Bravo Satria Perkasa
23 Jan 2019

Kiat Kerja Produktif di Musim Hujan

KSATRIA–Musim penghujan bukan alasan yang tepat untuk tidak produktif. Memang sih, tidak dipungkiri bahwa hujan merupakan suatu kendala serius yang dapat menghambat seseorang untuk berkegiatan, terutama mereka yang bekerja di lapangan atau outdoor. Musim hujan sering menimbulkan masalah misalnya kemacetan parah, banjir dan lain sebagainya.

Namun yang pasti, kewajiban tetaplah kewajiban. Sebagai karyawan Anda tetap harus profesional dan komit terhadap tugas yang sudah dipercayakan oleh atasan.

Silakan terapkan tips di bawah ini untuk tetap produktif meskipun hujan menghalangi.

  1. Selalu Membawa Perlengkapan Musim Hujan

Siapkan selalu peralatan seperti payung, jas hujan, jaket, mantel hujan, sepatu boots, bahkan obat untuk masuk angin dalam mobil, bagasi motor, dan tas Anda. Dengan perlengkapan yang oke, hujan bukan alasan untuk tidak masuk kerja atau bertemu untuk rapat penting

  1. Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Di musim penghujan tentunya Anda tak hanya mempersiapkan payung atau jas hujan untuk melindungi tubuh. Anda juga harus membekali tubuh dengan makanan bergizi agar daya tahan tetap terjaga.

Dengan mengonsumsi makanan kaya protein, kekebalan tubuh akan terbangun dan terlindungi dari berbagai kuman penyakit yang sering bermunculan di musim hujan.

Selain itu, menerapkan pola hidup bersih juga sangat penting selama musim hujan. Cucilah selalu tangan saat tiba di kantor dan gantilah pakaian yang basah dengan pakaian kering secepatnya. Jangan lupa bersihkan laci dan file di kolong meja untuk mencegah sarang nyamuk.

  1. Berangkat Lebih Awal

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, sebaiknya berangkat ke kantor lebih awal, misalnya 30 menit lebih awal dari biasanya. Masalahnya, hujan yang turun pada pagi hari sering membuat malas. Belum lagi genangan air akan membuat jalan macet total, hingga akhirnya Anda memutuskan untuk membolos.

Dengan berangkat lebih awal Anda bisa masuk ke kantor tepat waktu dan juga bisa menghindari hujan dan macet.

  1. Manfaatkan Teknologi

Anda bisa mengunakan teknologi untuk koordinasi dengan rekan tim atau pun klien, sehingga hujan tidak lantas membuat Anda membatalkan janji untuk rapat atau melakukan deal penting. Banyak fasilitas komunikasi yang cocok untuk pekerja kantoran, misalnya Slack, WhatsApp, Skype, dan lain-lain

Fasilitas komunikasi seperti Skype misalnya, akan sangat menolong sehingga waktu tidak terbuang hanya menunggu hujan reda. Pastikan sebelumnya jaringan koneksi internet di kantor cukup kencang, sehingga rapat jarak jauh berjalan lancar.

  1. Bekerja di Rumah

Cara ini bisa Anda terapkan bila perusahaan tempat Anda bekerja memberi keleluasaan kepada karyawannya untuk bekerja di luar kantor. Daripada membuang waktu di tengah kemacetan jalan atau masalah lain yang jelas-jelas membuat Anda tidak produktif, lebih baik manfaatkan waktu bekerja langsung dari rumah saja.

Yang terpenting, di mana pun Anda berada dan dalam kondisi apa pun, tanggung jawab pekerjaan tetap harus dijalankan, termasuk dengan cara bekerja dari rumah. Bahkan ada yang percaya bahwa bekerja di rumah justru lebih produktif ketimbang harus tiba ke kantor dalam kondisi lelah karena macet atau kehujanan.

