KSATRIA| Balikpapan—Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) wilayah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Daerah pertama di Hotel Platinum Balikpapan, Sabtu (19/10/2019).

Musda pertama ini dihadiri oleh Walikota Balikpapan H.M.Rizal Effendi SE, Kasatpol PP Prov Kaltim Kombes (Pol) Gede Yusa, Ketua DPRD kota diwakili anggota komisi 2 Mieke Henny, Ketua DPP Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo ST, Ketua PHRI kota Sahmal, Dirbinpotmas diwakili Kasubdit Satpam polsus AKBP Minto Dinoto, KaPolres Balikpapan diwakili AKP Sisyono, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Sekjen BPP ABUJAPI Suryawisesa Karang dan BUJP di Kaltim.

Musda ABUJAPI Kaltim ini mengambil tema ‘Memperkuat Sinergitas dan Peran BUJP Menyongsong Ibu Kota Negara yang Baru di Kalimantan Timur’. Salah satu agenda dari Musda ini adalah pemilihan ketua umum.  Hasil dari Musda pertama ABUJAPI Kaltim ini menetapkan Dr. Abriantinus, MA menjadi ketua umum BPD ABUJAPI Kaltim periode 2019-2024.

Abriantinus merupakan pemilik BUJP PT Mandau Pusaka Nansarunai yang juga bergerak di usaha jaga pengamanan. Sebelumnya Abriantinus sudah diberi mandat oleh ketua umum BPP ABUJAPI. Namun walau begitu ia tetep ingin proses pemilihan ketua ini berjalan dengan proses aklamasi yang sesuai dengan AD/ART organisasi.

“Sudah diberi mandat, tapi saya tetap ingin dipilih sesuai dengan prosedur AD/ART,” ujar lelaki yang juga sebagai Wakil Ketua APINDO DPP Kalimantan Timur.

Hal itu lantaran dirinya ingin jika BUJP yang lain mengetahui calon ketuanya dan dapat memilih langsung.

Sebelum disahkan, Abriantinus juga diminta oleh anggota BUJP yang hadir agar menyampaikan visi dan misi untuk lima tahun ke depan.

Rencana pria yang akrab disapa Abri itu akan memperkuat dan meningkatkan kompetensi security agar nanti dapat diandalkan dalam tugas dan tanggung jawab. Ia mengaku, rencana tersebut untuk mewujudkan program pemerintah yaitu memfokuskan sumber daya manusia (SDM).

“Sesuai dengan program pemerintah ya, SDM unggul. Kami nantinya akan memperkuat dan meningkatkan kompetensi security,” katanya seperti dilansir jurnalsecurity.com.

Mengingat satpam di Kaltim ini belum semuanya tersertifikasi, rencananya ia juga akan bersinergi dengan kepolisian agar satpam mempunyai skill yang mumpuni. “Jadi satpam nanti harus mengikuti pendidikan baik gada pratama, madya maupun utama,” katanya.

Ia juga berharap nantinya satpam akan menjadi profesi dan yang punya nilai jual sehingga mampu menyejahterakan kehidupannya.

“Harapannya kalau mereka mengikuti pendidikan kan jadi punya harga, misal gada pratama gajinya sekian,” tandasnya.

Selain itu, ia juga akan membangun sinergitas dengan asosiasi-asosiasi yang lain karena ia menilai Abujapi tidak bisa berdiri sendiri.

“Untuk mewujudkan semua itu kita perlu sinergi dengan yang lain, karena kita tidak bisa berdiri sendiri,” tutupnya. [roj]