Bravo Satria Perkasa
28 Mar 2019

Kiat Terhindar dari Pencurian Barang dalam Mobil

KSATRIA–Anda mungkin tak percaya bila para pencuri profesional hanya butuh waktu 20 detik untuk melibas barang berharga yang Anda tinggalkan di dalam mobil.

Mereka tak hanya menarget mobil yang terparkir lama, tapi juga mobil yang pemiliknya hanya berhenti sebentar atau bahkan hanya beberapa saat untuk menurunkan barang. Aksi mereka sangat cepat hingga tak boleh ada kata lengah untuk kita.

Sebagai antisipasi, lebih baik kita jangan meninggalkan barang berharga di dalam mobil. Namun bila terpaksa, sebaiknya kita melakukan beberapa hal untuk mencegah pencurian atau pembobolan. Berikut ulasannya.

1. Simpan barang-barang berharga Anda di bagasi
Pencuri cuma punya sedikit waktu untuk beraksi, hingga mereka biasanya hampir tak pernah mencoba membobol bagasi. Mereka mencuri benda-benda yang tampak punya harga yang berada di dalam mobil, kecuali bagasi. Karenanya, sangat bijak bila Anda menyimpan barang bernilai didalam bagasi, semisal koper, mantel, atau bahkan tas.
Hanya saja, saran ini hanya berlaku bagi mobil yang bagasinya terpisah dengan tempat duduk seperti jenis sedan. Bagi mobil dengan bagasi menyatu, sangat lebih baik jangan pernah meninggalkan barang berharga Anda.

2. Selalu parkir kendaraan ditempat terang dan ramai
Meski tak menjamin, memarkir kendaraan di tempat terang cukup efektif menangkal aksi pencurian. Biasanya maling tak berani membobol mobil yang terparkir di tempat terang dan ramai. Bila malam, Anda harus menepatkan mobil di tempat yang terang dan pastikan mobil Anda mudah terlihat oleh siapa saja.

3. Lepas pelat muka radio Anda
Ada beberapa pencuri yang spesialis mencuri radio CD mobil. Melepas pelat muka radio dan menyembunyikannya ditempat lain akan membuat mereka kecewa. Mereka akan menyangka radio CD Anda rusak dan urung melakukan aksi.

4. Simpan barang berharga Anda dibawah jok mobil
Jika Anda ingin barang berharga Anda aman tapi Anda tak bisa meletakkannya di bagasi, Anda bisa menyimpannya di bawah jok mobil. Kebanyakan pencuri terlebih dahulu mengintip mobil korban sebelum melakukan aksinya. Jika ia tak melihat ada barang yang bisa digasak, biasanya ia akan segera pergi. Mereka tak mau ambil resiko dengan mencari-cari barang terlalu lama di dalam mobil korban.

5. Pasang kaca film agar isi mobil susah diintip maling
Jika Anda pengendara yang telah mahir dan tak masalah dengan kaca mobil yang sedikiti gelap, Anda disarankan memakasang kaca film pada jendela mobil. Kaca film sering dianggap hanya digunakan untuk mobil-mobil mahal, padahal fungsinya bukan cuma untuk mengurangi intensitas cahaya atau terlihat gaya.

Memasang kaca film ternyata dapat mencegah pencuri membobol mobil Anda, karena isi didalam mobil akan sulit terlihat dari jendela yang gelap, resikonya terlalu besar. Pastikan Anda paham dan nyaman dengan tingkat kegelapan kaca. [roj]
Sumber: tipsiana.com

09 Dec 2018

BSP dan Polres Blora Selenggarakan Diksar Satpam

KSATRIA| Blora–Kepolisian Resor (Polres Blora), Jawa Tengah menggelar pendidikan dasar (Diksar) Satuan Pengamanan (Satpam) Senin, (3/12/2018 ). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3-14 Desember 2018.

Upacara Pembukaan Diksar Satpam dilaksanakan di aula Polres Blora dengan Inspektur Upacara Kapolres Blora AKBP Saptono,S.I.K,M.H yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Drs.M.Shamdani,MH.

