Bravo Satria Perkasa
11 Feb 2019

Ketua Abujapi Lantik Pengurus BPD Abujapi Sulawesi Selatan

KSATRIA| Makassar–Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) tetapkan Wawan Hendrawan, SE selaku ketua terpilih BPD Abujapi Sulsel masa bakti 2019/2024 setelah melalui pemilihan.

Ketua Umum Abujapi, Budi Rianto meminta seluruh pengurus BPD Abujapi Sulsel yang akan dibentuk usai terpilihnya ketua BPD Sulsel masa bakti 2019/2024 untuk dapat menjaga Independensi organisasi.

“Kepengurusan terpilih sesegera mungkin berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk menjalankan program kerja, sehingga kemitraan dengan Polda semakin erat, tapi tentu independensi harus dijaga, karena kita organisasi independen dan kita ini mitra bukan kepanjangan atau bagian tubuhnya Polda,” ungkap Budi dalam sambutannya di Makassar dilansir mediasulsel.com Minggu (10/2).

Selain itu Budi juga berharap, kehadiran Abujapi Sulsel dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggota, terlebih keberadaan Sulsel sebagai barometernya Indonesia Timur, apalagi saat ini merupakan momen yang tepat untuk kebangkitan Abujapi, karena menurutnya saat ini Abujapi sedang menyusun Peraturan Polisi (Perpol).

“Abujapi saat ini oleh Polri dianggap sebagai mitra utama, khususnya dalam mengatur industri jasa keamanan ke depan, bahkan dalam Peraturan Kapolri dan Perpol yang baru ini, kita merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari Polri, sehingga keberadaan kita dalam setiap proses pengambilan keputusan menyangkut badan usaha Jasa pengamanan, industri pengamanan itu sangat diperhatikan oleh Polri,” lanjut Budi.

Untuk mengantisipasi persaingan ke depan, Budi juga menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018, telah dirumuskan sejumlah langkah strategis yang mengatur operasional anggota Abujapi.

Langkah stategis tersebut adalah, perlunya komitmen bersama seluruh stakeholder, khususnya dalam menentukan besaran managemen fee, perlunya komitmen untuk tidak membuat penawaran di bawah Upah Minimum Profinsi atau upah minum regional, dan yang terakhir adalah komitmen untuk menggunakan Satpam hanya yang ber KTA resmi.

“Karena kita ini BUJP resmi, jadi kita harus menggunakan Satpam yang resmi yang memiliki sertifikat, jadi kalo ada Satpam kita yang belum bersertifikat, segera ikutkan pendidikan biar mereka segera menjadi Satpam yang resmi,” pungkasnya.

Dalam acara Musda 1 ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda Abujapi Sulsel dengan mengirimkan rangkaian bunga yang diletakkan di depan lobi hotel tempat berlangsungnya Musda. [roj]

07 Feb 2019

Polri Ingin Angkat Derajat Satpam dari Keahlian Menjadi Profesi

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian mengatakan Satpam adalah produk pengamanan yang fenomenal karena telah diakui oleh negara pada UU no.2 tahun 2002 pasal 3 poin C.

“Penyelenggaraan keamanan dan ketertiban Indonesia salah satu unsurnya yaitu bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Termasuk dalam undang-undang No 8 tahun 1981,” kata Kapolri saat memberikan sambutan di HUT Satpam ke-38 di PTIK Jakarta, Rabu (6/2).

Dengan jumlah Satpam yang mencapai 525.000 personel ditambah satu juta lebih yang tidak memiliki sertifikat tapi sudah bertugas kata Tito sangat membantu kinerja baik Polri maupun TNI dalam pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya yakin rekan-rekan Satpam sudah melaksanakan pengamanan tanpa diketahui publik. Otoritas pengamanan dan masyarakat sangat terbantu. Ini sebuah kebanggaan dan juga berpotensi bagi kita. Tapi kalau tidak hati-hati akan jadi ancaman,” tutur Jenderal Tito.

Seragam yang dimiliki, tambah Kapolri, kartu pengenal atau ucapan salah satu bentuk kewenangan pengamanan. Maka latihan fisik dan kemampuan tangan kosong harus terlatih, agar jika ada pelaku kejahatan bisa ditangani.

“Selain kemampuan fisik, Satpam juga dituntut untuk memiliki disiplin ilmu pengetahuan. Sebab, keahlian tidak bisa mengalahkan profesi. Saat ini Satpam masih dikategorikan keahlian, maka harus kita jadikan sebagai profesi,” kata Kapolri.

