Bravo Satria Perkasa
31 Oct 2019

Rakernas APSI di Batam Dihadiri 15 DPD APSI

KSATRIA| Batam–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pertama di Batam pada 30 Oktober 2019 di Hotel Golden View Hotel. Rakernas diikuti oleh 15 Dewan Pimpinan Daerah. Rakernas dibuka oleh Penasehat APSI, Irjen Pol (Purn) Prof.DR.dr. Hadiman, Sp KO, SH, MBA, MSc.

Dalam sambutannya, Hadiman mengatakan bahwa APSI merupakan asosiasi profesi satpam, untuk itu anggotanya harus terus dididik sesuai dengan profesinya. Karena itu, organisasi ini harus ada pemikirnya, program dan yang melaksanakan tugas. “Jika tidak ada tiga unsur ini tidak akan bagus sebuah organisasi,” ungkapnya di depan peserta rakernas, Rabu (30/10).

Hadiman menambahkan, profesi harus memiliki payung hukum, kode etik, pendidikan, bekerja sesuai prosedur dan bermanfaat untuk masyarakat. APSI telah memenuhi syarat itu. “Tidak mungkin seorang profesional tanpa pendidikan,” ujarnya dilansir jurnalsecurity.com.

Sebagai profesi, satpam juga harus memiliki integritas, kompetensi, moral baik, dan mau membantu orang tanpa pamrih. “Maka anda harus bangga menjadi seorang sekuriti,” katanya.

Untuk menjadi APSI sebagai organisasi yang focus pada pengembangan SDM satpam, maka Hadiman akan terus mengawal agar APSI berkembang lebih baik lagi. “Saya akan terus mengawal rekomendasi dari rakernas ini,” tuturnya. ‘

Sementara itu Ketua Umum APSI A Azis Said mengucapkan terima kasih atas soliditas BPD yang telah hadir di acara rakernas di Batam ini. “Rakernas ini kita akan agendakan membuat beberapa rekomendasi untuk pengembangan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Azis juga menambahkan bahwa rakernas APSI tahun ini difokuskan pada pembahasan tentang keanggotaan dan program kerja selama setahun. “Adanya Perpol dan Perkaba yang baru menuntut kita untuk menyesuaikan agenda kerja ke depan,” ujarnya. [roj]

24 Jul 2019

Konsekuensi Ketika Satpam menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Ardi Rudanto sepakat profesi Satpam harus dimuliakan. Mulia yang dimaksud Ardi adalah dengan cara mengangkat derajat Satpam dan menjadikan lebih terhormat. Selain itu Satpam juga harus mempunyai nilai lebih tinggi.

“Kemuliaan adalah mengangkat derajat lebih tinggi. Menempatkan profesi Satpam ke derajatnya yang lebih tinggi,” ungkap Rudanto dalam seminar tentang pemuliaan profesi Satpam yang digelar APSI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis sore 18 Juli 2019.

Menurut Rudanto, Satpam tergolong sebagai profesi. Sebab pekerjaan seorang Satpam dilakukan secara profesional dan merupakan sumber penghasilan.

“Kalau segala sesuatu yang dilakukan secara profesional pasti ada value (nilai) di situ. Value itu macam-macam. Kalau jadi Satpam, jadilah yang terbaik,” ungkap Anggota Tim Perumus Revisi Perkap 24 Tahun 2007 itu.

Ardi juga menegaskan, setidaknya ada empat konsekuensi menjadikan Satpam sebagai profesi yang mulia. Keempatnya adalah harus ada jenjang peningkatan karier, remunerasi yang memadai sesuai tingkatannya, memiliki jaminan untuk hari tua dan memiliki kesetaraan hak sesama profesinya.

“Saya agak tertegun sedikit dengan yang akan dilakukan Polri dan asosiasi pengguna Satpam, asosiasi profesi Satpam dan Kemenaker yang akan berembug untuk menentukan profesi Satpam ke depan. Kalau itu bisa terjadi ‘this right’, akan mengejutkan betul di dunia sekuriti,” katanya.

Selain Ardi Rudanto, bertindak sebagai narasumber seminar APSI tentang pemuliaan Satpam adalah Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno dan Ketua Umum DPP APSI HA Azis Said.

21 Jul 2019

APSI Komitmen Jadikan Satpam sebagai Profesi

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar seminar tentang profesi satuan pengamanan (Satpam) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.

Seminar dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono yang diwakili oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. A Azis Said mengatakan, seminar APSI ini merupakan bagian dari pelaksanaan Indosecurity 2019 Expo and Forum yang dilaksanakan di JCC Senayan, pada 17-19 Juli 2019.