Sumber: qerja.com

13 Dec 2018

8 Tips Aman Tinggalkan Rumah Selama Liburan

KSATRIA| Sebentar lagi liburan panjang tiba, niat untuk bepergian ke luar kota bersama keluarga sudah dipikirkan dan direncanakan dari jauh-jauh hari. Namun, masih kepikiran dengan rumah yang akan ditinggal lama, kira-kira bagaimana jika ada pencuri atau perampok yang masuk?

Ya, perasaan was-was dengan keadaan rumah saat ditinggal pergi kadang memang menghantui seseorang, pikiran bisa tidak tenang dan membuat liburan jadi kurang dinikmati.

Melansir laman Wspa, berikut ini ada beberapa tips dan pencegahan yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk melindungi rumah dan harta bendanya ketika ditinggal pergi dan keadaan kosong:

  1. Alarm

Pastikan sistem alarm pencuri Anda diaktifkan sebelum meninggalkan rumah. Tempatkan tanda-tanda darurat di tempat yang mudah dijangkau, seperti jendela atau pintu.

Saat ini banyak perusahaan penjual alarm yang membuat aplikasi melalui HP yang memungkinkan pemilik rumah dapat memantau sistem alarm saat rumah dalam keadaan kosong, cara ini mungkin bisa dicoba.

  1. CCTV

Memasang alat perekam CCTV, di setiap sudut ruangan. Hal ini berguna misalnya rumah dimasuki seseorang, sehingga Anda bisa melihat rekaman orang yang berniat jahat di rumah Anda.

  1. Pastikan semua terkunci

Pastikan semua pintu dan jendela terkunci, jika memungkinkan kunci mati bautnya pada semua pintu dan eksterior, dan ini ide yang cukup baik.

  1. Tanda waspada

Buat tanda waspada di pagar. Tulisan seperti ‘Awas Ada Anjing Galak’ kadang perlu dibuat meski tidak memiliki anjing, cara ini kadang cukup ampuh untuk menakut-nakuti pencuri.

  1. Jangan posting di sosial media

Jangan posting di situs media sosial Anda pergi berlibur ke mana dan jangan juga posting foto saat masih berlibur, jika masih tetap ingin membagi foto liburan, sebaiknya posting setelah liburan selesai dan saat Anda sudah berada di rumah lagi.

  1. Pesan suara

Jangan membuat pesan suara melalui telepon rumah yang menerangkan Anda berada di suatu kota ketika sedang berlibur.

  1. Cek keadaan rumah

Minta tolong kepada teman, keluarga atau tetangga yang bisa dipercaya untuk sesekali memeriksa keadaan rumah ketika sedang bepergian yang cukup lama. Jika memang ada hal yang mencurigakan terjadi di rumah, minimal mereka bisa memberi tahu Anda dan melapor ke pihak keamanan yang terdekat.

  1. Sembunyikan barang mahal

Jangan letakkan hadiah atau barang-barang mahal, seperti perhiasan atau elektronik di tempat yang mudah terlihat seperti jendela. Sebaiknya masukkan barang-barang berharga di tempat yang aman dan susah dijangkau oleh orang lain. []

 

17 Oct 2018

Tips Agar Selamat dari Gempa Bumi

KSATRIA| Berusahalah untuk tenang dan tidak panik saat ada pengumuman bencana gempa bumi dengan informasi yang sudah terverifikasi. Lakukan persiapan upaya pencegahan gempa, penagangan saat dan pasca gempa bumi, sesuai panduan Palang Merah Indonesia berikut ini:

Waspada Sebelum Gempa Bumi

  1. Kenali daerah sekitar tempat tinggal (apakah termasuk rawan gempa atau tidak).
  2. Ketika masuk ke sebuah gedung atau bangunan, perhatikan letak pintu keluar, tangga darurat, atau cara-cara untuk mengeluarkan diri jika sewaktu-waktu harus menyelamatkan diri.
  3. Di dalam ruangan tempat Anda berada, perhatikan titik-titik yang aman untuk berlindung ketika gempa terjadi.
  4. Perhatikan juga tempat yang berbahaya jika gempa terjadi, seperti di dekat kaca, tiang atau pilar, lemari, dan lain-lain.
  5. Catat dan simpan nomor-nomor telepon penting yang harus dihubungi saat gempa terjadi seperti PMI, rumah sakit, pemadam kebakaran, polisi, dan lain-lain. Matikan kran air, kompor, gas, dan listrik jika selesai digunakan.

