KSATRIA| Batam–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pertama di Batam pada 30 Oktober 2019 di Hotel Golden View Hotel. Rakernas diikuti oleh 15 Dewan Pimpinan Daerah. Rakernas dibuka oleh Penasehat APSI, Irjen Pol (Purn) Prof.DR.dr. Hadiman, Sp KO, SH, MBA, MSc.

Dalam sambutannya, Hadiman mengatakan bahwa APSI merupakan asosiasi profesi satpam, untuk itu anggotanya harus terus dididik sesuai dengan profesinya. Karena itu, organisasi ini harus ada pemikirnya, program dan yang melaksanakan tugas. “Jika tidak ada tiga unsur ini tidak akan bagus sebuah organisasi,” ungkapnya di depan peserta rakernas, Rabu (30/10).

Hadiman menambahkan, profesi harus memiliki payung hukum, kode etik, pendidikan, bekerja sesuai prosedur dan bermanfaat untuk masyarakat. APSI telah memenuhi syarat itu. “Tidak mungkin seorang profesional tanpa pendidikan,” ujarnya dilansir jurnalsecurity.com.

Sebagai profesi, satpam juga harus memiliki integritas, kompetensi, moral baik, dan mau membantu orang tanpa pamrih. “Maka anda harus bangga menjadi seorang sekuriti,” katanya.

Untuk menjadi APSI sebagai organisasi yang focus pada pengembangan SDM satpam, maka Hadiman akan terus mengawal agar APSI berkembang lebih baik lagi. “Saya akan terus mengawal rekomendasi dari rakernas ini,” tuturnya. ‘

Sementara itu Ketua Umum APSI A Azis Said mengucapkan terima kasih atas soliditas BPD yang telah hadir di acara rakernas di Batam ini. “Rakernas ini kita akan agendakan membuat beberapa rekomendasi untuk pengembangan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Azis juga menambahkan bahwa rakernas APSI tahun ini difokuskan pada pembahasan tentang keanggotaan dan program kerja selama setahun. “Adanya Perpol dan Perkaba yang baru menuntut kita untuk menyesuaikan agenda kerja ke depan,” ujarnya. [roj]