Dalam amanat yang dibacakan Wakapolres, Kapolres Blora AKBP Saptono,S.I.K,M.H mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut mendukung terlaksananya Diksar Satpam.

“Kami menyadari bahwa dengan segala keterbatasanya Polri tidak mungkin bekerja sendirian, dengan Diksar Satpam ini di harapkan dapat membentuk Satpam yang sigap dan mumpuni sehingga bisa menjadi mitra kerja Polri nantinya dalam pelaksanaan tugas pengamanan,” kata Kapolres Blora AKBP Saptono dalam amanat yang dibaca Wakapolres Kompol Drs.M.Shamdani,MH.

Dijelaskan lebih lanjut, dinamika masyarakat yang bergerak begitu cepat dalam segala bidang, tentunya menimbulkan kerawanan tersendiri dan Polri menyadari bahwa tidak mungkin bekerja sendiri dalam menciptakan masyarakat yang aman dan tertib, hal inilah yang mendorong terbentuknya satpam di Indonesia.

“Banyak yang mengaku petugas keamanan tetapi tidak pernah mengikuti pendidikan Satpam.Untuk itulah Polres Blora Bekerja sama dengan PT Bravo Satria Perkasa Mengadakan Pendidikan Dasar Satpam Gada Pratama,” jelasnya seperti dilansir blorakab.go.id.

Sementara itu Head of Area PT Bravo Satria Perkasa Jawa 2, Heru Wibowo, SSosI, MM mengatakan bahwa kegiatan Gada Pratama ini diikuti oleh 99 satpam. Heru menambahkan, sebanyak 37 satpam berasal dari BSP Jawa Tengah dan 62 orang dari masyarakat umum.

“Kegiatan Diksar ini merupakan angkatan ke-52 dan ke-53. Kami berharap dengan adanya Diksar ini, para satpam lebih profesional,” katanya. [Roj]

01 Jun 2018

Tingkatkan Silaturahim, BSP Buka Bersama Karyawan

KSATRIA| Jakarta–Dalam rangka meningkatkan tali silaturahim antarkaryawan PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar buka bersama (Bukber) di Klub Eksekutif Persada Purnawira Halim, Jakarta Timur pada Kamis, 31 Mei 2018.

Nampak hadir dalam acara Bukber BSP ini adalah Komisaris BSP Wahyu Sudarmojo, Komisaris BSP Deden Teguh Yustono Wibowo, Direktur Utama BSP Joko PN Utomo dan Direktu BSP Djarot Soeprianto.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo mengatakan, momentum bulan ramadhan ini harus menjadi motivasi seluruh karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengemban tugas-tugasnya. Selain itu, untuk menjaga soliditas seluruh tim BSP.

Joko juga menambahkan, kegiatan tahunan buka bersama ini juga untuk meningkatkan tali hubungan silaturahim antara karyawan BSP yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Semoga kegiatan bukber ini menambah keakraban seluruh karyawan BSP,” tuturnya.

Kegiatan bukber ini ditutup dengan ceramah dan dilanjutkan buka bersama yang telah dihidangkan oleh panitia. [ROJI]

10 Aug 2017

Dari Satpam jadi Asisten Manajer Operasional

KSATRIA, (BSP)–Wajahnya tak asing di kalangan keluarga besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP). Wajah yang menjadi ikon satpam di video profile perusahaan BSP. Dialah pemilik nama satu kata, Suhendy.

Suhendy menekuni dunia sekuriti sejak tahun 1998. Awalnya ia ingin menjadi teknisi, namun melihat peluang bekerja menjadi satpam di di Bank Danamon Kantor Pusat akhirnya ia nekad mendaftar. “Saat itu, sekuriti karena dilihat secara fisik saja, tanpa ada tes lainnya,” katanya kepada Majalah Ksatria.

