KSATRIA, (BSP) Meningkatnya suhu politik dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Polda Metro Jaya mengantisipasinya dengan menerjunkan sebanyak 364 personel pasukan pengamanan dan petugas intelijen.

“Ada 364 personel kita siapkan untuk mengamankan jalannya proses tahapan pendaftaran pencalonan, itu tahapannya. Jadi setiap tahapan akan kita siapkan benar, kita antisipasi dengan kedepankan Satgas Intelijen dan Babinkamtibnas,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto, seperti dikutip bhayangkaraperdana-news. Rabu (21/9).

Di waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan tahapan pilkada, pihaknya juga meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pelaporan Polda Metro Jaya (SIAP-PMJ) yang bisa digunakan untuk melaporkan gangguan di tengah masyarakat melalui smartphone.

“Kalau ini jadi, SIAP, maka pengamanan pilkada pun Polda Metro menurut saya akan mempunyai database yang luar biasa. Karena cukup nanti anggota yang jaga di TPS dia tinggal klik saja foto dari hasil penghitungan suara, dia sudah kirim langsung ke Command Center,” tutur Irjen Pol Moechgiyarto.

Moechgiyarto membantah jika aplikasi ini sengaja diluncurkan saat Pilkada DKI Jakarta 2017. “Oo tidak, bukan karena mau Pilkada. Ini pelayanan mendekatkan diri kepada masyarakat. Ini program Pak Kapolri, kebetulan di program kedua dan kedelapan itu menyangkut bagaimana kita meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melaporkan menggunakan manfaat IT,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menjelaskan

detail kegiatan yang telah dilakukan Polda Metro Jaya terkait persiapan mengenai pengamanan di wilayah hukumnya.

“Sejak tanggal 19 Agustus 2016 kami sudah melakukan operasi Mata Praja Jaya 2016. Selama 440 hari sampai dengan 31 Oketober 2017 (sampai pelantikan). Untuk tahapannya kami sudah melakukan rencana pengaman Pilkada serentak mulai dari DKI Jakarta, Banten dan Kabupaten Bekasi,” paparnya seperti dikutip okezone.com.

Berikut agenda Pilgub DKI Jakarta dengan pengamanan polisi:

  1. Tanggal 21-23 September 2016: Pendaftaran pasangan calon selama tiga hari.
  2. Tanggal 24-25 Oktober 2016: Penempatan dan penetapan nomor urut pasangan calon selama dua hari.
  3. Tanggal 25 November 2016-14 Februari 2017: Pengadaan distribusi logistik selama 82 hari.
  4. Tanggal 28 Oktober 2016-11 Februari 2017: Selama 107 hari pelaksanaan kampanye terdiri atas debat publik secara terbuka maupun kampanye melalui media.
  5. Januari 2017: Kemungkinan gelar pasukan pengamanan pilkada.
  6. Tanggal 12-14 Februari 2017: Masa tenang selama tiga hari.
  7. Tanggal 15 Februari 2017: Pungut dan hitung suara selama satu hari.
  8. Tanggal 16-27 Februari 2017: Rekap hasil suara selama 13 hari.
  9. Tanggal 25-27 Februari 2017: Penetapan hasil suara ke KPU provinsi selama tiga hari.
  10. Tanggal 14 Maret-14 Juni 2017: Perselisihan hasil pemilu.
  11. Tanggal 31 Oktober 2017: Pelantikan dan ucap janji.

“Kami akan terus melakukan persiapan pengaman supaya Pilgub nanti berjalan kondusif. Kalau soal personil, kita belum tahu masih proses,” tutupnya. [FR]