Profesi lanjut Kapolri, bidang pekerjaan yang memiliki ilmu pengetahuan, pelatihan yang panjang, kode etik dan jiwa pengabdian. Satpam bisa menjadi profesi yang berawal dari keahlian.

“Polri ingin sekali mengangkat derajat satpam bukan hanya sebagai craft/keahlian tapi profesi. Keamanan sepertinya tidak begitu penting, tapi akan penting jika ada ancaman,” katanya lagi.

Kapolri menuturkan ada 4 syarat untuk menjadikan Satpam sebagai profesi, satu diantaranya kode etik yang sudah dimiliki. Kedepan harus ada majelis kode etik, karena hal ini akan memperkuat respek masyarakat terhadap Satpam.

“Kedua, harus ada jiwa pengabdian. Mungkin yang belum ada bidang keilmuan. Saya berpikir kenapa tidak diadakan sendiri. Selama ini manajer sekuriti sekolah ke luar negeri ada kelemahannya, belum tentu sama kondisinya dan network yang belum terjalin.” papar Kapolri.

Kedepan lanjut Kapolri, Indonesia akan menghadapi dan menggelar pesta demokrasi di bulan April 2019. Kapolri berharap Satpam turut berkontribusi untuk mendukung demokrasi damai aman dan tenang.

“Menjelang awal April saya berharap ada apel besar khusus Satpam didampingi oleh TNI dan Polri. Ini tidak ada maksud berpolitik praktis, kita hanya untuk menjaga pemilu yang aman dan damai,” ungkapnya. [roj]

06 Feb 2019

Upacara HUT Satam ke-38 Dipimpin Kapolri

KSATRIA| Jakarta–Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D pimpin upacara dalam rangka HUT Satpam ke-38 Tahun 2018 yang dilaksanakan di Auditorium PTIK Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.
Mengawali Upacara dilaksanakan kegiatan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Kapolri atas meninggalnya Jenderal Pol (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., pada hari Kamis 31 Januari 2019 di RS Medistra. “Beliau merupakan bapak pendiri Satuan Pengamanan Indonesia, dan guna mengenang segala jasa-jasa beliau yang telah membentuk dan mengembangkan Satpam marilah kita Bersama-sama mengheningkan cipta,” ucap Kapolri.
Dalam amanatnya Kapolri menyampaikan bahwa satpam bukanlah profesi biasa, namun sebuah profesi mulia dan luhur yang turut andil membantu Polri dalam menjaga keamanan negara. Selama 38 tahun berdiri, satpam telah banyak melakukan aksi-aksi nyata dibidang keamanan, namun seringkali luput dari perhatian publik maupun perhatian kita.
“Mereka bagaikan ‘The Silents warrior’ yaitu pendekar-pendekar yang sunyi. Memang terkadang profesi keamanan seringkali dianggap sebagai ‘Second Class’ dan situasi aman juga masih dianggap sebagai ‘take it for granted’ yang seakan-akan bisa terjadi begitu saja tanpa harus diupayakan, padahal keamanan adalah sebuah situasi yang harus diupayakan,” jelasnya.
Kapolri menyampaikan bahwa menciptakan atau menjaga situasi keamanan sama seperti menjaga kesehatan, ketika penyakit belum datang, kondisi kesehatan sering diabaikan namun ketika penyakit telah datang maka segala cara dilakukan untuk segera sembuh sampai rela mengeluarkan biaya banyak.
Kapolri berharap bahwa satpam harus bisa turut serta dalam menjaga situasi kondusif dalam pengamanan pemilu tahun 2019, bersama-sama dengan TNI-Polri menciptakan pemilu yang aman dan damai.
Di akhir amanatnya Kapolri menyampaikan, bahwa sektor keamanan sangatlah penting, hampir semua instansi atau perusahaan membutuhkan jasa pengamanan namun ilmu maupun pengetahuan khusus tentang keamanan masih banyak diperoleh diluar negeri, Kapolri berpendapat sudah saatnya kita membangun sendiri Universitas Keamanan.
Pada kegiatan Upacara tersebut Kapolri juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada 9 anggota satpam yang berprestasi. [roj]
03 Feb 2019

BSP Ikut Meriahkan Jalan Sehat APSI di Monas

KSATRIA| Jakarta –Asosiasi Profesi Satpam Indonesia atau yang biasa disingkat APSI menggelar jalan sehat di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Minggu, 3 Februari 2019 pagi.