Tindakan Saat Gempa Bumi Terjadi

  1. Jika berada di dalam rumah Berusahalah menyelamatkan diri dan keluarga. Berlindunglah di bawah meja agar tubuh tidak terkena benda-benda yang berjatuhan. Lindungi kepala dengan apa saja, misalnya helm, bantal, papan, atau kedua tangan dengan posisi telungkup.
  2. Jika berada di luar rumah Merunduk dan lindungilah kepala, lalu bergeraklah menjauh dari gedung dan tiang menuju daerah terbuka. Jangan melakukan tindakan apapun, tunggulah sampai keadaan benar-benar tenang karena setelah gempa pertama biasanya ada gempa susulan.
  3. Jika berada di pusat perbelanjaan atau di tempat umum lainnya Usahakan untuk tetap tenang, biasanya kerumunan orang dalam bencana berpotensi kepanikan. Ikuti petunjuk dari petugas penyelamat. Jangan menggunakan lift ketika terjadi gempa atau kebakaran namun gunakanlah tangga darurat, lalu bergeraklah ke tempat terbuka.
  4. Jika berada di dalam kendaraan Berpeganganlah dengan erat sehingga tidak terjatuh dari guncangan atau jika kendaraan berhenti secara mendadak. Tetaplah tenang dan ikuti perintah atau petunjuk dari petugas. Mintalah pengemudi untuk menghentikan kendaraan. Setelah itu bergeraklah ke tempat yang terbuka.
  5. Jika berada di gunung atau pantai Gempa dapat menimbulkan longsor di gunung atau perbukitan. Jika Kamu berada di pegunungan, bergeraklah ke tempat yang aman seperti lapangan terbuka yang jauh dari daerah lereng. Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami, jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

Penanganan Setelah Gempa Bumi

  1. Bila masih berada di dalam ruangan atau gedung, segeralah keluar. Periksalah keadaan diri sendiri, apakah ada bagian tubuh yang terluka atau tertimpa benda-benda.
  2. Mintalah orang dewasa untuk mematikan aliran listrik dan gas.
  3. Janganlah menyalakan api, karena bisa terjadi kebocoran gas atau tumpahan bahan bakar.
  4. Jika mampu, berilah pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitarmu. Dengarkanlah informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan bertindaklah sesuai imbauan.

Gempa bumi dapat terjadi pada saat sedang tidur. Penting sekali untuk mengatur kamar tidur agar aman dari gempa. Misalnya, jangan menaruh benda-benda yang mudah jatuh di dinding tempat tidur. Tautkan lemari di dinding dan pastikan benar-benar kuat. Pastikan ketika terjadi getaran kita tidak tertimpa benda-benda. Tidak hanya kamar, buatlah ruangan kantor aman dari gempa. Selain konstruksi bangunannya, usahakan bingkai atau benda-benda lain yang ditempelkan di dinding melekat kuat. Aturlah meja-meja dan kursi-kursi agar tidak menghalangi orang bergerak ke pintu keluar ketika gempa terjadi.

sumber: kompas

20 Sep 2018

Menengok Tugas Petugas Keamanan Dalam

KSATRIA| Hampir semua perusahaan, toko dan perumahan saat ini memiliki petugas keamanan. Kita sering menyebutnya satpam, atau kalo di perkantoran biasanya mereka disebut PKD (Petugas Keamanan Dalam. Ternyata selain berfungsi menjaga rasa aman bagi stakeholder atau penggunanya, ternyata petugas keamanan juga memiliki tugas dan fungsi lain yang lebih berat.