Garis besar pelaksanaan seminar ini, kata Azis, adalah keinginan untuk menjadikan Satpam sebagai profesi yang membanggakan.

“Satpam bagi sebagian orang masih menjadi pekerjaan yang kurang membanggakan. Oleh karena itu Polri dan Asosiasi bertekad menjadikan pekerjaan satpam ini sebagai profesi Satpam, dimana diperlukan pendidikan dan latihan yang lebih profesional dan dapat di-upgrade,” kata Azis saat memyampaikan sambutan.

Selain itu, lanjut Azis, pihaknya juga mengusulkan agar ada pembedaan antara satpam modern atau industri dengan satpam tradisional atau lingkungan. “Baik nama, seragam dan pendidikannya,” kata dia seperti dilansir Jurnal Security.

Terkait dengan regulasi yang memayungi profesi Satpam, Azis juga menyampaikan bila seminar ini untuk mendorong lahirnya aturan baru di bidang industri pengamanan (security industries). Sebab aturan yang saat ini dimiliki, yakni Perkap No. 24 Tahun 2007 sudah lama direncanakan diganti.

“Kami berharap Peraturan Kepolisian (Perpol) dan Perkaba itu bisa terbit tahun ini,” harapnya. [[roj]

01 Jul 2019

APSI akan Gelar Seminar dan Ekspo Indo Security di JCC

KSATRIA| Jakarta–Indo Security 2019 Expo & Forum yang digelar PT. Napindo Media Ashatama dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 17 sampai 19 Juli mendatang. Event ini merupakan perhelatan cukup bergengsi bagi industri sekuriti di Tanah Air. Demikian kata Ketua Umum APSI H. Azis Said.

Said menjelaskan, dalam kegiatan tersebut akan bertemu para pemangku kepentingan industri pengamanan internasional untuk menjalin hubungan dalam sebuah jaringan. Azis mengakui, semua ini tak lepas dari konsistensi dari PT Napindo Media Ashatama sebagai pihak penyelenggara.

“Saya sudah bekerjasama dengan Napindo sejak 2003. Menurut saya, Napindo ini adalah perusahaan yang punya nyali besar untuk menggelar acara internasional seperti Indo Security 2019 Expo & Forum. Karena, acara ini melibatkan perusahaan multinasional dari mancanegara dan tidak mudah untuk melakukan pendekatan untuk ikut serta,” ujar Azis kepada wartawan, Sabtu (29/6).

Indo Security Expo & Forum kali ini adalah yang ke-10 digelar dan akan diselenggarakaan bersamaan dengan Indo Firex 2019 Expo & Forum, dan menjadi bagian penting bagi industri keamanan, proteksi kebakaran, SAR, penanggulangan bencana, dan K3 baik untuk Indonesia maupun dunia internasional.

Perhelatan ini menjadi tempat berkumpul para pelaku bisnis industri sekuriti dalam membangun jaringan, mengetahui sumber produk baru, membangun kemitraan bisnis, dan mendapat informasi terkini tentang tren serta perkembangan industri pengamanan terkini.

Pameran ini sangat tepat bagi bagi perusahaan yang aktif terlibat dalam semua bidang industri keamanan dan perlindungan seperti kontrol akses, CCTV, parkir keamanan, pencegahan pencurian, perlindungan data, dan manajemen risiko.

Lebih lanjut Azis menambahkan untuk mendapatkan kepercayaan dan jaminan untuk datang pun dari perusahaan internasional, dipastikan punya kesulitan tersendiri. Lebih jauh Azis mengakui, pihaknya sangat senang bisa berkiprah di Indo Security 2019 Expo & Forum pada bulan Juli mendatang.

Pasalnya, melalui kegiatan ini pihak APSI bisa mengundang asosiasi satpam dari negara-negara tetangga seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand dan terutama negara-negara di Asia Tenggara.

“Kami bisa mengundang asosiasi-asosiasi di ASEAN untuk hadir sekaligus turut serta dalam kegiatan kami seperti adanya seminar dan pertemuan sesama asosiasi profesi satpam,” kata Azis. [roj]

30 May 2019

APSI Bali Sosialisasi Program ke Anggota

KSATRIA| Denpasar–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Bali menggelar pertemuan perdana dengan para pengurus dan anggota, sekaligus buka bersama di Warung Tresni Jalan Drupadi Renon Denpasar (29/5/2019).

Menurut Ketua APSI Bali Gede Risky Pramana, kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan perwakilan anggota yang datang dari berbagai sektor perusahaan. Agenda meeting APSI pertama ini membahas tentang perkenalan para pengurus, paparan tentang program APSI Bali, pembentukan DPC, audiensi ke otoritas terkait serta benefit menjadi anggota APSI.