Jalan sehat ini merupakan bagian rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-38, yang merupakan program tahunan yang diselenggarakan APSI untuk memeriahkan HUT Satpam.

Menurut Ketua Umum APSI Abdul Azis Said, peserta Jalan Sehat Satpam ini terdiri dari 116 regu, setiap regu terdiri dari 11 satpam dan peserta perorangan 490 orang. Jumlah total dari satpam yang ikut adalah sekitar 1.800 satpam.

Sementara salah satu dari peserta yang hadir adalah Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo bersama istri yang mengikuti jalan sehat dan Direktur BSP yang juga Sekjen APSI H. Djarot Soeprianto sebagai panitia penyelenggara .

Jajaran pimpinan BSP menjadi contoh bagi anggotanya yang ikut juga sebagai peserta Jalan Sehat Satpam. Adapun jumlah anggota satpam BSP yang hadir mengikuti Jalan Sehat adalah sebanyak 3 regu atau 33 anggota satpam ditambah peserta perorangan sebanyak 23 orang. Jadi total ada 56 peserta.

Kegiatan Jalan Sehat ini juga menyediakan berragam Door Prize yang jumlahnya sampai 141 barang, diantaranya adalah 3 motor.

Sementara itu sebagai pengibar bendera start jalan sehat dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Sadono, dilanjutkan oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Arkian Lubis, Dirbinpotmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Syaiful Zahri, Ketua Umum APSI, para ketua asosiasi bidang sekuriti dan para pejabat lainnya. [roj]

01 Feb 2019

Bendera Setengah Tiang untuk Penghormatan Bapak Satpam Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin meninggal dunia pada Kamis, 31 Januari 2019. Sebagai bentuk duka yang mendalam atas meninggalnya Awaloedin, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang.

Perintah itu tertuang dalam surat telegram nomor ST/317/PAM.1./2019 yang diterbitkan pada 31 Januari 2019 dan diteken Kepala Pelayanan Markas Mabes Polri Kombes, Apriastini Bakti.

Dalam perintah tersebut, kapolri meminta seluruh jajarannya mengibarkan bendera setengah tiang di kantor dan kediaman dinas Polri. Dalam surat tersebut juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang dilakukan hingga Minggu, 3 Februari 2019.

Begitu juga Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Abdul Azis Said menghimbau kepada seluruh dewan pengurus daerah (DPD) APSI agar mengibarkan bendera setengah tiang di kantor sekretariat masing-masing sebagai penghormatan untuk kepergian Bapak Satpam Indonesia.

Awaloedin meninggal dunia pada Kamis, 31 Januari kemarin pukul 14.45 WIB di RS Medistra. Awaloedin yang juga dikenal sebagai Bapak Satpam ini meninggal dunia di usia 91 tahun karena sakit. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jumat (1/2/2019).

Kapolri Tito Karnavian memimpin langsung upacara penghormatan terakhir bagi pendahulunya itu. Awaloedin merupakan kapolri periode 1978-1982. [roj]

01 Feb 2019

Kapolri Pimpin Upacara Pemakaman Bapak Satpam Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara pemakaman mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin. Upacara pemakaman tersebut digelar di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

“Hari ini kita berkumpul untuk melaksanakan upacara pemakaman almarhum Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin. Upacara ini diselenggarakan sebagai penghormatan kepada almarhum yang meninggalkan kita,” kata Tito, Jumat, 1 Februari 2019.

Tito, dalam sambutannya, mengaku sangat kehilangan atas kepergian almarhum Awaloedin. Tak terkecuali institusi Polri yang turut berduka, dan mengapresiasi almarhum atas dedikasinya selama menjadi anggota Polri.

“Selaku Kapolri, saya turut berduka cita serta menyertakan doa untuk keluarga yang ditinggalkan. Keluarga besar Polri sangat kehilangan sosok almarhum. Almarhum hingga akhir hayatnya tetap berbakti kepada Polri. Almarhum merupakan suritauladan bagi seluruh insan Bhayangkara,” ucap Tito.

Almarhum Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin meninggal dunia pada pukul 14.55 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta pada 31 Januari 2019. Awaludin merupakan mantan Kapolri yang menjabat pada 1978 hingga 1982. [roj]

31 Jan 2019

Keluarga Besar BSP Turut Berduka atas Wafatnya Bapak Satpam Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Keluarga Besar Satuan Pengamanan (Satpam) kehilangan tokoh fenomenal, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. H. Awaloedin Djamin, MPA. Awaloedin yang dikenal sebagai Bapak Satpam Indonesia ini telah meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra pukul 14.55.