Berikut adalah beberapa tugas, fungsi dan tanggung jawab seorang petugas keamanan :

  1. Melaksanakan Pengamanan secara menyeluruh di lokasi kerja, baik perkantoran maupun perumahan
  2. Melaksanakan Tugas dan Fungsi sesuai dengan penempatan dilokasi masing-masing
  3. Melakukan pemeriksaan pada tamu / pemilik yang akan masuk ke area kerja
  4. Menahan KTP/ SIM setiap tamu yang akan memasuki area kerja
  5. Menanyakan keperluan dan menunjukkan meja resepsionis / penerima tamu / layanan informasi.
  6. Memeriksa setiap Mobil / Motor yang masuk atau keluar lingkungan kerja
  7. Khusus untuk mobil bak terbuka / tertutup yang akan memasuki lingkungan Kantor/perumahan HARUS diperiksa, Muatan dan Surat Jalan
  8. Melaporkan setiap saat melalui HT keadaan sekitar atau situasi ke Posko
  9. Pintu Pagar/ Gerbang harus selalu tertutup, Anggota Harus Stand-By ditempat
  10. Menjaga dan memelihara Asset dan Inventaris Perusahaan
  11. Menertibkan Parkir Mobil dan Motor pada saat parkir
  12. Administrasi
  13. Anggota Security bekerja selama 12 jam kerja
  14. Pergantian Shift dilakukan pada Jam 07:00 Pagi dan Jam 19:00 Malam
  15. Dilarang untuk melakukan Penggeseran Waktu Tugas, Pagi ke Malam atau sebaliknya
  16. Tidak diperkenankan memasuki Area kerja pada :– Saat tidak bertugas dan Membawa teman saat bertugas maupun tidak bertugas.
  17. Anggota Security Wajib memakai Pakaian Dinas selama bertugas
  18. Setiap Anggota Security, DanRu dan Koordinator Wajib Menanda-tangani Daftar Hadir.

Agar dapat bekerja lebih optimal, petugas keamanan dalam dapat difasilitasi dengan cctv dan radio satu arah (Handy Talkie). Selain itu, karena tugasnya yang berat, selain keterampilan bela diri, petugas keamanan dalam perlu dibekali keterampilan menggunakan senjata, baik senjata api maupun menggunakan tongkat.

Sudah saatnya kita menghargai petugas keamanan dalam, saat mereka bekerja sesuai dengan standar operasi prosedur yang telah ditetapkan, karena mereka juga merupakan bagian dari team kita, sehingga kita dapat bekerja dengan aman dan nyaman. [roj]

 

 

12 Jun 2018

Enam Tips Tinggalkan Rumah saat Mudik Lebaran

KSATRIA| Musim Lebaran identik dengan ritual mudik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Momen mudik ini biasa digunakan untuk merayakan Lebaran bersama sanak saudara maupun keluarga di kampung halaman.

Namun, ada hal penting yang juga perlu diperhatikan, yakni keamanan, khususnya rumah sat ditinggal mudik. Berikut beberapa tips keamanan untuk menjaga rumah tetap aman saat ditinggal mudik :

1. Cek dan pastikan semua pintu, jendela dan garasi rumah sudah tertutup rapat dan terkunci.

2. Bila perlu pasang tambahan pengaman, seperti kunci pengaman tambahan atau alat keamanan yang lainnya seperti CCTV di sudut-sudut strategis.

3. Matikan aliran listrik yang dianggap tidak perlu, seperti TV, Kulkas dan AC. Kompor gas juga dipastikan aman agar tidak terjadi kebakaran.

4. Jangan meninggalkan barang berharga di rumah, seperti uang dan perhiasan. Simpan barang berharga tersebut di bank atau titipkan ke orang yang dipercaya.

