Bravo Satria Perkasa
07 May 2020

Satbinmas Deli Serdang Bersama APSI Sidak Kelengkapan Satpam

KSATRIA | Deli Serdang – Sat Binmas Polresta Deli Serdang bersama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kab. Deli Serdang melakukan pendataan sekaligus pengecekan dan pemeriksaan kelengkapan petugas Satuan Pengamanan (Satpam) pada Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang, Rabu (06/05/20).

Kali ini pengecekan dan pemeriksaan dipimpin Kanit Binkamsa Sat Binmas IPTU Khairil Anwar, SH dengan didampingi Ketua APSI Kab. Deli Serdang Ingen Malem Sitepu ini dilakukan terhadap personil Satpam dilingkup tugas pada pusat perbelanjaan Suzuya Tanjung Morawa.

Materi pemeriksaan dan pengecekan ini meliputi kelengkapan perorangan berupa seragam dan bet symbol (atribut) yang dikenakan pada seragam dinas, serta  perlengkapan administrasi berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai petugas Satuan Pengamanan (Satpam). Dan juga dilakukan adminitrasi kontrak kerja antara BUPJ dengan perusahaan pengguna jasa Satuan Pengamanan.

Kegiatan ini dianggap perlu untuk dilaksanakan sehingga dalam lingkup kerja satuan pengamanan dapat membentuk Pimpinan Unit Kerja untuk melindungi Hak-hak personil satuan pengamanan.

“ini merupakan langkah Sat Binmas Polresta Deli Serdang selaku Pembina satuan pengamanan diwilayah hukum Polresta Deli Serdang  bersama APSI untuk dapat melindungi hak-hak dari personil satuan pengamanan itu sendiri,” ujarnya dilansir perak-news.com. [ Adm]

10 Apr 2020

APSI Jambi Sosialisasi Program Plus Bagikan APD ke Satpam

KSATRIA | Jambi—Pandemi virus Covid-19 menjadi musibah besar bagi dunia. Bukan hanya satu negara yang terdampak, hampir di negara-negara lain juga mengalami hal yang sama, salah satunya Indonesia.

Melihat perkembangan virus yang kian meluas, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Jambi bekerjasama dengan PT Mitra Cakrawala Pro Jaya menggelar bagi-bagi masker, face shield dan alat pelindung diri sederhana kepada para satpam.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran kepolisian dari Binmas Polda Jambi, yaitu Kompol Sunardi, Kasi Korwas Polsus Subdit Binsatpam/Poksus, Akp Taviv Paursi Korwas Polsus Subdit Binsatpam/Polsus, Akp Ridwan Paursi Binlat Subdit Binsatpam/Polsus dan Bripka M. Barce Irwan Ba Subdit Binsatpam/Polsus.

Menurut Ketua APSI Jambi, Eryanto Djunaidi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian APSI kepada para satpam di Jambi untuk melindungi diri dari penyebaran virus Covid-19. “Satpam menjadi garda terdepan yang memeriksa seseorang di lingkungan kerjanya dengan alat pengukur suhu dan pemberian cairan sanitizer, sehingga mereka rawan terpapar,” ungkapnya seperti dilansir Jurnal Security, Kamis (09/04).

Eryanto mengatakan, para satpam ini bekerja di ring terdepan dalam sebuah perusahaan. Mereka memiliki tanggung jawab pengamanan sekaligus menjadi terdepan dalam pemeriksaan suhu para pengunjung sebuah instansi. Karena itu, tambah Eryanto, mereka harus dilengkapi dengan APD.

Dalam kegiatan bagi-bagi APD yang juga dihadiri oleh Binmas Jambi …..pihaknya juga menyelipkan selebaran pada setiap masker yang dibagikan. “Isi selebaran itu adalah informasi seputar APSI dan keunggulan jika satpam gabung ke APSI, salah satu asosiasi resmi yang terdaftar di Mabes Polri,” ungkapnya.

Eryanto berharap, langkap yang dilakukan APSI Jambi ini agar para satpam khususnya dan masyarakat semakin mengenal APSI dan bisa bergabung di dalamnya sebagai wadah resmi satpam dalam menyampaikan pendapatnya.

“Semoga para satpam di Jambi khususnya dan satpam di seluruh Indonesia semakin mengenal keberadaan APSI, lalu ikut bergabung menjadi anggota APSI,” ungkapnya. [adm]

 

27 Jan 2020
lemhannas abujapi

Gubernur Lemhannas Buka Pelatihan Taplai ABUJAPI Angkatan I

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bekerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar pelatihan Pemantapan Nilai-nilai (Taplai) Kebangsaan Angkatan pertama pada 27 Januari sampai 2 Februari 2020 di Gedung Lemhannas jalan Merdeka Selatan no.10 Jakarta Pusat.

