KSATRIA| Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) kembali menggelar rapat pengurus membahas acara persiapan pelantikan pengurus BPP ABUJAPI periode 2019-2024 dan persiapan Rapimnas ABUJAPI.

Dalam paparannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan bahwa ABUJAPI ke depan akan menjadi rumah besar bagi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). “Kembali saya gaungka lagi bahwa ABUJAPI menjadi rumah besar BUJP, karena kami juga melibatkan lintas asosiasi sebagi dewan pembiananya,” ungkapnya di Kantor ABUJAPI Jakarta, Selasa (2/10).

Agoes berharap kepengurusan yang akan dilantik nanti bisa benar-benar menjalankan fungsinya dengan maksimal, sehingga apa yang menjadi program ABUJAPI bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi anggota dan para satpam.

“Kepengurusan ke depan harus menjadi ABUJAPI semakin kuat, semakin peduli dan semakin cerdas sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk para anggota dan para satpam umumnya,’ jelasnya seperti dilansir JurnalSecurity.com.

ABUJAPI harus kuat, tambah Agoes, yaitu dengan menjalin kemitraan dengan kepolisian dan berbagai lembaga dan instansi pemerintahan lainnya.  Misalnya dengan kementerian tenaga kerja, Kadin, Apindo, BNPT, BNPB, BPJS dan lain sebagainya.

“Kita akan dalami kerjasama dengan kementerian tenaga kerja, karena bisnis BUJP ini sarat dengan urusan ketengakerjaan, sementara selama ini kita kurang membangun komunikasi dengan instansi ini,” ujarnya.

Kedua, ABUJAPI harus peduli dan mandiri. ABUJAPI akan menjalin kerjasama dengan para BUJP yang memiliki pusdiklat untuk membuka Tempat Uji Kompetensi (TUK), sehingga tempat-tempat diklat ini bisa terus melahirkan satpam-satpam yang handal.

Begitu juga dengan pembentukan asesor untuk menguji kompetensi para satpam. Saat ini jumlah asesor masih sangat terbatas, sementara satpam yang jumlahnya ratusan ribu membutuhkan asesor-asesor itu. “Kami akan dorong para pengurus yang memiliki kompetensi ini untuk bisa menjadi asesor yang saat ini jumlah masih puluhan orang,” tegasnya.

Ketiga, ABUJAPI harus cerdas. ABUJAPI telah menyiapkan para ahli di bidang kesatpaman untuk menyelenggarakan kursus-kursus, yang tujuannya adalah agar para pengusaha BUJP terbuka wawasan dalam menjalankan bisnisnya. Pasalnya, selama ini banyak BUJP terdaftar tapi kemudian tidak terurus dengan meninggalkan kewajiban yang belum ditunaikan.

Ketika Agoes kunjungan ke beberapa daerah, banyak laporan masih banyak pengelola BUJP yang belum memahami dengan benar bisnis ini. Ke depan, harus ada asistensi kepada para anggota ini sehingga mereka semakin memahami bisnis pengamanan ini.

“Kami sedang menjajaki kerjasama dengan PTIK untuk membuka program S1 di bidnag manajemen sekuriti, kalau S2 sudah ada. Sekuriti ke depan harus dikelola oleh orang-orang yang mengerti dunia pengamanan,” tegasnya.  [roj]