Dua tahun berjalan, tahun 2000 ia diangkat sebagai satpam tetap Danamon bersama sekitar 300 personil lainya, tahun 2001 ia mengikuti pendidikan satpam program pratama di Lido Bogor selama sebulan.

Setelah mengikuti pendidikan satpam, karir Suhendy mulai terlihat ketika ia dipilih menjadi Danru tahun 2002. Bahkan setahun kemudian, 2003 ia diangkat menjadi sekuriti VIP bersama sepuluh satpam lainnya. Tugasnya, menjaga para direksi bank Danamon.

Suhendy merasakan pengalaman menarik ketika menjadi sekuriti VIP. Saat diundang oleh presiden pada saat itu Megawati Soekarno Putri untuk mengawal pimpinan, ia sempat dikira Paspampres karena turut dalam iring-iringan pengawalan Paspampres saat memberikan pengawalan direktur Bank Danamon.

“Disitu mental dan loyalitas kita diuji karena berinisiatif sebagai paspampres supaya akses pengawasan kepada direktur clear dan tidak masalah dengan Paspampres,” ungkapnya.

Pengalaman menarik lainnya ketika mengawal tamu dari Turki ada enam mobil. Pertama, tutur kata dan bahasa Inggris menjadi prioritas pelayanan sehingga klien puas dengan pelayanannya.

Pengalaman yang tak kalah seru ketika terjadi bom Marriot Mega Kuningan Jakarta. Saat itu salah satu direktur Bank Danamon sedang berada di lantai dua. Begitu terjadi bom, ia langsung meluncur ke hotel. Ketika itu sempat kesulitan memasuki kawasan hotel karena seluruh akses diblokir oleh kepolisian.

Salah satu cara, lanjutnya, bergaya lagaknya kepolisian dengan mengatakan sebagai pengawal khusus direktur Bank Danamon. Suhendy pun mendapat akses masuk ke gedung dan berhasil melindungi direktur Bank Danamon dari ancaman maut.

“Saat itu direktur  kita melihat mayat-mayat bergelempangan lalu meminta anggota sekuriti mengangkut mayat-mayat itu ke dalam mobilnya,” kenang Suhendy.

Setelah empat tahun menjadi pasukan khusus, tiba-tiba Suhendy dipromosikan menjadi Danton tahun 2006. Ia merasakan, meski pangkat naik justru pendapatan turun. Padahal saat itu kebutuhan untuk keluarga semakin besar.

Kepalang basah, Suhendy menyebur sekalian di dunia pengamanan. Menjadi Danton ia gunakan untuk mendalami ilmu sekuriti melalui training. Hingga suatu hari, ia diperbantukan di subdivisi investigasi dibawah Coorporate Safety Management Danamon. Tahun 2008 Suhendy pun diangkat menjadi staf investigasi.  Di Danamon inilah Suhendy ditempa praktik pengamanan di lapangan, bahkan ini belajar menangani investigasi mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, dan resume seluruh investigasi.  “Dari situ saya banyak menangani kasus di Danamon dan selalu clear,” terangnya.

Hingga pada suatu hari, Suhendy merasa ingin suasana baru di dunia pengamanan. Hingga kemudian ia memutuskan untuk bekerja di BSP, namun posisinya saat itu masih masa kontrak dengan Danamon. Setelah selesai kontrak, tahun 2010 ia melamar di kantor pusat BSP dan diterima sebagai staf khusus di wilayah Jakarta. Karir ini berlanjut sebagai staf marketing tahun 2011 karena pada saat itu BSP membentuk departemen operasi.

Adanya Suhendy di Departemen Operasional BSP membawa greget berbeda di system operasional BSP di lapangan. Ia banyak mengusulkan kebijakan dan melakukan pembenahan termasuk membuat SOP pelayanan satpam kepada klien. Sehingga Suhendy diangkat menjadi asisten manajemen BSP.

Tak hanya berbagi pengalaman, Suhendy juga mengaku senang dengan support yang diberikan perusahaan BSP kepadanya. Diantaranya pendidikan investigasi, training multimanagement pengamanan dan training tenaga pendidikan satpam.