Dalam pembukaan Pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan Sekjen APSI sekaligus Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto.

djarot soeprianto direktur bsp
Direktur BSP Djarot Soeprianto saat mengikuti pelatihan Lemhannas ABUJAPI

Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa ini pertama kali Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mengadakan pelatihan Taplai nilai-nilai kebangsaan dengan Lemhannas.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat berbagi memberikan pencerahan kepada anggota ABUJAPI tentang pemahaman nilai nilai kabangsaan, yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ungkapnya di depan 88 peserta dari anggota ABUJAPI, Senin (27/01/2020).

Agus menambahkan, bahwa tugas pokok ABUJAPI adalah mengelola sumber daya manusia yang meliputi aspek pengamanan fisik, informasi dan pengamanan teknis lainnya. Selain itu mengelola SDM untuk mengayomi tempat kerja dari ganggunan keamanan.

“Tugas pokok ini penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bekerja, menjaga eksistensi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di Indonesia, karena itu pamahaman kebangsaan dan nilai kabangsaan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Dengan bekal ini, tambah Agus, diharapkan ABUJAPI mampu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Dengan demikian kiranya tepat ABUJAPI melakukan pemantapan nilai kebangsaan ini sebagai wujud kepedulaian atas nasib bangsa.

“Kami berharap setelah selesai mengikuti kegiatan pemantapan nilai-nilai kebangsaan ini, saudara dapat mengaplikasikan dengan baik dengan cara berpikir yang komprehensif,  integral,  dan holistik berdasarkan nilai-nilai kebangsaan, berperan aktif dalam menyelesaikan masalah bangsa secara profesional dan proporsional, serta membangun komitmen yang kuat bagi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan tempat saudara sekalian bekerja,” tegasnya.

27 Jan 2020

Inilah Lima Hasil yang Ingin Dicapai dalam Pelatihan Lemhannas

KSATRIA| Jakarta–Puluhan lelaki dan perempuan berjas hitam dengan dasi warna merah menghiasi baju dalam berwarna putih nampak antri mendaftarkan diri di meja panitia pelatihan yang digelar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada Senin 27 Januari 2020.

Dalam pembukaan Pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan Sekjen APSI sekaligus Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto.

Para peserta yang berjumlah 88 orang ini adalah para pengurus dan pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang tergabung sebagai anggota ABUJAPI dari berbagai daerah, tepatnya dari 13 daerah. Mulai DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan TImur, Kalimantan Barat, Aceh, Lampung, Gorontalo, Jambi dan Sulawesi Tengah.

djarot soeprianto bsp
Direktur BSP Djarot Soeprianto saat mengikuti Pelatihan Lemhannas ABUJAPI

Ketua Panitia Pelatihan Lemhannas yang juga Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, Laksamana Muda tni Riyadi Syahardani menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pelatihan implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa guna meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Adapun materi utama pelatihannya adalah nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Adapun materi dasar meliputi materi tentang wawasan nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional dan kewaspadaan nasional. Sedangkan materi penunjang meliputi pengantar pimpinan, pengantar nilai-nilai kebangsaan dan sejarah perjalanan bangsa, perkembangan lingkungan strategi, pembangunan karakter bangsa melalui revolusi mental,    pengenalan fungsi intelijen dan keamanan dalam pelaksanaan tugas satpam dan penjelasan penulisan makalah dan pelaksanaan diskusi.

“Para penceramah atau narasumber berasal dari Lemhannas dan luar Lemhannas,” ungkapnya seperti diunggah Jurnalsecurity.com

Hasil yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah:

Pertama, memahami nilai-nilai kebangsaan meliputi Pancasila, undang-undang negara republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhinnneka Tunggal Ika.

Kedua, memahami konsepsi wawasan nusantara, ketahanan nasional, kewaspadaan nasional dan kepemimpinan nasional.

