Bravo Satria Perkasa
07 Sep 2016

Polisi dan Pecalang Siap Amankan Galungan di Bali

KSATRIA–Polda Bali dan jajarannya mengajak pecalang menjaga keamanan Hari Raya Galungan Rabu (7/9/2016).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol AA Made Sudana mengatakan, Polda Bali bersama pecalang selalu bekerjasama, terlebih saat momen keagamaan seperti Galungan. Pihaknya juga akan memantau pusat keramaian pada umanis Galungan.

“Pengamanan akan dilakukan di objek wisata. Biasanya tempat yang rawan ada di Kuta, Pantai Pandawa dan Sanur,” paparnya seperti dilansir baliberkarya.com (7/9).

Polda Bali juga akan mengintensifkan pantauan Polair demi menjaga keamanan masyarakat yang berwisata di pesisir pantai. “Jajaran Polda Bali menyiagakan fungsi Polair untuk mendeteksi setiap kegiatan yang ada di pantai atau yang ada di dalam air,” tuturnya.

Kepolisian juga tetap memantau rumah yang ditinggal oleh warga saat pulang kampung selama hari raya Galungan.

Babin Kamtibmas beserta pecalang akan berperan banyak dalam mengawasi rumah kosong yang ditinggal penghuni demi mengantisipasi hal yang tidak diharapkan terjadi.

Ia mengatakan, pihak kepolisian akan tetap siaga dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar hari kemenangan Dharma dapat berjalan dengan khidmat. [FR]

 

07 Jun 2016

BSP Siap Menghadapi MEA dengan Meningkatkan Produktivitas

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah bergulir, setiap orang atau perusahaan dituntut bisa menghadapi MEA ini dengan sebaik-baiknya, sehingga produktivitas tetap terjaga dan layanan tetap maksimal. Rakernas BSP 2016 membahas kesiapan BSP di era perdagangan bebas. Berikut laporannya.

KSATRIA–Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bergulir sejak tahun 2015, perusahaan dituntut lebih mampu mengelola sumber daya manusianya untuk dapat bersaing di era pasar bebas seperti sekarang ini.

Kehadiran MEA mengharuskan perusahaan tidak hanya mampu bersaing di pasar luar negeri tetapi juga harus mampu bersaing di dalam negeri dengan mengandalkan potensi unggulan yang mereka miliki.

Perusahaan dituntut untuk menguatkan sumber daya manusia, selain meningkatkan kualitas layanan, barang dan jasa, terlebih lagi meningkatkan keahliannya agar tidak terdesak dengan SDM dari luar.

Kemampuan adaptasi harus dimiliki oleh setiap orang maupun perusahaan, baik perusahaan sekala kecil ataupun besar. Karena itulah, MEA menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi perusahaan dalam negeri.

Untuk mengatur langkah menghadapi MEA ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) salah satu perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 Maret 2016 di Kuningan Jawa Barat. Dengan tema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean”.

Dalam Rakernas ini, hadir para komisaris, direksi, manajemen serta para manajer area untuk melakukan rapat selama tiga hari. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi dan misi perusahaan dalam melangkah menghadapi MEA yang sedang berjalan ini.

Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo sebelum memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernas, membangun semangat dengan cara meneriakkan yel-yel, “BSP, yess…!, BSP, yess…!, BSP, yess…! Bravo, luar biasa!”

Dokumentasi BSP
Dokumentasi BSP

Suasana gedung rapat pun makin diselimuti aura semangat untuk membahas segala persoalan dalam menjalankan BSP selama ini. Sekaligus mengevaluasi untuk mencari solusinya terhadap persoalan yang ada.

Joko menjelaskan, genap setahun tepatnya pada April tahun 2015, BSP menggelar Rakernas 2015 bertema “Memperkuat koordinasi dan komunikasi setiap lini di pusat maupun area untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis baik secara kualitas, kuantitas, serta profitabilitas perusahaan yang signifikan dan terukur”.

Menurut Joko, jika kita melihat, mereview, bahkan mengevaluasi implementasi rumusan rakernas tahun lalu hingga saat ini, secara garis besar hasilnya cukup signifikan, “Saya menilai hasilnya cukup memuaskan tetapi masih belummencapai sasaran yang ingin kita capai,” ujarnya.

