Bravo Satria Perkasa

Galeri BSP (6)HANYA tiga kata, namun me­miliki makna yang dalam. ‘Menjaga para Penjaga’, se­buah kalimat pilihan yang tepat untuk menggambarkan kiprah PT. Bravo Satri Perkasa (BSP) dalam mewujudkan komitmennya menjaga kualitas para Satpam yang dilatihnya.

Usaha jasa pengamanan meru­pakan entitas bisnis yang banyak melibatkan pribadi-pribadi manusia. Kegiatan bisnis pengamanan ini me­rupakan bisnis yang mengelola ban­yak sumber daya manusia. Untuk itu, perlu sentuhan hati dalam mengelo­lanya. Nama baik perusahaan sangat tergantung oleh para Satpam yang di­tempatkan di wilayahnya.

Sebagai perusahaan di bidang jasa pengamanan yang memiliki anggota sekitar 14.000 personil, BSP sangat concern dalam membina anggotanya menjadi lebih baik. Personil Satpam merupakan aset bagi perusahaan, me­lalui kinerja mereka BSP bisa tumbuh dan berkembang sampai saat ini.

President Director BSP, Joko PN Utomo mengistilahkan kegiatan pe­ningkatan mutu anggota Satpam me­rupakan bagian dari proses ’Menjaga para Penjaga’.

Ya, menjaga para penjaga adalah proses membangun mental para ang­gota untuk terus profesional dan se­suai dengan jalur aturan perusahaan.

”Kalau para penjaga ini tidak dija­ga, akan berakibat fatal. Artinya kebu­tuhan anggota harus menjadi perha­tian manajemen, mulai dari menjaga hak-haknya, menjaga perilaku dan bahkan menjaga hati, BSP siapkan aturannya,” jelasnya.

BSP sangat menghargai profesi se­curity, karena itu apa yang menjadi hak-hak security dan karyawan lain­nya menjadi perhatian manajemen BSP. Bahkan BSP tak segan-segan memberikan reward kepada security berprestasi serta karyawan manaje­men pengelolanya dengan membe­rangkatkan Ibadah Umrah untuk 10 orang security dan karyawan manaje­men pengelolanya setiap tahun.

Joko menyadari bahwa peran Sa­tpam adalah sosok yang penting baik di instansi pemerintah atau swasta. Mereka membutuhkan adanya Sa­tpam sebagai perpanjangan tangan dari Polri. Karena perannya sangat vital, maka BSP sangat memperhati­kan pendidikan, cara kerja, dan ke­sejahteraanya.

Saking banyaknya Satpam yang tersebar di seluruh penjuru Nusanta­ra, BSP melakukan pengawasan yang melekat termasuk dalam pengawasan haknya Satpam agar tetap terjaga dan tetap bekerja dengan baik.

‘Bekerja dengan hati’ demikian slogan yang selalu ditancapkan un­tuk menjadikan security yang lebih berarti. Diantaranya adalah sikap mengorangkan orang, memanusia­kan Satpam, agar mereka merasa bermartabat, harga dirinya naik dan pekerjaannya sebagai profesi bisa diandalkan. “Untuk itu, kami ha­rus membuat sistem pengamanan, pengawasan terhadap para Satpam BSP yang tersebar di Indonesia ini,” ujarnya.

Bekerja dengan hati, papar Joko, sesuatu yang menarik karena apapun pekerjaan kalau dikerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, akan melahirkan profesionalisme. Begitu juga mendedikasikan diri menjadi Satpam untuk keamanan dan kenyamanan orang lain yang dilaku­kan secara ikhlas akan memiliki nilai yang sangat berarti bagi perorangan, keluarga dan perusahaan.

Dengan kesungguhannya, perusa­haan yang dijaga akan memiliki nilai lebih untuk kliennya. Juga dengan kesungguhannya ia akan berarti bagi keluarganya. Maka ia akan menjadi sesuatu yang berarti.

Maka konsep hidup yang hidup, bermakna menjalani hidup yang bermanfaat bagi banyak orang. “Ini­lah antara lain pembinaan yang kita tekankan agar profesi Satpam ini menjadi sesuatu yang berarti bagi orang lain,” paparnya.[FR]

error: Content is protected !!