Dalam pertemuan itu, Gede Risky menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen para anggota. Pertemuan perdana ini dihadiri 25 orang anggota. Ia berharap ke depan semakin lebih banyak lagi, sehingga bisa saling berkenalan dan berbagi informasi ataupun ilmu untuk sama-sama menjadikan Satpam menjadi profesi yang mulia.

“Sangatlah penting peranan semua pihak untuk bisa mewujudkan program Pemulian Satpam ini dan APSI Bali bisa menjadi salah satu wadah untuk hal tersebut. Mari kita kompak, bersatu dan ajak teman-teman lainnya untuk bersama-sama berbagi di sini,” ujar Gede Risky seperti dilansir satpamapsi.com.

Gede Risky menambahkan bahwa pertemuan ini sebagai bentuk komitment APSI Bali sesuai Tupoksi yang diberikan oleh APSI Pusat dalam rangka pemekaran anggota secara bertahap serta tugas untuk menyelaraskan pandangan masyarakat serta pengguna jasa dalam tugas kita untuk memuliakan profesi satpam.

“Pertemuan ini juga membahas tentang pembentukan DPC untuk menunjang kordinasi kedaerahan. Rancangan kerja kami akan segera direalisasikan dalam tahun ini,” paparnya.

Sementara itu salah satu Pengurus Senior APSI Bali, Sumitro mengatakan harapannya agar anggota Satpam di Bali khususnya memanfaatkan wadah ini sebaik-baiknya untuk bisa mewujudkan program Pemuliaan Satpam ini.

Sumitro menghimbau kepada seluruh anggota Satpam di Bali agar segera memenuhi legalitas yang dibutuhkan sebagai seorang anggota Satpam, yaitu Pendidikan Gada Pratama untuk anggota, Gada Madya untuk tingkat pimpinan menengah dan Gada Utama untuk para Manager Security atau Kepala Satpam.

“Dengan legalitas tersebut maka anggota Satpam akan dianggap sah ketika harus melakukan tugas sehari-hari seperti saat melakukan pemeriksaan, pengecekan dan lain-lain sebagainya,” ungkapnya.

Beberapa anggota menyambut baik sambutan serta motivasi yang diberikan para pengurus dan berdoa semoga APSI Bali bisa mewujudkan apa yang menjadi aspirasi seluruh anggota Satpam di Bali ke tingkat yang lebih baik. [roj]

03 Feb 2019

BSP Ikut Meriahkan Jalan Sehat APSI di Monas

KSATRIA| Jakarta –Asosiasi Profesi Satpam Indonesia atau yang biasa disingkat APSI menggelar jalan sehat di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Minggu, 3 Februari 2019 pagi.

Jalan sehat ini merupakan bagian rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-38, yang merupakan program tahunan yang diselenggarakan APSI untuk memeriahkan HUT Satpam.

Menurut Ketua Umum APSI Abdul Azis Said, peserta Jalan Sehat Satpam ini terdiri dari 116 regu, setiap regu terdiri dari 11 satpam dan peserta perorangan 490 orang. Jumlah total dari satpam yang ikut adalah sekitar 1.800 satpam.

Sementara salah satu dari peserta yang hadir adalah Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo bersama istri yang mengikuti jalan sehat dan Direktur BSP yang juga Sekjen APSI H. Djarot Soeprianto sebagai panitia penyelenggara .

Jajaran pimpinan BSP menjadi contoh bagi anggotanya yang ikut juga sebagai peserta Jalan Sehat Satpam. Adapun jumlah anggota satpam BSP yang hadir mengikuti Jalan Sehat adalah sebanyak 3 regu atau 33 anggota satpam ditambah peserta perorangan sebanyak 23 orang. Jadi total ada 56 peserta.

Kegiatan Jalan Sehat ini juga menyediakan berragam Door Prize yang jumlahnya sampai 141 barang, diantaranya adalah 3 motor.

Sementara itu sebagai pengibar bendera start jalan sehat dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Sadono, dilanjutkan oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Arkian Lubis, Dirbinpotmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Syaiful Zahri, Ketua Umum APSI, para ketua asosiasi bidang sekuriti dan para pejabat lainnya. [roj]

18 Dec 2018

117 Satpam BSP Siap Bekerja Usai Gada Pratama

KSATRIA| Blora–Rangkaian pelaksanaan pelatihan Gada Pratama Angkatan ke-52 dan 53 PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ditutup oleh Wakapolres Blora Kompol Drs Muh Samdani. Gada Pratama ini digelar sejak tanggal 3-14 Desember 2018.