Ketiga, terwujudnya anggota abujapi yang bermoral, beretika, berkarakter dan berwawasan kebangsaan dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat kerjanya

Keempat, mampu memberikan saran kepada pemerintah secara baik dan benar khususnya dalam menjamin ketentraman dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Kelima, agar para pserta dapat menjadi agen-agen perubahan untuk mengimplementasikan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan, baik di lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun di lingkungan pekerjaannya. [roj]

27 Jan 2020
lemhannas abujapi

88 Anggota ABUJAPI Ikuti Pelatihan Lemhannas RI

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) bekerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar pelatihan Pemantapan Nilai-nilai (Taplai) Kebangsaan Angkatan pertama pada 27 Januari sampai 2 Februari 2020 di Gedung Lemhannas jalan Merdeka Selatan no.10 Jakarta Pusat.

Taplai kali ini mengusung tema “Implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa guna meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”

Dalam sambutannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lemhannas RI yang telah berkenan membuka ruang bagi Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dalam penyelenggaraan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) Angkatan I bagi para pengusaha di bidang jasa pengamanan.

“Taplai ini sangat penting bagi kami, khususnya pimpinan BUJP dan para pelaku di bidang keamanan. Karena inilah momen bergeraknya para pimpinan BUJP untuk lebih dekat dan sadar akan pentingnya pengetahuan tentang Ketahanan Nasional yang secara tidak langsung kegiatan ini bersentuhan dengan bisnis bidang keamanan,” ungkapnya di depan para peserta pelatihan.

Agoes menambahkan, ia ingin para pengurus ABUJAPI baik di tingkat pusat maupun daerah dapat mengikuti kegiatan pendidikan ini dengan baik. Karena dalam menjalankan roda organisasi, mempertahankan keutuhan organisasi menjadi point penting bagi perkembangan organisasi kedepannya.

“Kami ingin bukan hanya pengurus ABUJAPI. para pimpinan BUJP, praktisi bidang keamanan serta pelaku bidang keamanan kami himbau untuk mengikuti Taplai ABUJAPI ini. Sungguh betapa pentingnya diklat ini, karena kita menjadi tahu bagaimana negara kita bisa survaive  sampai sekarang dan bagaimana kedepannya serta bagaimana kita bisa implementasikan nilai-nilai kebangsaan ini di kehidupan sehari-hari dan di perusahaan masing-masing,” jelasnya.

Agoes menjelaskan, kegiatan Taplai ini kedepannya akan dijadikan program reguler rutin yang menjadi salah satu agenda kegiatan ABUJAPI. “Ini menjadi nilai positif bagi anggota ABUJAPI. Alhamdulillah, angkatan pertama ini animo peserta yang cukup tinggi dengan hadirnya 88 peserta,” tuturnya.

Berkembangnya ilmu pengetahuan, situasi politik, ekonomi, sosial dan budaya, harus diantisipasi demi bertahannya diri dan tetap eksis berkompetisi di bisnis bidang keamanan. Karena itu, Lemhannas RI sebagai Lembaga Negara yang diberikan tanggung jawab untuk melakukan riset, penelitian dan lainnya, harus bisa kita manfaatkan yang sebesar-besarnya.

“Kami mengajak para peserta untuk mengikiti kegiatan ini dari awal sampai akhir dengan seksama. Mengikuti segala aturan yang ada serta menjaga nama baik pribadi, institusi dan organisasi,” tutupnya.

Agoes berharap para peserta bisa menyerap ilmu yang ada, memanfaatkan dan semoga ilmu yang kita raih di Lemhannas ini dapat bermanfaat. Minimal untuk diri sendiri, terutama untuk kehidupan berbangsa dan bernegara dan khususnya bagi perusahaan masing-masing.

“Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada Lemhannas RI yang sudah membuka dengan lebar pintu untuk kami bisa bekerja bersama-sama memberikan manfaat bagi anggota ABUJAPI di seluruh Indonesia. Semoga Taplai ini bisa berkelanjutan kedepannya,” ungkapnya.

Hadir dalam pelatihan Taplai Lemhannas ABUJAPI Angkatan ke-1 ini dihadiri olehL TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, Komjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH sebagai Sekretaris Utama Lemhannas, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky Francois Wakanno, begitu juga hadir sebagai peserta pelatihan Sekjen Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto. [roj]

13 Jan 2020

Ketum APSI : Gerak Jalan Satpam ke-17 Ini sebagai Ajang Silaturahim

KSATRIA| Jakarta–Lapangan Polda Metro Jaya nampak riuh oleh para satuan pengamanan (Satpam) yang sedang menyiapkan diri untuk sebuah giat tahunan bernama Gerak Jalan Satpam di Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-39.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) H. Azis Said menjelaskan bahwa kegiatan gerak jalan satpam ini sudah diselenggarakan yang ke-17 kali. “Kami menyelenggarakan giat gerak jalan ini sejak tahun 2003 hingga sekarang,” ungkapnya di hadapan ratusan satpam, Minggu (12/01/2020).