Seluruh Keluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ikut berduka cita atas kepergian mantan kapolri tahun 1978-1982. Jasa-jasa Bapak Satpam ini telah memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan satpam di Indonesia.

Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosanya diampuni Allah SWT, kuburnya dilapangkan dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.

Pemakaman Bapak Satpam ini akan dilaksanakan pada Jumat 1 Februari 2019 jam 13.30 setelah sholat Jumat di TPU Tanah Kusir.

Jumat pagi, jenazah akan disemayamkan di Auditorium PTIK dan disholatkan di Masjid PTIK dan setelah disholatkan akan dilaksanakan Upacara Pemakaman di Taman Makam Pahlawan Jakarta Selatan. [roj]

28 Jan 2019

HUT Satpam ke-38, Korbinmas Bersama Asosiasi Pengamanan Bantu Korban Tsunami

KSATRIA| Banten–Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri bersama asosiasi jasa pengamanan melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk korban tsunami di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/1/19).

Dalam kegiatan itu, Korbinmas bersama Asosiasi jasa pengamanan dan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). Kegiatan bakti sosial itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Satuan Pengamanan (Satpam) ke-38.

Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Syaiful Zahri mengatakan, kegiatan sosial itu merupakan ungkapan kepedulian dari seluruh elemen jasa pengamanan kepada korban tsunami. Menurutnya, kegiatan itu juga untuk semakin menumbuhkan sisi sensivitas kemanusiaan bagi semua orang yang terlibat dalam jasa pengamanan.

“Elemen jasa pengamanan juga manusia tentu memiliki empati dan kepedulian kepada sesama. Dalam kesempatan ini, kami berusaha melaksanakan kegiatan sosial sebagai misi kemanusiaan,” ujarnya seperti dilansir mediapurnapolri.net.

Syaiful menambahkan, bakti sosial dilaksanakan dalam bentuk penyaluran bantuan. Dikatakan Syaiful, bantuan yang disalurkan terdiri dari 250 paket tas dan perlengkapan sekolah lainnya. Bantuan itu, kata Syaiful, bertujuan mendukung upaya keberlangsungan pendidikan bagi anak korban musibah tsunami.

“Dalam keadaan apa pun, akses dan fasilitas pendidikan selalu penting. Atas kesadaran itu pula kami mendorong agar mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Banten Kombes Pol Oki Waskito mengapresiasi kepedulian unsur jasa pengamanan untuk membantu sesama. Menurutnya, satuan pengamanan merupakan jasa untuk melindungi atau menjaga objek atau subjek tertentu. Dengan demikian, lanjutnya, satuan pengamanan pasti memiliki sensitivitas untuk membantu sesama.

“Pekerjaan satpam cukup rentan resiko namun di balik itu, ada semangat dan kerelaan menjaga dan membantu sesama,” ucapnya.

Oki mendorong elemen lain untuk memaknai hari jadi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak. Hari jadi, kata Oki, merupakan salah satu momen yang ideal untuk merefleksikan diri untuk menebarkan semangat saling peduli.

“Semoga kegiatan bakti sosial ini dapat menginspirasi semua kalangan untuk memperkuat harmonisasi dan kepedulian kepada sesama,” tandasnya. [roj]

28 Jan 2019

BSP Gelar Apel Akbar dan Berikan Hadiah Satpam Berprestasi

KSATRIA| Jakarta–Pasukan biru putih alias satuan pengamanan dari PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa 1 memadati Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan, Sabtu 26 Januari 2019 pagi. Para satpam ini sedang mengikuti upacara memperingati HUT Satpam ke-38.

Dalam giat upacara ini, yang menjadi inspektur upacara adalah Direktur Utama BSP Joko PN Utomo. Dalam sambutannya di depan seribu lebih anggota satpam, Joko mengingatkan kembali akan peran dan fungsi satpam dalam menjaga keamanan di area tugas masing-masing.

Apel Akbar kali ini, BSP mengambil tema ‘Dengan apel akbar dan HUT satpam, kita mantapkan tugas dan fungsi satpam serta ikut peran dalam pengamanan pesta demokrasi tahun 2019’.

Joko menembahkan, bahwa fungsi dan tugas satpam sangat mulia karena mereka bertugas menjaga keamanan di area kerjanya. Satpam juga sebagai ujung tombak sebuah perusahaan.