5. Hidupkan lampu depan agar tidak terlihat kosong saat rumah ditinggalkan.

6. Lapor kepada pihak yang berwenang, seperti RT atau memberitahu tetangga sekitar jika rumah dalam keadaan kosong. Atau jika di perumahan beri tahu satpam.

 

16 Mar 2018

Inilah 4 Tips Hindari Kejahatan Skimming Kartu ATM

KSATRIA| Kasus  skimming  kartu Automated Teller Machine (ATM) kembali ramai diperbincangkan, terutama sejak ribuan nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia menjadi korban. Skimming adalah pencurian informasi seperti nomor PIN dan akun nasabah melalui mesin ATM.

Menurut pakar keamanan, Robert Siciliano, skimming  bukan lagi hal baru, hal yang berubah adalah teknologi yang digunakan penjahat menjadi lebih baik setiap tahunnya. Karena itu konsumen diimbau untuk selalu berhati-hati.

Pada dasarnya, pelaku skimming  ATM menggunakan dua perangkat untuk mengetahui PIN dan data kartu. Satu perangkat diletakkan di dekat Anda memasukkan kartu ATM, kemudian membaca garis magnetik dan nomor akun. Selain itu biasanya juga terdapat kamera tersembunyi untuk mengetahui PIN.

“Penjahat bisa mendapatkan data secara real time. Mereka bisa saja berada di dalam mobil dengan laptop untuk mengakses perangkat tersebut,” jelas Siciliano.

Skimming ATM ini tentu merugikan para nasabah. Jika tidak ingin menjadi salah satu korban, coba ikuti tips ini sebagaimana dilansir laman Bankrate.

1. Hati-hati saat menekan PIN

Meski tidak ada orang lain saat berada di ATM, Anda tetap harus selalu waspada. Kamera tersembunyi bisa saja sedang memantau aktivitas, termasuk mengetahui password Anda.

Karena itu, saat menekan PIN ATM, Anda harus menutupnya dengan tangan. Hal ini bisa mencegah pencuri mengetahui PIN Anda.

2. Perhatikan lokasi ATM

Hindari menggunakan ATM di daerah redup dan malam hari. Hindari ATM di toko-toko ritel atau restoran, hal ini karena perangkat skimming pernah ditemukan di ATM yang berada di sebuah toko populer di Florida.

Selain itu, ATM di bandara juga rentan terhadap aksi pencurian. ATM yang berada di luar Bank juga menjadi target pencuri. Sebaiknya juga jangan terlalu sering ke ATM. “Semakin sering ke ATM, maka akan ada resiko,” kata Siciliano.

3.  Periksa saldo rekening secara teratur

Anda harus memeriksa saldo rekening secara teratur. Dengan begitu Anda bisa segera mengetahui jika ada transaksi penarikan uang yang aneh. Pengguna kartu kredit biasanya lebih mudah mengetahui bahwa telah menjadi korban kejahatan. Karena tagihan kartu kredit biasanya selalu dikirimkan secara teratur.

4. Perhatikan kondisi ATM

Anda harus memperhatikan dengan seksama ATM untuk memastikan keaslian slot kartu dan bukan tempelan. Terutama ketika sejumlah orang merasakan keanehan ketika memasukkan kartu ke ATM.

“Ini semua tentang kesadaran, memperhatikan, dan memahami resiko, karena semua ATM rentan terhadap penipuan,” ungkap Siciliano. [ROJI]

Sumber: tekno.liputan6.com 

25 Feb 2018

Antisipasi Potensi Alarm Palsu, Ini Tipsnya

KSATRIA| Salah satu kekhawatiran terbesar saat mengaktivasikan sistem alarm dalam hunian adalah terjadinya alarm palsu (false alarm) yang dinilai mengganggu kenyamanan pemlik hunian maupun lingkungan sekitar, karena bisingnya bunyi yang dihasilkan perangkat alarm.