Azis menambahkan, peserta satpam tahun ini ada dua kepesertaan, yaitu peserta beregu dan perorangan. Setidaknya ada 30 regu dan 70 perorangan yang terdaftar di meja panitia. Mereka berasal dari berbagai badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Setiap tahun kita adakan di Polda Metro Jaya, saya ucapkan terima kasih kepada Polda telah membantu kami dan semua panitia sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” paparnya dilansir jurnalsecurity.com.

Azis yang juga sebagai Dewan Pembina Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) ini menegaskan, bahwa dalam sebuah perlombaan hasilnya menang kalah sudah biasa, yang lebih penting dari kegiatan ini adalah bisa saling silaturahim.

“Antara satpam dari BUJP lain bisa saling mengenal, antara satpam dengan pembina juga bisa saling mengenal. Menang kalah hal yang biasa, tapi yang paling penting kita bisa bersilaturahim,” tutur Direktur Utama PT. Siap Andalan Paramitra ini.

Azis juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah komitmen dalam kelancaran acara ini. Terutama untuk sponsor utama seperti PT. Atalian Facility Services, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) dan PT. Panglima Siaga Bangsa (PSB).

Kegiatan gerak jalan ini juga ditangani secara profesional oleh Persatuan Gerak Jalan (PGJ) DKI Jakarta. “Hasil penilaian dari tim PGJ ini, insyallah tepat,” tegasnya. [roj]

14 Dec 2019

APSI dan ATISI Jalin Kerjasama Informasi Teknologi

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menyelenggarakan pertemuan dengan Asosiasi Teknologi & Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) dalam rangka kerjasama informasi dan penerapan teknologi sekuriti di kantor ATISI, Wisma Slipi, Jl. S. Parman, Jakarta, Jumat (13/12).

Menurut Ketua Umum ATISI Dr. Sanny Suharli, ATO, kerjasama ini untuk ruang lingkup pertukaran informasi, konferensi security, pelatihan dan seminar teknologi security.

ATISI tambah Sanny merupakan asosiasi yang bergerak di bidang teknologi dan industri sekuriti dengan visi menjadi wadah bagi profesional, pemerhati, akademisi, dan perusahaan penyedia peralatan keamanan untuk meningkatkan komptensi dalam bidang teknologi sekuriti industri di Indonesia yang eksistensinya diakui oleh komunitas di Indonesia dan internasional.

Sementara itu, Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan, hubungan kerjasama ini untuk meningkatkan kualitas satpam di Indonesia, terutama pengenalan terhadap alat teknologi di bidang sekuriti.

“Semoga kerjasama ini bisa membawa satpam lebih mengenal teknologi sekuriti, sehingga satpam tidak ketinggalan perkembangan teknologi,” ungkapnya seperti dilansir JurnalSecurity.com.

Hadir dalam acara kerjasama itu adalah Sekjen APSI H. Djarot Soeprianto yang juga Direktur PT Bravo Satria Perkasa (BSP). [roj]

31 Oct 2019

Rakernas APSI di Batam Dihadiri 15 DPD APSI

KSATRIA| Batam–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pertama di Batam pada 30 Oktober 2019 di Hotel Golden View Hotel. Rakernas diikuti oleh 15 Dewan Pimpinan Daerah. Rakernas dibuka oleh Penasehat APSI, Irjen Pol (Purn) Prof.DR.dr. Hadiman, Sp KO, SH, MBA, MSc.

Dalam sambutannya, Hadiman mengatakan bahwa APSI merupakan asosiasi profesi satpam, untuk itu anggotanya harus terus dididik sesuai dengan profesinya. Karena itu, organisasi ini harus ada pemikirnya, program dan yang melaksanakan tugas. “Jika tidak ada tiga unsur ini tidak akan bagus sebuah organisasi,” ungkapnya di depan peserta rakernas, Rabu (30/10).

Hadiman menambahkan, profesi harus memiliki payung hukum, kode etik, pendidikan, bekerja sesuai prosedur dan bermanfaat untuk masyarakat. APSI telah memenuhi syarat itu. “Tidak mungkin seorang profesional tanpa pendidikan,” ujarnya dilansir jurnalsecurity.com.

Sebagai profesi, satpam juga harus memiliki integritas, kompetensi, moral baik, dan mau membantu orang tanpa pamrih. “Maka anda harus bangga menjadi seorang sekuriti,” katanya.