Dalam pencapaian kinerja yang kita harapkan, baik di pusat, area maupun sektor kerja, masih terjadi beberapa kendala yang menghambat kinerja kita. Sesungguhnya tema rakernas tahun ini juga masih erat kaitannya dengan Rakernas tahun lalu, yaitu: “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Joko menjelaskan, tema ini menjadi tujuan pokok penting dalam penyelenggaraan Rakernas kali ini. Artinya, konsentrasi atau penitik-beratan perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level jabatan atau jajaran dari hulu hingga hilir, adalah merupakan tuntutan yang tidak dapat dilepas-pisahkan lagi sebagai landasan dalam kinerja tata kelola perusahaan kita.

“Dipilihnya tema tersebut, ini menunjukkan realita yang terjadi saat ini bahwa produktivitas manajemen kita harus terus ditingkatkan, lebih dibangun lagi dan bahkan sepatutnya menjadi tolak ukur kinerja dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegasnya.

Semangat budaya etos kerja harus tetap dijiwai dengan semangat dan kerja sama yang solid, saling mendukung, bahu membahu, saling mengisi dan tidak saling meniadakan, semangat “One team, One mission, and One goal” harus terus menjadi acuan dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Joko, karena prinsip dasar manajemen adalah penegakan sistem yang harus disepakati bersama dipatuhi bersama, serta dilaksanakan secara konsekuen bersama-sama pula. Dengan demikian maka perusahaan diharapkan dapat terwujud menjadi apa yang disebut sebagai ‘Good Corporate Governance’ yaitu dengan prinsip-prinsip dasar: akuntabilitas; pertanggung-jawaban; keterbukaan; kewajaran; serta kemandirian.

Joko memaparkan di hadapan peserta Rakernas 2016, bahwa dinamika perkembangan ekonomi global akhir-akhir ini memberikan sinyal akan pentingnya peningkatan daya saing, di tingkat regional, Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi MEA, MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya PT. Bravo Satria Perkasa dengan transformasi kawasan Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi, sekaligus menjadikan kawasan Asean yang lebih dinamis dan kompetitif.

Pemberlakuan MEA dapat pula dimaknai sebagal harapan akan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow): barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal.

Maka dari itu, sejatinya Bravo Satria Perkasa memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan.

Namun sebaliknya, pemberlakuan MEA 2015 dapat menjadikan kita sebagai pecundang belaka, yang ditandai dengan menjadi pasar impor belaka, dan terjebak menjadi negara berpendapatan menengah (middle income trap), produk dalam negeri tak laku di pasaran, kita akan dengan mudah terjebak dalam kemunduran bisnis apabila tanpa persiapan yang matang dari segenap jajaran management dan seluruh lini dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.

“Maka dengan ini, kita tidak boleh sedikitpun lengah atau terlena dengan keadaan kita sendiri, sedangkan ribuan kompetitor yang sejenis di bidang usaha kita baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Melihat kenyataan yang ada, maka sudah selayaknya kita memaknai pentingnya peningkatan produktivitas dari seluruh elemen dan jajaran perusahaan, baik di pusat maupun di area. Masih banyak tantangan dan pengembangan yang harus kita selesaikan.

Joko menegaskan, ada dua spirit yang harus tetap menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan di tahun ini. Pertama, sebuah teamwork yang kuat dan solid, adanya satu misi yang sama dan tentu saja capaian sasaran atau target kita yang kita ingat dalam semboyan “One team, One Mission, One Goal”.

Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respon yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan “Bekerja keras, Bergerak cepat dan Bertindak tepat”.

“Dengan adanya Rakernas 2016 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid,” harapnya. [fathur]

06 Jun 2016

Dirut BSP: Kantor Baru Harus lebih Semangat dan Produktif

KSATRIA–Kamis siang di Kota Medan, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2016 menjadi hari bersejarah bagi seluruh tim Keluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) pasalnya momen tersebut peresmian kantor baru BSP Area Sumatera 1, tepatnya di jalan Perjuangan, Komplek Elit 2 Medan Sunggal, Medan.

Ruko dua lantai dengan ornament khas Bravo yaitu memiliki warna abu-abu, merah dan hitam menjadi warna yang dominan di setiap sudut kantor. Kantor baru dengan semangat baru harus menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja dalam menjalankan amanah.

Dalam peresmian kantor baru ini, hadir para komisaris, direksi dan staf dari Jakarta. Selain itu hadir juga para tamu undangan, seperti dari jajaran Polda, Polsek, Koramil dan tokoh masyarakat untuk menyaksikan peresmian kantor BSP yang baru.

Dalam sambutannya, Joko berharap kantor Area Sumatera 1 yang baru ini akan membuat kinerja seluruh karyawan khususnya segenap jajaran di Area Sumatera 1 menjadi lebih efektif, fokus dan lebih terarah. Dengan demikian, hasil yang didapatkan pun dapat semakin optimal dan profesional. Di mana hal ini sejalan dengan tema Rakernas BSP “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomt Asean (MEA)”.