Ivan Govender, Manajer distrik KwaZulu-Natal untuk Fidelity ADT Security, mengatakan karena alarm palsu sangat lazim dan sering terjadi. Menurutnya, enam penyebab paling umum dari alarm palsu adalah, pemilihan peralatan yang salah, kesalahan manusia, lemah daya, pintu dan jendela yang tidak diamankan dengan benar, pemasangan yang tak sesuai dan hewan peliharan, pengerat atau serangga yang memicu alarm palsu.

Dia menegaskan, mendapatkan sistem keamanan yang tepat dan belajar bagaimana menggunakannya dengan benar sangatlah penting. Dia juga mengatakan bahwa melatih mereka yang memiliki akses terhadap sistem akan sangat mengurangi kemungkinan terjadinya alarm palsu.

Terkait itu, ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk mereduksi potensi alarm palsu :

1. Pastikan semua jendela dan pintu aman sebelum mengatu alarm.
2. Semprotkan obat nyamuk ke sensor dan detektor sesering mungkin.
3. Uji sistem keamanan rumah secara berkala.
4. Pastikan panic button atau fitur aktivasi darurat jauh dari anak-anak.
5. Periksa baterai perangkat nirkabel dan daya cadangan pada keypad utama.
6. Pastikan membaca dan membiasakan diri dengan buku petunjuk penggunaan. Simpan di tempat yang mudah dijangkau.
7. Perhatikan peruhan lingkungan yang dapat mempengaruhi sistem atau perangkat.
8. Beritahu penyedia jasa keamanan Anda jika berada jauh dari rumah untuk jangka waktu yang lama.

“Kami menyadari bahwa alarm palsu akan terjadi dari waktu ke waktu. Setelah alarm palsu terjadi, penting untuk meluangkan waktu untuk menentukan apa yang memicu alarm dan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan tindakan tersebut dihindari di masa depan,” jelasnya. [RJ]

Sumber: indosecuritysystem.com

06 Feb 2018

Tinggi Pagar yang Ideal untuk Keamanan Rumah

KSATRIA| Jakarta–Tak ada aturan resmi yang mengatur tinggi pagar sebuah rumah sehingga banyak orang bingung menentukan tinggi pagar rumah yang ideal. Namun, ada beberapa faktor yang ikut berpengaruh dalam menentukan tinggi pagar rumah yang ideal.

Sebelum membangun pagar rumah, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu regulasi yang dibuat pemerintah atau pengembang mengenai pagar rumah yang diizinkan. Adakah aturan jelas yang mengatur tinggi pagar rumah ideal.

Misalnya, ketika Anda tinggal di perumahan dengan konsep town house. Di perumahan semacam ini, penggunaan pagar tinggi akan bertentangan dengan konsep keramahan yang ditawarkan oleh perumahan tersebut.

Tinggi pagar rumah ideal juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bagi Anda yang membangun pagar dengan tujuan melindungi area private di rumah, ketinggian ideal pagar adalah lebih tinggi dari rata-rata tinggi orang dewasa, yaitu sekitar 1,8 meter.

Untuk Anda yang ingin mencegah penyusup masuk ke dalam rumah, tinggi pagar rumah ideal berkisar 1,8 – 2,5 meter. Agar lebih aman, banyak orang menambahkan material tajam, antara lain pecahan beling, paku, dan sebagainya pada bagian kepala pagar.

Sementara itu, untuk meminimalisasi kebisingan suara di area depan rumah, bukan hanya tinggi pagar rumah ideal yang perlu diperhatikan. Faktor ketebalan pagar juga ikut berpengaruh. Untuk meminimalisasi suara, sebaiknya pagar rumah dibuat dengan ketebalan minimal 10 cm dan ketinggian berkisar 1,8 – 2 meter.

Sebagai saran, untuk Anda yang tinggal di lingkungan klaster, Anda bisa menggunakan pagar dengan ketinggian 0,9 – 1,2 meter atau hanya setinggi pinggang orang dewasa. Andi Wahyudi, arsitek dari ArchDESIGN, mempunyai ukuran yang jelas mengenai tinggi pagar rumah ideal.