Untuk menjadi APSI sebagai organisasi yang focus pada pengembangan SDM satpam, maka Hadiman akan terus mengawal agar APSI berkembang lebih baik lagi. “Saya akan terus mengawal rekomendasi dari rakernas ini,” tuturnya. ‘

Sementara itu Ketua Umum APSI A Azis Said mengucapkan terima kasih atas soliditas BPD yang telah hadir di acara rakernas di Batam ini. “Rakernas ini kita akan agendakan membuat beberapa rekomendasi untuk pengembangan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Azis juga menambahkan bahwa rakernas APSI tahun ini difokuskan pada pembahasan tentang keanggotaan dan program kerja selama setahun. “Adanya Perpol dan Perkaba yang baru menuntut kita untuk menyesuaikan agenda kerja ke depan,” ujarnya. [roj]

24 Jul 2019

Konsekuensi Ketika Satpam menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Ardi Rudanto sepakat profesi Satpam harus dimuliakan. Mulia yang dimaksud Ardi adalah dengan cara mengangkat derajat Satpam dan menjadikan lebih terhormat. Selain itu Satpam juga harus mempunyai nilai lebih tinggi.

“Kemuliaan adalah mengangkat derajat lebih tinggi. Menempatkan profesi Satpam ke derajatnya yang lebih tinggi,” ungkap Rudanto dalam seminar tentang pemuliaan profesi Satpam yang digelar APSI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis sore 18 Juli 2019.

Menurut Rudanto, Satpam tergolong sebagai profesi. Sebab pekerjaan seorang Satpam dilakukan secara profesional dan merupakan sumber penghasilan.

“Kalau segala sesuatu yang dilakukan secara profesional pasti ada value (nilai) di situ. Value itu macam-macam. Kalau jadi Satpam, jadilah yang terbaik,” ungkap Anggota Tim Perumus Revisi Perkap 24 Tahun 2007 itu.

Ardi juga menegaskan, setidaknya ada empat konsekuensi menjadikan Satpam sebagai profesi yang mulia. Keempatnya adalah harus ada jenjang peningkatan karier, remunerasi yang memadai sesuai tingkatannya, memiliki jaminan untuk hari tua dan memiliki kesetaraan hak sesama profesinya.

“Saya agak tertegun sedikit dengan yang akan dilakukan Polri dan asosiasi pengguna Satpam, asosiasi profesi Satpam dan Kemenaker yang akan berembug untuk menentukan profesi Satpam ke depan. Kalau itu bisa terjadi ‘this right’, akan mengejutkan betul di dunia sekuriti,” katanya.

Selain Ardi Rudanto, bertindak sebagai narasumber seminar APSI tentang pemuliaan Satpam adalah Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno dan Ketua Umum DPP APSI HA Azis Said.

21 Jul 2019

APSI Komitmen Jadikan Satpam sebagai Profesi

KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar seminar tentang profesi satuan pengamanan (Satpam) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.

Seminar dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono yang diwakili oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. A Azis Said mengatakan, seminar APSI ini merupakan bagian dari pelaksanaan Indosecurity 2019 Expo and Forum yang dilaksanakan di JCC Senayan, pada 17-19 Juli 2019.

Garis besar pelaksanaan seminar ini, kata Azis, adalah keinginan untuk menjadikan Satpam sebagai profesi yang membanggakan.

“Satpam bagi sebagian orang masih menjadi pekerjaan yang kurang membanggakan. Oleh karena itu Polri dan Asosiasi bertekad menjadikan pekerjaan satpam ini sebagai profesi Satpam, dimana diperlukan pendidikan dan latihan yang lebih profesional dan dapat di-upgrade,” kata Azis saat memyampaikan sambutan.

Selain itu, lanjut Azis, pihaknya juga mengusulkan agar ada pembedaan antara satpam modern atau industri dengan satpam tradisional atau lingkungan. “Baik nama, seragam dan pendidikannya,” kata dia seperti dilansir Jurnal Security.

Terkait dengan regulasi yang memayungi profesi Satpam, Azis juga menyampaikan bila seminar ini untuk mendorong lahirnya aturan baru di bidang industri pengamanan (security industries). Sebab aturan yang saat ini dimiliki, yakni Perkap No. 24 Tahun 2007 sudah lama direncanakan diganti.

“Kami berharap Peraturan Kepolisian (Perpol) dan Perkaba itu bisa terbit tahun ini,” harapnya. [[roj]

Translate »
error: Content is protected !!