas TNI. Ihwal keutuhan NKRI, misalnya, Jokowi merasa hal itu patut disinggung karena berkaitan dengan upaya Indonesia menjaga dan membangun perekonomiannya.

“Sebagaimana tuntutan Doktrin Pertahanan Semesta yang dipegang teguh TNI, menjaga stabilitas politik dan keamanan, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap negara kita,” ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan menjaga keutuhan dan stabilitas NKRI bukan perkara mudah. Sebab, di era keterbukaan seperti sekarang, ancaman terhadap keutuhan NKRI bisa datang dari mana pun, dalam bentuk apa pun, alias tak bisa ditutup-tutupi.

Segala kabar terkait dengan suatu negara pun, tak terkecuali Indonesia, menurut Presiden, juga mudah tersebar cepat. Karena itu, untuk mendukung pembangunan nasional, tak ada pilihan lain bagi TNI untuk memberikan pesan bahwa Indonesia stabil.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus bersatu. TNI dengan institusi lain dalam pemerintahan dan dengan semua komponen bangsa harus bersinergi dan solid, harus bersatu padu dan bahu-membahu,” ujar Jokowi.

Sementara itu, ihwal netralitas TNI di ranah politik, Jokowi mengutip ucapan Jenderal Sudirman bahwa politik tentara adalah politik negara, dan loyalitas tentara hanyalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan kata lain, prioritas TNI seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat dan setia kepada pemerintahan yang sah.

“TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik yang sempit, dan tidak masuk ke kancah politik praktis, yang selalu menjamin netralitas politik,” tutur Jokowi. [ROJI]

10 Jul 2017

Inilah Amanat Presiden di HUT Bhayangkara ke-71

KSATRIA, (BSP)–Perayaan HUT Bhayangkara ke-71 berlangsung khidmat. Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan lima pesan atau instruksi untuk Polri.

“Saya akan memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui berbagai upaya,” ujar Jokowi saat pembacaan amanat upacara di Silang Monas, Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.

Inilah lima instruksi Jokowi untuk Polri dalam pidatonya. Pertama, Jokowi berpesan Polri memperbaiki manajemen internal Polri. Hal itu bertujuan menekan budaya-budaya negatif di Polri, seperti korupsi, penggunaan kekerasan, penyalahgunaan wewenang, dan suap.

Kedua, Jokowi menginstruksikan Polri memantapkan soliditas internal dan profesionalisme. Hal itu merupakan tindak lanjut dari instruksi pertama.

“Ketiga, optimalkan modernisasi Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” ujar Jokowi. Ia menambahkan, modernisasi juga bagian dari antisipasi ancaman di masa depan.

Selanjutnya, Polri harus meningkatkan kesiapsiagaan operasional melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi profesional proaktif. Dengan begitu, kata Jokowi, Polri tetap dapat lincah bertindak menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat.

Adapun instruksi kelima adalah Polri diminta meningkatkan kerja sama koordinasi dan komunikasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, di Indonesia, juga di negara lain. Menurut Jokowi, hal itu diperlukan untuk memastikan polisi bisa bekerja dengan baik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada unsur masyarakat dan komponen pemerintah yang sudah membantu kinerja kepolisian selama ini,” papar Jokowi. [ROJI]

04 Feb 2017

Jokowi: Babinsa dan Babinkantibmas Harus Luruskan Informasi Salah

KSATRIA, (BSP)–Presiden RI Joko Widodo menegaskan tugas penting Babinsa dan Babinkantibmas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, harus selalu mendengarkan informasi dan hal-hal yang mencurigakan, sehingga tidak terlambat dalam merespon setiap kejadian.

“Apabila terdapat permasalahan dalam suatu lingkungan agar segera selesaikan dan jika ada informasi yang tidak benar untuk segera diluruskan, sehingga tercipta keamanan lingkungan,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada 2.617 personel TNI dan Polri se-Solo Raya beberapa waktu lalu.

Apapun masalah segera dilaporkan secara berjenjang ke tingkat yang lebih atas, sehingga bisa mempersempit ruang gerak hal-hal yang menjadikan wilayah Indonesia berbahaya. “Hal ini sangat tergantung kepada personel TNI dan Polri yang bertugas di daerah,” ucapnya seperti dikutip rmol.co.

Terkait pemberantasan terorisme, Presiden Jokowi mengatakan, diperlukan pendekatan sebagai upaya deradikalisasi sehingga tidak ada suasana terpinggirkan yang dapat meningkat kepada terorisme.

“Hal ini perlu pendekatan, dirangkul dan diberikan wawasan kebangsaan bahwa bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, majemuk dan beragama” jelas Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa, TNI dan Polri harus senantiasa meningkatkan kemampuan deteksi dini di setiap pelaksanaan tugas.

“Bagaimanapun pendekatan preventif lebih baik daripada penindakan. Selain itu teruslah dekat dengan rakyat, libatkan rakyat dalam usaha menangkal infiltrasi ideologi,” pungkasnya. [OJI]

Translate »
error: Content is protected !!