Menurut Head of Area BSP Jawa 2, Heru Wibowo, SsosI, MM kegiatan Gada Pratama ini diikuti oleh 117 satpam. “BSP memiliki komitmen terhadap pengembangan kualitas satpamnya untuk melayani kebutuhan customer,” katanya.

Setelah menjalani pelatihan Gada Pratama, para satpam yang sudah terlatih ini langsung ditempatkan untuk bekerja, diantaranya bekerja di Astra Honda Motor Sragen, Citra Mandiri dan lain sebagainya.

Heru yang juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia Jawa Tengah ini menghimbau kepada para pengguna satpam untuk memilih perusahaan jasa pengamanan yang memiliki 3L, yaitu legalitas dari mabes Polri, logis dalam penawawaran harga, “Minimal harus sesuai UMK setempat,” katanya.

Sedangkan L berikutnya adalah layanan yang baik dan memiliki struktur organisasi yang handal dan berkualitas.

Karena itu, Heru memiliki slogan bahwa Satpam itu Mulia, Satpam itu Melayani, dan Satpam itu Kebaanggaan. [fro]

04 Nov 2018

Wakapolda Bali: Satpam harus Bersertifikat dan Profesional

KSATRIA| Denpasar–Wakil Kepala Polda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha dalam pelantikan Ketua DPD APSI Bali menjelaskan, bahwa keberadaan satpam di Bali sudah ada peningkatan dari segi kualitas.

Keberadaan satpam menjadi mitra kepolisian dalam areal lingkup kerja tertentu. Apalagi Bali sebagai destinasi wisata dunia sangat diperlukan keamanan berstandar internasional, termasuk juga keberadaan satpam di lingkungan hotel-hotel dan area publik.

“Maka dari itu, kami sudah berkoordinasi dengan APSI, BUJP termasuk Gubernur Bali untuk keberadaan satpam harus sesuai dengan aturan. Kami juga sudah berkoordinasi berkaitan dalam penyusunan modul dalam memberikan pelatihan kepada calon satpam,” ujarnya di sela-sela pelantikan, seperti dilansir jurnalsecurity.com Kamis (1/11).

Ditanya terkait kualitas satpam di Bali, kata Waka Polda Bali Wayan Sunartha, keberadaannya saat ini sudah ada peningkatan dan ke depannya agar lebih berkualitas lagi.

“Karena itu satpam harus bersertifikat dan profesional. Memang dulu masih diwarnai dengan satpam preman di sejumlah perusahaan. Tapi secara perlahan-lahan itu sudah dilakukan pembinaan dan pelatihan sehingga ke depan tidak ada lagi satpam arogansi dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Wakapolda berharap dikukuhkannya APSI Bali, ini dalam rangka meningkatkan kualitas security di Bali khususnya, karena pengamanan Pamswakarsa itu merupakan mitra dan perpanjangan tangan Polri untuk menjaga keamanan pada perusahaan tempat security itu bekerja.

Wayan menambahkan, natinya akan dibuat modul materi pelajaran untuk satpam sesuai dengan standar pengamanan pamswakarsa pada tiap level dari gada pratama, gada madya, dan gada utama.

“Jika sudah ada standar yang diberikan, sehingga security kedepanya tak asal-asal. Tetapi melalui proses pelatihan yang baik, benar, dan memiliki pengawas,” tambahnya.

Jendral bintang satu ini tidak menyangkal bahwa sebelumnya tenaga pengamanan lebih banyak memakai dari pengamanan ormas. Hal ini sudah jadi atensi pihak Polda Bali dalam melakukan pembenahan.

Jadi jika ada dari ormas yang ingin menjadi security harus melalui seleksi yang diterapkan oleh APSI.

“Sekarang sudah mulai disosialisasikan ke ormas untuk menjadi security yang profesional. Termasuk juga sosialisasi ke desa. Dengan demikian tak ada yang arogan dan petantang petenteng. Semuanya profesional,” jelasnya.[roj]

30 Oct 2018

APSI Selenggarakan Rakernas, Seminar dan Pelantikan DPD APSI Bali

KSATRIA| Denpasar–Kiprah Satuan Pengamanan (satpam) selama 38 tahun, telah ikut andil dalam menciptakan suasana aman di lungkungan kerja di Indonesia. Kini, setelah 38 tahun, satpam akan menjadi sebuah profesi yang memiliki aturan jelas dalam pelaksanaannya.

Menyikapi 38 tahun satpam, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) akan menggelar seminar dan rapat kerja nasional (Rakernas) pada 31 Oktober-2 November 2018 di Dynasty Resort Bali. Acara berlanjut dengan pelantikan DPD APSI Bali.