Suhendy mengingatkan kepada seluruh satpam bahwa bekerja di perusahaan jasa pengamanan harus memahami seluk beluk perusahaan. “Anggota satpam jangan hanya bangga pada tempat dimana bekerja, tapi juga harus bangga dan memiliki kepedulian pada perusahaan jasa pengamanan yang diikutinya,” katanya.

Misalnya, satpam bank A jangan hanya membanggakan diri sebagai karyawan bank A, tapi harus mengenalkan dan bangga dengan BUJP yang membawanya yang menjadi induk perusahaan tempat ia mendapatkan pekerjaan.

Berbagai pengalaman yang ia alami selama ini, menjadikan dirinya kian memiliki kualitas dalam dunia pengamanan. Tak heran jika sekarang, ia didaulat sebagai Asisten Manager Ops/ Section Head of Security Specialist & Devices Alarm System PT. Bravo Satria Perkasa.[ROJI]

06 Aug 2017

BSP Bandung Meriahkan HUT BSP Ke-15

KSATRIA, (BSP)—Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun PT Bravo Satria Perkasa (BSP) ke-15, Head of Area Jawa 1 (Jawa Barat) menggelar syukuran bertempat di gedung outdoor Sabilulungan Soreang Bandung.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 5 Agustus 2017 yang diikuti oleh ratusan satpam yang ada di Bandung dan sekitarnya. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko PN Utomo.

Dalam sambutannya, Joko PN Utomo mengajak kepada seluruh satpam yang hadir untuk mensyukuri nikmat yang ada. BSP telah berusia 15 tahun dan terus tumbuh dan berkembang. “Hari jadi BSP tepatnya pada 12 Juli harus menjadi tonggak sejarah untuk menjadikan BSP lebih baik lagi,” katanya.

Joko juga meyakinkan kepada seluruh satpamnya, bahwa satpam adalah pekerjaan mulia. Bila pekerjaan ini diniatkan untuk ibadah maka akan lebih bermanfaat. “Kita siang menjalankan tugas pelayanan, malam hari saat yang lain lelap kita harus waspada,” paparnya.

Di usia yang ke-15 tahun ini, BSP masih menjadi perusahaan jasa pengamanan yang cukup diperhitungkan, untuk itu Joko mengajak kepada seluruh satpam agar memiliki kebanggaan sebagai seorang satpam.

“Insya Allah kita masih menjadi BUJP terbesar di Indonesia, karena itu kalian harus bangga. Karena pemimpinnya dari satpam, jadi kalian harus punya kebangaaan, karena ini profesi yang luar biasa,” tegasnya.

Joko selalu mengingatkan slogan yang menjadi falsafah BSP yaitu bekerja dengan hati menjadikan security lebih berarti. “Kita bukan pelengkap dari sebuah perusahaan, tapi kita bagian terpenting dari perusahaan,” ungkapnya.

Di HUT ke-15 tahun ini, BSP telah berhasil hadir di semua ibukota provinsi. “Itu bukan karena saya, karena kalian anak-anaku satpam yang bisa membuktikan ke calon clien. Kinerja kalian yang menilai mereka, sehingga klien percaya kepada kita, terima kasih anak-anakku,” tuturnya.

Sementara itu menurut Ivan Soviyan, tim dari BSP Bandung, bahwa acara HUT BSP ke-15 tahun ini terselenggara atas partisipasi dari seluruh anggota BSP dan beberapa sponsor yaitu sponsor utama Bank BJB dan sponsor lainya seperti Dafiz konveksi, PT. MM Motor Yamaha, dan DKG tactical Bandung.  “Acara HUT BSP ke-15 ini diketuai oleh Dansek Area Bandung I Suherman atau yang akrab dipanggil Abah,” katanya. [ROJI]

 

 

21 Feb 2017

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

31 May 2016

Kunci

Oleh: YB KRISNAWAN

Head of Operation & Business Development Division PT. Bravo Satria Perkasa

Penuntun Satuan Pengamanan yang keempat, “Kami Anggota Satuan Pengamanan Senantiasa bersikap OPEN, tidak menganggap remeh sesuatu yang terjadi di lingkungan kerja”. Berangkat dari salah satu prinsip penuntun Satuan Pengamanan yang ada di Indonesia, maka berikut ini penulis mengulas sekelumit kisah tentang Kunci dan ketiga anaknya.