“Anggota satpam harus mampu mendeteksi potensi gangguan keamanan, melakukan upaya pencegahan apabila diperlukan, menyampaikan informasi tepat dan akurat kepada petugas kepolisian, serta melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai undangan adalah dari TNI Sat Marinir, para klien dan seluruh jajaran manajemen BSP. Kegiatan giat akbar ini juga diisi dengan hiburan musik, dan para satpam pun menikmati hiburan dengan cara berjoged dan diiringi oleh musik.

Dalam Apel Akbar ini, pihak manajemen BSP juga memberikan penghargaan kepada empat  satpam yang telah mengharumkan nama BSP karena memiliki dedikasi yang baik sehingga mampu meraih reward dari Bank Jawa Barat (BJB)

Keempat satpam itu adalah:

  1. Misbahudin Juara 1 Adira Finance Frontliner Idol tahun 2018 Tingkat Nasional, tugas di Adira Finance Grand Mall Bekasi
  2. Hilman Saepul Hadi Finalis tingkat nasional Bank BJB Better Award kategori Service Excellent tahun 2018, tugas di Duta Layanan Bank BJB Cabang Cikarang
  3. Fera Meilani Finalis tingkat Nasional Bank BJB Better Award kategori Service Excellent, tugas di Bank BJB Cabang Kebayoran Baru
  4. Budi Cahyono Juara 3 tingkat Nasional Bank BJB Better Award kategori Service Excellent, tugas di Bank BJB Bekasi [roj]

 

18 Jan 2019

Pelantikan DPD APSI Aceh oleh WaKapolda Aceh

KSATRIA| Aceh–Pelantikan dan pengukuhan DPD APSI ( Asosiasi Profesi Satpam Indonesia) yang digelar di gedung ACC Sultan II Selim jln STA Mahmudsyah Kp Baru, Banda Aceh,hal itu di sampaikan Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs.Supriyanto Tarah, M. M mewakili Kapolda Aceh, Kamis, 17-01-2019.

Pertemuan itu dihadiri Wakapolda sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh,Selain itu juga hadir sejumlah unsur Forkopimda Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Ketua Umum APSI, Ketua APSI Aceh, para Pimpinan BUPJ dan para undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulis Kapolda Aceh, yang di bacakan Wakapolda diantaranya mengapresiasi dan menyambut positif atas terbentuknya pengurus Asosiasi Profesi Satpam Indonesia Daerah Aceh (DPD APSI Aceh) yang hari ini telah dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan kepengurusannya.

Semoga dengan terlaksananya pengukuhan ini akan menjadi wadah yang dapat menyatukan semua stakeholder otoritas pengelola badan usaha atau instansi Pemerintah yang menyelenggarakan menggunakan jasa satuan pengamanan di Provinsi Aceh.

Saya juga berharap dengan terbentuknya pengurus APSI Daerah Aceh akan membuat organisasi semakin berkembang dan mampu meningkatkan kinerja satuan pengamanan ke arah yang lebih baik lagi,

“APSI yang merupakan wadah dan sarana pembinaan profesi satpam Indonesia pada industri dan jasa, keberadaannya menjadi wujud partisipasi dalam pembangunan Nasional melalui peningkatan disiplin etos kerja dan produktivitas.”

Kehadiran APSI harus sejalan dengan kebijakan Polri di bidang Kamtibmas,dan saya berharap agar Asosiasi dalam hal ini badan pimpinan daerah APSI Aceh dapat menampung aspirasi dan kepentingan anggota satpam dan atau tenaga kerja yang berprofesi di bidang satuan pengamanan di Provinsi Aceh.

Peraturan Kapolri No 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan atau Instansi Lembaga Pemerintah menyatakan bahwa Polri dapat menerbitkan surat izin operasional bagi Asosiasi yang bergerak di bidang pengamanan sebagai bukti bahwa profil Asosiasi tersebut telah dikenali oleh regulator.

Surat izin operasional menunjukkan bahwa pemegang surat diberi izin untuk melakukan kegiatan promosi, proses tender, melaksanakan kontrak kerja pengamanan, dan melakukan kegiatan sebagai perusahaan jasa di bidang pengamanan, Pembentukan Asosiasi difasilitasi dan disahkan oleh Kapolri serta menjadi mitra Polri dalam dalam rangka pembinaan industrial security di Indonesia,

Wakapolda mengucapkan selamat atas pelantikan dan pengukuhan Pengurus APSI Aceh yang diketuai Zuhaimi Agam Rayeuk masa bakti 2019-2024, “Melalui wadah yang sudah terbentuk ini mari kita bangun soliditas dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di Provinsi Aceh yang kita cintai bersama,”Tutup Waka Polda. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!