Menurut Ketua APSI Azis Said, kegiatan ini untuk melakukan konsolidasi internal organisasi dan mengevaluasi program APSI selama setahun. “Banyak perkembangan terkait satpam yang akan menjadi profesi ini dan harus disikapi oleh organisasi secara baik,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity, (30/10).

Azis menambahkan salah satu agenda APSI di rakernas ini adalah pelantikan DPD APSI Bali, selain itu juga akan ada pembahasan menyoroti seputar sertifikasi oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang akan diberlakukan untuk satpam. Untuk itu, ia mengundang narasumber Irjen. Pol. Drs. H. Arkian Lubis, SH, MSi selaku Kakorbinmas Baharkam Polri.

Arkian yang didaulat menjadi keynote speaker ini akan memaparkan road map pelaksanaan Sertifikasi Profesi Satuan Pengamanan setelah Konvensi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) tahun 2018 bidang satuan pengamanan.

Menurut Azis, setelah pertemuan membahas SKKNI dengan para stakeholder, kini tinggal menunggu tanda tangan dari Kementerian Ketenagakerjaan. “Setelah ditandatangani maka sertifikasi satpam oleh lembaga LSP akan berlaku untuk seluruh satpam,” katanya.

Sementara Azis dalam seminar nanti akan membahas seputar hambatan dan tantangan pemangku kepentingan bidang sekuriti pada pelaksanaan sertifikasi profesi satpam. Ke depan, tambah Azis, satpam tidak cukup dengan pelatihan gada pratama tapi harus mengikuti program LSP untuk mendapatkan sertifikat dari LSP.

Sementara dari Mabes Polri hadir sebagai narasumber adalah Kombes Pol. Aloysius Liliek Darmanto, SH membahas tentang kesiapan Polri dalam program sertifikasi profesi satpam menyangkut lembaga, sistem dan sumber daya manusia.

Sebagai penutup sesi seminar,  Soegianto, MBA, Ph.D dari Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan mengupas perbandingan proses dan implemntasi sertifikasi satuan pengamanan di beberapa negara. “Saya berharap seminar ini memberikan gambaran kepada para pengurus APSI tentang sertifikasi satpam yang benar,” tegasnya.[roj]

11 Oct 2018

APSI akan Gelar Seminar tentang Profesi Sekuriti

KSATRIA| Jakarta–Seiring dengan tuntutan kebutuhan tenaga jasa pengamanan yang lebih profesional, Satpam tidak hanya wajib berpendidikan satpam saja, namun diperlukan sertifikasi profesi satpam, penyelenggara sertifikasi profesi satpam adalah lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang diinisiasi oleh Polri.

Oleh karena itu perkerjaan sebagai satpam akan diarahkan menjadi profesi satpam. Untuk keperluan itulah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) akan menyelenggarakan seminar security dengan tema ‘Peta jalan pelaksanaan sertifikasi profesi satpam setelah selesainya konvensi SKKNI 2018 bidang satuan pengamanan.

Kegiatan seminar security ini penting bagi pada direktur perusahaan, pengelola badan usaha jasa pengamanan dan manajer sekuriti, manager HRD, manager GA sebuah perusahaan. Guna menambah wawasan tentang perkembangan industrial security Indonesia.

Renacananya akan hadir sebagai keynote speaker oleh Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, SH, Msi sebagai Kakor Binmas Baharkan Polri. Sedangkan para pembicara dalam seminar adalah Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto, SH Kasubdit Kom Satpam atau Polsus Korbinmas Baharkan Polri, yang akan membawakan tema ‘Kesiapan Polri pada program sertifikasi satpam menyangkut lembaga, sistem dan SDM’

Sementara Soegianto, MBA, PhD Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan mengambil pembahasan tentang ‘Bancmarking tentang proses dan implementasi sertifikasi profesi satpam dengan profesi lain di Indonesia maupun luar negeri.

Sedangkan Ketua APSI H. Azis Said, SE akan membahas hambatan dan tantangan pemangku kepentingan bidang sekuriti pada pelaksanaan sertifikasi profesi satpam dan apresiasinya.

Acara seminar ini akan digelar pada Kamis, 1 November 2018 di Bali Dyansty Resort, Badung Bali. Bagi yang ingin mendaftar dalam acara besar ini bisa menghubungi kantor sekretariat APSI di Jl Zamrud B1 Cilandak Jakarta Selata di email sekredppapsi@gmail.com nomor telpon 021-29860957 atau 081511714978 atas nama Nur Azizah.

Translate »
error: Content is protected !!