Pernahkah Anda memperhatikan saat membeli gembok atau kunci, baik itu kunci pintu rumah, lemari, pagar, anak kuncinya selalu ada tiga buah? Banyak masayarakat tidak memahami mengapa anak kuncinya pasti berjumlah tiga. Sebenarnya, hal yang demikian itu merupakan standar internasional, bahwa pengamanan kunci itu ada tiga buah, dengan maksud peruntukan penggunaannya, yaitu satu anak kunci untuk digunakan sebagaimana mestinya, satu anak kunci sebagai cadangan dan satu anak kunci lagi digunakan sebagai backup cadangan. Ini sebenarnya bentuk simpel dari yang disebut business continuity plan.

Di luar negeri, seseorang yang akan menduplikasi anak kunci tidak serta merta mudah untuk melakukannya, ada proses pencatatan yang harus dilakukannya atau semacam catatan kronologis, dan pelaku duplikasi atau tukang duplikat kunci tersebut juga harus terdaftar di lembaga pengamanan yang ada (Kepolisian-red). Sementara di negeri ini menduplikasi kunci bisa ke tukang kunci yang ada di pinggiran jalan tanpa terdaftar dalam kepolisian, dan hanya dibutuhkan waktu yang relatif singkat untuk melakukan duplikasi yang dimaksud.

Seperti di Singapura, perusahaan yang menawarkan jasa duplikat kunci harus terdaftar secara resmi di kepolisian. Fakta di dunia pengamanan, banyak sekali terjadi serah terima jaga dan serah terima dari petugas lama ke petugas baru (apabila menggunakan tenaga keamanan outsourcing). Jarang sekali ada catatan kronologis anak kunci yang diikutsertakan dalam proses serah terima tersebut. Padahal ini sangat mendasar.

Pentingnya kunci ini sudah banyak digambarkan dengan adanya ikon-ikon kunci sebagai bentuk pengamanan. Di luar negeri, ketika kehilangan sebuah satu anak kunci harus membuat catatan kronologis. Jadi yang dicatat bukan sekedar fisik kuncinya saja, termasuk catatan di mana tempat pembelian kunci dan pernah diduplikasi berapa kali, biasanya ketika tidak termonitor dengan baik mengenai catatan kronologis kunci ini, solusi terbaik pada saat serah terima tanggung jawab keamanan kepada pihak yang baru adalah dilakukan penggantian kunci dan anak kuncinya, namun ini jadi tidak efisien dan terkesan boros.

Di luar negeri banyak cerita tentang pengamanan yang berkaitan kunci. Misalnya kasus pembobolan di suatu objek pengamanan. Ketika polisi datang untuk olah TKP ternyata pelakunya adalah orang dalam, sebagai indikasinya karena kuncinya tidak rusak. Lalu ditelusuri siapa yang pernah memegang kunci ini dan berapa kali digandakan dan lain sebagainya. Catatan kronologis membuktikan bahwa bisa mempermudah proses telusur ketika kejahatan terjadi di suatu obyek pengamanan.

Bisa dibilang ini persoalan sepele, dan biasanya juga permasalahan–permasalahan timbul karena menyepelekan sesuatu hal yang dianggap sepele. Seorang petugas sekuriti yang baik akan menjalankan protap dengan baik dan benar, dan sebaiknya juga ada serah terima kronologi tentang anak kunci untuk membantu mengantisipasi kejahatan.