“Tinggi pagar sebaiknya tidak lebih dari 1,5 m. Paling ideal 1,2 m,” ujarnya seperti dilansir Kompas.com.

Jika lebar rumah kurang dari 8 m, sebaiknya tinggi pagar 1,2 m. Sementara jika lebar rumah di atas 8 m, bisa menggunakan pagar berketinggian 1,5 m. Menurut Andi, ukuran pagar itu sudah cukup untuk memberi keamanan pada rumah dan memberi kenyamanan visual sehingga wajah rumah masih dapat dinikmati. [ROJI]

 

19 Jan 2018

5 Tips Selamatkan Diri saat Terjadi Bencana Gedung Runtuh

KSATRIA, Jakarta–Bangunan runtuh atau ambruk bisa menjadi bencana yang memakan banyak korban, terutama bila terjadi di gedung yang sibuk dan banyak orang berlalu lalang. Bencana ini juga dapat terjadi dalam waktu yang sangat cepat dan tidak terduga.

Insiden mengerikan runtuhnya balkon atau selasar lantai 1 di Tower 2, Gedung Bursa Efek Indonesia, yang terjadi Senin (15/1), membuat kita semua bersimpati terhadap para korban.

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat menghadapi situasi seperti ini?

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menyelamatkan diri ketika terjadi bencana gedung runtuh.

  1. Selalu hafalkan jalur-jalur evakuasi

Dimanapun kamu berada, selalu hafalkan jalur evakuasi. Hal ini akan berguna ketika gedung atau bangunan tempat kamu berada mengalami bencana, tidak hanya gedung runtuh tapi juga kebakaran atau gempa bumi.

  1. Tetap tenang ketika terjadi bencana

Panik hanya akan menghabiskan tenagamu dan membuat bingung, sehingga mengganggu upaya untuk menyelamatkan diri. Saat terjadi bencana, tetaplah tenang sambil berusaha untuk sembunyi di tempat aman atau keluar dari gedung.

  1. Jangan gunakan lift

Saat terjadi bencana di dalam gedung, hindari menggunakan lift. Lift pada waktu bencana malah bisa menjadi perangkap. Ketika gedung runtuh, kabel lift bisa putus dan lift akan jatuh. Selalu gunakan tangga, terutama tangga evakuasi.

  1. Berlindung di bawah meja bila tidak bisa keluar gedung

Bila tidak bisa keluar, segeralah bersembunyi di bawah meja dan berpeganganlah pada kaki meja. Menunduk dan lipat tubuhmu selama berada di bawah meja.

  1. Lindungi pernapasan

Ketika gedung runtuh, ada banyak sekali debu berterbangan dan debu tersebut bisa mengandung racun atau serpihan-serpihan tajam yang berbahaya bila terhirup. Karena itu, lindungi hidung dan mulutmu. Bila tidak ada masker, gunakan pakaianmu. []

Sumber: kumparan

 

27 Dec 2017

Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Liburan

KSATRIA, (BSP)–Liburan telah tiba, biasanya banyak yang berlibur dengan meninggalkan rumah untuk waktu lama. Keamanan rumah yang ditinggalkan tentunya harus diperhatikan agar bisa menjalani liburan dengan tenang dan nyaman. Jangan sampai hal-hal ini terlewat dari pengawasan, ya!  Sebelum berlibur inilah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika meninggalkan rumah selama bepergian?

  1. Pastikan semua pintu dan jendela terkunci

Ini adalah hal utama yang harus diperhatikan ketika hendak bepergian. Bukan hanya pintu-pintu yang harus dikunci, kadang jendela lupa untuk ditutup. Beberapa orang beralasan agar udara di dalam rumah dapat tetap berganti. Hati-hati! Sekecil apa pun celah jendela yang kamu buka, itu dapat memancing pencuri untuk masuk ke dalam! Pastikan semua pintu telah terkunci, semua jendela sudah tertutup rapat, dan gembok pagar apabila perlu.