Peresmian kantor-1Joko menambahkan, perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level, jabatan dan jajaran dari hulu hingga hilir, merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan oleh segenap team, manajemen dan board of directors BSP.

“Dengan peresmian kantor yang baru ini semoga dapat menjadi penyemangat kita semua, khususnya seluruh jajaran di Area Sumatera 1, untuk dapat bekerja dengan optimal, profesional dan semakin produktif di segala fungsi dan bidang pekerjaan. Produktivitas seluruh karyawan harus terus meningkat, sehingga BSP mampu berkembang semakin besar dan terus bersaing dengan para kompetitor di dunia Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), yang semakin hari semakin kompetitif,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Joko juga menyampaikan tentang spirit BSP, di mana spirit BSP ini menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan. Pertama, sebuah team-work yang kuat dan solid; adanya satu misi yang sama; dan tentu saja pencapaian sasaran atau target kita, yang kita ingat dengan semboyan: “One team, One mission and One goal“.

Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respons yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan: “Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat”. Hal ini merupakan sikap yang diambil oleh BSP dalam menghadapi implementasi MEA untuk memacu semangat BSP dalam mewujudkan impian, target serta tujuan yang telah di tetapkan bersama.

“Akhirnya dengan diadakannya peresmian kantor Area Sumatera 1 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil yang optimal demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid. Mari kita merapatkan barisan menuju satu tujuan mulia yaitu kemajuan dan produktivitas perusahaan kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Head of Area Sumatera 1, Yudhi Erlambang mengatakan, dirinya berterima kasih atas petunjuk dari pusat, Sumatera 1 bisa menempati kantor barunya. “Kami bersyukur, karena adanya kantor baru ini semakin tertantang untuk membesarkan BSP di wilayah Sumater 1,” paparnya.

Wilayah Sumatera 1 berdiri pada Juli 2006 lalu. Kini, seluruh personel yang terlibat di BSP Sumatera 1 ada 700 anggota, di mana sebagian besar dari kliennya adalah perbankan.

Yudhi dengan seluruh timnya bertekad untuk meningkatkan kinerjanya dalam mewujudkan komitmen bersama selama Rapat Kerja Nasional di Kuningan beberapa waktu lalu, di mana salah satunya adalah meningkatkan jumlah personil dank lien. Selain itu mengoptimalkan laporan yang accountable sesuai dengan arahan kantor pusat. [FR]

 

 

01 May 2016

BSP Jawa 1 Menjadi Central Monitoring System

KSATRIA (BSP)–Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi sebagai kota pusat kegiatan bisnis, politik dan pemerintahan. Lokasi ini menjadi tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta dan perusahaan asing, dengan kepadatan aktivitas hingga 24 jam. Termasuk wilayah di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi semuanya bertumpu pada ritme bisnis yang ada di Ibukota.

Di Jakarta, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) memainkan peranan penting dalam mendukung system pengamanan klien bisnisnya yang terdiri dari perbankan, retail, lembaga keuangan dan sebagainya. Sebagai perusahaan jasa pengamanan, BSP senantiasa memberikan layanan yang melebihi ekspektasi kepuasan stakeholder dan  memberikan pengalaman interaksi terbaik, serta memiliki kualitas prima dengan menekankan pada aspek kecepatan, ketepatan dan keramahan. “Sekuriti ini menjadi asset karena ia menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan,” tutur Head of Area Jawa 1, Rangga Aditya Nugroho.

Wilayah Jawa 1 ini membawahi tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Wilayah Jawa 1 ini memiliki 17 sektor mulai dari Jabodetabek ada 9 sektor, Banten ada 3 sektor dan Jawa Barat ada 5 sektor. Dibantu mitra TNI – Polri, Wilayah Jawa 1 mampu memberikan pelayanan pengawalan khusus kepada klien yang 70 persennya adalah perbankan. Selain itu Wilayah Jawa 1 juga memiliki 3 danwil dengan jumlah sekuriti di 17 sektor kurang lebih sebanyak 3.000 personil.

Rangga menuturkan, membangun koordinasi di 17 sektor ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wilayah Jawa 1. Sebagai perusahaan yang memiliki core business man power, BSP harus tepat mengambil ritme kerjanya. Tantangan umumnya, bukan dari aksi kejahatan yang massif tapi lebih kepada faktor internal bagaimana selalu membangun kedisiplinan kerja, kerjasama dan intergitas pelayanan untuk membangun keyakinan seluruh stakeholder.