Penyadaran kepada setiap petugas keamanan tentang pentingnya memahami kunci dan anak kunci untuk pengamanan adalah mutlak. Memahami tentang Kunci itu sendiri ada ilmunya, atau istilahnya “Key Managemen System” namun coba penulis sampaikan disini secara simpel yaitu :

3 Hal mengenai Kunci adalah : Apa yang kita punya, Apa yang kita tahu, dan apa kita ini, berikut ilustrasinya. Pertama, Apa yang kita punya, maksudnya apa yang kita miliki untuk bisa membuka sebuah kunci, misal anak kunci. Kedua, Apa yang kita tahu, dalam upaya membuka sebuah kunci, kadang kita diminta mengingat sebuah kombinasi angka dan huruf sebagai alat pembukanya, atau kita biasa mengenalnya dengan PIN (Personal Identification Number) selain mungkin anak kunci itu sendiri (biasanya sistem ini digunakan untuk mengamanakan sebuah obyek yang level keamanannya lebih tinggi, misal brankas dan semacamnya.

Ketiga, Apa kita ini, maksudnya sistem pengamanan yang terkait kunci dengan cara membuka menggunakan rekaan dari tubuh si pembuka, biasanya dengan indera seperti retina, scan sidik jari dan semacamnya. Lalu kapan sistem–sistem kunci ini di aplikasikan? Ya disesuaikan dengan kepentingan masing–masing obyek yang akan diamankan, juga disesuaikan dengan tingkat keamanan itu sendiri dan tidak lepas disesuaikan dengan biaya.

Di Indonesia, masalah ini tidak pernah disinggung dalam pelatihan atau serah terima petugas lama ke petugas baru, padahal ini sangat penting. Di Indonesia, satpam terkait dengan pengamana fisik, belum pada pengamanan sistem. Dalam filosofinya, keamanan adalah faktor psikologi. Secara garis besar pengamanan harus melibatkan semua unsur yang ada di objek yang akan diamankan antara lain terkait fisik, barometer yang diamankan, situasi alam yang akan diamankan, demografi dan mobilitas yang juga menjadi pertimbangan. Masalah pencahayaan pun menjadi pertimbangan sehingga seorang sekuriti harus bisa mengaplikasikan semua itu sehingga menjadi satu sistem pengamanan objek.

Keamanan adalah faktor psikologi? Apakah itu? Insyaallah dalam edisi berikutnya penulis akan mengulas hal – hal yang menarik seputar Keamanan.

Kembali pada pengamanan anak kunci, banyak kejadian kriminal yang melibatkan orang dalam. Ini bisa terjadi karena keteledoran tentang pengamanan anak kunci. Padahal dalam standar pengamanan anak kunci, harus tercatat dimana beli kuncinya, apakah pernah diduplikasi dan bagaimana otorisasinya.

Dalam otorisasi anak kunci ini harus ada catatan berapa kali anak kunci dibawa pulang seorang karyawan yang berwenang membawanya. Hal ini untuk mengidentifikasi apakah anak kunci pernah diduplikasi atau tidak. Sebab dengan tiga anak kunci yang sudah disiapkan oleh produsennya, tidak perlu adanya duplikasi lagi. Sayangnya, selama ini jarang sekali manajemen keamanan yang memikirkan persoalan serah terima kunci dengan catatan kronologisnya.

Untuk penyimpanan tiga anak kunci ini, kembali pada orititas keperluan masing-masing pengguna. Seperti di rumah, seorang suami menaruh kunci yang bisa dipakai siapa saja baik istri, anak dan pembantu. Satu lagi dipegang anak atau istri, dan satu lagi harusnya hanya terbatas orang yang tahu. Jadi, dari tiga anak kunci ini tidak boleh disepelekan penggunaannya. Untuk personel yang menjaga harus mengetahui secara benar alur penggunaan kunci di masing-masing tempat ia bertugas. Jangan lupa, ketika serah terima dari petugas lama, tanyakan riwayat kunci dalam bentuk kronologi.

Ingat, kejahatan tidak disebabkan karena niat saja tapi karena adanya kesempatan di depan mata.[]

Translate »
error: Content is protected !!