  1. Nyalakan lampu

Menyalakan lampu jalan dan lampu di beberapa ruangan dapat menjadi penanda bahwa “ada orang di rumah”. Meskipun terkesan boros karena lampu menyala tanpa ada penghuni, hal ini cukup efektif untuk menandakan bahwa ada kehidupan di dalam rumah. Rumah kosong yang ditinggalkan dalam keadaan gelap sangat rawan kemasukan penjahat.

  1. Pastikan semua barang berharga sudah diamankan

Jika kamu memiliki benda yang cukup berharga seperti surat-surat tanah, koleksi emas atau perhiasan, serta uang tunai di dalam rumah, pastikan semua benda itu tersimpan dalam tempt paling aman. Jangan diletakkan sembarangan! Jika perlu, milikilah brankas yang dipasang kode pengaman agar semua benda berharga punya tempat yang aman. Sembunyikan sebaik yang kamu bisa, di tempat yang tidak akan diduga oleh orang selain kamu dan keluarga.

  1. Cabut semua aliran listrik dan tabung gas

Tips ini cukup penting karena hal ini barangkali bukan memicu adanya pencuri tetapi tetap membahayakan keamanan rumahmu. Sudah sering terjadi kebakaran akibat hubungan arus pendek dan meledaknya tabung gas secara tidak sengaja. Lebih baik mencegah, bukan? Lagipula, mencabut listrik dapat menghemat pengeluaran listrik selama kamu tidak di rumah.

  1. Nyalakan alarm dan CCTV

Jika rumahmu memiliki sistem pengamanan yang baik seperti alarm atau CCTV, pastikan keamanannya ketika hendak bepergian. Periksa kembali sambungan kabelnya, arahkan CCTV ke tempat yang sekiranya tertutup dari pandangan, semua demi keamanan. Saat ini, teknologi semakin canggih sehingga sistem keamanan dan CCTV dapat dikendalikan dan dipantau dari jarak jauh melalui ponsel pintar. Pastikan semua terhubung dengan baik sehingga kamu dapat meninggalkan rumah dengan tenang.

  1. Beri tahu tetangga bahwa kamu akan bepergian

Apakah tetanggamu ada yang tidak bepergian selama musim liburan ini? Jika iya, pastikan kamu memberitahunya soal kepergianmu. Selain untuk mempererat silaturahmi, tetangga adalah orang terdekat yang dapat kamu percaya untuk menjaga rumahmu. Jika perlu, titipkan kunci serep kepadanya apabila kamu merasa lebih aman dengan cara begitu.

  1. Jangan meninggalkan kunci di tempat “rahasia”

Seberapa “rahasia” tempat kamu menyimpan kunci yang tidak diketahui orang? Di bawah keset? Di dalam pot bunga? Di dalam sepatu? Semua itu bukan lagi rahasia melainkan sudah menjadi rahasia umum. Alih-alih aman, kamu malah membahayakan rumahmu jika melakukan cara itu. Hindari untuk meninggalkan kunci di sana. Lebih baik ikuti saran di atas—menitipkan kunci pada tetangga—jika memang dirasa perlu.

8. Jangan meninggalkan kunci di tempat “rahasia”

Bila kompleks rumah ada petugas satpam, sebaiknya sebelum pergi koordinasi dengan pihak satpam bahwa rumah akan di tinggal beberapa hari. Sehingga satpam bisa mengontrol setiap saat rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya.

Bukan mau menakut-nakuti, tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada rumahmu selama kamu bepergian meninggalkannya, apalagi dalam waktu yang lama seperti saat mudik. Jangan sampai perjalannanmu terganggu dengan rasa khawatir dan was-was yang berlebihan, lho. Pastikan saja kamu sudah melakukan semua tips yang disebutkan di atas

Semoga perjalanan liburan menyenangkan!

Sumber: mizanstore.com

 

Translate »
error: Content is protected !!