Untuk berkoordinasi dengan 17 wilayah ini, setiap bulan diadakan pertemuan dua kali untuk saling melaporkan kendala di lapangan. Pertemuan ini juga membahas persoalan yang ditemui di lapangan untuk dilaporkan ke Danwil. Ketika ada kasus yang harus segera ditangani seperti demo atau pengamanan asset lembaga keuangan bisa langsung menyiagakan personil untuk pengamanan. “Ini bisa diselesaikan dari dansek kalau perlu dari pusat kita juga bantu,” ujarnya.

Hadirnya BSP di wilayah Jawa 1 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha. BSP Wilayah Jawa 1 juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang. “Kita memiliki jargon BMW yaitu Biaya, Mutu dan Waktu. Jadi harus segala seuatu yang kita lakukan terukur,” tuturnya.

Dengan jargon ini fungsi pengamanan tidak hanya menjaga asset perusahaan tapi juga menjaga personil perusahaan, nama baik serta integritas perusahaan. Selain fungsi pengamanan perusahaan, BSP juga memainkan fungsi pengamanan umum yang dibangun per individu. Artinya, Satpam juga bisa memerankan fungsi edukatif untuk menumbuhkan kesadaran umum menjaga individunya masing-masing.

Ini yang perlu dipahamkan kepada karyawan, klien dan masyatakat, jangan sampai ada Satpam yang selalu disalahkan ketika terjadi pencurian atau tindak criminal di luar areanya. Sebab sesuai standar operasional keamanan, Satpam sebagai manusia juga memiliki keterbatasan dan memiliki standar pengamanan di area radius 200 m2. “Fungsinya adalah pengamanan umum kalau asset pribadi harus dibangun per individu jangan dibebankan semua kepada Satpam,” tegas pria yang hobi mancing.

Salah satu kelebihan Wilayah Jawa 1 dibanding wilayah lain, selain menjalankan fungsi utama membawahi sebuah wilayah juga menjadi Operation Selindo (Seluruh Indonesia). Fungsi ini lebih kepada regulasi diantaranya membuat SOP di lapangan, membuat rencana pengamanan dan kualifikasi kompetensi tim di lapangan. Tak heran jika Rangga juga bertanggung jawab dalam penyelenggaraan training Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama.

Karena sebagian besar klien BSP adalah perbankan maka bisnis keamanan ini juga tak luput dari service. BSP selalu berupaya meningkatkan kemampuan personil dengan pembinaan service quality secara terus menerus seperti sikap ramah, kesempurnaan, pelayanan, integritas dan profesional, khususnya personil di area perbankan.

Rangga mengakui, tantangan meyakinkan bahwa produk BSP penting bagi keberlangsungan bisnis pengguna. Calon klien menganggap bahwa produk pengamanan ini abstrak. Berbeda dengan bisnis makanan atau minuman ketika dibeli langsung bisa dinikmati rasanya. Padahal, tambah Rangga, untuk menganalogikan produknya mudah, misalnya ketika seorang bekerja di kantor lantai 30, apakah mereka memikirkan keamanan mobilnya yang di parkir di lantai dasar? “Jika orang itu merasakan aman dan nyaman berarti produk pengamanan sudah dirasakan,” tandasnya.

Rangga menambahkan, dalam rangka mempertahankan mutu keamanan, BSP tidak ikut dalam perang tarif dengan banting harga. Inilah sebenarnya yang menjadi tantangan BUJP dan Satpam ketika selalu dituntut memberikan pengamanan maksimal tapi tidak mendapatkan gaji standar. Bahkan sering kali calon klien menuntut agar Satpam bisa multi fungsi sebagai pengamanan, juru parkir, tukang pel dan sebagainya.

Hal ini yang membuat fungsi Satpam menjaga asset perusahaan terabaikan. Menganggap Satpam itu sebagai cost sudah tidak relevan mengingat Satpam adalah asset perusahaan untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan. “Satpam harus standby. Memang kesannya hanya duduk-duduk tapi keberadaannya dirasakan manakala terjadi gangguan keamanan,” paparnya.

Pria yang berkecimpung di bisnis sekuriti sejak tahun 2003 ini mengatakan, membangun system pengamanan juga tak cukup dengan mengandalkan personil Satpam. Untuk itu BSP memiliki layanan patroli device yang mekanismenya seperti system patroli terpadu yang tersentral di Central Monitoring System (CMS). CMS sendiri memiliki layanan SMS gateway, email, OCC yang memberikan update situasi di lapangan baik ada demo, banjir yang disampaikan kepada internal pengamanan maupun eksternal. l

Translate »
error: Content is protected !!